REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 4 : Chapter 73 : eksekusi


__ADS_3

Hiruk pikuk terdengar dari luar kekaisaran. Xianlie berjalan dengan langkah gagah menuju lapangan eksekusi.


Semua orang menyorak setelah melihat kedatangan orang dibelakang Xianlie. Orang itu adalah Mine yang sudah digiring oleh prajurit dengan keadaan tangan terpasung rantai tahanan.


Mine tak henti-henti nya memberontak, namun para prajurit mengekang Mine dengan sangat kuat.


"HUUUUUUU KAU PANTAS MATI!!! HIDUPMU HARUS BERAKHIR!"


"DASAR WANITA ULAR! KAU PANTAS MENDAPAT HUKUMAN INI!"


"Tidak disangka wanita ini adalah seorang ular berbisa."


Para rakyat berbondong-bondong datang dan melihat penampakan Mine yang sudah mulai terikat menyalip ditiang papan eksekusi.


Xianlie berdiri menghadap Mine, melihat Mine dengan tajam dan hawa membunuh.


"LEPASKAN AKU DASAR JALAN*!! AKAN AKU HABISI KAU!" Pekik Mine sekuat tenaga nya.


Wanita yang awalnya selalu bersikap sombong dan arogan ini, kini menjadi seorang wanita yang begitu memalukan yang sangat rendahan. Xianlie melihat Mine begitu prihatin, dia prihatin pada Mine karena terjerumus dalam lembah hitamnya sendiri.


Tak terasa hawa disekitar itu semakin memekat dan mencekam. Mujeng dan Qian'gu berjalan mengunakan pakaian kerajaan mereka. Masing-masing membawa senjata ditangan mereka.


Para rakyat yang awalnya menyorak kini menciut melihat kedatangan sang khaisar. Keadaan menjadi hening sesaat bagai disebuah padang pasir yang tak terdapat umat manusia.


Xianlie melihat dengan sudut matanya, lalu mengalihkan kembali pandangan pada sang ibu tiri yang mungkin sebentar lagi akan menjadi calon ibu tiri.


"Ka-kaisar...tolong hamba kaisar. Bagaimanapun hamba adalah istrimu khaisar, kau juga pernah mencintaiku. Tolong jangan hukum aku, aku mohon." Mine menangis sambil memohon pada Mujeng yang sedang menatap dingin padanya.


"Kau memang pantas mati, Mine." Jawab Mujeng begitu dingin seolah tanpa kehangatan dinada bicaranya. Sorot netra tajam bak sebilah pisau tajam ini menusuk netra Mine yang sedang memohon padanya.


Kini harapan sudah pupus, Mine sudah berada di titik yang paling terendah didalam hidupnya. Tiada harapan, dan tiada semangat. Memohonpun tak didengar, jadi apa seharuanya yang dia lakukan?

__ADS_1


Fokus semuanya kembali teralihkan pada sekumpulan prajurit yang sedang membawa paksa para petua yang bekerja sama dengan permaisuri penghianat itu.


Para petua terus memberontak dan memohon untuk dibebaskan.


"Apa ini! lepaskan aku! Aku bisa saja meratakan kalian semua dengan kekuatanku!" Ucap sombong salah satu petua sangat enggan untuk melihat kearah Mujeng.


Mereka hanya diam, tidak menanggapi sikap sombong dari orang yang sebentar lagi akan mati! Xianlie mengalihkan pandangan pada algojo yang sedang memegang sebuah kapak besar yang begitu tajam


"Ganti kapak tajam itu dengan kapak tumpul!"Titah nya mutlak dengan nada tegas.


Algojo itu dengan segera mematuhi perkataan Xianlie dan mulai menukar kapak tajam dengan kapak tumpul.


Xianlie mundur mendekat kearah sang ayah dan sang kakak, lalu berkata. "Aku serahkan ini pada kalian. Kalian tahu bukan, harus bertindak seperti apa?" Tukas gadis cantik berwajah datar itu pada kedua orang disamping nya.


Mereka menunduk dengan malu, mereka sangat malu dan menyesal karena telah memperlakukan Xianlie begitu tidak adil.


Sikap yang dulu seharusnya tak pernah terjadi dan seharusnya tak pernah mereka lakukan pada Xianlie. Penyesalan memang datang diakhir, mereka sangat malu pada gadis 15 tahun ini dan enggan menatap mata nya.


"Baiklah, adik." Jawab Qian'gu lirih, menunduk dengan rendah.


Para petua diikat dengan kuat disebuah papan eksekusi, tepat berada disamping Mine.


Mereka terus berteriak tidak merasa malu, bahkan mereka tidak merasa bersalah dengan kesalahan yang mereka lakukan dulu.


"Sumpal mulut mereka, atau tidak potong lidah mereka agar tidak bisa bicara!" Titah Mujeng kembali pada para prajurit.


Tentu saja para prajurit mematuhi perkataan Mujeng, mereka maju dengan seringaian jahat mereka dan melihat pada Mine dengan sinis.


"Apa... apa yang akan kalian lakukan!" Pekik Mine kesal dengan kesombongan yang masih belum lepas dari nya.


PLAKKKK

__ADS_1


"Diam kau!" Bentak Prajurit melayangkan satu tamparan keras kewajah Mine.


"Si-sialan kau." Mine memegang pipi kirinya, pedih nya tamparan itu membuat diri nya termenung sesaat.


Tak menunggu waktu lama, mulut para manusia khianat itu kini sudah diikat menggunakan kain sehingga tidak bisa bicara lagi. Mereka terus saja memberontak ingin dilepaskan. Terutama Mine, dia hanya bisa berteriak dalam diam sambil terus menitikan air mata.


"Kalian para manusia hina! memang pantas mati dan mendapatkan hukuman yang setimpal atas kejahatan yang kalian lakukan! Kejahatan ini tidak bisa dimaklumi lagi, karena sudah menyangkut nyawa, HAM, dan keadilan seseorang. Maka dari itu, aku khaisar kerajaan Kuantong memberi sebuah petaka bagi kalian,, mati dengan sengsara merasakan rasa sakit yang kalian beri pada putri mahkota dahulu." Tukas Mujeng lantang dengan suara menggema memenuhi lapangan eksekusi tersebut. Semua orang bisa merasakan jika bulu tengkuk mereka berdiri saat mendengar ucapan Mujeng, mereka tidak bisa membayangkan mati dalam keadaan yang begitu menyakitkan.


"Aku sebagai pangeran mahkota kekaisaran kuantong, mengambil keputusan jika akan melimpahkan kematian yang amat teramat menyakitkan pada para penghianat didepan kita. Pegang janji ku ini."Sahut Qian'gu melihat Mine dan para petua dengan tajam.


"Algojo, potong tangan kanan mereka menggunakan kapak tumpulmu." Titah Qian'gu pada sang algojo.


Dengan segera algojo itu mematuhi perintah tuan nya. Dia memegang tangan kanan Mine yang sedang terikat lalu mulai memotong-motong tangan Mine.


"HMPPPPPPPP." Mine menjerit dengan suara samarnya, karena mulutnya dibekap menggunakan kain. Dia menangis kesakitan dan terus saja memberontak.


Para penduduk menyindik ngeri melihat kekejaman algojo didepan mereka itu, ada yang menutup mata dan bahkan ada yang pingsan karena tak kuat melihat pemandangan seperti itu.


Sedangkan, Xianlie, Mujeng dan Qian'gu sedang menatap datar pada Mine yang sedang kesakitan. Mereka memandang Mine tanpa belas kasih lagi yang menghinggap dihati mereka.


Dendammu sudah terbalaskan Xianlie! manusia bajingan ini sudah mendapat hukuman setimpal dan bahkan begitu menyakitkan. Kau harus puas dengan pencapaian ini! Puaskan hatimu, sehingga kau terbebas dari dendam yang terpendam begitu lama.


Benak Xianlie sendu menatap dingin kearah Mine yang kini sudah kehilangan satu tangan nya.


"HMPPHPP," Mine berteriak kesakitan sambil menitikan airmata yang begitu deras.


Hal itu diulangi oleh algojo pada para petua, semuanya menunjukan reaksi serupa, yaitu kesakitan dalam diam. Mereka menangis tanpa bisa bicara mengutarakan kesakitan mereka.


"Sakit bukan?" Tanya Mujeng dengan nada mengejek.


Dia menimbulkan seringaian sinis lalu maju melangkah kearah depan mendekat pada Mine.

__ADS_1


"Seperti itulah rasanya, dikhianati oleh orang yang sangat kupercayai! Bahkan rasanya jauh.... lebih sakit!" Ucap Mujeng pelan dengan penuh penekanan.


...BAGIAN 73 TELAH USAI, SEE YOU LATER...


__ADS_2