
Sejak saat itu selesai, Xianlie dan Rijin memutuskan untuk pulang ke kediaman.
Rijin awal nya selalu bertanya, apa yang akan dilakukan oleh Xianlie, namun dia menghentikan kejuatan nya dan memilih diam mempercayai semua itu pada Xianlie.
Dikamar, dengan keadaan gelap dan sepi Xianlie duduk dilantai ruangan dengan beralaskan sebuah karpet akar lotus.
Dia duduk bersila membentuk lima dasar pertahanan, ditengah-tengah kegiatan nya itu terdapat dua orang dari kegelapan sedang meninjau Xianlie.
Xianlie merasakan hal itu, namun dia lebih memilih untuk meneruskan kegiatan nya karena merasa jika dua orang dibelakang nya sama sekali tidak berbahaya.
Perlahan kumparan cahaya menyelimuti tubuh Xianlie, dari awal nya menutupi kulit kini cahaya itu mulai meresap kedalam tubuh nya sehingga menciptakan letupan-letupan kecil dari aliran darah.
Darah yang sudah kaya akan oksigen dipompa masuk ke serambi kiri melalui vena pulmonalis, dan selanjutnya dipompa ke bilik kiri.
Bilik kiri kemudian memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh melalui aorta
Lalu oksegin energi itu akan ditransper menuju inti yang berada di otak Xianlie.
Xianlie terbatuk lalu menyemburkan darah di mulut nya, dua orang yang sedang mengawasi Xianlie bergerak dengan sangat cepat seolah begitu khawatir dan mencemas kan Xianlie.
Tap tap tap.... suara tapak dua orang itu berlari begitu kencang, sehingga dinding ruangan sedikit bergetar.
"Tuan....kau baik-baik saja?, sudah lah hentikan latihan ini! tubuh mu tidak memungkinkan untuk diri mu berlatih!" Ucap Gujing begitu mengkhawatir kan Xianlie.
Tunggu... tunggu dulu, bagaimana kedua nya bisa berada disini? Tanpa disadari, mereka sudah berhasil menyelesaikan tidur panjang mereka.
Semakin bertambah kuat, energi yang menyelimuti tubuh mereka semakin pekat.
"K-kalian sudah menyelesai kan nya? B-bagus lah." Ucap Xianlie lirih dengan tersenyum bahagia, sambil memegangi dada nya karena rasa sakit.
"Disaat seperti ini, kau masih bisa tertawa! Baiklah aku akan mengendong mu lalu kau harus istirahat di ranjang tidur mu! kau tidak boleh keras kepala!" Ucap Jungsi ketus namun begitu perhatian,
"Gujing, cepat bereskan ini semua dan ambil air hangat!" Suruh Jungsi pada Gujing.
"Ah ya.. baiklah." Jawab Gujing masih bingung ingin melakukan apa.
"Jangan... jangan pergi keluar, disana ada Rijin, nanti kau menakuti nya." Henti Xianlie dengan nada kesakitan.
"Shutttt diam lah, jangan bergerak! aku sudah mengingat kan ini pada mu sebelum nya tapi kau tidak mau mendengar ku, sangat nakal!" Omel Jungsi lagi.
Xianlie hanya diam dan menikmati perhatian yang diberikan oleh Jungsi.
Jungsi mengelap peluh dikening Xianlie, dan kemudian mulai menyalurkan energi pada Xianlie.
Xianlie merintih kesakitan, dia tidak pernah memperkirakan hal ini akan terjadi, awal nya dia hanya ingin menarik kembali energi milik nya yang sedang tersegel.
Namun dia lupa, jika energi itu sudah diberikan oleh nya sendiri pada sang ayah Mujeng.
"Aku pernah bilang, jangan lakukan hal ini sebelum aku dan Gujing meninggal kan mu! Kalau saja saat itu kau tidak ceroboh memberikan energi lima dasar mu pada Mujeng, ini tidak akan terjadi! Dan lihat sekarang, apa yang dia lakukan pada mu, dia membunuh mu tanpa ampun sedikit pun!" Omel Jungsi jengkel dengan kebodohan Xianlie, dia memukul kening Xianlie dengan jari nya
Pletakk... Xianlie menyeringis lalu mengusap kening nya.
"Aku tidak tahu jika energi itu tidak bisa diserap kembali, aku hanya berpikir Ayah sudah jauh lebih membaik dan tidak memerlukan energi itu...namun aku salah." Ucap Xianlie begitu sendu.
__ADS_1
Jungsi menghela nafas nya, dia melihat Xianlie dengan pandangan kasih sayang yang dalam
"Andai saja waktu itu tidak terjadi!" Batin Jungsi.
...[Flashback on]...
Saat itu, kekaisaran Kuantong begitu bahagia karena pemaisuri baru saja melahir kan seorang anak perempuan yang sangat cantik, anak itu adalah Xianlie.
setelah 4 tahun bejalan begitu cepat, Xianlie begitu dikasihi dan di manjakan oleh semua orang di kekaisaran kuantong, dia adalah gadis yang begitu ceria dan manis.
Namun suatu ketika, dia sedang bermain disebuah taman yang begitu cantik dipenuhi dengan bunga-bunga yang indah.
Tak sengaja diri nya disaat bermain melihat sebuah cahaya terang benderang mendekati nya, dia mendekati cahaya yang seolah sedang memanggil nya itu.
Perlahan tangan Xianlie mencoba untuk meraba cahaya tersebut, dan kemudian dia terjatuh kehilangan kesadaran.
Tak lama diri nya pingsan, kini Xianlie terbangun disebuah tempat yang begitu indah.
Mata nya memandang dengan takjub lalu berputar-putar dengan girang.
"Indah cekali." Teriak nya sangat senang lalu ternyum begitu polos.
Disaat diri nya sedang asik menikmati kebayahagiaan itu, ada sebuah tangan besar seorang pria sedang memegang bahu nya yang mungil.
Xianlie terkejut lalu memandang kebelakang,
"Hay..." Sapa seorang pria yang begitu tampan dan memikat.
"Selamat datang, tuan." Sambut Jungsi begitu hormat pada Xianlie.
Xianlie semakin tertegun saat melihat kepada Jungsi, kedua nya begitu sempurna mengalahi para dewa-dewa langit.
Xianlie tidak bisa berbicara karena melihat kesempurnaan itu didepan nya.
"K-kalian c-ciapa." Tanya Xianlie gagu dan belepotan.
Kedua nya tersenyum, dan kemudian melihat pada Xianlie.
"Mulai saat ini kami adalah pelindung mu, dan kau adalah tuan kami. Kami mengabdi pada mu tuan." Ucap mereka serempak lalu menunduk
"Wah benalkah.. apakah kalian bisa menjadi teman ku? huh aku tidak memiliki teman di kekaisalan ini, semua tidak mau belteman dengan ku kalena tau aku adalah seolang putli." Sungut Xianlie memanyun kan bibir nya.
"Baiklah, kami bisa menjadi apapun sesuai kemauan mu." Jawab Gujing.
Mulai saat itu mereka bertiga selalu bermain dan menghabis kan waktu di taman rahasia kesukaan Xianlie, sampai-sampai Xianlie lupa waktu dan pulang saat kemalaman.
Dia gadis 4 tahun, berjalan sendiri di kegelapan malam menuju istana nya.
Dia membawa setangkai mawar merah ditangan nya.
__ADS_1
Xianlie sudah berada di dekat gerbang istana dan bersenyumbunyi disemak-semak pohon persik yang rendah.
Terdapat banyak sekali penjagaan ketat didepan kerajaan, Xianlie mencoba untuk mencari jalan pintas dan akhir nya menemukan sebuah lubang tersembunyi di tembok dinding pagar kerajaan, dia masuk kedalam lubang itu dan kemudian dengan segera memasuki istana.
Saat itu dia begitu ceria, dia melihat keramaian di kediaman persik.
Kediaman persik adalah kediaman pemaisuri yaitu ibu dari Xianlie.
Dengan polos nya dia melangkah masuk kedalam kediaman itu dan kemudian mendapati sang ayah yang sedang menangisi ibu nya.
Ibu nya sedang terbaring tidak berdaya di ranjang dengan sebuah luka di perut yang sudah di perban oleh tabib kekaisaran.
Xianlie membesarkan kedua mata nya dan kemudian berlari menuju sang ibu.
"Ibu.. kenapa ini bisa teljadi... hiks.. hiks." Tangis nya pecah saat melihat kondisi sang ibu yang begitu mengenaskan.
Mujeng melihat tajam pada Xianlie, Aura diruangan itu sangat pekat sehingga orang-orang disana jatuh terkesimpuh dilantai, sementara Xianlie sama sekali tidak terpengaruh oleh aura pekat ayah nya.
Mujeng berdiri dengan wajah menghitam, dia dengan kasar mendorong Xianlie sehingga Xianlie jatuh dari ranjang kelantai dengan sangat keras.
Brukkkk... Xianlie terjatuh dengan telentang dan kepala nya terbentur pada ubin lantai ruangan.
"JANGAN DEKATI ISTRI KU! KARENA KAU, ISTRI KU TELAH MENINGGAL DUNIA." Pekik Mujeng mengeluarkan semua unek-unek nya, dan terus menetes kan air mata.
DEK.. DEK.. DEK..
Jantung Xianlie bedegub begitu cepat, mata nya melotot masih dengan posisi telentang nya.
Dia begitu Shock mendengar perkataan yang dilontar kan oleh ayah nya.
Seorang anak berumur 4 tahun diperlakukan begitu sangat keji, bahkan kepala nya berdenyut-denyut karena rasa sakit yang berasal dari benturan itu.
"Apa.." Lirih Xianlie dengan tatapan kosong.
Sebuah kelopak mawar berterbangan disekitar Xianlie, sehelai kelopak melayang dimata Xianlie sehingga Xianlie menutup mata nya.
11 tahun berlalu, Xianlie membuka mata nya kembali dan kini dia berada disebuah taman rahasia tempat dimana dia bisa menenang kan pikiran nya.
Dia duduk dengan memeluk kaki nya, pandangan yang begitu kosong seperti tidak ada jiwa.
Gujing dan Jungsi mengamati dari kejauhan, mereka sangat sedih melihat keadaan Xianlie.
Sudah 11 tahun berlalu, Xianlie masih tetap tidak bisa melupakan kejadian pahit itu.
"Apa yang harus kita lakukan? Nona selalu diam membisu sepanjang waktu." Tanya Gujing sangat cemas.
"Bagaimana tidak! Semua kekaisaran memusuhi diri nya, tidak ada siapa pun yang mengerti derita dan kesedihan nya." Ucap Jungsi tidak kalah cemas nya.
"Lagi pula ini disebab kan oleh Mujeng, dia sudah menyebarkan rumor buruk tentang tuan saat tuan berumur lima tahun. Tidak disangka jika Mujeng ini sangat kejam!"
"Tenang saja, aku sudah menyalurkan racun api pada nya. Sebentar lagi dia juga akan mati, salah siapa karena sudah membuat tuan ku menderita!"
"Kau begitu pendendam!"
__ADS_1
_and_
...BAGIAN 50 TELAH SELESAI, SEE YOU...