
Dengan cepat Qian'gu memasuki kereta lalu pemandangan yang pertama dia lihat iyalah Xianlie yang sedang duduk tersandar dengan mata terpejam.
Dia duduk disebelah Xianlie lalu memetikan jari nya, "Adik," Panggil nya senang.
Perlahan Xianlie membuka mata, dan masih terdiam disana. Dia menoleh pada Qian'gu lalu tersenyum begitu manis.
"Hay kakak," Sapa Xianlie
Qian'gu tertegun, dia sangat senang mendengar Xianlie memanggil diri nya kakak. Sungguh keberuntungan besar, dia bahagia seperti baru saja mendapat kan lotre
"Ha-hay adik," Jawab Qian'gu gagu pada Xianlie.
"Bagaimana kabar mu, apakah kau sehat?" Tanya Xianlie
"Kakak sehat, bagaimana kabar mu?" Qian'gu kembali membalikan pertanyaan, jujur saja dia bingung ingin berkata apa. Suasana sangat canggung.
"Ya aku baik," Jawab Xianlie lalu mengarahkan pandangan ke arah jendela yang sedikit terbuka.
"Kakak sudah tahu bukan, apa yang harus kakak lakukan jika semua orang mempertanyakan tentang status ku?" Tiba-tiba Xianlie berbicara dengan datar tanpa menoleh pada lawan bicara.
"Kau adalah jendral besar di kekaisaran anming, ayah kaisar mengangkat mu putri sebagai perdamaian antara dua kekaisaran." Jawab Qian'gu seolah mengerti maksut dari perkataan Xianlie.
"Pintar. Di sini, hanya kau dan ayah yang tahu tentang status ku. Jangan sampai para petua sialan itu tahu jika ku hidup kembali! apa lagi... ibu mu dan adik mu! mereka tidak boleh tahu, jika aku adalah Xianlie yang sudah mereka Fitnah dulu!" Nada bicara nya terdengar tajam dan mampu membuat sang pendengar menjadi merinding.
Qian'gu tidak berani menjawab, walau bagaimana pun dia juga tidak bisa menyangkal jika sang ibu juga turut andil dalam kejadian 6 tahun lalu.
"Tapi... adik, jika bukan kau yang membunuh adik ke tiga..lalu siapa yang membunuh nya?" Ucap Qian'gu tiba-tiba menanyakan hal sensitif ini pada Xianlie.
Wajah Xianlie begitu datar, dia membenci pertanyaan ini!
"Jika aku menjawab pun, kau tidak akan percaya!" Ucap Xianlie dingin "Jalan, " Sambung nya lagi menyuruh kusir untuk segera jalan memasuki gerbang
__ADS_1
**
Di depan istana sudah terdapat sejumlah petinggi-petinggi kerajaan, mereka berada disana atas perintah dari Mujeng. Dan bahkan Mine dan Xianmin turut hadir disana, tergambar begitu jelas raut ketidak sukaan di wajah mereka.
Xianlie dan Qian'gu mulai turun dari kereta, dan itu tidak luput dari pandangan semua orang yang berada disana. Mereka terkejut, jika gadis yang dikatakan oleh Mujeng akan secantik ini, bahkan jauh lebih cantik dari Xianmin.
Sedang kan Xianmin dan Mine, mereka selalu melontar kan sumpah serapah untuk Xianlie. Karena Xianlie lah mereka harus menunggu begitu lama.
Xianlie berjalan kedekat para petinggi lalu memberi salam pada mereka, walau sedikit datar namun masih terdapat rasa sopan disana.
Xianlie ingat betul, orang-orang yang berada di depan nya adalah orang yang sudah bekerja di sisi Mujeng selama puluhan tahun. Mereka ini orang baik, dan Xianlie cukup menghormati mereka. Namun, Disana juga terdapat beberapa petua yang bekerja sama dengan Mine, Xianlie kesal melihat mereka lalu memutuskan untuk tidak menyapa mereka.
"Salam untuk mu kasim," Sapa Xianlie sopan.
Kasim itu terkejut, mengapa Xianlie mengetahui jika diri nya adalah seorang kasim. Dengan ragu dia tersenyum dan bertanya. "Salam untuk mu juga nona, kalau boleh tahu siapa kah nama nona ini?" Tanya Kasim itu.
"Kau ingin tahu nama ku?" Tanya Xianlie memicing.
Betapa Shock nya Mine dan Xianmin, mengapa Mujeng ingin mengangkat seorang gadis asing sebagai putri pertama kekaisaran kuantong? Mereka rasa Mujeng sudah kehilangan akal sehat.
"Tidak, mengapa ayah memerintah kan hal seperti itu? kakak, aku pikir ini tidak lah baik. Mengangkat seorang gadis yang bahkan belum pasti asal-usul nya! apakah ini tidak akan mencemar kan nama kekaisaran kita?" Ucap Xianmin penuh penekanan dan nada menyindir.
"Benar, bagaimana kaisar bisa memutuskan hal gegabah ini?" Sambung Mine juga ikut komplen tetang keputusan Mujeng.
"Aku rasa kalian tidak pantas berbicara seperti itu! aku adalah jendral besar dari kekaisaran anming, bisa saja aku menolak rencana damai ini dan memutuskan hubungan dengan kekaisaran kuantong! Dengan menjadi putri di kekaisaran kuantong, Sudah membuktikan jika dua kekaisaran akan damai. Namun... mendengar perkataan dari dua wanita ini aku rasa aku enggan ingin berdamai!" Tajam Xianlie dengan hawa membunuh.
Kasim menjadi panik saat mendengar ucapan Xianlie, mereka bergantian melihat ke arah Xianlie dan juga Qian'gu.
Qian'gu paham betul dengan kegelisahan kasim tersebut, namun dia tidak berani berbicara. Apa lagi diri nya tidak membela Xianlie disaat Xianmin dan Mine memojok kan Xianlie, dia merasa canggung untuk berbicara.
"Seperti nya akan sangat sulit membangun hubungan baik dengan dua penyihir ini! Aku harus berprilaku sinis pada mereka, dan membuat mereka kesal setiap waktu! jarang-jarang aku mendapat kesempatan ini" Bisik hati Xianlie tersenyum sinis.
__ADS_1
"Kakak," Panggil Xianlie pada Qian'gu namun dengan pandangan yang tertuju pada Xianmin.
"Ya, ada apa adik?"
"Tolong antar aku ke kediama ayah, aku ingin menemu nya," Ucap Xianlie memuncul kan seringaian mengejek pada Xianmin.
"Baiklah, kita akan pergi ke istana matahari."
Kedua nya pergi lalu disusul oleh para kasim, sementara Xianmin dan Mine mereka sedang melihat Xianlie dengan wajah mengutuk.
"Ibu, seperti nya...akan ada penghambat baru untuk kita! Kita harus segera menyingkir kan ****** ini!"
"Tenang saja nak, ibu sudah tahu apa yang harus di lakukan."
Dua setan bertanduk ini ingin merencanakan hal buruk kepada Xianlie, mereka akan melakukan rencana licik mereka pada Xianlie sama seperti siasat yang mereka lakukan dulu. Sungguh, Mine sangat kesal dan marah! bagaimana ada seorang gadis yang berani melampaui putri nya? apakah dia akan diam saja?
**
Sesampai nya di istana matahari, tempat dimana Mujeng tinggal. Xianlie dan Qian'gu mulai memasuki area, area sangat lah ketat dijaga oleh para prajurit. Xianlie bahkan berdecak saat melihat perubahan besar pada istana matahari ini.
"Banyak sekali berubah nya," Ucap Xianlie.
Qian'gu menoleh, dia hanya tersenyum menanggapi gumamam Xianlie. Mereka masuk kedalam kamar yang di jaga oleh beberapa prajurit lagi. Huh apa kah ini penting?' Pikir Xianlie sangat gondok.
Terlihat disana, di sebuah ranjang besar dan mewah ada seorang pria tampan nan gagah sedang terbaring tidak berdaya. Tubuh nya kekar dan kulit putih yang mulus. Sungguh keberuntungan besar, orang-orang dizaman ini walau pun sudah tua akan tetap muda jika menguasai energi alam.
Gurat wajah kalut terlihat diwajah Mujeng, seperti nya dia sedang mengalami mimpi buruk. Xianlie mendekat lalu duduk disamping Mujeng. Huff! entah mengapa dia begitu khawatir... mulut berbicara tidak namun hati terus berkata 'ayah mu sedang menderita, kau harus khawatir'
Dia memeriksa kening Mujeng yang begitu panas, Xianlie terkejut bagaimana bisa sepanas ini? apakah racun api kembali menggrogoti tubuh Mujeng?
Dengan cepat Xianlie memeriksa denyut nadi Mujeng, dia memeriksa keadaan mata mujeng. Namun tidak terdeteksi Racun api, lantas apa yang nenyebab kan Tubuh Mujeng bisa sepanas ini?
__ADS_1
...BAGIAN 62 TELAH SELESAI, SEE YOU LATER...