REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 1 : Chapter 21 : BANGUN, SEPERTI TERLAHIR KEMBALI


__ADS_3

...-21-...


Dengan desiran angin di sore hari, Rijin dan Serangga sedang duduk berdua menanti senja berganti malam dengan purnama yang begitu indah.


Tak jarang, Serangga menguap karena rasa kantuk yang tak biasa nya kunjung menghampiri. Rijin mengelus kepala Serangga, dengan begitu lembut sehingga serangga terhanyut didalam mimpi yang begitu indah dan tak nyata.


Senandungan Rijin terdengar begitu merdu, tat kala mempertahan kan tidur Serangga yang sudah mulai memulas. Wajah teduh nya memandang ke arah serangga, tak bisa memungkiri jika dia sangat lah cantik nan manis.


"Aku sangat bersyukur, kehidupan nona sudah lebih jauh membaik. Tapi, aku sangat takut jika dia terbuai dalam niatan balas dendam yang tak kuncung mereda. Nona... aku harap kau tidak akan menyimpan dendam mu itu, menjalani hidup dengan normal sudah pasti akan membuat hidup mu bahagia." Gumam Rijin mengeluh seorang diri, dengan perasaan gundah terhadap dendam yang dimiliki oleh, Xianlie.


Seperti yang sudah di ketahui, bahwa tahun demi tahun sudah dilewati Rijin bersama, Xianlie. Hati nya benar - benar tulus menyayangi Xianlie, dan bahkan dia tidak bisa menyangkal jika dia tidak bisa jauh dari, Xianlie, walau sedetik pun itu. Namun direluh hati nya yang paling terdalam, dia sangat khawatir pada masa depan Xianlie, jika Xianlie masih menyimpan niatan balas dendam dihati nya.


Ini bukan lah dendam, Namun ini adalah sebuah penuntutan balik atas sikap ketidak adilan mereka. Sangat adil jika Xianlie membalas dendam dan mengembalikan keadilan tersebut. Rasa sakit hati, karena disia sia kan ayah, dituduh seorang monster dan bahkan dibunuh oleh seorang ayah kandung yang terasa tak pernah ikut campur dalam urusan sang anak.


Dibenci oleh penduduk kekaisaran, di fitnah selalu oleh anggota kerajaan, Dan bahkan selama 19 tahun hidup Xianlie, dia tidak pernah sedikit pun merasakan kasih sayang dari sang ayah mau pun ibu. Sangat adil bagi, Xianlie membalas ini 10 kali lipat yang diberi oleh semua nya.


Hati Xianlie sudah sepenuh nya rusak, dan tak mengenal lagi yang nama nya belas kasih pada sang musuh. Dia rela mengorban kan hidup nya demi sang musuh bisa merasakan penderitaan yang begitu nyata, dia alami.


...-alam bawah sadar, Eng-...


"Tidak penting, mau bagaimana pun cara ku untuk mendapat kan kekuatan ini! Yang terpenting iyalah, balas dendam ku harus sampai pada nya! Jika tidak, aku bersumpah akan mengakhiri hidup di bukit pengasingan!." Tegas Xianlie mantap dengan suara lantang nan datar.


Pandangan nya terdapat rasa benci yang sangat besar, sehingga membuat Eng tak berkutik melihat nya.

__ADS_1


Eng, mulai mendekat ke arah Xianlie dan kemudian tangan nya terangkat memegang pundak Xianlie, sehingga Xianlie sedikit mengerut kan kening nya.


"Aku akan mendukung mu, dan membalas dendam terhadap Bouchun. Sudah 8 tahun diri ini disiksa dan disegel di tempat perengguhan. Sudah saat nya, diri ini mengambil tindakan dan menuntut balas keadilan yang sudah lama menghilang." Pandangan Xianlie menyegar tat kala sang kakak mau menyetujui dan bekerja sama dengan nya, membalas kan dendam yang yang sudah tak tertahan kan.


Xianlie memegang pergelangan tangan kiri, Eng, lalu berkata dengan yakin. "Mari kita keluar dari sini, dan temukan keadilan!." Ajak Xianlie tersenyum yakin. Pandangan tegas nya mengarah di bola mata teduh milik, Eng.


Mereka mulai menyatukan kedua telapak tangan mereka, dan memejam kan mata. Keseriusan kedua nya membuat ruangan itu begitu sunyi tanpa sebuah suara. Mereka larut dalam keseriusan, sehingga tubuh kedua nya memudar dan mulai menghilang dari sana.


...-kembali pada tempat awal-...


Perlahan di tempat awal peletakan raga Eng, mata Xianlie mulai terbuka di iringi dengan pergerakan langsung dari, Eng.


Xianlie terdiam sebentar sambil menunggu energi nya kembali stabil. Dan kemudian dia melihat ke arah Eng yang masih belum membuka mata nya.


"Kakak, sadar lah." Pinta Xianlie.


Sebuah cahaya putih menerangi Tubuh Eng, sehingga tubuh nya melayang di udara. Pekat nya energi yang keluar dari tubuh Eng membuat Xianlie khawatir jika energi ini akan sampai pada Bouchun beserta antek antek nya.


Xianlie menahan kekuatan itu menggunakan energi penutup matamorgana milik nya. Dengan usaha keras dia mengerah kan energi yang dia punya dan kemudian terdengar letupan atau ledakan yang berasal dari dalam tubuh Eng. Timbul raut lega diwajah Xianlie mendengar hal tersebut. Dia menghampiri Eng yang sudah mulai menurun kepermukaan dan hendak ingin membuka mata nya.


Eng tersenyum begitu puas dan merasakan sensasi seperti terlahir kembali kedunia baru. Dia merentang kan tangan nya, guna memperbaiki sendi setelah begitu lama nya dia terbaring didalam bantalan kaca yang begitu keras dan datar.


"Ah sangat lega.... Akhir nya aku bisa menghirup udara lagi." Ujar nya senang.

__ADS_1


Perlahan Mata nya tertuju pada Xianlie yang sedang sibuk mencari sesuatu di kantong baju nya. Eng penasaran lalu menanyakan hal tersebut.


"Apa yang sedang kau cari, adik?" Tanya Eng begitu penasaran sampai sampai dia mengintip dan mendekat ke arah Xianlie. Dia bisa melihat kepala Xianlie dari atas, karena jujur jika Xianlie ini begitu pendek dari, Eng.


Xianlie jengkel dan kemudian mendorong wajah Eng agar menjauh. Eng mundur seketika saat wajah nya dipaksa untuk menjauh dari Xianlie.


"Jangan mendekati aku!" Kesal Xianlie, karena dia belum sadar sepenuh nya jika dia sekarang sedang menempati tubuh adik dari pria yang mendekati nya.


Eng mencibir dan membuang muka ke arah lain. "Aku kan kakak mu, jadi tidak masalah kan aku mendekati mu?" Ketus Eng dengan nada begitu jengkel.


Hey, enak saja. Walau pun raga ini milik adik nya, tapi di dalam raga ini ada seorang gadis yang sudah berumur 19 tahun. Eng tidak boleh se enak nya mendekati apa lagi memeluk Xianlie, Tidak boleh!


Xianlie memicing pada Eng lalu dia melempar sebuah topeng bewarna hitam dan merah pada nya. Eng menangkap topeng itu dengan begitu sigap dan hati hati.


"Untuk apa?" Tanya Eng mengangkat topeng itu dan menyodorkan khalayak nya dia mengembalikan topeng itu pada Xianlie.


"Pergunakan itu untuk menutupi wajah mu! Tidak mungkin kau keluar dengan menggunakan wajah lama itu, sehingga memancing kemarahan Bouchun." Suruh Xianlie.


Eng berpikir sejenak dan menarik kembali topeng itu kedekat nya. Dia memperhatikan topeng itu dengan menyelidik. "Topeng ini bagus, apakah adik mengukir nya sendiri?."Puji nya pada Xianlie.


"Cih! adik?."


"Iya...Pakai itu atau tidak aku kan meremas wajah mu." Tegas Xianlie dan kemudian berjalan meninggal kan Eng di belakang nya.

__ADS_1


"Adik, tunggu aku."Teriak Eng menyusul langkah Xianlie dan kemudian segera memasang topeng di wajah nya.


...BAGIAN 21 TELAH BERAKHIR, SEE YOU AGAIN....


__ADS_2