REINKARNASI XIANLIE

REINKARNASI XIANLIE
Bab 4 : chapter 77 : Menuju keperjalanan


__ADS_3

PROK PROK PROK


"Sungguh hebat sekali dirimu, mengancam seseorang, nona Rijin!!" Meiling berbicara tajam, dengan pandangan mengutuk kearah Rijin.


Suana menjadi canggung sekarang, seharusnya taman yang dipenuhi kebahagian itu kini sedang dipenuhi dengan aura kebencian yang dipancarkan oleh Meiling.


Rijin hanya bisa mengelus dada dan menghela napas menahan emosi dengan menghadapi orang seperti Meiling.


"Sekarang, apa mau mu? Nona Meiling. Seperti biasa, jika kau melihat diriku kau akan mencari masalah padaku. Bisa ku katakan terlebih dahulu, jika aku tidak akan pernah masuk dalam jebakan dirimu lagi! Sudah cukup yang lalu, dan tidak boleh terulang kembali!"


"Untuk sampai saat ini, aku masih belum memberi tahu siapapun tentang masalah yang kau rencanakan untukku!! Jika sampai adikku tahu tentang ini, kau bisa membayangkan sendiri apa yang akan dia lakukan padamu! Jadi hentikanlah sikap buruk mu ini, dan berhenti mencari masalah denganku."


Rijin memperingatkan Meiling, dan kemudian berjalan maju meninggalkan Meiling dibelakangnya.


Netra yang dipenuhi dengan kebencian, selalu mengarah pada Rijin. Giginya menggerigit kesal, dan matanya terbuka lebar kemerah-merahan. Terpancar sangat jelas jika wanita yang cantik ini, sangat membenci Rijin. Ditakutkan jika dia akan membuat rencana yang bisa menjatuhkan Rijin sampai sejatuh-jatuhnya.


"Akan aku sadarkan padamu, siapa aku dan siapa kau! Tunggu saja waktu mainnya. Nona Rijin!" Bisik Meiling menimbulkan seberkas senyuman sinis, lalu pergi dari sana dengan hati yang masih ditutupi amarah yang tak kunjung reda.


Rijin masih berjalan lurus tanpa menoleh kebelakang maupun kearah lainnya, tatapannya fokus kedepan dengan jantung yang bedegup kencang.


Ini pengalaman pertama baginya, berdebat dengan seorang nona bangsawan. Itu sungguh memberatkan, tapi jika tidak dilawan maka orang itu akan menganggap jika kita selalu berada dibawahnya. Dengan segala keberanian miliknya tadi, Rijin berusaha menjawab segala ucapan pedas yang dilontarkan oleh Meiling untuknya.


"Nona, kau sangat hebat." Puji salah satu pelayan melayangkan dua jempol pada Rijin.


"Benar, kau bisa melawan nenek lampir itu. Dia sangat arogan, dan sesekali harus diperlakukan seperti itu." Sahut yang lainnya.


Rijin hanya bisa tersenyum tipis menanggapi pujian dari para pelayan ini, "Hanya mempertahankan harga diri, karena sewaktu-waktu jika aku tidak melawan, maka ditakutkan jika Meiling akan mencelakai aku kembali."Ucap Rijin.


"Hem, kau benar."


Mereka semua berjalan masuk kedalam aula istana, dan mulai tenggelam dibalik tembok-tembok kokoh itu.


...****************...


Disisi lain, Xianlie dengan tidur lelapnya itu masih tidak sampai dan masih berada disebuah perdesaan didekat perbatasan antara kekaisaran anming dan kuantong.


Kedua pelayan miliknya sudah mulai mempersiapkan makan siang yang mereka bawa dari kekaisaran kuantong. Mereka mulai membuka keranjang makanan dan mengeluarkan Pao cai dan beberapa Zongzi.

__ADS_1


📝: Halo, bagi sobat risa yang ingin mengetahui seperti apa itu Pao cai dan Zongzi. Pao cai itu semacam Kimchi tapi persi China, sementara Zongzi/Bakcang adalah makanan nasi ketan bercampur kacang tanah, daging-dagingan, jamur-jamuran, dan sayur-sayuran yang dibalut daun pisang berbentuk kerucut kecil. Hem sangat enak, cobain ya sobat risa. Dapatkan direstaurant chainis food terdekat dikotamu 😋


Malah jadi iklan, hihihi 😅


[Kembali kecerita]


"Nona, ini sudah masuk waktu makan siangmu." Ucap salah dua pelayan Xianlie.


Samar-samar Xianlie membuka matanya, dia melihat pada dua pelayan didepannya itu.


"Kalian membuat Zongzi?" Tanya Xianlie.


Dua pelayan lainnya saling menoleh lalu menjawab dengan serempak. "Iya nona."


Xianlie menyeka wajahnya, dan memejamkan mata kembali. "Siapkan Pao cai untukku, aku tidak makan Zongzi." Perintahnya.


"Be-benarkah, nona? Ma-maafkan kami, karena tidak bertanya dulu padamu." Ucap mereka begitu menyesal sembari menunduk kebawah.


"Tidak masalah. Kalian makan saja Zongzi itu. Berikan saja Pao cai untukku." Jawab Xianlie masih memejamkan mata, nampak masih mengantuk akibat perjalanan yang tak kunjung sampai.


"Baik nona," Jawab mereka serempak.


Xianlie membuka mata kembali dan melihat pada Pao cai yang lumayan banyak itu, "Kalian tidak mau Pao cai?" Tanya Xianlie pada mereka berdua.


"Tidak, nona. Kami berdua tidak bisa makan-makanan pedas." Tolak mereka tersenyum malu-malu.


"Hem baiklah,"


Apakah aku panggil saja gujing dan jungsi kemari? Mereka juga menyukai Pao cai, tapi apakah dua gadis ini tidak akan terkejut nantinya?


Batin Xianlie, melihat pada dua pelayan yang mulai memakan Zongzi buatan mereka itu.


Sebaiknya aku panggil saja mereka berdua, jika masuk kedalam alam galaksi akan sangat melelahkan bagiku.


Batin Xianlie lagi, dan pada akhirnya memberi sinyal kepada dua Spirit best langit miliknya.


Tak lama, mereka muncul didalam kereta dengan masing-masing duduk disamping Xianlie.

__ADS_1


"Ada apa tuan?" Tanya Jungsi.


Seketika saja dua pelayan didepan mereka, terpelonjak kaget sehingga Zongzi ditangan mereka melayang keudara.


"Gyaaaa." Pekik keduanya terkejut.


Seperti dugaanku.


Batin Xianlie menepuk jidatnya, dan kembali melihat pada dua pelayannya itu.


"Tenanglah, mereka berdua adalah temanku. Tidak usah takut." Ucap Xianlie mencoba meyakinkan pada dua pelayannya jika Gujing dan Jungsi bukan orang jahat.


Dua pelayan itu memurus dada mereka, dengan napas naik turun hampir tersengal.


"Maafkan kami, nona. Telah berprilaku berlebihan sehingga kau tidak nyaman." Ucap mereka meminta maaf sembari menunduk.


"Lupakanlah, silahkan makan Zongzi milik kalian. Jangan sampai waktu baik untuk makan siang terlewatkan begitu saja." Jawab Xianlie.


"Baik, nona."


Mereka meneruskan makan mereka yang khitmat itu, sesekali pula mereka melirik penasaran pada dua pria tampan didepan mereka.


Siapa dua laki-laki ini? Apakah mereka pacara nona? Hahaha, nona sangat hebat bisa memiliki dua selir tampan.


Batin salah satu pelayan sembari memikirkan hal kotor dalam kepalanya, sangat negative pemikiran gadis satu ini.


Xianlie mengambil dua sumpit lagi untuk Gujing dan Jungsi, "Ambil ini, dan makan Pao cai bersamaku. Bukankah kalian suka Pao cai?" Ucap Xianlie mengulurkan masing-masing sumpit pada mereka.


"Pao cai? Benarkah? Sudah lama tidak makan Pao cai." Ucap Gujing bersemangat.


"Benarkah? Kalian tidak pernah makan Pao cai lagi?" Xianlie bertanya cukup terkejut.


"Bagaimana bisa kami makan Pao cai, sementara kau tidak pernah masak lagi buat kami. Hari-hari kami memakan tumbuhan herbal dan obat. Kau taukan itu sangat pahit!" Cibir Jungsi dengan pandangan sinis. Jika bisa diibaratkan, seperti pandangan ibu tiri kebanyakan kepada anak sambungnya. Sama percis.


"Hahaha, baiklah. lain kali, aku akan masak untuk kalian." Ucap Xianlie tertawa begitu lepas.


Jungsi dan Gujing saling melihat dengan mata sudah membesar, lalu mereka mengarahkan pandangan pada Xianlie.

__ADS_1


"Kau tertawa?" Tanya mereka bersamaan.


...BAGIAN 77 TELAH USAI, SEE YOU LATER...


__ADS_2