
Dia masih setia terbaring disamping ayah nya, tiada puas bagi Xianlie untuk memeluk sang ayah. Dan bahkan sesekali diri nya mencium tangan sang ayah, rasa nya dia lebih ingin menghabis kan waktu berdua bersama ayah nya dari pada harus pergi ke acara yang sama sekali tidak penting untuk nya.
Mata itu perlahan terpejam, senyuman tumbuh menghias wajah cantik nya. Dengusan nafas terasa begitu hangat menyapa tangan sang ayah.
Tak terasa tangan Mujeng bergerak perlahan, mata nya bergerak mengerjap-ngerjap. Mata yang awal nya tertutup kini mulai terbuka dengan lebar, dia merasakan ada yang berat disisi kanan nya.
Dia tujukan pandangan itu pada seorang gadis yang sedang terbaring disamping nya, dia tau betul jika ini bukan lah Xianmin, lalu siapa gadis ini? Dia mencoba untuk mengingat-ingat lagi lalu kembali tersadar pada anak nya Xianlie, namun... bukan kah Xianlie tidak berada di kekaisaran kuantong tapi melain kan kekaisaran anming, lantas siapa gadis ini?
Dia mencoba untuk memastikan dengan tetap memanggil gadis itu dengan sebutan Xianlie.
"Lie, kau kah ini?" Tanya nya dengan parau pada gadis yang sedang menyembunyikan wajah nya itu.
Xianlie mendengar, oh tidak dia mendengar panggilan dari ayah nya. Ayah nya telah sadar, dia tidak berani untuk bangun.
"Oh astaga ayah sudah sadar, mampus lah aku..aku sangat malu. Mengapa dia harus sadar sekarang? ya dewa bagaimana ini, tolong bantu aku." Batin Xianlie gelagapan dan bingung ingin melakukan apa, dia sangat malu karena tertangkap basah oleh sang ayah.
"Lie.. apakah ini benar-benar kau?" Tanya Mujeng lagi.
Xianlie akhir nya bangun dan bangkit lalu berdiri, "Ah pe-pelayan ini tidak becus bekerja, lantai nya terkena tumpahan air sehingga aku terpeleset, dan-dan jatuh di samping ayah... lalu kehilangan.. kesadaran." Ucap nya mengacau, dia bingung ingin mencari alasan seperti apa lagi.
Mujeng tersenyum, sangat menggemas kan sekali putri nya ini. Dia tidak pernah menyangka jika Xianlie mau tidur disamping nya, bahkan dia berpikir jika Xianmin tidak pernah melakuan hal tersebut.
"Terima kasih, kau sudah datang kemari. Ayah benar-benar senang melihat mu." Lirih Mujeng dan mencoba untuk bangun disaat kondisi nya masih belum stabil.
"Karena ayah tidak sakit ya aku tidak akan mungkin pergi kemari, dan... apakah ayah mulai sehat?" Ucap nya lalu menanyakan kondisi sang ayah dengan suara tipis hampir tak terdengar.
Mujeng tersenyum, "ayah sudah mulai sehat, seperti nya kau mengurus ayah dengan sangat baik," Ucap mujeng.
"Si-siapa yang mengurus mu," Sangkal Xianlie
"Baik, tapi... mengapa suasana diuar sana sangat ramai?" Tanya Mujeng tidak mengerti.
__ADS_1
"Ada acara di luar, permaisuri yang sudah mengadakan cara itu." Jawab Xianlie.
Mujeng mengernyit kan kening, "Acara? huft, apakah mereka tidak bisa menunggu sampai aku sehat kembali," Ucap nya pelan.
"Ayah akan pergi kesana, dan melihat acara." Ucap Mujeng dan beriap untuk bangun dari ranjang nya
"Melihat apa? apa yang harus dilihat, tetap berada diranjang mu dan jangan kemana-mana! Dasar tidak sayang dengan tubuh sendiri, biarkan mereka yang mengurus acara itu!" Tegur Xianlie tegas lalu membantu Mujeng agar berada diranjang nya kembali.
"Ta-tapi..." Ucap nya parau tidak berani lagi menolak Xianlie.
"Aku sudah susah-susah mengurusmu sehingga sadar, dan kau mau pergi lagi pada bahaya luar." Ucap Xianlie membantu menyelimuti Mujeng.
Mujeng melihat pada Xianlie seolah menuntut sebuah penjelasan. Xianlie mendengus lalu ikut duduk disamping Mujeng terbaring.
"Kau sudah terkena obat bius dengan dosis tinggi, bahkan obat bius itu sudah bercampur dengan minyak mayat sehingga menyebab kan tubuh mu melemah secara perlahan. Kau seharus nya sadar, tapi mengapa malah jadi seperti ini." Ucap Xianlie, dia melihat Mujeng dengan sendu lalu tangan nya bergerak membelai rambut mujeng.
"Ak-aku tidak tahu, yang aku tahu aku hanya meminum obat pemberian adik mu Xianmin." Jawab Mujeng dengan nada lesu, dia tidak menyangka jika akan ada orang yang berani berkhianat pada nya.
"Ada disana, ayah meletakan nya di meja kerja itu." Tunjuk Mujeng.
Xianlie mengarah kan pandangan kearah cangkir kaca bula yang berada disana, dia memicing lalu perlahan berdiri dan berjalan hendak ingin mengambil cangkir.
Dia angkat cangkir itu, dia teliti dengan cermat sampai ekspresi nya terlihat tidak senang. Dia remas cangkir kaca itu sehingga pecah berderai, tangan nya di basahi oleh cairan merah yang kental.
"Nak... tangan mu berdarah. Apa yang kau lakukan," Ucap Mujeng begitu khawatir.
"Ada sisa obat bius didalam cangkir ini, apakah memang Xianmin yang memberikan nya?" Tanya Xianlie
"Apa maksut mu? ka-kau tidak boleh menuduh adik mu yang tidak-tidak." Tegur Mujeng.
"Siapa yang menuduh diri nya? aku hanya mengatakan jika didalam nya ada bekas obat bius yang kuat! Huft anak kesayangan memang tidak bisa disalahkan!" Ketus Xianlie mendengus lalu beranjak meninggal kan ruangan ini.
__ADS_1
"Bu-bukan seperti itu maksut ayah, lie kau harus mengerti. Lie kau mau kemana?" Teriak Mujeng pada Xianlie untuk menghentikan langkah Xianlie.
"Renungi salah mu! aku tidak mau bertemu dengan orang modelan macam kalian! itu hanya membuat kepala ku sakit."Jawab Xianlie kesal lalu menutup pintu dengan keras.
Dua prajurit yang sedang berjaga merasa terkejut saat Xianlie membanting pintu. Xianlie melihat pada mereka lalu mengerah kan pandangan pada arah lain, dia tidak melihat Qian'gu disana dan dia lega karena tidak akan ada yang mengganggu nya lagi.
"Kenapa kalian lihat-lihat? tidak pernah liat orang kesal ya?" Ketus Xianlie pada dua prajurit itu lalu pergi dari sana.
"Dasar! kaisar dan prajurit sama-sama bodoh!" Maki nya kesal.
Dia berjalan diantara jalan yang tak terlalu ramai di lalui, hanya ada beberapa pelayan yang sedang menjemur beberapa kain dan ada yang sedang menyapu. Mereka memanang aneh pada Xianlie, namun Xianlie hanya membiarkan mereka.
"Gujing, Jungsi, Keluarlah. Aku butuh kalian." Suruh Xianlie
Dengan cepat kedua nya muncul seperti kilat, dan mereka sekarang sedang berada disamping Xianlie. Huh semua pelayan yang ada disana Shock melihat nya, mereka tidak menduga jika ada dua pria setampan ini berada di sisi Xianlie.
"Apakah mereka adalah pengawal pribadi wanita itu? Ti-tidak mungkin kan."
"Sangat tampan... aku bahkan hampir ingin pingsan."
"Aku sangat iri, siapa wanita itu?"
"Apa yang kalian lakukan? Dia adalah putri angkat pertama, yang dirumorkan baru-baru ini adalah jendral besar dari kekaisaran anming. Jangan membuat masalah pada nya!"
"Benarkah? pa-pantas saja,"
Mereka semua terlihat tidak percaya, mereka bahkan sampai memandangi punggung Xianlie yang bahkan sudah menjauh dari mereka.
"Tuan, apakah tidak apa menunjukan wujut kami ini?" Tanya Gujing merasa canggung karena baru pertama Xianlie menyuruh mereka keluar di hadapan orang-orang luar.
"Tidak apa, kalian teman ku. Semua orang harus iri saat mengetahui diri ku memiliki teman seperti kalian." Ucap Xianlie masih sempat menyelipkan pujian disana.
__ADS_1
...BAGIAN 66 TELAH SELESAI, SEE YOU...