Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia

Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia
Chapter 11 Si Penyihir Hebat Merlin


__ADS_3

Di ruang khusus ekskul Riset Legenda Pahlawan Dunia.



Awalnya, aku pikir hanya ada 3 orang yang menghadiri kegiatan ini.



Aku menatap dingin seorang gadis berambut hijau.



"Kenapa kau di sini?"



"Karena aku adalah anggota."



Aku beralih menatap ke arah Lee.



"Apa itu benar?"



Sama sepertiku, Lee juga kebingungan dengan kondisi ini.



"Tidak, aku tidak tahu."



Suasana sunyi mulai menyelimuti ruangan ini.



Aku tidak tahu harus berbuat apa, sekarang prioritas utama adalah nyawaku!



Lebih baik menghiraukan keanggotaannya terlebih dahulu agar waktu kami tidak terbuang dikarenakan kecanggungan ini.



Aku mulai membuka kegiatan kami sambil merasakan sedikit ketakutan.



"K-kalau begitu, mari kita mulai kegiatannya."



Kami berkumpul membentuk sebuah lingkaran.



Rena mulai bertanya kepadaku.



"Jadi, apa kegiatan kita?"



Geh! Aku lupa membawa bahan!



Aku menatap Lee untuk meminta tolong.



Mengerti dengan kodeku, Lee mengeluarkan beberapa lembar kertas hasil scan dari lembaran catatan tua yang ia temukan di rumahnya.



"Kita akan membahas tentang nenek moyangku, Si Penyihir Hebat Merlin."



Rena mulai menyinggung beberapa informasi mengenai Merlin yang ia ketahui.



"Merlin? Bukankah dia berasal dari legenda raja Arthur?"



Lee mebjawabnya dengan santai.



"Ya, itu benar. Kebanyakan orang mengetahui dirinya berasal dari legenda Arthurian tapi, kebenarannya adalah Merlin sudah ada semenjak pemerintahan nenek moyangnya Ren yaitu, Gilgamesh."



Rena mengalihkan pandangannya kepadaku.



"Gilgamesh? Kau?"



Merasa tidak nyaman dengan perilakunya, aku membalas ucapan Rena dengan sedikit menggertaknya.



"Ada masalah?"



"Tidak, sifatmu benar-benar sangat mirip dengannya."



"Terima kasih."



"Itu bukan pujian."



Hahh?!!! T-tunggu dulu, jadi yang dia maksud adalah sifat Gilgamesh sebelum menjadi bijaksana ya.



Sambil tersenyum cerah aku berkata, "Terima kasih untuk pujiannya."



Rena mendesah dalam lalu berkata, "Fufufu ... Senang rasanya kau mengakui hal tersebut."



Merasa kesal karena tidak diperhatikan lagi, Lee mulai berdeham dan perhatian semua orang tertuju kepadanya.



"Aku akan melanjutkannya, ada yang keberatan."


__ADS_1


Semua orang diam sambil menunggu Lee melanjutkan penjelasannya.



"Menurut kepercayaan banyak orang, Merlin adalah perpaduan antara iblis dan manusia. Tapi, sebenarnya dia hanyalah seorang manusia biasa. Dia menjadi penyihir karena diberikan kelebihan oleh Tuhan setelah kejadian banjir besar yang dikenal sebagai, Bahtera Nuh. Dia jugalah yang memberikan sebuah ramalan kepada Gilgamesh tentang akan datangnya kematian bagi sahabat Gilgamesh yang bernama, Enkidu."



Lee menghentikan penjelasannya.



"... Sampai di sini ada yang ingin bertanya?"



Sophie mengangkat tangannya.



Lee mempersilahkannya untuk bertanya.



"Silahkan."



"Karena Merlin ada sangkut pautnya dengan masa pemerintahan raja Gilgamesh, bukankah lebih baik menjelaskan sedikit tentang raja Gilgamesh juga?"



Intinya dia meminta penjelasan tentang raja Gilgamesh.



Lee mengambil beberapa lembar kertas lalu menyerahkannya kepada Sophie.



"Itu adalah profil raja Gilgamesh."



Sophie terlihat bingung saat membacanya.



Lee memintaku untuk menjelaskannya di depan semua orang.



"Ren, tolong jelaskan tentang raja Gilgamesh secara singkat kepada mereka."



Padahal aku adalah ketua ekskul, tapi malah diperintah seperti ini oleh anggotaku.



Aku mendesah lalu menyetujuinya.



"Baiklah, aku akan menjelaskannya. Tolong perhatikan catatan itu sambil mendengarkan penjelasanku."



Rena dan Sophie mulai melihat kertas tersebut sambil mendengarkan penjelasanku.



"Raja Gilgamesh adalah seorang raja Sumeria yang berkuasa sekitar tahun 2.800-2.500 SM atau sering dikenal dengan "Milenium ke-3 Sebelum Masehi" (Tahun 3.000-2001 SM), dia juga merupakan ras ⅔ dewa dan ⅓ manusia."




Mereka masih fokus pada lembaran tersebut dan tidak ada tanda-tanda kebingungan.



Akupun melanjutkan penjelasanku.



"Gilgamesh adalah anak dari pasangan seorang dewi dan manusia. Ibu Gilgamesh adalah seorang dewi bernama, Ninsun. Sedangkan ayahnya adalah seorang pendeta raja yang bernama, Lugalbanda."



"... Sekian penjelasanku, kita akan kembali membahas tentang Merlin."



Aku mengalihkan hak untuk bicara kepada Lee.



Sebelum Lee berbicara, Sophie mengangkat tangannya lalu bertanya kepadaku.



"Senior, kenapa di sini raja Gilgamesh tidak bersedih atas kematian sahabatnya Enkidu?"



Aku menyangkal pertanyaan tersebut.



"Sebenarnya, dia sangat terpukul atas kematian temannya. Karena itulah, dia mengembara dengan tujuan mencari sebuah cawan yang berisikan air bah untuk diminum agar ia bisa mendapatkan keabadian."



Sophie masih melanjutkan pertanyaannya.



"Tapi, bukankah di sini tertulis karena dia takut akan kematian lalu pergi mencari orang bijak yang selamat dari kejadian banjir besar?"



"Informasi tersebut hanyalah sebuah pandangan dari orang lain, sebenarnya aku sudah membaca catatan harian yang ditulis sendiri oleh Gilgamesh di rumahku."



Merasa terkesan, Sophie menunjukkan ketertarikan yang berlebihan.



"Benarkah?! Bisakah aku melihatnya?!"



"T-tentu, aku akan membawa scannya untukmu nanti."



Mendengar ucapanku, Sophie terlihat sangat senang.



Lee yang sedari tadi diam akhirnya berbicara.



"Bisakah aku melanjutkan penjelasanku?"

__ADS_1



Kami hanya mengangguk sebagai jawaban.



Lee memulai kembali penjelasannya tentang Si Penyihir Merlin.



"Merlin memiliki umur yang panjang dan awet muda, itulah kebenarannya. Dia tidak abadi, bahkan jika kau menikamnya ia akan mati seperti manusia biasa."



Rena mengangkat tangannya lalu mengajukan pertanyaan.



"Kenapa kau bilang Merlin bukanlah manusia abadi?"



Dengan ringan Lee menjawab pertanyaan Rena.



"Karena pada dasarnya, manusia diciptakan untuk berakhir mati. Percayalah, tidak ada kehidupan kekal di dunia ini selain di dunia yang selanjutnya."



Dari penjelasannya, aku yakin Lee mengambil kalimat itu dari sebuah sajak yang ditulis pada catatan harian milik Merlin.



"Apa ada lagi yang ingin kau tanyakan?"



Mendapatkan jawaban dan alasan yang jelas, Rena tidak melanjutkan pertanyaannya dan mempersilahkan Lee untuk lanjut.



"Tidak ada, silahkan dilanjutkan."



Lee melanjutkan penjelasannya.



"Kemampuan Merlin sebenarnya bukanlah melihat masa depan tapi, dia dapat melihat beberapa hasil akhir dari benang takdir seorang manusia. Jadi, aku ingin kalian memperbaiki persepsi seperti Merlin dapat meramalkan masa depan karena apa yang dia lihat hanyalah sebuah gambaran semu dan tidak dapat diubah meskipun ia sudah mengetahuinya."



Penjelasan ini lebih logis dan dapat dipercaya, daripada apa yang sering disebut dengan meramal secara untung-untungan. Aku bisa menerima ini karena dari berbagai keterikatan Merlin, ia sering meramalkan sesuatu seperti pengkhianatan dan kematian seseorang. Jadi, takdir tentang berkhianat dan mati adalah sesuatu yang tidak dapat kau ubah karena itu adalah hal yang mutlak sesuai keinginan Tuhan.



Sekarang, Lee akan memasuki tahap utama penjelasannya.



"Kalian pernah mendengar cerita cinta Merlin dan Lady of The Lake dari legenda Arthurian?"



Semua orang mengangguk sebagai jawaban.



Ada dua versi yang paling dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat di dunia.



Versi pertama, Merlin jatuh cinta kepada Lady of The Lake lalu hidup bahagia selamanya.



Versi kedua, Merlin dibunuh oleh Lady of The Lake itu sendiri karena kecemburuannya terhadap kedekatan Merlin dengan raja Arthur.



Sekarang tinggal menunggu Lee menyebutkan yang mana versinya, namun-



"Sebenarnya, Lady of the Lake adalah anak angkat Merlin. Saat ia tidak muncul lagi dalam cerita legenda Arthurian, Merlin pergi berkeliling dunia dan bertemu dengan seorang gadis biasa. Dia jatuh cinta kepada gadis itu lalu darisitulah keturunan asli Si Penyihir Merlin memulai penurunannya dan tentu saja, darah seorang Merlin mengalir di dalam tubuhku."



Setelah mendengar kalimat terakhir Lee, Rena dan Sophie mulai histeris.



"Apaaa???!!!"



"Kalian tidak percaya?"



Rena mulai menyangkal pernyataan Lee.



"Tidak, tidak, tidak mungkin. Maksudku, meskipun ia memiliki keturunan rasanya ... tidak mungkin itu adalah kau!"



Lee mendesah lalu menunjukkan ekor rambut putihnya yang panjang.



"Lihatlah ekor rambutku."



Kami semua fokus terhadap ekor tersebut.



Lee memotongnya dengan gunting dan tidak lama setelah itu, ekor tersebut kembali memanjang sesuai ukuran yang sebelumnya.



Lee kembali bertanya kepada kami.



"Apa sekarang kalian percaya?"



Rena tetap menyangkalnya karena dia tidak mengerti tentang ekor rambut milik Lee.



"Tidak, tetap saja aku tidak mengerti."



Perdebatan panjangpun mulai terjadi diantara Lee dan Rena, layaknya anjing dan kucing yang saling menggigit satu sama lain. Lama kelamaan, perdebatan di antara mereka semakin memanas hingga memasukkan nama berbagai tokoh legenda yang ada di dunia. Sementara mereka berdebat, aku dan Sophie kabur secara diam-diam.



__ADS_1


__ADS_2