Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia

Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia
Chapter 25 Keputusan Mendadak Baron Atradika Kepada Claudi


__ADS_3

Sudah larut malam dan dia tak kunjung datang untuk mengajakku pulang bersama.


Sebenarnya-


"Apa yang aku pikirkan?"


Aku mendesah dalam karena lelah dengan tindakanku yang sangat tidak logis ini. Lagipula, kenapa juga aku harus repot-repot sampai harus menunggu dia. Seharusnya tadi aku langsung mengajaknya saja, ah! Bodohnya aku!


Aku pergi ke rumah menggunakan mobilku.


...


Saat di perjalanan menuju ke runah.


Ponselku berdering tanda ada panggilan.


Perlahan aku melihat siapa yang memanggilku malam-malam begini dan orang itu adalah ....


"Ayah? Kenapa dia tiba-tiba memanggilku?!"


Aku bingung ingin mengangkat panggilan tersebut atau tidak. Orang itu pasti sedang merencanakan sesuatu. Merasakan ada yang aneh, aku memberanikan diri untuk mengangkatnya.


"Halo."


"Oh my lovely angel, Claudi! Dimana kau sekarang?"


Menjijikan.


Orang itu tidak pernah berubah, dari aku kecil hingga sekarang dia masih memanggilku dengan sebutan yang menjijikan itu.


Aku menjawab pertanyaannya.


"Aku sedang menuju ke rumah, ada apa?"


"Begitukah?! Kalau begitu, aku akan menunggumu sampai di rumah!!! Good bye my lovely angel~"


Panggilan diputuskan secara sepihak oleh ayahku.

__ADS_1


I-ini! Ada yang tidak beres! Apa aku harus pulang ke rumah sekarang? B-bagaimana ini?!!


Aku berhenti sebentar di pinggir jalan lalu memanggil Marco.


Saat Marco mengangkat telponku, banyak rentetan pertanyaan maupun informasi dia ucapkan secara cepat.


"Claudi? Dimana kau?!!!"


"... Apa ada yang sedang mengikutimu?"


"... Jika ada, cepat jauhi mereka!"


"... Kalau bisa, sebaiknya kau kawin lari saja bersama Ren!"


Hahh??!!! Apa kepalanya terbentur? Apalagi ucapannya yang terakhir!


Aku menenangkan Marco yang sudah dalam situasi menggila.


"Tenanglah, saat ini aku sedang sendiri. Bisakah kau menjelaskan bagaimana situasiku sekarang?"


"Ayah, Bajingan itu sudah mengundang pria yang akan menikah denganmu ke rumah."


"Apa?!!!"


Tak sengaja aku mengeluarkan suara yang cukup keras karena terkejut dengan penjelasan Marco.


"Terlebih lagi, mereka sudah mengatur waktu pernikahan kalian."


"... Besok, itulah waktu yang sudah mereka tetapkan."


Gila! Dia benar-benar gila dan sudah kelewatan! Bagaimana bisa dia mengatur semuanya tanpa persetujuanku!


Ini tidak dapat dibiarkan, tapi-


"Apa yang bisa aku lakukan untuk lari dari semua ini?"


Marco menjawab pertanyaanku dengan sangat putus asa.

__ADS_1


"Tidak ada."


"Apa kau yakin?"


"Ya, aku sangat yakin. Jika ada, satu-satunya cara untuk kabur dari situasi ini adalah kawin lari bersama Ren."


O-orang ini ....


"Bisakah kau sedikit serius? Kondisiku saat ini sedang terancam dan kau malah memberikanku ide seperti itu."


"Bagaimana kalau kau menginap di rumah Ren?"


"Apa lagi ini?"


"Hanya sebentar saja, hingga aku menemukan cara yang lain untuk mengeluarkanmu dari situasi ini."


Aku menolak rencana tersebut.


"Maaf, tapi aku tidak bisa melakukannya."


"Kenapa?"


"Mana ada keluarga yang mau menampung seorang wanita luar ke rumah mereka, bukankah kau juga tahu etika bertamu?"


Mendengar jawabanku, Marco mendesah dalam.


"Kau ini, sekarang bukan waktunya untuk mengikuti etika bertamu! Bukankah kau bisa menjelaskannya nanti saat menginap di rumah mereka?!"


Memaksa sekali!


"Tidak, tetap saja aku tidak bisa melakukan itu."


Marco terdiam dan tidak menjawab.


Tidak lama setelah itu, suara langkah kaki terdengar dari sisinya.


Aku menggunakan mode perekam panggilan sambil menunggu apa yang akan dikatakan oleh orang itu.

__ADS_1


__ADS_2