
Setelah mereka bertiga pulang ke habitat masing-masing, siangnya aku kedatangan tamu lagi.
Seseorang mengetuk pintu kamarku lalu membukanya. Dari balik pintu itu, aku melihat seorang dewi. Dia adalah adik kelasku yang imut, Sophie Grimsthorpe.
Meskipun merasa sangat senang, aku tetap memasang wajah "Stay cool" di depannya. Belakangan ini aku jarang melihatnya dikarenakan masalah saat itu hingga menderita seperti ini tapi, tidak buruk juga rasanya. Aku bisa bersantai di rumah dan adik kelasku yang imut datang menjenguk.
Bukankah dia adik Rena? Ah, benar juga. Kami ini kan tetangga empat langkah dari rumahku. Jadi, dia bisa kesini kapan saja.
Sophie menghampiriku dengan santai.
Yes! Come here! My angel!
Tidak, tidak. Apa yang aku pikirkan?!! Apa karena efek samping obat milik Lee?!! Aku harus tetap senang-tidak maksudku tetap tenang!!!
Sophie duduk di kursi belajarku lalu berkata, "Bagaimana kabarmu, Senior Ren?" Sambil tersenyum kearahku.
"I-imut sekali."
Sophie terkejut mendengar ucapanku.
"Eh?"
Mulutku!!! Kau memang-tidak tadi cukup bagus juga karena itu adalah pendapat yang jujur. Tapi! Tetap saja ini bukan saatnya untuk itu!
__ADS_1
Aku kembali membenarkan apa yang harus diucapkan.
"M-maksudku, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menjenguk."
Terima kasih banyak, My Angel!!!
Sophie tersipu malu mendengar ucapan terima kasihku dan menjawabnya.
"Sa-sama-sama."
I-imut sekali, dia sangat imut seperti mannequin yang menampilkan karakter dari berbagai macam anime! Gawat, efek ini diluar kendaliku. Aku harus mendorongnya kebawah-tidak maksudku, aku harus segera menikahi-memintanya untuk pulang.
Jika terus-terusan seperti ini, bisa saja kami berakhir dengan aku yang menjadi terdakwa dalam kasus asusila.
"Maaf, untuk saat ini aku sedang tidak ingin ada kunjungan. Bisakah Sophie berkunjung dilain waktu?"
Melihat sikapku yang tidak biasa, dia malah memeriksa suhu tubuhku. Dia memegang kepalaku. Saat dia melakukan itu, jarak diantara kami mulai memendek.
Kumohon! Tolong berikan aku keringanan! Selain beban batin tadi, apa aku harus menahan semua ini seorang diri?!!!
Siapapun! Ayah yang sudah berada di Surga maupun Ibu, t-tolong aku!!! Kalau tidak, aku akan menjadi penjahat yang sesungguhnya di dunia!!!
Nafasku semakin berat karena sangat kelelahan menahan efek samping dari obat sialan itu. Melihat itu, wajah Sophie bertambah cemas. Sialnya, wajah Sophie yang cemas lebih imut dari sebelumnya dan membuatku-tidak, lupakan itu.
__ADS_1
Aku selalu menatap wajahnya tanpa berkedip. Merasakan panas yang membakar seluruh wajah maupun nafasku yang semakin meningkat, tubuhku menjadi memerah. Sophie mendekatkan jari telunjuknya di depan hidungku, tanpa sadar aku menggigit jarinya dengan halus seperti seorang bayi.
Sementara waktu, kami terdiam tanpa suara.
A-apa yang sudah kulakukan?!!!
Wajah Sophie memerah hingga telinganya juga ikut-ikutan. Saat nafasku yang panas melewati jari telunjuknya, tubuhnya bergetar seakan-akan menggigil. Ekspresi wajahnya semakin campur aduk antara bingung dan apalah itu aku tidak tahu karena sudah tak dapat berpikir jernih lagi.
Merasa kaget, Sophie mulai mengeluarkan suara yang aneh.
"Awawaawawa .... "
Aku hanya menatapnya dalam diam.
Saat jarinya bertemu dengan lidahku, lagi-lagi dia mengeluarkan suara yang aneh.
"Gyuuuyuyu .... "
Apa yang aku lakukan?!!! Kenapa aku bersikap seperti anjing?!!! Bahkan, sikapku rasanya lebih buruk dibandingkan anjing itu sendiri!!!
Aku menguatkan diri untuk membuka mulutku. Saat itu juga, Sophie menarik jari telunjuknya. Setelahnya, ia berlari keluar sambil berteriak.
"Aaaa!!! Jangan makan aku!!!"
__ADS_1
Sepertinya Rena akan memarahiku nanti. Sebelum itu, sebaiknya aku tidur agar tidak menyerang siapapun. Saat sehat nanti, aku akan mendaratkan satu pukulan pada wajah si brengsek itu karena efek samping obat laknat yang diberikannya kepadaku.