
Sophie, disini.
Kehidupanku yang awalnya terlihat sangat membosankan berubah setelah masuk ke SMA Atradika. Kenapa? Tentu saja karena ada banyak mainan. Entah pria maupun wanita, mereka hanyalah barang murah yang bisa dibeli.
Di dunia ini, aku tahu masih ada yang tidak bisa dibeli dengan uang. Bahkan, tidak pernah sekalipun aku meremehkan semua orang yang baru saja ditemui. Orang yang sudah terjebak kedalam rasa serakah, merekalah yang benar-benar alat murah dan tidak indah sama sekali.
Menurutmu, bagaimana contohnya?
Tentu saja, itu adalah mereka yang tertarik dengan kekayaan seseorang dan mencoba untuk memanfaatkannya. Penjilat atau apapun yang sejenis, aku tidak akan membenci mereka karena sudah berusaha agar dapat bertahan hidup dengan sifat dan kebiasaan seperti itu. Namun, bagaimana jika ada yang diluar batas dan terlalu bodoh? Mereka hanya bisa menjadi mainan yang rusak dan sangat jelek.
Keserakahan selalu ada pada manusia, itulah kenyataan yang ada. Kejam dan dingin, tapi kami harus menerimanya. Serakah ada karena uang dan sebaliknya, uang itu ada untuk menciptakan orang-orang serakah.
"Tuhan memang adil."
Ya, Tuhan itu adil. Membuat sisi baik dan buruk lalu menonton bagaimana mereka saling beradaptasi. Jika sudah marah dengan perbuatan dari sisi yang satu, dia akan menghancurkan keduanya dikarenakan ia harus bersikap adil.
"Maukah kau menjadi seorang Tuhan?"
Ada seseorang yang pernah menanyakan ini kepadaku. Tentu saja aku menolaknya. Menjadi Tuhan itu merepotkan, bahkan nanti mungkin saja aku tidak bisa bermain dengan Kakak.
❇❇❇
Setelah Sophie lari dari Ren dan kenyataan yang ada di depannya.
__ADS_1
"K-kakak menyatakan perasaannya kepadaku!"
Aku tidak dapat mengendalikan diri dan langsung pergi begitu saja. B-bukan berarti aku senang, tapi i-ini ... perasaan yang cukup aneh. Lagipula, tidak mungkin dia akan menyatakan cinta kepadaku.
"Y-ya, itu tadi pasti hanya sebuah lelucon."
Aku selalu menerapkan kalimat itu di kepala. Tidak boleh ada sesuatu terlarang diantara kami. Jika itu terjadi, mau bagaimana lagi- ma-maksudku, itu tidak mungkin terjadi.
Aku bukan seorang Brocon yang menyukai kakaknya sendiri, itu harus. T-tidak mungkin juga dia menyukai diriku yang jelek ini. P-pria seperti dia, ummm ... lupakan!
"Ada yang salah, Nona Sophie?"
"T-tidak ada."
" .... "
Aku hanya diam tanpa menjawab ucapan dari pria yang tadi bersamaku, sebut saja Brocon Master. Meskipun disebut pria, sebenarnya dia adalah IS (Interseksual) atau kelamin ganda. Dia memiliki seorang Kakak pria dan juga, orang ini sangat mencintai kakaknya hingga membuat siaran di radio bernama "Channel Brocon FM 69" atau apalah itu.
Ketika aku tidak sengaja mendengar suaranya, aku langsung kenal dengan identitas si penyiar. Ya, dialah pria yang saat ini berbicara denganku. Sialnya, Kakak melihatku sedang berdiskusi dengannya dan berakhir pada kesalahpahaman.
"Ah! Itu dia!"
"Hm?"
__ADS_1
"Bagaimana kalau kakakmu menyatakan perasaannya karena cemburu? Apa itu merupakan perasaan yang sebenarnya?"
"Salah."
"E-eh?"
"Seharusnya, dia melenyapkan sumber kecemburuan itu kalau sungguh-sungguh menyukaimu."
"B-begitu, ya. Aku mengerti."
Sangat mengerti! Untung saja dia tidak melenyapkanmu, kau tahu. Mungkin tadi itu memang benar hanya sebuah lelucon.
Ada satu lagi.
"B-bagaimana caranya untuk bersikap normal di dekatnya setelah kejadian seperti itu?"
"Cukup jadilah dirimu seperti biasanya."
"Ada yang lain?"
"Tidak ada."
"Aku mengerti."
__ADS_1
Aku mengakhiri konseling dengannya lalu kembali ke kelas. Pikiranku masih mengingat itu, sampai-sampai kepalaku tidak dapat berpikir jernih. Siapapun! Tolong aku!!! Huhuhu ....