Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia

Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia
Chapter 35 Kebenaran Tentang Felix Han & Koalisi Antara Lee Bersama James


__ADS_3

(Lee POV)


Saat Ren sudah masuk kedalam gudang.


Setelah merasakan pukulanku, James tersenyum dan mencoba untuk bangkit.


Dia menyindirku.


"Sepertinya kau benar-benar tidak tahu dari arti kata lelucon ya?"


"Keadaanmu saat ini sangat tidak tepat untuk melakukan sebuah lelucon."


Mendengar balasanku, dia tertawa lepas dengan sangat keras. Untungnya, gedung yang Ren masuki menggunakan peredam suara. Jadi, aku tidak perlu takut untuk berbicara apapun sekeras mungkin. Tapi, hal ini juga bisa menjadi pedang bermata dua kepada pihak kami.


Dalam artian, Ren tidak tahu bagaimana kondisi yang ada di luar. Begitu juga denganku, aku juga tidak tahu bagaimana kondisi Ren saat ia berada di dalam bangunan tersebut. Saat ini aku hanya bisa menyerahkan penjagaan kepada para penembak jituku yang terpercaya.


Kembali dengan urusanku saat ini, aku meminta sesuatu kepada James sesuai dengan kesepakatan kami.


Itu adalah informasi.


...


Kembali lagi pada saat anggota Netra bertemu James.


Saat itu aku juga hadir, meskipun dari jauh dan hanya suaraku saja.


Benda yang aku berikan ke masing-masing anggota Netra adalah alat penghubung agar dapat berkomunikasi satu sama lain dengan James. Bahkan semua gerakan James adalah rencanaku. Tidak lupa, aku jugalah orang yang membocorkan informasi anggota Netra kepada James.


Saat pertemuan itu berlangsung, James memperkenalkan dirinya.


"Kenalkan, aku James Wallters. Kalian yang hadir di sini, identitasmu sudah diketahui sebagai anggota Netra. Jika kalian ingin kerahasiaan Netra aman, ikuti perintahku."


Semua orang yang hadir hanya terdiam sambil menunggu.

__ADS_1


Merasa kesal karena terlalu lama menunggu, aku langsung bicara.


"Jangan berlama-lama, ucapkan saja apa rencanamu."


Wajah James terkejut karena mendengar suaraku keluar dari berbagai alat yang dibawa oleh masing-masing anggota Netra. Meskipun kami sudah saling mengenal, dia tetap berpura-pura menjadi musuhku. Dengan berlagak seperti seorang penjahat, diapun menjelaskan rencananya.


"Aku ingin kalian membantuku untuk mengepung dua orang, mereka adalah Lee Jun dan Ren Gill."


Sebenarnya, saat ini aku ingin tertawa karena targetnya adalah orang yang sedang mendengarkan pembicaraan ini dari jauh. Meskipun hanya berpura-pura, dia tetap menjalankan perannya dengan sangat bagus. Menurutku, James sangat berbakat menjadi seorang aktor dibandingkan sebagai Pimpinan.


Semua orang yang ada disana hanya diam.


Jamespun melanjutkan ucapannya.


"Diam kalian aku anggap sebagai tanda mengerti."


Setelah itu, dia membagikan sebuah lembaran ke masing-masing orang. Dia mengancam mereka agar tidak membeberkan isi dari lembaran yang dibagikan dan setelah semua selesai, dia membubarkan pertemuan tersebut. Terakhir, sesuai permintaanku ada seorang anggota Netra berpura-pura tidak sengaja meninggalkan alat yang dia bawa.


Setelah James memastikan mereka semua pulang ke tempat masing-masing, dia berbicara kepadaku melalui alat tersebut.


"Masih belum."


Aku melanjutkan instruksi kepada James sesuai rencana.


"Besok kau akan bertarung dengan kami, kerahkan seluruh kemampuanmu jangan mencoba untuk mengalah. Kau akan merasakan kesakitan yang luar biasa apabila mengalah karena ada monster yang lebih mengerikan daripada diriku. Jika kau pingsan di tempat, aku akan mengurus sisanya."


"Aku mengerti."


James menerimanya tanpa protes sedikitpun.


...


Kembali lagi ke saat ini.

__ADS_1


James bertanya dengan rasa penasaran sekaligus ragu.


"Apa kau yakin anak itu bisa mengubah dunia?"


Aku menjawab semua keraguan James dengan keyakinan penuh.


"Aku yakin, dia adalah satu-satunya yang bisa mengubah apa yang seharusnya terjadi di masa lalu."


"Kenapa kau begitu yakin?"


"Karena dia adalah sahabatku dan juga, hanya dia orang yang berpikiran luas dalam mengubah sistem dunia ini."


Sambil duduk, James menatapku dengan tajam.


"Seberapa jauh yang sudah kau rencanakan?"


"Hanya sampai disini, sisanya tergantung informasi yang kau berikan."


"Aku mengerti."


Pertukaran informasi antara kamipun mulai terjadi.


Menurut James, dalam misinya untuk mengikuti perintahku memata-matai gerakan Felix semua itu masih permulaan. Masih ada anggota tidak sah dari keluarga Han yang tersisa, bisa dibilang ia sangat menginginkan kematian Ren. Bahkan, Felix hanyalah sebuah boneka baginya.


Setelah mendapatkan informasi itu, aku memutuskan untuk menampung James di keluarga Jun.


"Terima kasih banyak atas bantuanmu, dengan ini kau akan aku lindungi di wilayah keluarga Jun."


James langsung menerimanya tanpa protes.


"Baiklah, aku terima. Lagipula, aku sudah tidak punya tempat lagi untuk bernaung."


Dengan ini, aku mendapatkan informasi yang sangat berharga.

__ADS_1


Sisanya, bagaimana caraku untuk melacak keberadaan mereka? Mungkin, aku akan memikirkannya nanti. Untuk saat ini, aku akan bersenang-senang menikmati masa mudaku. Jika saatnya sudah tiba, siap atau tidak, aku akan menuntaskan segalanya.


Begitulah janjiku kepadanya.


__ADS_2