Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia

Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia
Chapter 41 Ren Kembali Hadir Ke Sekolah - 1


__ADS_3

Setelah beristirahat dari berbagai kegiatan kemarin, aku bisa melangkahkan kaki lagi di lingkungan sekolah ini. Suasananya cukup berbeda maksudku, banyak perubahan yang terjadi disana-sini. Bahkan, para murid terlihat lebih hidup dibandingkan kemarin.


"Yo! Masih hidup?"


Suara itu datang dari belakangku. Ketika aku melihat sumber suara tersebut, sayangnya ada orang gila yang masuk kedalam jarak pandang. Orang gila itu adalah Lee Jun.


Meskipun begitu, aku harus membereskan dendam pribadi terlebih dahulu. Pura-pura cuek, aku menggiringnya ke tempat yang tidak ramai pengunjung. Setelah sampai tujuan, aku berhenti dan berbalik kearah Lee.


"Hoouu! Akhirnya kau ber- ghaakk!!"


"Itu untuk efek samping obat laknat yang kau berikan kepadaku."


Aku memukul Lee tepat di wajahnya. Meskipun terkena pukulanku, dia masih belum merasakan yang namanya sangat kesakitan. Padahal sudah menggunakan 25% dari seluruh kekuatanku, orang ini benar-benar memiliki kulit yang keras.


"Apa itu tadi?"


"Sudah kubilang kan, itu adalah balasan karena efek samping obat laknatmu."


"Eh?"


"Apa kau pura-pura bodoh?!"

__ADS_1


"Tidak, tidak. Maksudku, kau memukulku hanya karena anumu mati rasa?"


"Jika hanya itu, tidak mungkin aku memukulmu menggunakan 25% tenagaku."


Ya, itu benar. Banyak kesialan yang ditimbulkan oleh efek samping dari obat laknat itu. Bahkan, hanya dengan memukulmu saja seharusnya tidak cukup.


Lee masih terlihat bingung dengan ucapanku. Wajahnya seakan-akan mulai memikirkan sesuatu yang aneh. Diluar dugaan, dia meminta maaf kepadaku.


"Aku minta maaf untuk semua masalah yang ditimbulkan obat itu."


Aku hanya mengangguk beberapa kali sebagai jawaban.


"Ngomong-ngomong, apa saja yang kau rasakan saat itu?"


"Apaaa?!!!"


Mendengar jawabanku yang terakhir, Lee langsung memberikan respons yang sangat berlebihan. Dari tingkahnya, aku merasa seperti ... obat itu sebenarnya tidak memiliki beberapa efek samping yang sudah disebutkan. Lalu, Lee sebagai pembuat menjadi sangat terkejut dan memberikan reaksi seperti seseorang yang pertama kali menemukan UFO.


"Ada yang salah?"


"Sepertinya aku harus mencoba obat itu sendiri."

__ADS_1


"Semoga berhasil."


"Tentu! Dengan itu, seseorang akan merawatku selama-maksudku, doakan yang terbaik agar aku tetap selamat."


"Tentu, semoga kau cepat modar."


Mendengar jawabanku, Lee hanya mengarahkan pose "V" sambil mengedipkan satu mata. Menjijikan, itulah dia. Tapi, terkadang dia juga bisa berguna di saat yang tepat.


Meskipun begitu, bukankah sedikit berlebihan? Ada yang tidak beres seperti, seseorang sudah menambahkan sesuatu pada obat yang diberikan Lee. Mungkin saja, ada yang ingin mencelakaiku.


Tidak, bukan itu. Malahan efek penyembuhan dari obat tersebut bertambah signifikan hingga tahap tertentu karena itu juga, aku bisa sembuh secepat ini. Apapun itu, ada pertanyaan yang muncul dibenakku.


"Kenapa orang itu memberikanku bahan tambahan yang mempercepat proses penyembuhannya?"


"Hm? Ada yang salah?"


"Tidak, tidak ada."


Lee yang sadar akan gumamku, menanyakan sesuatu. Namun, aku tidak menjawab apa yang sedang dipikirkan olehku. Alasannya cukup mudah, semua itu dilakukan agar dia tetap mencoba obat tersebut.


Aku tidak bisa membicarakan kemungkinan ini terlebih dahulu. Apalagi semua ini masih belum ada bukti yang nyata. Bukti itu hanya bisa didapatkan setelah Lee mencoba obatnya sendiri.

__ADS_1


Tanpa ada satupun kata yang keluar, kami berjalan dengan diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. Kalau untuk Lee, aku tidak tahu apa yang ia rencanakan nanti. Setidaknya, dia mau mencoba obat itu dan aku bisa mendapatkan bukti nyata.


__ADS_2