
Ren disini.
Bagaimana malam tahun baru kalian?
Ini hanya menurutku ....
70 : 30 dari kalian hanya di kasur dan sisanya adalah orang yang menikmati kepadatan arus gelombang berbagai jenis manusia.
Aku pernah bertanya kepada Authorku yang tidak kompeten itu, "Hey, apa kau tidak mengajak 'fiancé'-mu pergi jalan-jalan?"
Dia hanya diam dan tertidur selama satu tahun.
Ya, dia tidur selama satu tahun dan setelah itu ....
Dia melampiaskan kekesalannya kepadaku dengan cara membuatkan alur cerita yang cukup panjang, alur yang cukup panjang ini sangat membuatku agak muak ... jadi, persiapkan diri kalian.
Bukan Surga, tapi Nerakalah yang sedang menanti!
Apabila kalian melihat pesan ini, berarti ada kemungkinan aku masih belum menjadi seorang Gilgolo berkelas.
—Ren Gill
❇❇❇
"Ughhh ...."
Saat aku membuka mata, aku—
"APA INIIIII????!!!"
Semua orang yang ada di ruangan menatapku dengan heran.
Tatapan mereka cukup menyakitkan, seakan-akan mereka sedang dilihat adalah orang gila yang baru saja kabur dari rumah sakit jiwa!
Serius, ada apa dengan orang-orang ini???
Mereka terus menatapku, namun tidak ada yang berani melontarkan sepatah katapun kepadaku.
"Apa kalian bisu?" Tanpa sadar mulutku bicara dengan nada yang cukup agak angkuh.
"T-tidak, b-bububu-bukan begitu, Yang Mulia!" Salah satu dari mereka segera menjawab pertanyaan dadakanku dengan sangat ketakutan sementara yang lainnya segera bersujud ke arahku.
H-hey! Apa kalian semua mencoba untuk mempermainkanku?!
__ADS_1
Serius, aku ini bukannya Dewok—maksudku, Dewa atau semacamnya, lho!
Semua orang di sana bersujud di hadapanku, namun masih ada satu orang yang tak gentar meskipun setelah mendengarkan suaraku seperti tadi.
Dia adalah—
"Shigurt, ada apa dengan mereka yang ada di sini?"
*Tu-tunggu dulu!
K-kenapa aku tahu nama wanita itu*?!
"Mohon beribu ampun, Yang Mulia. Menurut Hamba, mereka ketakutan setelah mendengarkan ucapan Anda yang barusan." Shigurt menundukkan sedikit kepalanya saat menjelaskan situasi kami saat ini ke arahku.
"Dasar bodoh! Aku tidak memperkerjakan kalian hanya untuk berdiam diri di sini, lanjutkan pekerjaan kalian!" Aku memberikan perintah dengan nada yang angkuh seperti biasanya.
Mendengar titah yang keluar dari mulutku secara langsung untuk mereka, wajah mereka berseri-seri seperti sedang dalam keadaan yang sangat bahagia dan segera melanjutkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Sementara itu, wanita itu— Shigurt— terus berdiri dan terkadang mendekati beberapa orang untuk mengawasi pekerjaan yang lainnya.
Sementara aku, hanya duduk dan melihat orang-orang yang tidak kukenal bekerja keras tepat di hadapanku.
Perlahan aku memperhatikan keadaan sekitarku.
"Oy, Shigurt!" Aku segera memanggil wanita itu.
"Apa ada masalah, Yang Mulia?" Seperti biasa, dia menundukkan kepalanya sedikit saat berbicara denganku.
"Apa kau buta? Tentu saja tidak ada masalah sama sekali jika aku berada di sini! Aku hanya ingin kau menjelaskan tentang dinding ruangan ini kepadaku, raja terbaik yang pernah ada ini."
Sekali lagi, mulut comberan ini memang tidak tahu malu.
Serius, andai saja ada orang yang bicara seperti ini di depanku ... tidak, tidak, kenapa mereka tidak menertawaiku? Apa orang-orang ini sudah tidak waras? Bahkan, artis yang ada diTV pun terkadang tidak bisa menahan tawanya saat memainkan peran ini, tapi ....
Kenapa mereka yang ada di sini biasa-biasa saja?!
Hei, apa guyonan seperti pasien sakit jiwa ini tidak cukup lucu untuk membuat kalian tertawa hingga terbahak-bahak?!
Kupikir mereka akan tertawa, namun sebaliknya ....
"Seperti yang diharapkan dari seorang raja sekaligus dewa yang memimpin negeri kita." Meskipun dengan suara yang sangat kecil, ucapan orang yang sedang bekerja di depan kami— aku dan Shigurt— masih dapat terdengar jelas dalam jarak pendengaran telingaku.
"Hey, jika kau ingin memujiku, lakukan itu dengan keras!" Tanpa sadar, mulut comberan ini berbicara dengan sangat angkuh lagi.
__ADS_1
" "Hidup raja Gilgamesh!" "
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu meneriakkan seruan yang cukup membuatku sadar.
Gilgamesh? Aku?
Selagi sorak-sorakkan puji kepada raja Gilgamesh bergema di seluruh penjuru ruangan, aku mulai memperhatikan bagian tubuh yang masih dapat dilihat kedua mataku.
Pakaian yang cukup mewah dan berkilap.
Dari pantulan itu aku melihatnya sangat jelas ....
Wajah seseorang yang sangat mirip denganku, bahkan bisa dibilang ini adalah aku!
Apa aku terlempar ke masa 5000 tahun yang lalu?!
"Tidak, tidak mungkin .... " Selagi mulutku bergumam sendiri, aku segera berdiri dari singgahsanaku.
"Apa Anda melupakan sesuatu, Yang Mulia?" Melihatku berdiri, Shigurt segera bertanya dan terlihat cukup gugup.
"Tidak, cepat antar aku ke kamarku."
Akhirnya aku dapat berbicara sedikit normal, namun cara bicaraku masih cukup angkuh.
"Dimengerti."
Setelah itu, Shigurt bersama dengan beberapa pengawal mengantarku hingga sampai ke kamar.
...
❇❇❇
Dengan Leo Natta disini.
Saya cukup bingung mau dibawa kemana alurnya, hehehe ....
Tapi, akan tetap saya coba menyalurkan semuanya meskipun tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sejak awal.
Terima kasih atas dukungan kalian, saya akan mencoba yang terbaik sebisanya hingga novel ini menjadi cukup menarik bagi banyak pembaca.
Salam hangat,
__ADS_1
Leo Natta