
Dia ....
Hanya dia ....
Aku ingin dia mengingatku kembali.
Kenanganmya yang dulu, saat kami masih bersama.
Pertemuan yang singkat, namun memiliki makna yang sangat berarti.
Aku ingin dia mengingatnya.
Dimana dalam ingatan itu, ku curahkan semua perasaanku kepadanya.
Bukanlah sebuah dusta jika aku menyukai dia.
Tapi, dia yang sekarang ....
Bagaimana bisa aku memilikinya lagi?
Dia yang sekarang, bukanlah dia yang aku sukai.
Aku tidak terima ini.
Tidak akan pernah!
❇❇❇
(Wulan POV)
Di suatu tempat yang cukup jauh dari keramaian.
Di atas atap yang tinggi, aku berdiam dan menunggu sebuah pesan dari seseorang yang akan membantuku untuk mengembalikan ingatannya.
Bbzztt! Bzzztt! Bbbzzztt!
Ponselku bergetar, tanda ada pesan masuk.
[Unknown : "Selamat pagi, Nona Besar."]
__ADS_1
Aku tidak tahu siapa dia, tapi mungkin ini adalah pesan darinya.
Kenapa aku begitu yakin?
Mudah saja, karena tidak ada seorangpun yang tahu nomor ponselku yang ini, kecuali dia. Semenjak saat itu, saat dimana aku begitu terpukul akan kondisi ingatan Ren, aku terus mempertahankan nomor ini dan berharap ia akan menghubungiku suatu saat nanti. Namun, dia tidak pernah menelponku.
"Apa aku terlalu berharap banyak?" Sambil mengeluh sendiri, aku mengetik pesan balasan kepada orang yang tadi.
[Wulan : "Langsung saja ke intinya."]
Tanpa basa basi, aku langsung memintanya untuk menjelaskan semua rincian dari rencana orang itu.
Sepertinya, orang ini bukanlah tipe yang akan langsung serius. Terlihat dari salam pembukanya, ada kemungkinan pembicaraan ini akan berlangsung lama. Tapi, aku sudah menyiapkan beberapa balasan agar dia langsung ke inti dari rencananya.
Tidak lama kemudian, balasan yang terlihat cukup lanjang dikali lebar masuk ke ponselku.
[Unknown : "Apa Anda tidak terlalu buru-buru, Nona Besar?" Bisakah kita sedikit bersantai saja? Maksudku, seperti ... membicarakan tentang dirimu maupun keagungan Tuan Besar yang ada di dalam rencana kita?"]
"Sudah kuduga, dia benar-benar sampah." Perasaanku cukup kesal setelah melihat balasan orang itu.
Tanpa sadar, jari-jariku menekan tombol "Panggil" pada nomor orang itu.
"Cukup diluar dugaan Anda akan menelponku, Nona Besar."
Terdengar suara pria paruh usia dan cukup profesional dari telponku.
Suara itu tidaklah maupun bukan adalah milik orang itu. Tapi, siapa sebenarnya dia? Apa dia ingin merencanakan sesuatu yang buruk pada Ren? Setidaknya aku akan menjadi bagian dari rencananya yang menguntungkan bagiku saja. Sisanya, biar aku tentukan nanti.
Aku mempersiapkan sedikit pernafasan dan gaya bicaraku.
Merasa sudah siap, aku menjawab ucapannya.
"Langsung saja ke intinya."
"Hohoho ... Anda sama sekali tidak berubah, Nona Besar." Pria itu tertawa senang mendengar balasanku.
"Berhenti memanggilku dengan sebutan Nona Besar! Aku tidak menyukainya." Aku merasa cukup terganggu dengan sebutan itu.
"Tapi, bukankah Anda akan menjadi pendamping hidup Tuan Muda apabila rencana ini berhasil?"
__ADS_1
Tuan Muda?
Apa yang dia maksud adalah Ren?
Tidak, tidak mungkin ....
"Apa maksudmu?" Aku mempertajam sedikit nada bicaraku.
"Mudah saja, Tuan Besar masih dalam masa perkembangan, namun saat dia sudah mencapai puncaknya ... dia membutuhkan pasangan yang akan mendampingi dan membantunya memimpin orang-orang yang membutuhkan Tuan Besar." Nada bicara orang itu tetap sama, datar namun penuh keangkuhan didalamnya.
"Berhenti mengarang cerita, langsung saja ke intinya."
Ya, aku tidak peduli denga itu!
Asalkan dia mengingatku ....
"Kami akan menggerakkan pulau ini dan Nona Besar, tolong bimbinglah Tuan Besar menuju ke tempat yang sudah kami tetapkan."
"Hanya itu?"
Cukup mencurigakan.
"Ya, hanya itu. Aku berani bersumpah atas nama keluarga Tuan Besar, kami tidak akan mengecewakanmu."
Sombong sekali!
Apa begini caranya seorang pelayan bangsawan bernegosiasi? Apa dia benar-benar mau menerima karyawan seperti ini? Yang benar saja, pasti tidak mungkin.
"Baiklah, akan ku turuti semua rencanamu."
"Rinciannya akan aku kirimkan besok. Tolong persiapkan dirimu, Nona Besar."
Setelah selesai bicara, orang itu langsung menutup panggilannya begitu saja.
Apa yang sebenarnya ia rencanakan?
Ini sungguh mencurigakan.
Setidaknya, aku akan memberikan sedikit petunjuk kepada Ren agar dia berhati-hati nantinya.
__ADS_1