
Aku, Lee Jun.
Siapapun yang menjadi duri dalam daging sahabatku, semuanya harus dimusnahkan! Itu adalah hal yang mutlak!
Saat mengetahui kebenaran di balik masa lalu Ren, aku selalu mencari cara agar dapat melenyapkan para bajingan yang sudah membuat keluarganya menderita. Mungkin dari pandangan kebanyakan orang, tindakanku ini terlalu berlebihan. Tapi, semua ini masih belum sebanding dengan apa yang sudah mereka rasakan.
Semua ini aku lakukan untuk menuntunnya pada kebenaran yang kejam ini. Sisanya, aku akan memikirkannya nanti. Pastinya, dia harus mengetahui semua kebenaran tentang keluarganya maupun musuh dari semua orang yang ada di dunia ini.
Keluarga Han.
Mereka adalah keluarga besar rahasia yang bersembunyi di balik "7 keluarga besar" yang saat ini dikenal oleh kebanyakan orang. Keluarga Han memiliki koneksi maupun aset yang sangat besar jika aku membayangkannya dari cerita Felix. Satu hal yang pasti, keluarga Han memiliki dendam kepada siapapun yang mencoba untuk menentang mereka.
Si penentang itu adalah pemimpin keluarga Han itu sendiri, ayah Ren. Mengetahui rahasia gelap keluarganya, ayah Ren memutuskan untuk melemahkan pengaruh keluarga Han lalu mengamankan istri beserta anaknya dari mereka. Para tetua dari keluarga tersebut tidak dapat menerimanya dan memutuskan untuk mengeksekusi ayah Ren.
Sayangnya, semua rencana mereka dapat dengan mudah digagalkan. Orang yang menggagalkan rencana busuk mereka adalah adiknya ayah Ren, Felix. Di saat bersamaan, Felix juga berpura-pura menerima peran pemimpin keluarga Han yang sekarang dan meneruskan perjuangan ayah Ren sambil melindungi anggota keluarganya.
Bagaimana aku bisa tahu bahwa Felix ada paman Ren?
Cukup mudah, semua itu dari seluruh informasi yang diacak. Penyusunan itu terlihat acak dari luar, semua itu dilakukan sebagai pengecoh. Padahal sangat jelas terlihat ada pesan tersembunyi ketika dihubungkan dengan berbagai macam fakta dan pesan itu berbunyi, "Jika kau membaca ini, berarti kau adalah sahabat dari keponakanku Ren Gill. Aku butuh bantuanmu, semua ini demi kebaikan temanmu."
__ADS_1
Setelah kalimat itu, terdapat sebuah sandi morse bernamakan sebuah tempat pertemuan. Di tempat itu, dia juga memintaku meninggalkan sebuah sandi morse dalam bentuk coretan dinding asal-asalan. Saat itu aku memintanya untuk menemuiku sesuai jadwal, dengan begitulah aku dapat bertemu dengan paman Ren dan membuat sebuah kesepakatan.
Dari paman Ren dan Marco, aku sudah mendapatkan jaminan keamanan dua kali lipat untuk kami.
Sisanya ... bagaimana caraku untuk membuat Ren melawan pamannya sendiri.
Ini benar-benar rumit. Tidak seperti merancang sebuah skenario film, merancang skenario kehidupan nyata itu sangat merepotkan! Jika tidak demi sahabaku, aku pasti tidak akan mau melakukan semua ini.
...
Ponselku berdering karena ada sebuah panggilan.
Panggilan itu berasal dari Felix.
"Bagaimana dengan rencananya?"
"Berhasil, seperti yang kau katakan. Menurutmu, apa dengan begini Ren akan melawanku menggunakan seluruh kemampuannya?"
"Tentu, setidaknya bukan untuk konfrontasi pertama kalian."
__ADS_1
"Aku mengerti."
Saat aku ingin menutup panggilan darinya, Felix melanjutkan pembicaraan kami.
"Kenapa kau sangat yakin dia akan terlibat dalam rencana ini?"
"Pertama, keponakanmu itu adalah orang yang baik. Kedua, dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menolong orang terdekatnya. Terakhir, dia adalah jenius yang akan mengakhiri masa pemerintahan tirani dari keluarganya sendiri."
Dari suara nafasnya, aku tahu kalau dia sedang tersenyum.
Dia menjawab ucapanku dengan singkat.
"Kau memang seorang sahabat yang baik."
Setelah mengatakan itu, panggilan diputuskan secara langsung olehnya.
Sahabat yang baik, ya. Kau salah, aku bukanlah sahabat yang baik. Aku hanya melakukan itu demi sahabatku, meskipun harus ikut campur dalam perencanaan membunuh keluarganya sendiri.
Lagipula, sahabat mana yang rela menghancurkan segalanya hanya demi satu orang?
__ADS_1
Ada, orang itu adalah aku.
Lee Jun, sahabat seorang pria yang bernama Ren Gill.