Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia

Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia
Chapter 33 Konfrontasi Ren & Felix - 2


__ADS_3

Dilemparnya bom asap menandakan penyerangan kami telah dimulai.


Berbagai macam laporan mulai masuk ke alat komunikasi kami.


"Penembak jitu musuh sektor A sudah dibereskan."


"Penembak jitu musuh sektor B sudah jatuh."


"Dikonfirmasi, semua penembak jitu musuh sudah gugur."


Masih belum yakin, Lee memerintahkan mereka untuk mencari lagi dari atas.


"Tidak mungkin hanya 2 orang, cari lagi sisanya!"


Semua regu udara menjawab perintah Lee dengan serempak.


""" "Dimengerti!" """


Setelah mendapat jawaban, Lee mulai menanyakan keadaan regu darat yang menyerang dari depan.


"Bagaimana dengan garis depan?"


"Kami sudah berada di posisi, saat ini sedang menghambat dan mengalihkan perhatian armada musuh."


"Lanjutkan."


"Dimengerti!"


Setelah mengkonfirmasi semuanya, Lee berbicara kepadaku.


"Ren, puncak rencana ini adalah kau. Apa kau sudah siap?"


Tanpa ragu, aku menjawab pertanyaan Lee.


"Tentu, sejak awal aku selalu siap."


"Bagus, kau hanya perlu mengikutiku dari belakang."

__ADS_1


Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.


Bukan berarti aku meminta perlindungan kepada Lee, semua ini dikarenakan kekuranganku yang buta arah. Setidaknya aku butuh seseorang sebagai penunjuk arah maupun pengingat bagiku. Jika sudah dekat, baru aku bisa mencarinya sendiri.


Mau bagaimana lagi, memori kepalaku memang sudah sangat rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi.


...


Beberapa menit setelah serangan kejutan, pasukan udara keluarga Jun mulai memberi kabar gembira bagi kami semua.


"4 orang penembak jitu musuh sudah dibereskan, jalur ke halaman belakang juga sudah beres. Harap bersiap, hingga aba-aba dari kami tiba."


Setelah mendengar itu, Lee menatapku.


Aku mengangguk sebagai tanda mengerti.


Hitungan mundur dari regu penembak jitupun dimulai.


"3 .... "


"... 2 ...."


Mendengar hitungan terakhir, Lee memberikan komandonya.


"Lari!"


Kamipun berlari dengan sekuat tenaga mengelilingi lapangan yang cukup luas tersebut. Kira-kira butuh beberapa menit bagi kami agar bisa sampai kesana. Saat sampai disana, kami bertemu dengan seseorang yang seharusnya tidak ada di tempat seperti ini.


Lee menatap orang itu dengan tajam sambil menyebutkan namanya.


"James Wallters."


Dengan santai, James menyapa kami.


"Oh, kalian berdua rupanya. Kebetulan sekali! Jika kau bisa melewatiku, ruangan Bos adalah yang tersisa untuk dikunjungi oleh kalian."


"... Tapi, karena aku sedang berbaik hati ... aku akan membiarkan salah satu diantara kalian lewat. Tentunya, satu yang tinggal akan menemaniku bermain."

__ADS_1


James tersenyum lebar seperti binatang buas yang sudah menemukan mangsa lamanya.


Lee berbisik kepadaku.


"Aku akan melawannya, kau pergi saja duluan."


Merasa tidak nyaman, aku memastikan permintaannya kembali.


"Apa kau yakin?"


"Tentu, saat ini aku sedang dalam kondisi prima. James atau apalah itu, bukanlah tandingan aku yang sekarang."


Lee mendorong pundakku kedepan.


"Pergilah!"


Aku segera berlari ke depan, namun James mencoba menghalangiku.


"Oops, aku tidak akan membiarkanmu lewat semudah itu."


Dia tersenyum lebar seperti berkata, saat yang seperti ini akhirnya terjadi juga sekarang.


Karena aku juga tidak percaya dengan kata-kata manis dari James, aku sudah mempersiapkan diri untuk mengalihkan perhatiannya.


Aku menendang pasir tanah sekeras mungkin agar bisa menuju ke mata James dengan kecepatan yang diperlukan.


Seperti dugaanku, James menggunakan kedua lengannya untuk menutupi bagian wajah. Sementara dia sudah terjebak dalam posisi tersebut, Lee muncul dari samping dan menerjangnya.


"Jangan lupa kalau lawanmu itu adalah aku!"


Lee memukul bagian tubuh James dengan kekuatan yang cukup besar karena dibantu oleh set perlengkapan tempurnya.


James terpental beberapa meter dari tempat ia berdiri menghalangiku sebelumnya.


Lee memerintahkanku agar segera masuk kedalam pabrik tersebut.


"Cepat!"

__ADS_1


Akupun berlari kedalam sambil mendengarkan arahan dari penembak jitu yang mengawasiku.


__ADS_2