
Dengan Author Leo Natta disini!
Maaf karena hiatus yang berkepanjangan Author menjadi jarang untuk update.
Kebetulan juga dikarenakan naskah yang hilang, Author harus menyusun ulang semua dan jujur saja ... Author sudah lupa dengan rancangan awal untuk cerita ini.
Mohon maaf karena sudah lama hilang dan Author harap para pembaca dapat memakluminya.
Leo Natta
❇❇❇
Saat aku membuka mata, ruangan yang cukup gelap dan kecil ini membuatku kesulitan bernafas.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa aku sudah terikat di sini cukup lama. Dari belakang, terdengar suara pintu yang dibuka dan beberapa langkah kaki yang cukup ringan. Suara itu terus bergerak ke arahku, semakin dekat hingga aku bisa dengan sangat jelas mendengarnya.
Setelah itu, suara datar yang sangat aku kenal terdengar.
"Sudah bangun?"
Tanpa suara, aku mengikuti sumber bunyi tersebut dan yang terlihat oleh mataku adalah rambut berwarna ungu yang terurai cukup indah.
Sangat disayangkan ....
__ADS_1
Sekali lagi, aku gagal memperhatikan lingkungan sekitar.
❇
Beberapa saat sebelum Ren tertangkap.
Kami pergi ke tempat yang sudah diberitahu oleh bawahan Lee.
"Apa benar ini tempatnya?" tanyaku sedikit bingung.
"Yups, ini disebut labirin bawah tanah kalau di game." Lee dengan santainya menjawab sambil berjalan di depanku.
Santai sekali dia, aku harap, semoga dia kena jebakan yang ada di dalam sini!
Pada dasarnya, kami tidak sedang menyusup. Jika dilihat dari sisi lain, ini seperti jalan-jalan mengunjungi beberapa destinasi saat berlibur. Sayangnya, liburan ini mengarah ke jalan neraka, bukan surga dunia.
Bruk!
Tiba-tiba Lee berhenti dan kami jadi saling tubruk.
"Ada apa?" tanyaku sambil berdiri.
Namun, tidak ada satupun jawaban dari Lee.
__ADS_1
"Lee?"
Sekali lagi aku memanggil namanya, namun tetap tak ada jawaban yang datang.
"Hey, apa kau sedang bercanda?"
Aku terus melangkah maju ke depan sambil berharap mendapatkan jawaban dari Lee.
"Ini tidak lucu sama sekali," gumamku kesal.
Mendesah lelah, aku terus berjalan tanpa mempedulikan jawaban dari orang itu. Sebenarnya aku tidak takut jika ditinggalkan sendiri pada tempat yang gelap, namun terkadang aku juga bisa jadi gugup— ini gugup bukan rasa takut!— pada beberapa kejadian. Sama seperti ini, menjelajah ke tempat yang tidak diketahui, temanmu menghilang tanpa jejak dan sekarang, hanya tinggal dirimu sendiri yang ada dan harus terus melangkah maju tanpa henti.
Andai saja ini adalah "The Walker Died", aku tidak apa terus berjalan agar bisa terus hidup. Namun, sayangnya ini bukan TWD maupun film-film zombie lainnya! Serius, aku tidak tahu harus apa dan kemana!
Yang penting terus maju saja, benar kan?
❇❇❇
Dengan Ren disini!
Kalian tahu, cukup menyebalkan untuk mendatangi mimpi Author agar dia mau melanjutkan cerita ini. Setiap aku datang, dia selalu berbicara hal lain dan mengalihkan perhatianku agar kami tidak membicarakan tentang cerita ini. Sungguh Author yang tidak bertanggung jawab dan sangat tidak berkompeten!
Bagi para pembaca ceritaku yang masih setia menunggu, terima kasih atas kesabaran kalian selama ini. Kali ini, kami akan muncul meskipun tidak sesuai dengan rancangan awal.
__ADS_1
Salam hangat dari Gilgolo tercinta kalian yang sangat amat terkenal, Ren Gill.