
Setelah berpikir cukup keras tentang motif pihak lain, Claudi menyuruhku untuk beristirahat sejenak. Akupun pamit dan pergi ke sebuah gedung kosong di dekat markas Netra, dalam perjalananku kesana ada seseorang yang memanggilku. Mendengar suaranya, aku berhenti dan menunggu orang itu sampai kesini.
Dia adalah seorang gadis yang sangat terkenal, namanya adalah Wu Lan Triska Din Dong. Singkatnya, panggil saja Wulan. Wulan adalah kakak Aaron dan di sekolah, ia menyandang status sebaga ketua OSIS SMA Atradika.
Dia menyapaku.
“Kebetulan, apa kau punya waktu?”
Karena tidak ada keperluan yang penting, aku bersedia meluangkan waktu untuknya.
“Tentu.”
Wulan memintaku untuk mengikutinya.
“Ikuti aku.”
Akupun mengikutinya ke sebuah lorong yang ada di sekitar tempat ini, wajar saja karena dia adalah orang yang sangat berhati-hati.
Wulan mengambil ponselnya sebagai alat penerangan.
Aku menanyakan maksud dari panggilannya.
“Kenapa kau memintaku kemari?”
“Peringatan, tolong berhati-hatilah.”
Aku mencoba untuk bertanya detilnya lebih lanjut kepada Wulan.
“Peringatan? Apa ada seseorang yang ingin mencelakaiku?”
Wulan menggelengkan kepalanya beberapa kali.
“Kau harus berhati-hati dengan beberapa orang yang ada di sekitarmu.”
“Kenapa?”
“Salah satu diantara mereka sedang dikendalikan oleh pihak lain. Setidaknya, kau bisa percaya kepada 4 orang yang sering bersamamu.”
Berarti seluruh anggota ekskul Riset Legenda Pahlawan Dunia masih belum terjamah.
Wulan masih melanjutkan ucapannya.
“Aku sudah memperingatkanmu. Sisanya, aku harap kau mengerti.”
Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.
Tidak memiliki keperluan berlebih denganku, Wulan pamit dan kami berpisah tepat di lorong tersebut.
Aku lanjut berjalan ke gedung sesuai dengan tujuan awal.
...
__ADS_1
...
Di dalam gedung, aku melihat seorang pria bertubuh tinggi.
Menyadari kehadiranku, dia menatapku dengan bingung.
Merasa tidak nyaman, aku pergi meninggalkannya.
Mempercepat langkahku, perasaanku mengatakan bahwa orang itu sangat berbahaya. Menghindari orang itu adalah prioritasku, sisanya akan dipikirkan lagi lain kali. Aku harap dia masih belum mengenalku, setidaknya untuk saat ini.
Sayangnya, takdir berkata lain.
Dari belakang, terdengar suara seorang pria dewasa memanggil namaku.
“Ren Gill.”
Aku berhenti lalu menatapnya secara langsung.
Terlihat bosan padaku, dia menyidindirku dengan bahasa yang cukup tajam.
“Seperti yang ada di lembaran terakhir konseling, kau terlihat sangat membosankan.”
Aku berpura-pura tidak mengerti sambil diam menunggu ucapan selanjutnya dari pria itu.
“Satu kali.”
Aku langsung menjawab keinginannya sambil menjadi murid yang baik hati dan lemah lembut.
“Tidak, aku tidak pandai dalam bela diri.”
Tanpa aba-aba sedikitpun, dia menyerangku menggunakan tendangannya.
Tendangan pria itu berhenti tepat sebelum kakinya menyentuh leherku.
Kehilangan minat dia mulai menghinaku.
“Bukannya bertemu seorang monster, aku malah mendapatkan seekor ikan teri. Sepertinya aku sudah menemui orang yang salah, maaf karena sudah membuang waktumu.”
Pria itu pergi tanpa menunggu jawaban dariku.
Setelah yakin dia sudah menghilang dari jarak pandangku, aku mulai berjalan tanpa arah hingga sampai di depan kelas 12-A.
Melihat wajahku yang pucat, Lee menanyakan kondisiku.
“Kau terlihat tidak sehat, apa ada sesuatu yang terjadi?”
“Aku bertemu dengan seorang pria tak dikenal ... “
Aku menjelaskan semua yang terjadi kepada Lee.
__ADS_1
“... Karena aku tidak melawan, dia menghinaku lalu pergi begitu saja.”
Lee mencoba untuk memastikan penampilan pria itu.
“Bagaimana penampilannya?”
“Tinggi dan terlihat biasa-biasa saja.”
“Apa dia memiliki kelebihan dalam seni bela diri?”
Aku memberikan jawaban dan perkiraan sesuai dengan keadaan sebelumnya.
“Ya, kemungkinan itu adalah Judo.”
Lee terlihat cukup santai setelah mendengarkan ucapanku.
“Begitukah, sepertinya aku harus memberinya pelajaran saat kami bertemu.”
Aku segera melarang Lee.
“Hentikan, cobalah untuk mengalah kecuali dia benar-benar mencoba ingin membunuhmu.”
“Kenapa kau sangat ketakutan terhadap satu orang itu?”
Aku menyangkal pertanyaan dari Lee.
“Aku tidak takut kepadanya hanya saja, prioritasku saat ini adalah mencegah terjadinya pertikaian langsung antara kita dengan pihak lain. Jika kita berhadapan secara langsung dengan mereka, kematian adalah akhir yang sangat manis menunggu di ujung jalan.”
“Aku mengerti.”
Aku mencoba memastikan kembali.
“Apa kau yakin?”
Lee hanya mengangguk sebagai jawaban.
Setelah itu, kami tidak bicara sepatah kata apapun lagi.
Kembali ke peringatan dari Wulan, aku mencoba untuk memikirkan siapa yang dia maksud.
Orang itu dekat denganku tapi, dia bukanlah anggota ekskul Riset Legenda Pahlawan Dunia. Hanya ada beberapa yang terpikirkan olehku yaitu, anggota Netra. Terakhir, orang itu adalah Wulan sendiri.
Aku tidak pernah membocorkan rencana apapun kepadanya, bahkan di kertas yang aku berikan kepadanya cuma bertuliskan perintah agar beridiri di suatu tempat. Meskipun pihak lain mencoba dengan keras untuk menginterogasi Wulan, Dia tetap tidak akan memberikan mereka sedikitpun informasi tentang rencanaku karena sejak awal Wulan tidak tahu apa-apa. Tapi, berbeda lagi jika orang itu adalah Aaron.
Situasi berat sebelah ini cukup mengganggu, ditambah lagi pihak lain mulai memamerkan kekuatan mereka. Aku hanya bisa diam di tempat karena prioritas dari rencanaku adalah keselamatan semua orang, berarti rencana ini tidak akan berjalan dengan lancar apabila semua orang jatuh begitu saja. Sumber daya manusia sangat diperlukan, jadi aku tidak boleh menyia-nyiakan mereka.
Ini semua adalah masalah waktu dan bisa tidaknya kami menangani hal tersebut, para siswa juga harus bersabar sedikit lebih lama. Aku sangat senang pihak lain memberlakukan kebijakan itu secara tiba-tiba hingga membuat para siswa menjadi depresi, hal itu menambah poin keberhasilan dalam pengumpulan semangat untuk menjalankan seluruh rencanaku. Tak ku sangka, pada zaman ini aku bisa melihat yang namanya pedang bermata dua.
Sekarang, pria misterius itu. Siapa dia dan darimana asalnya, tentu saja aku tidak tahu. Untuk persiapan berhadapan dengannya di kemudian hari, sepertinya aku harus menyimpan tenaga lebih.
Aku benar-benar ingin semua ini cepat selesai agar dapat kembali ke hari-hari normalku bersama dengan yang lainnya.
__ADS_1