Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia

Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia
Chapter 32 Konfrontasi Ren & Felix - 1


__ADS_3

Saat di jalan.


Aku sudah memberikan info lokasi dimana mereka diculik kepada Lee. Saat ini kami sedang menuju kesana menggunakan sebuah mobil tempur milik keluarga Jun. Bukan hanya itu, kami juga ditemani oleh beberapa pelayan yang tentu saja pandai dalam hal penyerangan.


Pada dasarnya keluarga Jun dapat dikualifikasikan menjadi keluarga besar yang ke-8, namun sayangnya mereka tidak pandai mengelola bisnis daerah. Bukan hanya itu, kekuatan militer keluarga Jun juga setara dengan negara maju. Terlebih lagi, hal yang paling mengerikan adalah mereka ahli dalam bidang pembuatan alat penyadap.


Melihat Lee dengan santainya menanggapi situasi ini, aku bertanya.


"Kenapa kau sangat santai?"


"Kita sudah punya informasi yang lengkap maupun tangkapan besar, bahkan kekuatan dipihak kita juga mungkin lebih baik dari mereka."


"Kenapa kau bisa seyakin itu?"


Lee menunjuk ke atas langit.


Tidak mengerti dengan maksud dari perbuatannya, aku bertanya.


"Apa yang ada di atas?"


Lee tersenyum sambil berkata, "Regu penyergap."


Jadi begitu, ya. Orang ini sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Bukan hanya memiliki pasukan darat, dia juga sudah mempersiapkan pasukan udara.


Aku menyindir kesadisannya melalui sebuah pujian.


"Seperti yang diharapkan dari penerus kepala keluarga Jun."


Mendengar ucapanku, beberapa orang yang bersama kami mengangguk setuju.


Tidak, tidak. Mereka tidak mengerti apa yang kumaksud. Jika mereka mengerti, mungkin kepalaku sudah terpisah dari tubuh yang indah ini.


Meskipun tidak menjawab, Lee mengikuti orang-orang yang tadi mengangguk kepalanya sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


...


Kami berhenti di dekat lokasi sebuah pabrik kosong.


Halamannya cukup luas dan juga, bukankah ini termasuk daerah pinggiran pulau? Aku jadi penasaran dengan apa yang dipikirkan orang itu, padahal pinggiran pulau bukanlah tempat yang aman sebagai persembunyian para penjahat. Maksudku, di sini pengawasan anggota militer pulau akan menjadi lebih ketat dibandingkan dengan wilayah pusat.


Siapa sebenarnya Dalang di balik semua ini? Seberapa besar pengaruh yang ia miliki? Atau mungkin, ada pihak lain yang ikut campur.


Aku masih diam sambil menunggu mereka bersiap.


Lee yang sudah lengkap dengan pakaian tempur khususnya, menyapaku.


"Yo! Apa kau yakin cuma memakai baju pelindung anti peluru?"


"Ya, aku cuma butuh ini."


"Heeh ... bukankah kau seperti seorang prajurit terlatih?"


Tidak, kau salah. Justru sebaliknya, aku bukanlah prajurit yang terlatih. Menggunakan satu set seperti milikmu, hanya akan membuatku susah bergerak saat menghadapi pertarungan jarak dekat.


"Tidak, penilaianmu terlalu berlebihan padaku."


"Lagi-lagi ... katakan saja kau malu untuk mengakuinya!"


Lee mulai menunjukkan kebiasaan buruknya yaitu, sering membuat orang lain kesal.


Ketika dia masih mengolok-olokku, aku memukul bagian perut Lee yang tidak dilindungi pakaiannya.


"Itu sakit, tahu!"


Aku menjawab keluhannya dengan sangat dingin.


"Salahmu sendiri karena memiliki wajah yang sangat menyebalkan."

__ADS_1


"Yah ... kurasa kau sudah sangat tenang sekarang, benar kan?"


Ah, dari awal itu ya tujuanmu melakukan hal yang tidak berguna itu. Cukup aneh kalau dia beranggapan bahwa aku tidak tenang. Padahal dari awal aku sudah sangat tenang.


Aku menegaskan kepada Lee tentang kondisiku.


"Dari awal aku sudah sangat tenang."


Penasaran dengan ucapanku, Lee bertanya.


"Kenapa kau sangat tenang?"


"Penyerangan ini bukanlah bertujuan untuk menyelamatkan, melainkan menangkap sebuah ikan besar."


Mendengar ucapanku, wajah Lee seakan-akan berkata "Oh~" sambil menepukkan kedua lengannya.


"Jadi, karena itu kau tidak meminta kami tergesa-gesa bahkan sampai rela menunggu?"


"Benar, kita butuh persiapan yang matang untuk menangkap dan bukan membunuh si dalang."


Lee mengangguk beberapa kali tanda mengerti dengan ucapanku.


Dari belakang kami, seorang pria melaporkan status mereka.


"Semua persiapan sudah selesai, Tuan Muda."


Itu adalah kepala pelayan keluarga Jun, Alexander Jeff. Memiliki berbagai macam kemampuan dan sertifikat yang banyak. Tidak salah lagi, orang ini benar-benar bisa diandalkan.


Lee memberikan perintah.


"Amankan jalur dari penembak jitu, kalian teroboslah dari depan sementara itu, aku dan Ren akan menerobos langsung ke tempat bos terakhir dari belakang."


Semua orang yang mendengarkan perintah Lee, menjawabnya dengan serempak.

__ADS_1


""" "Dimengerti!" """


Rencana penangkapan Dalang, dimulai.


__ADS_2