Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia

Ren & Rena : Legenda Pahlawan Dunia
Chapter 61 Reminisce - 3


__ADS_3

Saat ini aku gak tahu harus kemana, apalagi sekarang situasiku sudah seperti petani yang ditinggal kerbaunya. Seperti halnya Shigurt yang tak kompeten memanduku, begitu juga dengan prajurit yang diam saja mengikuti dia tanpa tahu apa aku sudah ikut atau belum.


Begini-begini, bukannya aku seorang raja? Apa benar kalau seorang raja di sini tidak dianggap?


"Ayolah ... daripada memikirkan hal yang tidak berguna seperti itu, sebaiknya aku melihat sendiri saja."


Kedua kakiku melangkah turun ke area latihan militer. Di sana terdapat dua orang yang sedang latihan tanding seolah-olah itu sungguhan. Death match yang cukup menarik diantara keduanya terhenti karena melihat kedatanganku.


" "Salam, Yang Mulia!" " mereka bersujud dengan gagah berani.


"Bangun, lanjutkan latihan kalian," aku hanya mengikuti skrip yang ada di mulut kotor ini, jadi tidak perlu pikir panjang ingin mengatakan apa. Terkadang, mulut ini ada gunanya juga.

__ADS_1


Mereka semua kembali melanjutkan pelatihan tanpa menghiraukan aku yang sedang mengawasi, tapi selang beberapa menit sudah ada saja masalah baru. Itu terjadi ketika latihan tanding antara prajurit itu dimulai, tetapi ada salah satu dari mereka yang cedera pada bagian sendi kaki hingga terjadilah adu mulut yang sangat tidak penting, terutama bagi telingaku.


"Hei! Bukankah kalian terlalu keras?!" bentak salah satu prajurit kepada lawan tanding korban yang terluka.


"Hmph! Bukankah dia saja yang terlalu lamah," bukannya minta maaf, prajurit itu dengan sombongnya berjalan ke arah ku dan langsung berlutut sambil berkata, "Bukankah begitu, Yang Mulia?"


Anak kambing! Orang ini benar-benar tak tahu malu! Jangan melemparkan kotoranmu sendiri ke wajahku, sialan!


Mendesah panjang, aku mengambil sebuah kapak dan melemparkannya kedepan prajurit sialan yang masih berlutut itu. Dia mengangkat pandangannya sambil memberikan ekspresi tidak mengerti. Hanya dengan jari telunjukku yang memberikan gerakan agar dia menyerang aku dengan kapak itu, dia langsung meraihnya dan bersiap untuk menyerang.


Bisa dibilang ... ini adalah sekali pancing, ratusan ikan pun kena. Dengan kehebohan ini, aku yakin pemandu tidak kompeten itu sadar bahwa aku tidak ada di belakang mereka dan segera mencariku, semoga saja sih.

__ADS_1


"Maju!" sekali lagi aku menyuruhnya untuk maju.


"Sesuai perintah Anda, YANG MULIAAAA!!!" prajurit itu langsung mengeluarkan seluruh kekuatan yang dia punya untuk menyerangku.


H-hey! Kau kan memakai kapak, kenapa aku pakai tangan kosong?! I-ini tidak adil!!!


Aku menghindari semua serangan yang prajurit itu arahkan selagi memaki di dalam hati atas ketidakadilan situasiku, hanya saja anehnya bahwa ini rasanya adalah gerakan yang sangat natural seakan-akan sudah diatur, jadi aku tinggal mengikuti peranku saja di sini. Alih-alih merasa kasihan, aku terkadang mengalihkan arah serangan kapaknya, tapi itu malah membuat pertarungan ini semakin panas hingga akhirnya dia kalah karena sudah mencapai batas kapasitas stamina tubuhnya.


"Hmph! Lemah!" aku langsung meninggalkan tempat itu tanpa memandang ke belakang, sorak sorai juga terdengar dari prajurit yang di sana namun aku tidak peduli karena ada sesuatu yang lebih penting.


Aku tidak tahu mau dibawa kemana oleh tubuh ini, semoga saja nasib baik akan selalu menyertai diriku yang sedang tersesat ini ....

__ADS_1


......................


Gak nyangka ternyata novel ini mendapat audio book, walaupun tidak tahu apa masih ada yang ingat dengan novel ini, ahahaha ....


__ADS_2