Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Dalia Ku


__ADS_3

Satu minggu sudah Dalia bekerja di perusahaan Federick Corporation. Kini Dalia pun sudah terbiasa dengan pekerjaannya bersama Rendra. Sebaliknya, Rendra hingga kini belum bisa mengendalikan detak jantungnya setiap berada dekat dengan Dalia. Entahlah, Dalia seperti penyihir yang telah menyihir hati Rendra di setiap harinya.


Seperti saat ini, Dalia sedang berada di ruangan Rendra untuk mengerjakan berkas-berkas penting untuk sebuah proyek besar yang akan Ia kerjakan bersama Rendra nanti.


Siapa Dia sebenarnya? Apa betul Dia ini penyihir yang menyamar menjadi manusia? Baru kali ini ada wanita yang membuatku takut untuk menatap matanya.


Ucap Rendra dalam hati sambil sesekali melihat ke arah Dalia yang sedang berada satu meja dengannya.


Ceklek!


Tiba-tiba terdengar suara pintu di buka.


" Selamat pagi, tuan? " Ucap Rio menyapa Rendra dimana di sampingnya sudah berdiri salah satu karyawan terbaik Federick Corporation yang bernama Faizan.


" Pagi. " Jawab Rendra yang seketika itu langsung menoleh ke arah mereka, begitupun Dalia.


" Sesuai dengan perintah tuan, saya sudah membawa Faizan kemari. "


" Kerja yang bagus! " Puji Rendra.


Rio dan Faizan kemudian berjalan mendekat ke arah Rendra.


" Pagi, tuan Rendra. " Sapa Faizan sambil membungkukkan sedikit kepalanya.


" Pagi! Kamu tau kenapa saya memindahkan tugasmu kemari? " Tanya Rendra pada Faizan.


" Belum, tuan. "


" Saat ini, kantor pusat sedang membutuhkan tenaga sepertimu untuk mengatasi proyek besar yang akan kita tangani dalam waktu dekat ini. "


" Terima kasih karena telah mempercayai saya, tuan Rendra. " Ucap Faizan sambil sesekali matanya tertuju pada Dalia yang sedang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di atas meja Rendra.


" Bagus, saya tau kau sanggup menerima tugas ini." Puji Rendra pada Faizan.


" Tentu saja, tuan Rendra. Saya akan bekerja sebaik-baiknya untuk Federick Corporation. Kiranya apa yang bisa saya kerjakan saat ini, tuan? " Faizan berharap di minta untuk membantu wanita yang berada di hadapannya saat ini, siapa lagi kalau bukan Dalia. Sayangnya, tidak sesuai harapannya.


" Hmm... aku sangat menyukai semangat anak muda sepertimu. Tapi sayangnya untuk saat ini belum ada pekerjaan untukmu. Kamu bisa membantu pekerjaan Rio untuk sementara waktu, karena Dia sangat sibuk hari ini. "


Yah...! Gagal deh buat ngerayu wanita cantik itu. Gumam Faizan sedikit kecewa.


" Baiklah, tuan Rendra! Jika tuan membutuhkan saya, tuan bisa memanggil saya kapanpun. "


" Bagus sekali! Sekarang kalian boleh pergi dari ruanganku! " Titah Rendra.


" Baik, tuan! " Ucap Rio dan Faizan secara bersamaan.


****


Setelah keluar dari ruangan Rendra, Faizan terus mengekor di belakang Rio, karena memang di gedung utama Federick Corporation ini, Ia tak memiliki ruang kerja sama sekali. Hingga Rio memberikannya tempat untuk bergabung dengan karyawan-karyawan lainnya yang berada tidak jauh dari ruangan Rendra, Dalia, maupun Rio.


" Kau bisa menggunakan meja ini untuk tempatmu bekerja sementara waktu selama di sini. " Ucap Rio sambil menunjuk ke sebuah meja kerja yang hanya bersekat-sekat dengan karyawan lainnya.


" Semua yang kau butuhkan sudah tersedia di sini. Dan tidak lupa, aku memberimu tempat ini karena aku tau kau suka sekali mencuci matamu bukan? Maka dari itu, di temani oleh karyawan-karyawan wanita yang ada di sini, tentu sangat menyenangkan bagimu, bukankah begitu, Faiz?" Lanjut Rio lagi seolah-olah sudah mengetahui sifat playboy dari Faizan.


" Terima kasih banyak, pak Rio! Anda memang paling mengerti isi hati saya, hehe..! " Balas Faizan sambil terkekeh.

__ADS_1


" Hay Ladies...?? " Sapanya lagi kepada para karyawan wanita yang berada di sana sambil melambaikan tangan dan memasang wajah klimisnya.


" Hay juga tampan! " Sahut para karyawan wanita tersebut.


" Kalau beginikan, kita jadi semangat kerjanya. Pak Rio memang paling tau deh apa yang kita butuhkan. " Ucap salah satu karyawan wanita yang cukup centil itu kepada Rio.


" Hmm.. " Jawab Rio singkat.


" Kalau begitu, izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Faizan, panggil saja aku Faiz. Umurku 25 tahun, dan aku masih perjaka ting-ting. " Faizan memperkenalkan dirinya kepada para karyawan wanita tersebut, hingga menimbulkan gelak tawa di antara mereka.


" Ah, yang bener masih perjaka ting-ting? Gak percaya aku tuh. Bener gak temen-temen? " Jawab salah satu karyawan wanita yang juga mendapat sahutan dari teman-temannya yang lain.


" Iya, kami gak percaya! "


" Gak percaya? Mau aku tunjukkan? " Ucap Faizan sambil memegang kancing celananya.


" Awwhh...!! " Heboh para karyawan wanita yang ada di tempat itu. Begitu juga Rio, yang sepertinya ikut terhanyut dalam suasana gaduh tersebut, seolah lupa dengan peraturan dari bos menyeramkan yang berada tidak jauh dari tempat mereka.


****


Sementara itu, di dalam ruangan Direktur Utama yang jaraknya tidak jauh dari tempat kegaduhan terjadi, tampak Rendra yang mulai merasa bising dengan suasana ribut-ribut tersebut.


" Apa yang terjadi di luar sana, kenapa ribut sekali seperti pasar! " Rungut Rendra.


" Biar saya periksa, tuan. " Ucap Dalia.


" Iya, pergilah! Kalau perlu pecat saja mereka semua karena sudah membuat kebisingan! " Ucap Rendra dengan kesal.


Daliapun langsung keluar dari ruangan Rendra dan langsung menghampiri para karyawan yang membuat kegaduhan tersebut.


" Apa kalian semua sudah bosan bekerja? " Ucap Dalia tiba-tiba dengan penuh wibawa dan ketegasan.


" Pak Rio, sebagai Asisten Direktur seharusnya anda tau hal apa yang tidak di sukai oleh tuan Rendra, bukan? Lalu kenapa anda membiarkan hal ini terjadi? " Ucap Dalia kepada Rio dengan sedikit menekan kata-katanya, walaupun Dia tau bahwa jabatannya berada satu tingkat di bawah Rio.


Menyadari kesalahannya, Rio pun meminta maaf pada Dalia.


" Maafkan saya, nona Dalia! " Ucapnya, sungguh menunjukkan sikap yang sangat rendah diri walaupun Ia tau jabatannya lebih tinggi dari Dalia.


" Anda tau apa yang harus anda lakukan, bukan? Kalau begitu saya permisi. " Ucap Dalia yang langsung kembali ke ruangan Rendra dan meninggalkan Rio dengan penyesalannya.


***


" Wow! " Ucap Faizan kagum.


" Kalian boleh kembali bekerja, dan kau Faizan silahkan kembali menempati meja kerjamu yang baru! " Titah Rio sambil berlalu dari hadapan mereka semua.


" Tunggu dulu, pak Rio! " Faizan berlari mengejar Rio.


" Apa lagi? "


" Siapa wanita tadi? " Tanya Faizan antusias.


" Dia Dalia, sekretaris tuan Rendra. "


" Wow! Dia sungguh cantik dan sangat keren! " Ucap Faizan lengkap dengan ekspresi kagumnya.

__ADS_1


" Terus? " Tanya Rio kembali.


" Boleh aku tau statusnya? "


" Apa itu penting? " Tanya Rio heran.


" Tentu, aku takut kalau-kalau ternyata aku menggoda istri seseorang. "


" Kau ingin menggodanya? "


" Iya, eh maksudku ingin mengajaknya berteman. " Faizan cengengesan.


" Hmm... benarkah? "


" Iya, bener! "


" Kau tidak lihat, bukankah Dia terlihat sangat galak tadi? "


" Justru itu, aku suka wanita yang galak. " Ucap Faizan sambil memasang wajah yang sedang gemas.


" Dasar! " Balas Rio sambil mengusap wajah Faizan dengan telapak tangannya sambil berlalu masuk ke ruangannya dan meninggalkan Faizan yang masih di penuhi rasa penasaran itu.


" Pak Rio! "


Bukk!


Pintu ruangan Asisten Direktur itupun tertutup rapat hingga menyebabkan wajah Faizan terbentur.


" Awwh! " Rintihnya.


" Untung saja wajah tampanku ini tidak kenapa-napa. Kalau sampai rusak, habislah modalku untuk merayu wanita cantik pemilik nama Dalia itu. " Ucap Faizan sambil mengelus-elus wajahnya.


" Dalia... oh Dalia! Aku akan mencari tau tentangmu Dalia ku...! " Ucapnya lagi sambil tersenyum-senyum sendiri sambil berjalan menuju meja kerjanya.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komennya yah Readers...


Kiss jauh dari Author.. 😘😘😘


__ADS_2