Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Bunga Mawar


__ADS_3

Rendra tiba di kantor sekitar pukul 10.00 wib, di karenakan Ia sibuk berkeliling mencari bunga yang paling indah di matanya, walaupun tetap saja pada akhirnya pilihannya jatuh kepada sebucket bunga mawar juga.


" Rio, menurutmu apa Dalia akan menyukai bunga ini? " Tanya Rendra sebelum keluar dari mobilnya.


" Pasti suka, tuan! Karena tuan sudah mencarinya hingga ke semua toko bunga yang ada di Kota ini. " Jawab Rio yang sebenarnya kesal karena harus keliling kota hanya untuk mencari bunga yang ujung-ujungnya jatuh pada pilihan pertama, yaitu bunga mawar.


" Awas saja kalau sampai Dalia tidak menyukainya, aku akan tutup semua toko bunga yang ada di kota ini. " Decak Rendra.


Guna-guna apa yang di lakukan Dalia, hingga membuat tuan Rendra menjadi seperti ini?


Gumam Rio sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


****


Tink!


Pintu lift terbuka lebar dan memperlihatkan wajah Rendra yang tampak cerah secerah mentari pagi di hadapan karyawannya yang sudah berada di meja kerja mereka masing-masing. Tanpa terkecuali Faizan yang juga menatap heran saat melihat Rendra datang membawa sebucket bunga mawar merah.


Rendra berjalan melewati para karyawannya menuju ruang kerjanya dengan di antar Rio terlebih dahulu. Ketika selesai mengantar Rendra, Rio pun kembali ke ruangannya, namun, langkahnya di hentikan Faizan.


" Pak Rio, tunggu! "


" Ada apa Faiz? "


" Saya mau tanya, tuan Rendra membawa bunga mawar itu untuk siapa? "


Rio tersenyum menyeringai akan pertanyaan Faizan.


" Kau yakin ingin tau? " Tanya Rio dengan senyum sarkasnya.


" Iya, apa salahnya kalau aku tau. "


" Kau yakin ingin mendengarnya? " Lagi, senyum sarkasme Rio berikan pada Faizan.


" Yah, aku rasa begitu. "


" Ok, dengarkan baik-baik. Bunga itu akan tuan Rendra berikan pada.............? " Rio menggantung ucapannya, yang kemudian mendekatkan mulutnya ke telinga Faizan.


" Dalia. " Bisik Rio.


" Apa? " Faizan terkejut.


" Sssttt!! Jangan keras-keras nanti yang lain denger. "


" Apa mereka sudah sejauh itu? "


" Maybe..! "


" Tapi, kenapa harus Daliaku? " Ucap Faizan kecewa.


" Karena Dia mama muda yang menggoda. Ha.. ha.. ha.. ha...! " Setelah mengucapkan kata-kata itu, Rio lalu meninggalkan Faizan sambil tertawa.


" Tapi, Dia kan mama muda ku... " Ucap Faizan sendu sambil berdiri mematung meratapi nasibnya yang harus merelakan mama muda kesayangannya itu.


****


Sementara itu di ruang Direktur Utama. Rendra tampak tersenyum-senyum sendiri membayangkan wajah Dalia yang akan menjadi merah merona karena malu saat menerima bunga darinya nanti. Sesekali Ia menatap ke arah bucket bunga mawar itu dan berkata.


" Dalia, aku mencintaimu. "


" Tu.. tuan Rendra. " Tiba-tiba Dalia sudah berdiri di ambang pintu ruangannya.


Sontak Rendra kaget bukan main dan langsung refleks menyembunyikan bunga mawar itu dari pandangan Dalia.


" Dalia! Sejak kapan kau berdiri di situ? " Tanya Rendra mulai panik.


" Se... sejak.... baru saja, tuan! " Dengan cepat Dalia mengubah jawabannya.


" Benarkah? "


" I.. iya, tuan. " Dalia tersenyum.


Syukurlah, Dia tidak mendengarnya.


" Ada perlu apa, Dalia ?" Tanya Rendra.


" Saya hanya ingin menyampaikan kalau pak Abigail ingin bertemu dengan anda. Dan sekarang pak Abigail sedang berada di ruang tunggu lobby. "


" Mau apa Dia kemari? " Rendra menjadi kesal saat mendengar nama Abigail.


" Saya kurang tau, tuan. Yang jelas staf lobby mengatakan kalau pak Abigail ingin membicarakan perihal proyek kerja sama. "


Benarkah tujuan Abigail untuk itu? Mencurigakan.


"Kalau begitu, suruh Dia menemuiku. Dan kamu, jangan keluar dari ruanganmu selama Abigail berada di sini ! Aku hanya tak ingin terjadi apa-apa padamu. " Ucap Rendra yang terdengar seperti sedang memberi perhatian kecil kepada Dalia.


" Baik, tuan! Saya permisi. "


" Silahkan. "


Dalia kemudian keluar dari ruangan Rendra dan langsung masuk ke ruangannya kembali. Ia lalu menghubungi staf lobby untuk mempersilahkan Abigail menemui Rendra.


Aku hanya tak ingin terjadi apa-apa padamu.


Kata-kata Rendra masih terngiang-ngiang di kepalanya.


" Kenapa tuan Rendra seperhatian itu kepadaku? " Ucapnya sambil memegang pulpen yang Ia mainkan ke dagunya, sambil menggigit bibir dan tersipu malu.


Namanya juga wanita yah guys? Di beri perhatian kecil saja udah baper... wkwkwk 😂


" Tunggu! Tadi aku tidak salah dengarkan? Tuan Rendra sempat bilang..........? "


Dalia, aku mencintaimu.


Kata-kata Rendra kembali terngiang di kepala Dalia.


" Apa itu benar? " Ucapnya.


" Tuan Rendra mencintaiku? " Lagi, Dalia memainkan pulpen ke dagunya sambil menggigit bibirnya dan tersipu malu.

__ADS_1


" Aku pun begitu, tuan Rendra. " Ucapnya lagi yang kali ini Ia sudah tak bisa menyangkalkan isi hatinya lagi.


****


Sementara itu di ruangan Direktur Utama Federick Corporation sedang terjadi adu mulut antara Rendra dan juga Abigail.


" Tidak! Tidak mungkin Dalia seperti itu! " Tegas Rendra.


" Tuan Rendra...! Sepertinya anda telah di butakan oleh rasa cinta anda sendiri? "


" Jika kau ke sini hanya untuk menjelekkan Dalia, sebaiknya kau keluar dari ruanganku sekarang juga! "


" Anda tidak percaya padaku? Hmm... "


" Aku percaya Dalia. "


" Ha...ha.. ha.. ha..! " Abigail tertawa.


" Dalia.. Dalia... Dalia...! Kau memang wanita yang memabukkan, pesonamu seperti candu bagi siapapun yang melihatnya, bahkan kau bisa membuat seseorang buta karena cintanya sendiri. " Lanjut Abigail lagi.


" Dalia pantas di cintai. " Balas Rendra.


" Tuan Rendra, Dalia tidak sebaik yang anda kira, dan tidak sesempurna yang anda fikir. "


" Dia bercerai dari suaminya karena telah berselingkuh denganku. Kami sering menghabiskan malam bersama, karena suami bodohnya itu lelaki yang tidak berguna. Kalau anda tidak percaya, cari tau saja tentangnya dari tetangga-tetangganya yang dulu sebelum Dia pindah rumah. Pasti anda akan terkejut mendengar masa lalu wanita yang amat anda kagumi itu. " Lanjut Abigail lagi dengan senyum sarkasnya.


Rendra tampak sedikit termakan hasutan Abigail. Yah, semenjak bercerai dari istrinya, Rendra kini sudah tidak mudah mempercayai wanita lagi. Baru Dalia lah, wanita yang bisa Ia percaya, namun, kali ini rasa percayanya harus di usik oleh Abigail.


" Aku tidak percaya padamu, keluar dari ruanganku! " Ucap Rendra hingga membuat Abigail geleng-geleng kepala.


" Terserah Anda saja, aku punya bukti untuk menguatkan perkataanku barusan! Anda bisa lihat foto yang saya kirim ke ponsel Anda."


" Saya permisi! " Ucap Abigail sambil tersenyum sebelum meninggalkan ruangan Rendra.


Dalia, kau lupa siapa aku? Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu.


Gumam Abigail picik.


Rendra meraih ponselnya dan melihat foto yang di kirim oleh Abigail padanya. Bahkan Abigail juga mengirimkan alamat rumah Dalia yang dahulu.


" Sial! " Umpatnya.


" Aku harus cari tau tentang masa lalu Dalia. "


Ucapnya lagi.


Rendra kemudian menghubungi anak buahnya untuk mengantarkannya menuju alamat yang di berikan oleh Abigail padanya. Ia sengaja tidak memberitahu Rio, karena tak ingin Rio ikut campur urusannya. Karena hanya Rio lah yang tau kalau Dia menyukai Dalia, tentu saja Rio akan membela Dalia.


Ketika tiba di sebuah rumah kosong yang bertuliskan " Milik Bank " Rendra langsung bergegas turun dari mobilnya dan mulai menanyakan kepada orang sekitar perihal Dalia. Ia mengeluarkan foto Dalia di dompetnya yang Ia simpan saat di taman waktu itu dan menunjukkan kepada tetangga-tetangga Dalia dulu yang kebetulan sedang bersantai di teras rumah.


" Permisi! "


" Iya. "


" Nona, apa Anda mengenal wanita ini? " Rendra menunjukkan foto Dalia kepada salah satu wanita yang berada di tempat itu.


" Dalia? " Jawabnya.


" Dia sudah pindah. " Jawab wanita itu lagi.


" Hmm... apa saya boleh tau tentangnya sewaktu masih tinggal di sini? "


Wanita itu melihat penampilan Rendra dari atas ke bawah.


" Sepertinya Anda seorang bos? " Tanya wanita itu.


" Saya hanya ingin bertanya tentang Dalia? "


" Ok! Anda bisa tanyakan pada ibu-ibu di sana, mereka kenal dekat dengan Dalia." Ucap wanita itu dengan senyum sarkasme.


" Baiklah, terima kasih! "


Rendra lalu mendekati ibu-ibu yang sedang menggosip ria di teras rumah.


" Permisi sebentar. " Sahut Rendra.


" Ssttt..! Diem, ada orang ganteng datang kemari, dari penampilan sih seperti bos. " Ucap salah satu ibu.


" Ada apa, babang ganteng? " Tanya ibu satunya lagi dengan gaya centilnya.


" Emm.. apa ibu mengenal wanita ini? " Rendra kembali menunjukkan foto Dalia.


" Eh, Dia kan Dalia, tetangga kita dulu yang tinggal di situ kan? " Ibu itu bertanya pada ibu-ibu lain yang berada di situ.


" Iya, Dalia, emangnya ada apa mencari Dalia? Dia sudah pindah. " Jawab ibu itu lagi.


" Langganan baru yah? " Tanya ibu satunya lagi.


" Langganan? " Ulang Rendra yang tidak mengerti.


" Iya, langganan, secara yah, Dalia itu kan mainan bos-bos. " Jawab ibu satunya lagi.


Rendra terkesiap mendengarnya, bukan ini yang ingin Ia dengar.


" Iye jeng, sayang banget, cantik-cantik begitu tapi jadi mainan bos, padahal suaminya kurang apa coba? Udah ganteng, baik, penyayang lagi. " Ibu-ibu itu mulai menggosipkan Dalia.


" Secara! Suaminya kan gak tajir bu, walau ganteng tapi kerja serabutan. Udah itu main tangan lagi. "


" Tapi toh, gak usah jadi mainan bos juga kaleee? Wajar aja suaminya mukul, wong istrinya main begituan.. "


Rendra terdiam, setetes air mata kecewa jatuh di pelupuk matanya. Ia menundukkan kepalanya sejenak sembari menghapus air matanya yang jatuh dengan menggunakan ibu jarinya.


" Terima kasih, kalau begitu saya permisi. " Ucap Rendra.


" Eh,, iya maaf babang ganteng, gini nih kalau ibu-ibu lagi ngegosip, pada lupa sama tamunya. "


Rendra memaksakan senyumnya.


" Dia pasti bos baru langganannya."

__ADS_1


" Gak tobat-tobat yah, gak inget dosa. "


" Eh, tapi bos yang ini ganteng loh..? Aku mau deh kayak Dalia kalau bosnya seganteng itu..? "


" Idih, gatel lu...! "


" Bos yang dulu, ganteng juga loh.. Walaupun Dalia mainan bos, tapi bos yang Ia pilih ganteng-ganteng loh...! "


Suara-suara ibu-ibu tukang gosip itu masih terdengar jelas di telinga Rendra saat memasuki mobilnya. Ada rasa kecewa yang teramat besar memenuhi relung hatinya.


" Jalan, Imran! " Ucap Rendra kepada anak buahnya itu.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Sementara itu di gedung Federick Corporation, Rio dan Dalia tampak kebingungan mencari keberadaan Rendra. Rio dan Dalia juga merelakan jam makan siangnya hanya untuk mencari keberadaan bos kesayangannya itu.


Pukul 13.00 wib, Rendra tiba di ruangannya dengan wajah yang tidak bisa di tebak. Suasana hatinya saat itu benar-benar kacau.


" Tuan... " Sahut Rio


" Aku sudah makan, jadi jangan siapkan makanan lagi untukku, aku hanya ingin sendiri saat ini. " Ucapnya pada Rio yang seharusnya Ia ucapkan itu kepada Dalia.


" Baik, tuan! "


Rendra kemudian berjalan menjauhi Rio tanpa menoleh ke arah Dalia dan langsung masuk ke dalam ruangannya.


" Ada apa dengan tuan Rendra? " Tanya Dalia.


" Entahlah, padahal tadi pagi Dia terlihat sangat bahagia? " Jawab Rio.


" Apa ini ada hubungannya dengan pak Abigail? "


" Pak Abigail? " Ulang Rio.


" Iya, pak Abigail tadi datang menemui tuan Rendra. "


" Ada yang tidak beres? " Ucap Rio.


" Maksudnya?"


" Yah, suasana hati tuan Rendra saat ini tidak baik-baik saja. "


" Kalau begitu, kita harus menemuinya dan menanyakan apa yang sudah pak Abigail lakukan hingga membuat tuan Rendra seperti itu? "


" Tidak bisa Dalia, kau tidak dengar, tuan Rendra tadi bilang Dia ingin sendiri. "


" Tapi, aku tidak bisa melihat tuan Rendra seperti itu? Bahkan tadi, tuan Rendra mengacuhkanku. " Ucap Dalia.


" Yah, aku mengerti. Pergilah, bujuk Dia dengan cintamu.." Jawab Rio sedikit berbisik dan tersenyum ke arah Dalia.


Dalia tersipu malu, Ia sangat malu saat Rio berkata seperti itu.


" Baiklah. " Jawab Dalia tersenyum sambil berjalan ke ruangan Rendra.


Rio mengikuti langkah Dalia dari belakang dan berhenti di depan pintu saja, karena Ia tak ingin mengganggu mereka berdua.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Gantung lagi..


hehe.. maaf yah..


Pasti penasarankan, tunggu aja yah, kelanjutannya!!

__ADS_1


Like, vote dan komennya yah Readers yang baik hati...


Kiss jauh dari Author.. 😘😘😘


__ADS_2