
" Ibu, Papa datang! " Teriak Shenzi memanggil ibunya.
" Apa! Rendra sudah datang? Apa yang harus aku lakukan sekarang? " Ucap Dalia sambil menatap dirinya di depan cermin.
Papa? Kenapa Shenzi memanggil pria ini dengan sebutan Papa? Apa Dalia sudah menikah lagi?
Gumam Raymon tampak sedikit terkejut mendengar anaknya memanggil pria asing di depannya saat ini dengan sebutan Papa.
Siapa pria ini? Berani-beraninya Dia masuk ke dalam rumah Dalia.
Rendra juga bergumam dalam hatinya saat melihat pria yang tidak Ia kenal berada di rumah kekasihnya.
Tidak berapa lama kemudian, Daliapun keluar dari persembunyiannya dan menghampiri mereka bertiga. Suasana mendadak hening dan kaku. Ketiga orang dewasa tersebut saling diam terpaku dengan rona wajah yang tak bisa ditebak.
" Kenapa semuanya jadi diam? " Celetuk Shenzi memecah ketegangan diantara ketiganya.
" Eh, maaf! Rendra silahkan masuk! " Daliapun langsung menyuruh Rendra untuk masuk.
Ketika Rendra mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Dalia, tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar Shenzi berbicara.
" Stop Pa! Kenalian ini Ayahnya Shenzi, Ayah Shenzi baru aja pulang, dan Ayah juga berjanji kalau Ayah tidak akan pernah meninggalkan Shenzi dan juga ibu. " Ucap Shenzi memperkenalkan Raymon pada Rendra.
Ohh.. jadi pria ini mantan suami Dalia.
Gumam Rendra.
" Dan Ayah, kenalin juga, ini Papanya Shenzi! Papanya Shenzi ini baaaiikkk banget sama Shenzi dan juga ibu. " Lanjut Shenzi lagi memperkenalkan Rendra kepada Raymon.
Apa hubungan sebenarnya antara pria ini dan Dalia, hingga Shenzi begitu akrab dengannya?
Gumam Raymon.
Kedua pria tersebut tampak diam saja tanpa ada yang memulai untuk mengulurkan tangan tanda perkenalan. Sorot mata keduanya saling beradu layaknya dua singa jantan yang siap bertarung untuk memperebutkan singa betinanya. Melihat kekakuan yang teramat sangat, Dalia pun kemudian mendekati mereka dan mencoba menengahinya.
" Emm... Raymon, kenalkan ini Rendra! Dan Rendra, kenalkan juga ini Raymon. " Ucap Dalia.
" Raymon, mantan suami Dalia. " Raymon mengulurkan tangannya terlebih dahulu yang kemudian disambut pula oleh Rendra.
" Rendra, calon suami Dalia. " Balas Rendra dengan penuh penekanan.
Apa? Dalia sudah memiliki calon suami? Secepat ini Dia melupakanku?
Raymon tampak gusar mendengar kenyataan itu.
Hening...
Lagi-lagi hanya keheningan yang tercipta. Tegang, yah suasana masih menegang diantara dua lelaki tersebut.
" Ya udah, kebetulan aku udah masak, jadi kita langsung makan siang aja, yuk! " Ajak Dalia seketika itu juga karena tak ingin berlama-lama berada dalam suasan tegang tersebut.
" Ayok! " Jawab Shenzi begitu bersemangat.
Rendra dan Raymon masih berperang lewat pandangannya.
Astaga! Masih saja.
Dalia gusar.
" Ayo, tunggu apa lagi! " Sahut Dalia lagi mencoba menghentikan ketegangan diantara dua pria yang ada dihadapannya saat ini.
" Iya, ayo Papa! Ayo Ayah! " Ajak Shenzi pula, hingga membuat keduanya mengakhiri perang batin tersebut.
" Ayo! " Ucap Rendra dan Raymon secara serempak hingga membuat keduanya kembali saling beradu pandang dengan tatapan tak kalah mematikan.
Oh, come on! Aku benci berada di situasi seperti ini!
Gerutu Dalia.
__ADS_1
" Ayo, semuanya ke sini! Aku udah siapin semuanya nih! " Teriak Dalia lagi yang sudah lebih dulu sampai di meja makan.
" Ayo! " Ucap Shenzi pelan seakan mengerti kedua lelaki ini sedang tidak baik-baik saja.
Rendra dan Raymon pun mengakhiri pertikaian bathin diantara mereka. Mereka kemudian berjalan ke meja makan dan mulai memilih tempat duduk.
Dalia berfikir ketegangan diantara mereka sudah berakhir, namun kenyataannya tidak. Kali ini Rendra dan Raymon malah memperebutkan tempat duduk agar bisa duduk di dekat Dalia. Hal itu membuat Dalia memijit-mijit dahinya yang tidak pusing.
Apa lagi ini? Kenapa mereka seperti anak kecil memperebutkan ibunya.
Gerutu Dalia dalam hati.
" Ini tempat dudukku! Kau bisa duduk disana! " Titah Rendra pada Raymon.
" Siapa yang bilang itu tempat dudukmu? Dalia tidak bicara apapun tentang hal itu. " Jawab Raymon tidak terima.
" Mulai hari ini, ini menjadi tempat dudukku, iyakan Dalia? " Rendra tidak menyerah walaupun tidak mendapatakan jawaban dari Dalia.
" Tuh lihat, Dalia diam saja, itu artinya siapapun berhak duduk disitu termasuk aku! " Raymon tak ingin mengalah.
Keduanya saling berebut kursi, sedangkan Dalia hanya bisa menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
Astaga! Kenapa juga mereka gak memperebutkan kursi kepresidenan sekalian!
Kesal Dalia.
" Stop! " Teriak Shenzi dan keduanya pun mengakhiri perebutan kursi panas tersebut.
" Biar Shenzi yang pindah! " Shenzi lalu bergerak pindah duduk agak jauh dari ibunya, hingga menyisakan dua kursi di samping kiri dan kanan Dalia.
" Adilkan? Jadi, Ayah dan Papa bisa sama-sama duduk disamping Ibu. " Ucap Shenzi tersenyum sambil memperlihatkan gigi-giginya yang rapi.
Kedua lelaki itu pun akhirnya mendapatkan kursi yang memang mereka inginkan, yah kursi disamping Dalia.
Memalukan!
" Duh, Senengnya! Besok Shenzi akan cerita ke temen-temen Shenzi kalau Shenzi punya dua orang Ayah. Ada Ayah Raymon dan Papa Rendra, horee!! " Lanjut Shenzi lagi dengan begitu polosnya hingga membuat ketiga orang dewasa didepannya menatap ke arahnya.
" Kenapa kalian menatap Shenzi begitu? " Tanya Shenzi gugup di perhatikan seperti itu.
" Jelas saja kami menatap Shenzi! Karena ibu gak mau kamu cerita macem-macem kepada temen-temen Shenzi! " Tegas Dalia.
" Tapi, kenapa bu? Apa salahnya punya dua Ayah di rumah ini? " Protes Shenzi polos.
" Shenzi sayang, dengerkan ibu! Tidak ada yang namanya dua Ayah dalam satu rumah! Dan Tidak ada dua kepala keluarga dalam satu rumah tangga! Mereka boleh Shenzi anggap sebagai Ayah dan Papa, tapi mereka tidak bisa tinggal bersama-sama dengan kita. " Dalia mencoba membuat Shenzi mengerti.
" Tapi, temen Shenzi ada kok yang punya dua ibu? Lalu kenapa dua ayah tidak boleh? " Pertanyaan polos itu keluar begitu saja dan membuat Dalia merasa bingung untuk menjawab apa.
Dalia melirik ke kenan dan ke kiri, berharap mendapatkan bantuan dari Rendra dan juga Raymon.
" Shenzi sayang, nanti kita bicarakan ini lagi! Sekarang waktunya kita untuk makan siang, ok! " Ucap Raymon mencoba memecah kebingungan Dalia.
" Emm.. ok, baiklah! " Akhirnya Shenzi pun mengalah.
Huft! Syukurlah Dia mengerti.
Dalia merasa lega.
Mereka berempat kemudian melanjutkan makan siang mereka dengan lahap. Karena masakan yang Dalia masak begitu enak.
" Aku sungguh merindukan masakanmu, Dalia! " Celetuk Raymon di tengah sarapannya hingga membuat Rendra tidak mau kalah.
" Aku juga sangat menyukai masakanmu, Dalia! Aku ingin kau memasak untukku setiap hari! " Celetuk Rendra juga tak mau kalah.
Astaga! Mulai lagi deh!
Gumam Dalia.
__ADS_1
" Kalau begitu, kalian berdua makanlah yang banyak! " Hanya itu yang bisa Dalia jawab.
" Makanya, Ayah dan Papa harus tinggal di rumah ini agar bisa makan masakan Ibu setiap hari! " Sambung Shenzi yang seketika itu juga membuat Dalia tersedak akan makanannya sendiri.
" Uhuk... uhuk...! " Dalia terbatuk-batuk.
Sontak dengan sigap Rendra dan Raymon pun berebut mengambilkan Dalia segelas air minum. Dan hal itu justru membuat Dalia tambah kesedak makanannya lagi.
" Sudah... sudah! Aku bisa ambil air minumku sendiri! " Ucap Dalia dengan wajah yang sudah memerah karena batuk.
Melihat minuman mereka tak ada yang dipilih Dalia, akhirnya keduanyapun memilih untuk meminum minuman mereka sendiri.
Yah, dari pada mubazir.. wkwkwk.. 😂😂😂
****
Setelah drama makan siang yang begitu panjang. Keempat orang tersebut memilih untuk bersantai di ruang tamu sambil menemani Shenzi bermain boneka barbie.
Susana diantara mereka tampak sudah sedikit mencair, walaupun masih tercipta ketegangan diantara keduanya.
" Ayah pakai boneka ini, dan Papa pakai boneka ini! " Ucap Shenzi sambil memberikan dua boneka pria kepada keduanya..
Raymon dan Rendra pun memegang boneka mereka, dan mulai memainkannya bersama Shenzi.
Dalia tampak mengulum senyumnya karena melihat wajah polos kedua pria gagah itu ketika diperintah seorang gadis kecil berumur 5 tahun untuk bermain boneka barbie. Kedua pria gagah itu tampak pasrah saja saat Shenzi mulai menyuruh mereka untuk menggerak-gerakkan boneka pria milik mereka masing-masing.
Bagus Shenzi! Kerjai saja dua orang menyebalkan itu!
Ucap Dalia dalam hatinya.
" Dan ini boneka ibu! Namanya princess Dalia, jadi boneka Ayah dan boneka Papa harus memperebutkan hati princess Dalia. " Celetuk Shenzi begitu polosnya ketika mengeluarkan sebuah boneka barbie nan cantik sebagai ibunya.
Sontak kedua pria gagah itu tak mau kalah, Rendra dan Raymon seakan ikut terbawa suasana permainan yang dibawakan Shenzi, hingga mereka benar-benar beradu kekuatan lewat boneka yang mereka pegang masing-masing. Dan pemandangan itu sungguh menggelikan bagi Dalia. Ia sungguh tak mampu menahan tawanya lagi.
" Yah, ternyata sang princess Dalia memilih seorang pangeran untuk menikah dengannya! Dan boneka Ayah dan juga boneka Papa gak kepilih deh! Maaf yah?" Celetuk Shenzi dan membuat Rendra dan Raymon terperangah tidak percaya, kalau ternyata mereka sudah dikerjai seorang anak kecil.
" Ha.. ha.. ha.. ha.. ha.. ha..! " Akhirnya tawa Dalia lepas, Ia sampai menahan perutnya yang sakit karena tawanya yang lepas.
Rendra dan Raymon saling beradu pandang meratapi kebodohan mereka. Setelah itu pandangan mereka tertuju pada Dalia yang menertawakannya.
" Ha...ha.. ha... ha.. ha..! Kalian sungguh lucu sekali. " Ucap Dalia masih dengan gelak tawanya.
Melihat Dalia sebahagia itu, Rendra dan Raymon pun tersenyum, mereka sama-sama merasa bahagia karena bisa melihat Dalia menertawakan mereka dengan begitu bahagianya.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
################################
Jangan lupa like, vote, dan komennya yah..
Kiss jauh dari Author... 😘😘😘
__ADS_1