
Malam harinya di kediaman Dalia.
Dalia menatap dirinya lamat-lamat di depan cermin, sesaat setelah melakukan perawatan ringan di kulit wajahnya untuk tetap menjaga kulit wajahnya tetap segar seiring dengan bertambahnya usia. Jari jemari tangannya kini bergerak menyentuh bibir sexy miliknya.
Tuan Rendra?
Wajah Rendra melintas di fikirannya saat Ia mengingat kejadian konyol yang menimpa dirinya tadi sore.
Bibirku?
Lagi-lagi Dalia terbayang bibir Rendra yang ikut menyentuh bibirnya saat Rendra terjatuh menimpa tubuhnya.
" Bibir ibu kenapa? " Tanya Shenzi tiba-tiba yang kebetulan sedang memperhatikan ibunya dari atas tempat tidur. Yah, Dalia dan Anaknya memang tidur bersama, Dalia benar-benar tak ingin melewatkan moment kebersamaan bersama Anaknya.
Sontak Dalia pun kaget mendengar pertanyaan Shenzi, Dalia bingung harus menjawab apa? Tidak mungkin Ia berkata yang sebenarnya. Akhirnya Ia menyusun kalimat yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari anaknya tersebut.
" Emm... ini... anu... ibu lagi sariawan sayang. " Jawab Dalia yang menyembunyikan rasa gugupnya. Entahlah Dia seakan mati kutu setiap ketangkap basah oleh anaknya, Shenzi.
" Oh... kalau gitu, ibu harus segera minum obat sariawan agar cepat sembuh! Kasian ibu, nanti ibu gak bisa makan. " Ucap Shenzi dengan wajah polosnya.
" Iya sayang, nanti ibu akan minum obat sariawannya. " Ucap Dalia sembari menghampiri anaknya di atas tempat tidur.
Dalia melihat sekilas ke arah jam dinding.
" Sudah malam sayang, waktunya anak ibu tidur. Mau ibu bacain cerita dongeng? " Tanya Dalia sambil menyelimuti Shenzi dengan selimut tebal lalu mendekap erat tubuh anaknya itu dari samping.
" Mau! " Jawab Shenzi bersemangat.
Sesibuk apapun seorang ibu, tentu Dia akan tetap memberikan sedikit waktunya untuk sang buah hati. Hal itu perlu di lakukan untuk mempererat hubungan antara ibu dan anak. Seperti yang di lakukan Dalia saat ini, Ia kemudian mengambil sebuah buku dongeng lalu membacakannya untuk Shenzi.
" Di sebuah daerah yang bernama Anonymus, berdirilah sebuah kerajaan megah yang bernama kerajaan Horus. Dimana di dalam kerajaan tersebut hiduplah seorang raja muda yang bernama King Zarus. Pada suatu hari, ketika King Zarus menyamar menjadi rakyat biasa dan berjalan-jalan ke area pasar, tiba-tiba ada seorang wanita yang mencuri kantung koin mas yang terikat di pinggang King Zarus. "
" Ibu, mencuri itu suatu dosa kan, bu? " Tanya Shenzi yang tampak belum mengantuk itu.
" Iya, sayang. Mencuri itu tidak boleh dan termasuk dalam salah satu perbuatan dosa. "
" Lanjutkan bu, apa yang di kemudian di lakukan oleh King Zarus setelah itu? "
" Baiklah, dengarkan ibu! "
" King Zarus kemudian mengejar wanita itu hingga akhirnya menemukan dan menangkapnya. King Zarus lalu membuka penutup kepalanya untuk mengungkap penyamarannya di depan wanita pencuri tadi. Sontak wanita pencuri itu pun kaget dan memohon maaf kepada King Zarus. Namun, King Zarus tidak bisa menerima permintaan maaf wanita pencuri tadi. King Zarus kemudian memerintahkan kepada para anak buahnya untuk membawa wanita pencuri itu ke dalam istana untuk mendapatkan hukuman. "
" Kasian wanita itu, tapi Dia juga salah sih? " Ucap Shenzi yang menyimak dengan baik cerita ibunya.
" Lanjut ya sayang? "
" Iya, bu. "
" Ketika wanita pencuri itu akan di hukum, tiba-tiba seorang kakek tua yang tampak sedang tidak sehat datang menghadap King Zarus untuk memohon memaafkan anaknya. Namun, King Zarus tetap pada pendiriannya hingga seorang panglima datang menghadap King Zarus dan memberitahukan kepada King Zarus bahwa sang Kakek tua itu adalah King Adipta dari kerajaan Aleka yang kebetulan melarikan diri bersama putrinya yang bernama Princess Alina untuk menghindari pemberontakan yang terjadi di dalam kerajaannya."
" Oh... jadi, wanita pencuri tadi adalah Princess Alina, bu? "
" Iya, sayang? "
" Kenapa Princess Alina mencuri, bu? "
" Hmm... ibu baca kelanjutannya yah, mungkin terdapat alasan kenapa Princess Alina mencuri? "
" Siap, bu! "
" King Zarus kemudian memerintahkan anak buahnya untuk membebaskan Princess Alina dan membawanya ke hadapan King Zarus. King Zarus ingin menanyakan langsung alasan Princess Alina mencuri. Ternyata Princess Alina melakukan itu karena tidak memiliki uang untuk mengobati ayahnya yang sedang sakit. "
" Oh... jadi, itu alasan Princess Alina mencuri? "
" Sayang, dengerin ibu! Apapun alsannya, mencuri itu tidak di benarkan. Karena mengambil atau merampas hak orang lain adalah suatu perbuatan dosa. Selama fisik kita masih sehat dan masih mampu melakukan pekerjaan yang halal, tentu kita tidak memiliki alasan untuk mencuri. Mengertikan anak ibu yang cantik? "
" Mengerti bu. Apapun alasannya mencuri adalah perbuatan dosa. "
Dalam hal sekecil apapun, peran ibu sangat penting terhadap tumbuh kembang sang anak. Pengaruh yang terjadi baik dari dalam ataupun dari luar lingkungan, itu tentu akan menjadi perhatian yang sangat penting oleh seorang Ibu. Baik menonton siaran tv dan juga membaca sebuah karya yang di buat dalam bentuk dongeng sekalipun, sang Ibu harus tetap memantau dan menemani anaknya agar sang anak dapat membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang tidak baik.
" Bagus, ibu lanjut lagi ya? "
" Siap! "
" Mendengar hal itu, King Zarus kemudian memerintahkan kepada anak buahnya untuk membawa King Adipta untuk di obati. King Zarus juga memerintahkan seluruh prajuritnya untuk membantu King Adipta merebut kembali kerajaannya, dan berhasil. Kini singgasana King Adipta kembali ke tangan King Adipta. Sebagai tanda terima kasih, King Adipta ingin menyatukan dua kerajaan tersebut dengan menikahkan King Zarus bersama Princess Alina. Akhirnya King Zarus dan Princess Alina pun menikah. Princess Alina pun kini berganti gelar dengan nama Queen Alina. Tidak lama kemudian, mereka di karuniai anak perempuan yang lucu dan menggemaskan. King Zarus dan Queen Alina pun kini hidup bahagia selamanya. "
" Owh...so sweet...!!" Ucap Shenzi bahagia.
" Kisah yang indah, kalau gitu anak ibu sekarang tidur yah, sayang..? "
" Iya, bu! " Shenzi langsung memejamkan matanya untuk segera tidur.
Slogan dalam sebuah dongeng " Hidup bahagia selamanya" , sayang hal itu hanya terjadi di dalam dongeng. Andai di kehidupan nyata seindah itu? Ah, aku rasa tidak ada.
Gumam Dalia dalam hati yang masih terbawa suasana.
Tidak butuh waktu lama, Dalia pun tertidur di samping putri kecilnya dan bermimpi indah. Yah, Dalia bermimpi menjadi Princess Alina sedangkan Rendra ikut masuk ke dalam mimpinya sebagai King Zarus.
__ADS_1
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
################################
Sementara itu di kediaman keluarga Federick.
Tampak Rendra sedang termangu memperhatikan jari jemarinya yang sempat di obati Dalia tadi sore. Ia tersenyum sendiri tatkala mengingat kejadian konyol yang menyebabkan bibirnya menyentuh bibir sexy milik Dalia.
" Dalia...? Bibirmu sungguh sexy...! " Ucapnya tanpa sadar.
" Ah, mikir apa sih aku ini! " Rendra memukul pelan dahinya karena sadar akan fikiran kotornya. Yah, biasalah guys, namanya juga laki-laki, munafik banget kalau gak mikirin hal itu. Apalagi laki-laki yang sudah lama menduda... 😂😂😂
" Dari pada aku terbawa fikiranku mending aku temui Molly. Sepertinya mereka akrab. "
Rendra kemudian keluar dari kamarnya dan langsung menuju kamar Molly yang kebetulan letaknya tidak jauh dari kamarnya.
Tok..tok... tok...!
" Masuk, pintunya tidak di kunci! " Ucap Molly dari dalam kamarnya.
Ceklek!
" Siapa? " Tanya Molly yang masih tetap fokus menatap layar ponselnya.
Rendra tidak langsung menjawab, Ia berjalan pelan mendekati adiknya itu untuk melihat apa yang sedang di fokuskan adiknya tersebut. Ketika dekat dan semakin mendekat, mata Rendra membulat sempurna saat melihat foto dirinya dan Dalia yang sedang bercumbu secara tidak sengaja itu berada di layar ponsel adiknya.
" Mereka sungguh lucu, lihatlah wajah mereka sama-sama memerah karena malu.. Hahahaha...! " Ucap Molly yang masih memperhatikan foto tersebut.
" Siapa? Kok gak jawab? " Tanya Molly lagi karena merasa belum mendapat jawaban.
" Rendra! " Jawab Rendra sambil menahan emosinya.
Apa? Rendra? Aku gak salah dengarkan? Oh kuping, benarkah yang aku dengar barusan?
Gumam Molly.
Molly kemudian menoleh ke arah suara itu, dan Ia pun terkejut bukan main. Ingin rasanya Ia masuk ke dalam perut bumi detik itu juga, mengingat saat ini Ia tidak akan bisa lari dari amukan kakaknya itu.
" Ka..kak... kak Ren? " Ucapnya terbata.
" Hehe...? " Molly terkekeh sebelum akhirnya Ia mengambil langkah seribu untuk kabur dari kakaknya itu.
" Eitss! Mau kemana? Hah! " Terlambat, Rendra lebih dulu menarik tangan adik nakalnya itu.
" Mau...? Hmm....! Iya Ma, tunggu sebentar, Molly akan ke sana! " Molly mencoba menghindar dengan berpura-pura kalau mamanya sedang memanggil dirinya.
" Mama sudah tidur, kau pikir kak Ren bisa kau bodohi, hah? "
" Hehe... ma... maaf kak Ren? " Molly memelas.
" Kemarikan ponselmu! "
" Tapi, untuk apa? "
" Jangan banyak tanya, kemarikan saja! "
Dengan perasaan berat hati, Molly pun menyerahkan ponselnya kepada Rendra.
" Ini! " Ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.
Rendra lalu mencari foto yang Ia lihat tadi, dan Ia menemukan banyak sekali foto-foto lainnya dengan berbagai engel yang ternyata Molly memotret cukup banyak saat kejadian tadi sore antara dirinya dan Dalia. Foto-foto itu kemudian di hapus bersih oleh Rendra tanpa tersisa satupun.
" Kalau kak Ren mau, kau tidak perlu repot-repot memotretkannya, biar kak Ren yang lakukan sendiri! Sayangnya kak Ren masih punya harga diri! "
__ADS_1
Cih! Yang punya harga diri tuh Dalia, bukan Kak Ren. Mana mungkin Dalia mau di foto dalam keadaan bercumbu seperti itu.
Gumam Molly pelan, namun masih terdengar di telinga Rendra.
" Apa kau bilang? "
" Ti... tidak... Molly tidak bilang apa-apa barusan! "
" Dasar! "
Hening. Rendra tampak berfikir.
" Apa kulit pisang itu ulahmu, Molly? "
Molly keringat dingin karena sudah tertangkap basah.
" Molly, jawab kak Ren! "
" Ma.. maaf kak Ren.." Ucap Molly sambil memasang puppy eyesnya.
" Huh! Dasar adik nakal! Gara-gara kamu, kak Ren sampai mencium Dalia. "
" Tapi, kakak senangkan? " Ucap Molly sambil menaik-naikkan alisnya.
" Senang gimana maksudmu? Justru kak Ren jadi gak enak hati sama Dia. "
" Sudahlah kak Ren, jangan terlalu di fikirkan, kan kak Rennya gak sengaja. Lagi pula kak Ren dan Dalia kan sama-sama................? "
Molly menjeda ucapannya.
" Sama-sama apa maksudmu? "
" Sama-sama...? " Ulang Molly yang semakin membuat Rendra penasaran.
" Cepat katakan, Molly! Jangan setengah-setengah kalau bicara! "
Kakakku ini benar-benar kaku, haddeuuhhh!
" Sama-sama k-e-s-e-p-i-a-n!" Molly mengeja ucapannya.
Rendra menyimaknya dengan serius.
" Sama-sama kesepian, ha..ha.. ha.. ha..! " Ucap Molly menyempurnakan kalimatnya sambil berlari menjauhi kakaknya itu sebelum tertangkap.
" Dasar! Adik kurang ajar! Sini kamu, mau kemana, hah? " Rendra pun mengejar adik nakalnya itu.
" Tangkap aku kalau dapat? Uwekk...!
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
################################
Readers!
Episode kali ini Author lebih menuliskan tentang kedekatan antara Ibu dan Anak juga kakak dan adik.
Author tidak semata-mata menuliskan kisah romantisnya saja, tapi, Author juga ingin menyelipkan kisah kedekatan antara anggota keluarga. Karena begitulah kehidupan sebenarnya, ada cinta juga keluarga yang keduanya tidak bisa di pisahkan dalam kehidupan nyata.
Terima kasih buat para Readers yang udah mampir di karya Author...
Jangan lupa untuk like, vote, dan komen nya yah...
Kiss jauh dari Author... 😘😘😘
__ADS_1