Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Belum Bisa Move On


__ADS_3

" Kenapa Bu? Padahal Shenzi pengen banget Ayah tinggal bersama kita. Shenzi ingin lihat ibu bersama Ayah lagi. " Ucap Shenzi dengan sorot mata yang berkaca-kaca.


Deg!


Dunia Rendra seakan ingin runtuh saat mendengar permintaan Shenzi yang begitu menyesakkan dadanya. Ia baru saja kembali dari membeli air minum, namun Ia harus kembali memilih pergi dari tempat itu karena memang saat ini dirinya tidak baik-baik saja.


" Maafkan ibu, nak! Ibu tidak bisa janji. " Jawab Dalia yang memang sulit baginya untuk mengabulkan permintaan anaknya itu.


****


Sementara itu di tempat lain di dalam sebuah kafe yang tidak jauh dari taman hiburan tersebut. Tampak Kalina dan Raymon sedang berbincang-bincang layaknya mereka sudah saling mengenal sejak lama.


" Kenapa kau mengajakku kemari, sedangkan kita tidak saling mengenal sebelumnya? " Tanya Raymon membuka percakapan.


" Kau tidak lihat tadi, mereka bertengkar gara-gara kehadiran kita. " Jawab Kalina sambil meneguk minumannya.


" Kita? Cih! Kau aja kali? Jelas-jelas semuanya terlihat baik-baik saja sebelum kehadiranmu tadi. "


" Rendra hanya berpura-pura baik padamu, padahal dalam hatinya Dia sangat tidak menyukai kehadiranmu. " Ketus Kalina.


" Kau seperti begitu mengenali Rendra, emangnya kau siapanya Dia? " Tanya Raymon merasa Kalina bukan hanya sekedar sahabat Dalia.


" Aku mantan istrinya! " Jawab Kalina santai.


" Wow! Sungguh kebetulan yang tak disangka-sangka. "


" Iya, suatu kebetulan yang tak aku inginkan! "


" Maksudmu? " Tanya Raymon tidak mengerti.


" Aku tidak menyangka kalau Dalia, orang yang aku kenal dekat harus menjalin hubungan dengan mantan suamiku sendiri. "


" Dia hanya mantan. "


" Tapi, aku masih mencintainya. " Decak Kalina kesal mendengar jawaban santai dari Raymon.


" Kalau kau masih mencintainya, kenapa kalian berpisah? " Tanya Raymon lagi.


" Terus, kalau kau masih mencintai Dalia, kenapa kalian juga berpisah? " Kalina bertanya balik.


Raymon tampak menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Kau belum menjawab pertanyaanku, malah kau balik bertanya. " Kesal Raymon.


" Mengaku sajalah, Ray! Mengaku saja kalau kita sama. Sama-sama belum bisa move on dari mereka. " Kalina terus memancing Raymon.


" Ok, kau benar! Aku memang masih mencintai Dalia. Sangat mencintainya, puas? " Jawab Raymon sedikit keras.


" Lalu, sekarang apa? Apa bisa kita memperbaiki suatu hubungan yang pernah kita rusak? " Tanya Raymon lagi.


Kalina terkekeh mendengar pertanyaan Raymon barusan.


" Memang sulit, tapi apa salahnya mencoba, Ray! " Jawab Kalina.


" Tapi, aku tak ingin menyakiti Dalia! Cukup sekali aku pernah menyakitinya, dan saat ini Dia berhak bahagia. Dia berhak mendapatkan cinta sejatinya. Lagi pula aku sudah mengenal Rendra, Dia pria yang baik, juga Papa yang baik buat anakku. "


" Jadi, kau menyerah begitu saja? " Desak Kalina lagi

__ADS_1


" Lalu, aku harus apa? " Decak Raymon kesal.


" Ray, pikirkan anakmu! Yang Ia butuhkan saat ini adalah Ayah kandungnya, bukan Rendra! Dan aku rasa Dalia tidak seegois itu untuk kebahagiaannya sendiri. " Kalina masih berusaha keras untuk mempengaruhi Raymon.


Ayolah Ray! Jika kau berhasil mendapatkan Dalia kembali, dengan begitu Rendra pun akan kembali kepadaku! Karena aku tau tidak mudah bagiku mendekati Rendra lebih dulu.


Gumam Kalina yang sepertinya Ia sudah dibutakan oleh cintanya sendiri.


" Huft! " Raymon menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Aku akan coba. " Ucap Raymon akhirnya.


Yes! Aku yakin Dalia tidak akan egois jika demi kebaikan anaknya.


Gumam Kalina sambil tersenyum.


*


*


*


*


*


*


*


################################


" Halo Dalia? " Sahutnya.


" Halo Ren, kamu dimana? " Tanya Dalia tampak cemas di luar sana.


" A... aku...Aku dimobil, maafkan aku Dalia? Tadi aku sedikit pusing itu sebabnya aku memilih untuk beristirahat di mobil. " Jawab Rendra berbohong.


" Ya ampun, sekarang bagaimana keadaanmu, Ren? " Tanya Dalia lagi.


" Sudah mendingan. "


" Kalau gitu, aku dan Shenzi akan langsung ke parkiran, jadi kamu jangan jemput kami lagi di sini. "


" Ok, baiklah Dalia. "


Maafkan aku Dalia, aku terpaksa berbohong padamu.


Gumam Rendra sedikit merasa bersalah.


Setibanya Dalia dan Shenzi di parkiran, pak Imran langsung membukakan pintu mobil untuk mereka.


Di dalam mobil, Dalia langsung memeriksa dahi Rendra, Ia tampak begitu mencemaskan pria yang sudah merebut hatinya tersebut.


" Ren, gimana keadaanmu sekarang? Kamu yakin udah agak mendingan? Apa perlu kita ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaanmu? " Dalia menghujam Rendra dengan pertanyaan yang membuat bibir Rendra melengkung karena tersenyum senang bisa mendapatkan perhatian dari wanita yang amat Ia cintai itu.


" Aku udah gak apa-apa Dalia! Kamu tenang saja! " Jawab Rendra sambil menyentuh lembut pipi Dalia, hingga membuat hati Dalia menghangat karena sentuhan itu.

__ADS_1


" Aku begitu mencemaskanmu saat aku tak mendapatimu kembali ke taman hiburan. Aku cemas kamu merasa sedih akan perkataan Shenzi tadi. "


" Sudahlah, aku gak apa-apa kok, Dalia! Shenzi masih terlalu kecil untuk mengerti semuanya. "


" Maafkan Shenzi! Seiring berjalannya waktu Dia akan mengerti dan mulai menerimamu sebagai Ayah keduanya. "


" Aku gak apa-apa ! Ok? " Ucap Rendra sambil menangkup pipi Dalia dengan kedua tangannya.


Dalia tersenyum malu-malu dihadapannya, sontak aliran darah Rendra mengalir deras saat melihat bibir sexy wanitanya itu ketika tersenyum. Ingin rasanya Ia mencium bibir itu, namun Ia sadar ada Shenzi yang sedang memperhatikan mereka dari tadi.


Keduanya langsung kembali duduk ditempat semula setelah menyadari kalau bukan hanya mereka saja yang berada di dalam mobil tersebut.


" Jalan, Imran!" Titah Rendra kemudian.


" Baik, tuan! "


" Shenzi, maafin Papa yah, gara-gara Papa, Shenzi jadi tidak bisa bermain lebih lama lagi. " Ucap Rendra ketika mobil sudah melaju meninggalkan tempat parkir.


" Gak apa-apa kok, Pa! " Jawab Shenzi singkat.


Terlihat dengan jelas wajah Shenzi sedikit murung, sungguh hal itu membuat Rendra tidak tahan melihatnya.


" Dia masih merindukan Ayahnya. Maaf ya Ren, jangan diambil hati. " Celetuk Dalia karena benar-benar merasa tidak enak hati.


" Aku mengerti Dalia! Walau bagaimanapun, Ia memiliki ikatan bathin yang kuat dengan Ayah kandungnya. "


" Terima kasih atas pengetianmu, Ren! "


Rendra hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Dalia. Jujur Ia begitu cemburu saat melihat kedekatan Shenzi dengan Raymon. Namun Ia sadar, Ia bukanlah siapa-siapa bagi anak dari kekasihnya tersebut.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Maaf yah, Author cuma bisa kasih 1000 kata aja, soalnya hari ini Author ada acara, jadi gak bisa nulis banyak-banyak.


Jangan lupa untuk selalu dukung Author dengan cara like, vote, dan komen yah..


Kiss jauh dari Author... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2