
Satu bulan kemudian.
Hari yang dinanti-nanti pun tiba. Hari dimana Rendra dan Dalia akan mengikat janji suci mereka dalam ikatan pernikahan yang sah baik di mata Tuhan maupun di mata hukum. Semua persiapan pernikahan yang digelar di sebuah gedung tersebut terlihat sangat mewah. Tampak pula para wartawan yang berjejer rapi dan siap akan mengabadikan momen indah ini.
Ada yang berbeda dari pernikahan Rendra kalia ini, dimana jika waktu pernikahannya dulu bersama Kalina berlangsung tertutup tanpa ada wartawan yang diundang, kini malah sebaliknya, Rendra malah mengundang seluruh wartawan seakan ingin mengenalkan Dalia sebagai istri dari Birendra Federick.
Dari arah tangga, tampak sudah pengantin wanitanya berjalan menuruni anak tangga satu persatu. Dimana di samping kiri dan kanannya di dampingi oleh Raymon dan Faizan, sedangkan Shenzi berada paling depan sambil membawa sebucket bunga mawar putih. Di belakang Dalia terdapat juga paman dan bibi angkatnya yang turut diundang dalam acara pernikahannya tersebut.
Mereka semua berjalan beriringan mengiringi pengantin wanitanya untuk menemui sang pengantin pria yang sudah menunggunya. Sungguh pemandangan yang sangat langka, dimana sang mantan suami ikut menjadi pengiring pengantin yang tak lain adalah mantan istrinya sendiri.
Ketika sang pengantin wanita sudah duduk di samping sang pengantin pria, maka pernikahanpun akan segera dimulai.
Berawal dengan mengucapkan dua kalimat syahadat dari kedua pengantin, pak penghulu pun memulai ijab kabul dan kemudian disambut pula oleh Rendra mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas dan begitu khidmat, maka terdengarlah jawaban dari para saksi setelah itu.
" Bagaimana, saksi? " Tanya pak Penghulu.
" Sah! " Jawab mereka serempak.
" Alhamdulillah! " Sahut para tamu undangan yang hadir dalam prosesi akad nikah tersebut.
Pak penghulu kemudian lanjut dengan membacakan do'a untuk kedua pengantin dan setelah itu dilanjutkan dengan menandatangani surat-surat nikah di antara keduanya baik Rendra maupun Dalia.
Setelah itu dilanjutkan dengan prosesi membatalkan wudhu dengan saling bertukar cincin. Rendra lalu meraih tangan Dalia dan bersiap untuk memasangkan cincin berlapis berlian itu di jari manis Dalia.
" Dalia istriku, terimalah cincin ini sebagai tanda bahwa kau telah menerimaku sebagai suamimu. " Ucap Rendra
" Aku terima! " Jawab Dalia tersenyum.
Cincinpun mulai dipasangkan di jari manis Dalia di iringi tepuk tangan gemuruh dari para tamu undangan.
" Tahan... tahan...! Ok! " Ucap sang fotografer yang sedang mengabadikan momen indah itu.
Setelah memasangkan cincin di jari manis Dalia, Rendra lalu mencium kening Dalia dengan penuh khidmat. Kecupan itu terasa sangat berbeda karena status halal kini sudah mereka miliki.
" Tahan... tahan...! Ok! " Ucap Fotografer itu lagi.
Sekarang tibalah giliran Dalia pula yang akan memasangkan cincin ke jari manis Rendra. Cincin yang akan dipasangkan ke Rendra tersebut tidaklah terbuat dari mas, namun dibuat mirip seperti cincin yang di kenakan Dalia.
" Rendra suamiku, izinkanlah diri ini memasangkan cincin ini sebagai tanda baktiku kepadamu mulai hari ini. " Ucap Dalia.
" Aku izinkan. " Jawab Rendra tersenyum bahagia.
Cincinpun kembali dipasang ke jari manis Rendra yang kembali diiringi tepuk tangan gemuruh dari para tamu undangan.
Setelah itu, Dalia kemudian menyalami dan mencium punggung tangan Rendra sebagai tanda hormat seorang istri kepada pria yang sudah menjadi suami sahnya tersebut. Tangan Rendra satunya lagi memegang kepala Dalia, hingga menambah khidmat suasana prosesi akad yang suci itu.
Usai prosesi akad dan juga tukar cincin, semua para tamu undangan dipersilahkan untuk mencicipi makanan yang sudah di sediakan.
Dari para tamu undangan itu, terdapat pula Kalina dan Evan yang juga hadir dan melihat langsung prosesi akad nikah Rendra dan Dalia.
" Sudahlah, Rendra sudah menjadi milik sahabatmu. Biarkan mereka bahagia, dan kau pun harus memulai hidupmu yang baru. " Ucap Evan yang kebetulan berada di samping Kalina.
" Aku sudah merelakannya! Kau dan Raymon benar, Rendra dan Dalia berhak bahagia. " Jawab Kalina yang kali ini terlihat tulus.
" Kalau gitu, sekarang giliranmu! " Ucap Evan sambil mengedipkan matanya.
" Maksudmu? "
" Kau jomblo, aku juga jomblo, apa salahnya kalau kita juga mencoba mulai menjalin hubungan seperti mereka. " Ucap Evan sedikit gugup, namun disambut dengan senyuman manis milik Kalina.
" Hmm... boleh juga, kita bicarakan lagi nanti! Saat ini waktunya mengisi perut yang kosong. " Jawab Kalina sambil mencelos pergi menuju meja yang disediakan banyak makanan.
" Yes! " Evanpun kegirangan sebelum akhirnya Ia menyusul Kalina.
__ADS_1
Bukan hanya mereka yang hadir, tampak juga Keryl yang ikut hadir bersama Mamanya. Namun Ia lebih memilih untuk berkumpul bersama Molly ketimbang harus berkumpul bersama teman-teman sosialita mamanya.
" Sekarang, mau tidak mau, suka tidak suka kau harus mengikhlaskan kakakku bahagia dengan wanita pilihannya. " Ucap Molly dengan nada sedikit tegas.
" Aku sudah mengikhlaskan kakakmu kok! " Jawab Keryl santai.
" Yang bener? " Tanya Molly lagi karena tidak percaya.
" Iya, bener! Hari ini aku bertemu dengan seseorang yang tak kalah tampan dari kakakmu! " Jawabnya kecentilan.
" Benarkah? Dimana? Siapa? " Tanya Molly bertubi-tubi karena penasaran.
" Itu yang disana! " Tunjuk Keryl kepada seorang pria yang sedang memangku putri kecilnya.
" Itukan......... " Belum selesai Molly bicara, Keryl sudah lebih dulu memotongnya.
" Ya, Dia Raymon, mantan suami kakak iparmu! Walaupun duda, gak apa-apa deh! Ah, aku sudah terlanjur jatuh hati pada papah muda itu! " Potong Keryl dengan gaya centilnya hingga membuat Molly menganga akan tingkah sahabatnya itu.
" Bye Molly! Aku mau ke sana dulu! Dia sudah memandang kemari! " Ucapnya lagi sambil memukul pelan bahu Molly, sedangkan Molly masih tetap dengan mulutnya yang menganga karena tidak percaya.
" Hey! Tutup mulutmu entar dimasukin lalat nanti! " Ucap Rio tiba-tiba datang menutup mulut Molly.
" Emb... emb.. lepaskan! " Protes Molly.
" Habisnya lagi melototin apa sampai melongo seperti itu? " Rio terkekeh.
" Mau tau aja! " Cetus Molly.
Rio lalu melihat ke arah yang Molly lihat tadi.
" Hmm... kau iri yah dengan sahabat centilmu itu? Dia yang centilnya selangit aja bisa dapetin cowok maco seperti Raymon, nah Elu yang centilnya lebih parah dari Dia masih aja setia dengan status jomblonya? " Ejek Rio yang semakin membuat Molly kesal.
" Gak nyadar! " Cetus Molly lagi.
" Sekarang kamu lihat di sana! " Tunjuk Rio ke arah Rendra dan Dalia yang sedang berbahagia.
" Di sana lagi! " Kali ini Rio menunjuk ke arah Faizan dan Lily yang juga saling suap-suapan.
" Lalu, kenapa emangnya? " Tanya Molly dengan wajah datarnya.
" Itu artinya hanya tinggal kita berdua yang masih setia dengan kejombloan kita! Emangnya kamu gak pengen seperti mereka? "
" Lalu aku harus dengan siapa? Dengan Elu? " Tanya Molly sambil menunjuk ke arah Rio.
" Yah, begitulah! " Ucap Rio dengan wajah polosnya.
" Ngimpi! " Cetus Molly sambil mencelos pergi meninggalkan Rio yang berada di tengah-tengah tamu undangan yang sudah memiliki pasangan masing-masing.
" Molly, jangan tinggalkan aku sendirian! Tunggu aku! " Teriak Rio yang akhirnya juga ikut mengejar Molly.
*
*
*
Setelah makan, para tamu undangan langsung menyalami sang pengantin baru untuk memberi mereka selamat.
" Selamat yah jeng, udah dapat menantu baru! " Ucap teman sosialita Mama Fina.
" Terima kasih udah mau datang! " Jawab Mama Fina kemudian.
Begitupun seterusnya, teman-teman Mama Fina silih berganti menyalami mereka, hingga tiba saatnya giliran Raymon dan lainnya.
__ADS_1
" Selamat yah! Kau harus membahagiakan Dalia, karena kalau tidak aku akan merebutnya kembali darimu! " Ucap Raymon sedikit mengancam.
" Itu pasti! Aku akan membahagiakannya! Dan tak ku biarkan kau berani merebutnya dariku! " Balas Rendra
" Haha... aku percaya padamy, Ren! " Raymon dan Rendra langsung saling merangkul dan berpelukan satu sama lain. Sungguh pemandangan yang langka bagi siapapun yang melihatnya.
" Selamat yah, Dalia! Berbahagialah dengannya! " Raymon kemudian menyalami Dalia.
" Terima kasih Ray! " Ucap Dalia terharu.
" Ren, apa boleh aku memeluknya sebentar saja! " Pinta Raymon pada Rendra.
" Ok baiklah, tapi hanya sebentar! " Ancam Rendra.
" Iya, iya...! Kau tenang saja! " Raymon lalu memeluk Dalia di depan banyak tamu undangan, banyak pula kamera yang mengabadikan momen tersebut.
" Oh iya, Shenzi akan aku bawa bersamaku untuk satu minggu ke depan! Aku sengaja, agar kalian bisa memiliki banyak waktu untuk membuatkan adik bayi untuk Shenzi! " Ucap Raymon lagi dengan tatapan nakalnya hingga membuat wajah Rendra dan Dalia memerah bak kepiting rebus.
" Pasti! Aku akan buatkan adik bayi yang lucu untuknya! " Jawab Rendra penuh percaya diri hingga membuat wajah Dalia tambah memerah.
" Ha..ha.. ha..! " Raymon dan Rendrapun tertawa bersama kemudian.
" Jaga Shenzi! " Ucap Dalia setelahnya.
" Pasti, Dalia! "
Setelah Raymon dan tamu undangan lainnya seperti Keryl, Faizan,Lily, dan Evan. Kini tibalah giliran Kalina pula yang menghampiri mereka berdua.
" Selamat yah! Maafkan aku yang pernah memiliki niat buruk terhadap hubungan kalian. " Ucap Kalina dengan wajah penuh penyesalan.
" Sudahlah Kalina, semuanya sudah berlalu. " Jawab Dalia.
" Dalia, bahagiakan Rendra! Dia pria baik dan pantas mendapatkan wanita baik seperti dirimu! " Ucap Kalina sambil memeluk erat Dalia.
" Itu pasti, Kalina!" Jawab Dalia.
" Oh iya, apa boleh aku memeluk Rendra sebentar saja? " Pinta Kalina kepada Dalia.
" Silahkan! " Dalia mengizinkan.
Kalina langsung memeluk erat Rendra dan Rendra pun membalas pelukan itu.
" Berbahagialah! Bahagiakan dirinya! " Ucap Kalina.
" Makasih, Kalina! Kau juga harus bahagia dengan lelaki pilihanmu! " Ucap Rendra setelah melepas pelukannya.
" Do'akan saja! " Jawab Kalina dengan tersenyum.
*
*
*
*
*
################################
Akhirnya mereka menikah juga!
Dan Author pun lega!
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komennya yah Readers...
Kiss jauh dari Author... 😘😘😘