Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Kepergok Mama


__ADS_3

Ke esokan harinya di gedung Federick Corporation.


Seperti biasa, Dalia sudah mempersiapkan semua yang Rendra butuhkan di atas mejanya. Sebelum Rendra datang, terlebih dahulu Dalia menyiapkan dirinya untuk bersiap-siap menghadapi rentetan pertanyaan dari Rendra perihal panggilan tak terjawab tadi malam.


" Selamat pagi, tuan! " Sapa Dalia ketika Rendra sudah masuk ke ruangannya bersama Rio.


" Hmm...! " Balas Rendra hanya berdehem.


Kenapa Dia menjawabku begitu? Apa Dia benar-benar marah yah?


Gumam Dalia dalam hatinya.


Kok tuan Rendra hanya berdehem, wajahnya datar lagi? Biasanya Dia selalu menyambut Dalia dengan senyum teramahnya. Apa mereka lagi berantem yah?


Rio juga menerka-nerka dalam hatinya.


Tanpa menunggu perintah, Dalia langsung bergegas mengambilkan dasi untuk Ia pasangkan kepada Rendra. Ketika hendak mengalungkan dasi itu ke leher Rendra, tiba-tiba saja tangan Dalia ditahan oleh Rendra. Ia menatap dalam manik mata wanita itu, lalu kemudian menarik tangan Dalia dan membawanya masuk ke dalam ruang istirahatnya.


" Tuan! " Sahut Rio ketika melihat Rendra hendak menutup rapat pintu kamar tersebut.


" Kau tunggu saja di luar, pastikan tidak ada yang berani masuk! " Titah Rendra yang cukup membuat kening Rio dan Dalia mengkerut mendengar perkataannya barusan.


Emangnya apa yang akan tuan Rendra lakukan pada Dalia? Apa mereka akan......?


Gumam Rio dengan fikiran negatifnya.


****


Dalia menelan salivanya saat menyadari kini hanya ada mereka berdua saja di dalam ruangan yang bentuknya seperti kamar tersebut.


" Sekarang hanya ada kita berdua. Jelaskan padaku, kenapa kau tidak mengangkat telfonku tadi malam? " Tanya Rendra dengan wajah yang serius.


" Aku akan menjelaskan padamu, tapi sebelumnya jelaskan padaku terlebih dahulu, kenapa kau tidak mengangkat telfonku lebih dulu? " Dalia bertanya balik.


" Itu karena aku lagi mandi. " Jawab Rendra sambil menggenggam tangan Dalia sedangkan tangan satunya lagi digunakan untuk menyelipkan anak rambut Dalia yang jatuh di pipi.


" Benarkah? Bukan karena lagi bersama Kalina? " Pertanyaan itu sungguh menggelitik Rendra untuk tertawa.


" Ha.. ha.. ha.. ha..! Kamu cemburu pada sahabatmu sendiri? " Tangan Rendra kini beralih memegang dagu runcing milik Dalia.


" Siapa juga yang cemburu! Habisnya, kenapa juga harus Dia yang jadi mantan istrimu! Sungguh menyebalkan! " Dalia terlihat manyun dan hal itu sungguh membuat Rendra tambah gemas.


" Mana mungkin Dia berani datang ke rumahku! Tapi, gak apa-apa deh, aku suka liat kamu cemberut kayak gini. Ha.. ha.. ha.. ha..! " Kini tangan Rendra yang satunya lagi berpindah merangkul pinggul Dalia agar lebih dekat dengannya.


" Dasar! " Dalia semakin cemberut.


" Ha.. ha.. ha.. ha..! Sekarang katakan kenapa kamu gak angkat telfonku? " Lanjut Rendra lagi sambil menatap lekat bibir sexy milik kekasihnya itu.


" Emh..itu... aku... anu...? " Dalia tampak gelagapan harus menjelaskan apa.


" Ayo katakan, kenapa malah gelagapan gitu, hmm? Apa karena ada Raymon? " Tanya Rendra dengan tatapan berubah menjadi curiga.


Aduh, ****** aku! Wajahnya aja berubah jadi serius gitu?


Gelisah Dalia.


" Dalia? " Sahut Rendra lagi karena merasa tidak mendapatkan respon.


" Aku gak denger kalau ada panggilan darimu karena aku menggunakan mode getar. " Dalia mencoba menjelaskan.


" Emangnya kamu lagi ada dimana? " Tanya Rendra lagi dengan penuh selidik.


" A.. aku... aku sedang berbicara dengan Raymon di teras rumah. Kami hanya sedang membicarakan masalah Shenzi, itu saja tidak lebih! " Dalia menelan salivanya untuk mengurangi kegugupannya.


" Raymon? " Ulang Rendra dengan kening yang mengkerut.


" I.. iya...! "


" Cih! " Rendra berdecak.


" Apa kau masih mencintainya, Dalia? " Tanya Rendra lagi dengan wajah yang muram.


" Tentu saja tidak, Ren! Sudah tidak ada yang tersisa untuknya lagi. " Bantah Dalia tegas.


" Benarkah? " Tanya Rendra sambil menangkup pipi Dalia dengan kedua tangan dan menatap lekat manik mata wanita yang telah mengisi relung hatinya itu.


" Benar, lihatlah ke dalam mataku! Aku singguh tidak berbohong padamu! " Jawab Dalia menjelaskan


" Kalau begitu, katakan kau mencintaiku, Dalia! " Kini tangan Rendra bergerak merengkuh pinggul Dalia hingga tidak ada jarak di antara mereka.


" Katakan Dalia! " Titahnya lagi.


" A.. aku mencintaimu, Ren! " Jawab Dalia terbata.


" Sekali lagi, katakanlah! "


" Aku mencintaimu, Rendra! " Jawab Dalia dengan tatapan mata serius.


Bibir Rendra melengkung karena tersenyum penuh kemenangan.


" Rasanya aku ingin menciummu sekarang juga! " Ucap Rendra sambil mendekatkan bibirnya ke bibir Dalia, namun dengan cepat jari telunjuk Dalia menghentikannya.

__ADS_1


" Ini kantor, Ren! " Cegah Dalia.


" Aku tidak perduli! Lagi pula aku pemilik kantor ini! "


Tanpa basa-basi lagi, dengan nafas yang menderu Rendra langsung menci** bibir sexy milik kekasihnya tersebut. Ia melum**nya dengan lembut dan dengan tempo yang lambat. Tampak pula Dalia mulai terbawa dalam suasana yang sepi tersebut. Kalau biasanya Dalia hanya diam saja ketika mendapatkan serangan tiba-tiba dari Rendra, kini Dia sudah berani membalas cium** itu hingga suasana ruangan tersebut sedikit panas di karenakan mereka berdua.


****


Sementara itu di luar kamar istirahat tersebut, tampak Mama Sarafina yang masuk ke ruangan Rendra secara tiba-tiba untuk mencari keberadaan anaknya.


Gawat! Ada Nyonya besar datang kemari, apa yang harus aku lakukan sekarang?


Gumam Rio tampak cemas.


Mama Sarafina kemudian berjalan mendekati Rio, dan bertanya.


" Rio, mana Rendra? " Tanyanya.


" Emb... anu... itu..? " Rio gelagapan.


" Jawab yang benar donk! Apanya yang anu? " Cerca Mama Sarafina lagi.


" Anu... Nyonya... tuan Rendra... anu...! " Wajah Rio tampak pucat pasi karena bingung harus menjawab apa.


" Rio ?" Sahut Mama Sarafina lagi.


" Tuan Rendra ada di dalam kamarnya, Nyonya. "


" Huh! Jawab gitu aja susah! " Mama Sarafina langsung mendekat ke pintu kamar tersebut dan mulai menyentuh gagang pintu.


" Jangan Nyonya! " Cegah Rio dengan keringat dingin yang mulai bercucuran.


Kening Mama Sarafina mendadak mengkerut.


" Kenapa jangan? Ini kamar anak saya! "


" Tapi, tuan Rendra berpesan tidak ada yang boleh masuk ke dalam. "


" Kenapa? Apa yang sedang dilakukan tuan mudamu itu di dalam? "


" Emb... itu... anu... emm...! " Rio gelagapan lagi.


" Ah sudahlah! " Mama Sarafina tidak menghiraukan Rio dan memilih membuka gagang pintu kamar istirahat tersebut.


Ceklek!


Pintupun terbuka, dan.....


" Wow! " Rio menelan salivanya saat melihat apa yang Ia lihat di depan matanya saat ini.


" Rendra!! " Bentak Mamanya.


Sontak Rendra dan Dalia tersentak kaget bukan main. Dengan cepat Dalia menundukkan wajahnya dihadapan Mamanya Rendra.


" Mama? " Sahut Rendra tampak syok.


" Kamu sudah kepergok Mama! Sekarang jelaskan semuanya pada Mama! " Ucap Mamanya sambil melirik ke arah Dalia yang tampak ketakutan.


" Kalau begitu, saya permisi tuan! " Ucap Dalia langsung pamit keluar dari ruangan tersebut.


" Rio, tinggalkan kami berdua! " Titah Mama Sarafina lagi.


" Baik, Nyonya! " Jawab Rio yang juga segera keluar dari ruangan Direktur Utama tersebut.


Huft! Aku tidak menyangka mereka seberani itu.


Gumam Rio sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Rendra dan Mamanya kemudian duduk di sofa tamu yang ada di dalam ruangan Direktur Utama tersebut. Tampak raut wajah serius yang Mamanya tampilkan di depan anak lelakinya itu.


" Mama tidak habis fikir, kamu bisa melakukan hal serendah itu kepada karyawanmu sendiri. Kalau Mama datang terlambat sedikit saja, entah apa yang akan kalian lakukan di kamar itu. Atau jangan-jangan kamar itu dibuat khusus untuk kelakuan nakal kamu? Apa benar begitu, Ren? " Mama Sarafina menderu Rendra dengan omelan panjang lebar.


" Maaf, Ma! Itu tidak seperti yang Mama fikir! " Bantah Rendra.


" Tidak seperti yang Mama fikir? Lalu apa maksud dari yang Mama lihat barusan? "


" Dia itu bukan karyawan biasa, Ma. Dia kekasihku dan kami saling mencintai, Ma! "


" Terus kalau Dia kekasihmu, kamu bebas melakukan hal yang tak senonoh di kantor ini? "


" Bukan begitu, Ma! Aku tidak ada niat untuk melakukan hal yang tak senonoh, aku hanya tidak tahan melihat bibirnya, itu sebabnya aku menci**nya. " Jawab Rendra dengan wajah merona malu.


" Berawal dari perasaan tidak tahan, Rendra! Setelah itu kamu bisa lepas kontrol. "


" Maafkan aku, Ma! Aku janji gak akan mengulanginya lagi. "


" Sudahlah! Kamu itu sudah dewasa, jadi sudah tau mana batasannya. Mama cuma mau tanya, kenapa kamu tidak pernah mengenalkan Dia pada Mama, kalau Dia kekasihmu? "


" Itu Dia masalahnya Ma, hubungan kami memang serius, tapi Dia tidak mau pacaran. Dia ingin mengenalku dengan cara seperti ini. Kita saling mengenal satu sama lain, hingga akhirnya kita siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. "


" Hmm... Apa kamu sudah mengenalnya dengan baik? "

__ADS_1


" Tentu saja, Ma! Aku sangat mengenalnya, Dia bernama Dalia, seorang single parent yang memiliki seorang putri bernama Shenzi. Dia berasal dari anak panti, yang kemudian di besarkan oleh orang tua angkatnya. Sekarang Dia hanya tinggal bersama putri kecilnya di sebuah rumah yang kecil, karena orang tua angkatnya pun telah meninggal. "


" Latar belakangnya cukup menyedihkan. Apa kamu sudah yakin dengannya? "


" Jelas aku sudah yakin padanya, Ma! "


" Apa kamu begitu mencintainya? "


" Tentu, aku sangat mencintainya, Ma! Bahkan aku belum pernah merasa mencintai seseorang sedalam ini. "


" Apa Dia juga mencintaimu? "


" Iya, Ma! Dia juga mencintaiku. Kami saling mencintai. "


" Kalau gitu tunggu apa lagi! Segera lamar Dia dan kenalin Dia ke Mama. "


" Apa itu artinya Mama merestui hubungan kami? " Tanya Rendra ingin memastikan.


" Mama tidak pernah menolak siapapun yang menjadi pilihan anak Mama, selama apa yang anak Mama pilih itu adalah yang terbaik untuknya. "


" Terima kasih, Ma! " Rendra langsung memeluk Mamanya erat.


" Cepat lamar Dia, dan bawa Dia bersama anaknya di rumah kita! " Ucap Mama Sarafina lagi.


" Baiklah Ma, aku akan segera kenalkan Dalia pada Mama. "


" Mama tunggu! " Ucap Mama Sarafina sambil mengelus kepala anaknya itu setelah melepaskan pelukannya.


" Mama, kebiasaan deh! " Protes Rendra karena tangan Mamanya membuat rambutnya berantakan.


" Bagaimanapun juga, kamu itu tetap putra kecil Mama yang tampan! " Ucap Mama Sarafina terkekeh.


" Oh iya, tadi Mama ke sini ada perlu apa? " Tanya Rendra yang mulai menyadari keperluan Mamanya.


" Oh iya, hampir saja Mama lupa! Mama ke sini tuh, cuma mau bilang kalau Mama akan liburan ke Croatia selama 3 hari, jadi kamu jaga adik kamu yang centil itu ! Jangan biarkan Dia keluyuran malam-malam. "


" Ok, baiklah! Ada lagi, Ma? "


" Hmm... kalau misalkan di sana Mama dapat Papa baru, kamu setuju gak? " Goda Mama Sarafina lagi sambil senyum-senyum.


" Mama? " Rendra memasang wajah cemberutnya.


" Mama bercanda sayang. " Jawab Mamanya terkekeh.


" Mana ada yang bisa gantiin Papa kamu di hati Mama. " Raut wajah wanita berumur 55 tahun itu berubah sendu, namun masih tak menyurutkan kecantikannya.


" Mama? " Rendra memeluk Mamanya.


" Ya udah, Mama pergi dulu! Ingat, lamar wanita itu dan kenalin sama Mama setelah Mama pulang dari Croatia, ok! "


" Akan Rendra usahakan! "


" Harus! Kalian harus cepet di halalin, bahaya kalau duda ketemu janda, bisa kelepasan nanti. "


" Iya, Mamaku sayang! "


" Kalau gitu Mama pergi dulu! Emmuaachh! " Ucap Mamanya sambil mengecup pipi Rendra layaknya Rendra anak yang masih kecil.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Maaf yah, Author baru Up sekarang!


Kemarin capek banget, jadi gak sempat ngonsep!


Oh iya, ini Author kasih bonus sampai 1.700 kata loh..!!!


Terus, Author juga mau bilang, kalau misalkan ada dari para Readers yang saat membaca episode ini dan berfikir " Dalia, kok mau aja di cium-cium Rendra? "


Gini, Author jelasin!


Author bikin begitu, karena memang sesuai realita kehidupan jaman sekarang! Tapi, hanya sebatas itu kok yang Author bikin. Selebihnya setelah Halal.. 😁😁😁


Jangan lupa untuk terus like, vote dan komen agar Author semangat!!

__ADS_1


Kiss jauh dari Author...😘😘😘


__ADS_2