Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Kelamaan Menjomblo


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 11.00 wib. Tiga puluh menit lagi beberapa staf karyawan Federick Corporation akan beristirahat. Beberapa staf itu adalah para karyawan yang datangnya lebih awal dari jam kerja seharusnya. Mereka diberikan waktu istirahat lebih lama di karenakan tingkat kesibukan mereka lebih tinggi dari karyawan lainnya.


Di antara staf karyawan tersebut, terdapat pula nama Dalia, Rio, dan Faizan. Faizan memiliki jam istirahat yang sama dengan Dalia karena memang jabatannya sebagai marketing yang paling di andalkan memudahkannya mengatur jam istirahatnya kapanpun Ia mau.


Berbanding terbalik dengan Dalia dan Faizan, Rio seakan tidak pernah merasakan makanan kantin sama sekali. Karena memang kesehariannya itu di habiskan hanya bersama Rendra. Termasuk jam istirahatnya pun harus bersama Rendra. Nasibnya sungguh menyedihkan sekali, bukan? 😂


Ketika Rio keluar dari ruangannya dan hendak menuju ruangan Rendra, Ia melihat wajah Faizan yang tampak di tekuk dan tidak bersemangat sama sekali. Lalu Rio pun berinisiatif untuk menghampiri pria yang memiliki jambang tipis di wajahnya tersebut.


" Hey, kau kenapa? " Sahut Rio pada Faizan, sontak Faizan pun kaget dan langsung menoleh padanya.


Dengan wajah sendunya, Ia pun menjawab.


" Aku patah hati, pak Rio. "


" Ha.. ha.. ha..! Emangnya siapa yang sudah membuat seorang playboy Faiz patah hati, hah? " Jawab Rio tertawa.


" Dalia. "


Rio mendadak langsung diam mendengar nama itu.


" Apa kau bilang? Dalia? " Ucap Rio terkejut.


" Iya, Dalia! Ternyata Dia sudah memiliki anak. "


" Hahaha...! Dasar! Dalia memang memiliki anak. Dia juga seorang singel parent yang hebat. " Ucap Rio sambil membayangkan wajah cantik Dalia.


" Apa yang pak Rio barusan katakan? Coba ulangi! " Ucap Faizan yang mendadak wajahnya yang semula sendu menjadi ceria.


" Dalia memang memiliki anak. " Ulang Rio.


" Bukan itu, yang satunya lagi. " Faizan ingin memastikan kalau yang Ia dengar itu benar.


" Hmm... singel parent yang hebat? " Ulang Rio lagi.


"Iya itu dia! Itu artinya Dalia seorang janda donk? " Tanya Faizan dengan semangat 45.


" I.. iya...! Dia memang janda! " Jawab Rio terheran-heran melihat ekspresi Faizan.


" Alhamdulillah! Pak Rio, aku suka mama muda! " Faizan langsung berjingkrak-jingkrak kegirangan.


" Aku suka body, goyang mama muda, mama muda, mama muda......... " Faizan menari-nari dan bernyanyi.


" Hah, apa yang terjadi dengan bocah ini? " Rio tampak bingung melihat tingkah Faizan.


" Terima kasih pak Rio! Terima kasih,kau telah menyelamatkan ku dari jurang kegalauan. " Setelah puas jingkrak-jingkrak, Faizan langsung mendekap erat tubuh Rio, dan pelukan itu berlangsung cukup lama karena Rio mencoba menenangkan Faizan yang begitu terharu karena bahagia.


Tanpa mereka sadari, dari jarak yang tidak begitu jauh, Dalia baru saja keluar dari ruangan Rendra, begitu juga dengan Rendra yang ikut keluar dari ruangannya karena ingin mencari Asistennya, Rio. Namun, mata mereka di suguhi dengan pemandangan yang sungguh menggelikan.


" Cie.. cie...! " Sahut para karyawan yang berada tidak jauh dari meja kerja Faizan.


" Aku mencintaimu, pak Rio! Kau telah menyelamatkan hatiku dari kehancuran. " Ucap Faizan yang masih memeluk erat Rio.


Tanpa sadar kata-kata yang keluar dari mulut Faizan di dengar jelas oleh Dalia dan Rendra.


" Apa? Aku tidak salah dengarkan? " Ucap Dalia tidak percaya dengan apa yang Ia dengar barusan.


" Kau tidak salah dengar Dalia, karena aku pun mendengarnya. " Sahut Rendra.


" Kau sudah melihat mereka kan? Jadi, jangan mau di goda oleh mereka. Mereka sudah menjadi tidak normal karena kelamaan menjomblo. Ha.. ha.. ha..ha..! " Ucap Rendra lagi sambil tertawa, tapi Dia tidak menyadari kalau dirinya juga telah lama menjomblo.


" I..iya, tuan Rendra. " Jawab Dalia sambil nyengir kuda karena sadar Dia pun sama. Sama-sama kelamaan menjomblo.


😂😂😂

__ADS_1


****


" Sudah...sudah! Kamu sudah tenangkan sekarang? " Tanya Rio sambil memukul-mukul pelan bahu Faizan dan melepas pelukannya.


" Sudah, pak Rio! "


" Kalau begitu, aku akan pergi menemui tuan Rendra sekarang. "


" Baiklah, pak Rio! Aku juga akan pergi menemui Dalia."


Ketika mereka berbalik badan, mata mereka membulat sempurna karena melihat semua yang berada di tempat itu memperhatikan mereka. Termasuk Rendra dan Dalia yang tersenyum aneh ke arah mereka.


Tak ingin ambil pusing, Rio lalu menghampiri Rendra dan langsung mendapatkan ucapan selamat dari Rendra.


" Selamat ya. " Rendra memukul pelan bahu Rio.


" Selamat ? Untuk hal apa, tuan? " Tanya Rio yang merasa bingung.


" Selamat karena kau telah menemukan pujaan hatimu. " Ucap Rendra yang terkekeh dan langsung masuk ke ruangannya.


Begitu pula dengan Dalia yang langsung pergi menuju ruangan dapur khusus yang letaknya di lantai bawah sambil mengulum senyumnya.


" Pujaan hati? " Rio masih terlihat berdiri mematung memikirkan kata-kata Rendra barusan.


" Oh... tidak! Ini salah paham! Aku harus menjelaskannya pada tuan Rendra. " Ucap Rio dan langsung masuk ke ruangan Rendra.


" Tuan Rendra, anda salah paham! Semuanya tidak seperti yang tuan pikirkan. " Rio mencoba menjelaskan.


" Tapi, Faiz bilang Dia mencintaimu. "


Faiz, kenapa juga Dia bilang begitu di depan semua orang..?


" Tapi, bukan itu maksudnya, tuan! Aku masih lelaki normal."


****


Sementara itu, Faiz mencoba mengikuti Dalia dari belakang. Hingga sampailah mereka di depan dapur khusus di dalam gedung tersebut.


" Nona Dalia! " Sahut Faiz dan Daliapun menoleh padanya.


" Iya. "


Faiz kemudian menghampiri Dalia.


" Aku ingin mengajak nona Dalia istirahat di kantin bareng! "


Dalia diam sebentar.


" Hmm... kenapa tidak mengajak pak Rio saja? bukankah kalian................? " Ucap Dalia sambil memberi kode dengan tangannya.


Cukup lama Faizan memahami kode tersebut sebelum akhirnya Ia menjawab.


" Oh no! Anda salah paham nona Dalia. Aku masih laki-laki normal. "


" Tapi, tadi kamu bilang cinta kepada pak Rio? " Dalia nyengir kuda.


" Itu tadi karena aku terlalu bersemangat saat aku tau kalau nona Dalia janda? He.. he.. he..! " Ucap Faizan senyum-senyum sendiri.


" Maksud kamu? " Dalia menajamkan matanya.


" Eh... maksudku, nona Dalia kan tidak ada yang punya, jadi gak akan ada yang marah kalau aku deket-deket dengan nona Dalia. " Jawab Faizan dengan gaya kekanakannya.


Oh.. jadi tadi pagi wajahnya berubah kusut karena Dia pikir aku memilki suami, hahaha..

__ADS_1


Dalia tertawa dalam hatinya.


" Oh.. begitu! Hmm... kirain kamu dan pak Rio memiliki hubungan? " Ucap Dalia terkekeh.


" Tidak sama sekali! Aku lelaki normal! Sangat normal dan kuat! Mau bukti? " Faizan lalu memegang celananya dan ingin membukanya.


" Hey! Apa yang kau lakukan? " Dalia terkejut dan langsung refleks menutup matanya dengan tangannya.


" Aku ingin menunjukkan padamu, Dalia. Kalau aku ini masih lelaki normal. "


" Stop! Hentikan! Atau aku akan berteriak! " Ancam Dalia karena memang mereka masih berada di sebuah lorong tidak jauh dari dapur.


" Tapi, nona Dalia percayakan kalau aku ini lelaki normal? "


" Iya... iya.. !Aku percaya! " Ucap Dalia yang masih menutup matanya.


" Terima kasih karena sudah percaya! " Ucap Faizan sambil tersenyum.


" Huh! " Tidak ingin lama-lama meladeni kegilaan Faizan, Dalia langsung berjalan menuju dapur khusus gedung tersebut.


" Nona Dalia, tunggu aku! " Teriak Faizan yang mengekor di belakangnya.


Ya ampun, itu bocah maunya apa sih?


Rungut Dalia dalam hati.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Dalia... Dalia...?


Capek yah di kejar-kejar bocah yang sedang jatuh cinta? 😂😂😂


Kira-kira Readers mau gak di kejar-kejar bocah seperti Faiz?


😂😂😂


Jangan lupa like, vote, dan komennya yah Readers..

__ADS_1


Kiss jauh dari Author.. 😘😘😘


__ADS_2