Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Tuan Rendra Kenapa?


__ADS_3

Di ruang dapur khusus gedung Federick Corporation.


Dalia memeriksa daftar menu dan daftar bahan-bahan yang di pakai oleh para koki untuk memasak makan siang Rendra.


" Tidak memakai minyak dan cabai bukan? " Tanya Dalia kepada salah satu koki.


Yah, Rendra memang terkenal peduli akan kesehatan, Ia tidak menyukai makanan yang mengandung minyak juga makanan pedas. Itu semua demi menjaga kebugaran tubuhnya agar terhindar dari segala macam penyakit.


" Tidak nona, semua sesuai dengan prosedur yang tuan Rendra buat. "


" Bagus! Boleh saya mencicipinya terlebih dahulu? "


" Tentu saja, nona! "


Dalia lalu mengambil setiap sendok masakan yang sudah di masak tersebut dan mulai mencicipinya satu persatu. Hal ini di lakukan untuk memastikan makanan tersebut aman untuk Rendra makan. Yah, pekerjaan ini termasuk dalam salah satu pasal yang ada pada catatan kerjanya.


Dalia, kau sungguh perfect! Andai kau menjadi istriku, tentu aku akan di beri perhatian penuh olehmu seperti kau begitu memperhatikan pekerjaanmu dengan sangat baik.


Ucap Faizan dalam hati sambil memperhatikan Dalia dari balik pintu.


" Hmm... enak! Kerja yang bagus! Kalau begitu, kalian boleh antar semua makanan ini ke ruangan tuan Rendra sekarang!" Ucap Dalia dengan penuh wibawa.


" Baik, nona Dalia! " Jawab mereka serempak.


Dalia kemudian keluar dari ruangan tersebut dan langsung menuju ke ruangan Rendra bersama beberapa koki untuk membawakan makan siang Rendra. Faizan pun terus mengekor di belakangnya.


Sesampainya di ruangan Rendra, semua makanan itu kemudian di susun rapi di atas sebuah meja yang memang sudah di siapkan khusus untuk di gunakan sebagai tempat makan siang tuan Rendra dan Asistennya.


Setelah semuanya rampung, Dalia kemudian pamit kepada Rendra untuk beristirahat, karena memang sudah masuk jam istirahatnya. Sedangkan koki-koki tadi masih setia berdiri untuk menunggu Rendra hingga selesai makan siang.


" Tuan Rendra, pekerjaan saya sudah selesai. Kalau begitu saya permisi. " Ucap Dalia sambil membungkukkan kepalanya.


" Silahkan! " Jawab Rendra sembari merapikan sapu tangan yang tersedia di atas meja karena sudah bersiap untuk makan.


Ketika Dalia baru keluar dari pintu ruangan Rendra, sayup-sayup suaranya masih terdengar di telinga Rendra.


" Nona Dalia, anda belum menjawab permintaanku tadi? " Tanya Faizan yang masih berada di depan pintu.


" Huh, iya deh aku mau! Ayo kita makan di kantin! " Jawaban Dalia cukup membuat Rendra terkesiap mendengarnya.


" Yes! " Faizan merasa senang.


Ketika suara Dalia dan Faizan sudah tak terdengar lagi, Rendra masih terlihat diam bahkan belum menyentuh sedikitpun makanannya. Tangannya menggenggam erat garpu dan sendok. Rio yang berada di depannya pun merasa heran dengan sikap bosnya tersebut. Perutnya yang sudah keroncongan tidak mampu membuat dirinya berani untuk menyendok makanan terlebih dahulu.


" Rio! " Sahut Rendra.


" Iya, tuan. "


" Perintahkan semua petugas kantin untuk menyiapkan sebuah meja untukku sekarang juga! " Titahnya membuat Rio ingin tersedak, namun tidak jadi karena memang belum ada makanan yang masuk ke dalam tenggorokannya.


" Dan kalian, bawa semua makanan ini ke kantin! " Ucap Rendra lagi kepada para koki yang berdiri berjejer di depannya.


" Baik, tuan! " Ucap koki-koki itu serentak.


Mendengar perintah yang sangat memaksa tersebut, dengan sigap Rio langsung menghubungi para petugas kantin untuk segera menyiapkan meja khusus untuk tuan Rendra. Dengan terkejut, para petugas-petugas itupun panik dan langsung menyiapkan apa yang memang di perintahkan oleh Rio lewat sambungan telfon tersebut.


****


Koki-koki khusus tadipun kini sudah berada di kantin untuk merapikan makanan yang mereka bawa dari ruangan Rendra. Semua petugas yang ada di kantin tersebut juga tampak sibuk sekaligus kebingungan. Tak tertinggal pula para karyawan yang sedang beristirahat itupun ada yang memilih pindah tempat duduk, bahkan ada pula yang memilih membawa makanan mereka untuk di makan di meja kerja saja.


" Ada apa? " Tanya salah satu karyawan yang baru datang.

__ADS_1


" Tuan Rendra mendadak ingin makan di kantin. " Jawab karyawan lainnya.


" Apa? " Tampak beberapa karyawan yang terlihat panik dan terkejut karena memang tuan Rendra tidak pernah makan di kantin.


Kepanikan para karyawan itupun di dengar pula oleh Dalia dan Faizan yang kebetulan sedang menikmati makan siangnya di kantin tersebut.


" Ini akan menjadi catatan sejarah Federick Corporation. " Ucap Faizan.


" Maksudmu? " Tanya Dalia merasa bingung karena baginya hal itu biasa saja.


" Ya sejarah! Belum pernah terjadi sebelumnya dari pertama kali Federick Corporation berdiri sampai seperti saat ini, pimpinannya mau makan di kantin bersama para karyawannya. "


" Wow! Bagus donk kalau gitu! Itu artinya tuan Rendra rendah hati. " Jawab Dalia yang kini merasa hal itu menjadi luar biasa baginya.


" Cih! Sejak kapan seorang Birendra Federick itu menjadi rendah hati? "


" Sejak sekaranglah! Tuh buktinya tuan Rendra sudah ke sini bersiap-siap untuk makan siang bersama kita semua yang ada di sini. " Ucap Dalia santai sambil melihat ke arah Rendra yang sudah datang ke area kantin.


Pandangan merekapun bertemu.


Sial! Kenapa juga Dalia duduk di samping bocah tengil itu.


Gumam Rendra dalam hati.


Tuan Rendra kenapa memandangku dengan tatapan sinis begitu?


Dalia juga berucap di dalam hatinya.


" Gawat! Tetap jaga sikap kalau kita ingin selamat, Dalia! " Ucap Faizan yang seketika itu menyadarkan Dalia dari lamunannya.


" Ok! Aku mengerti. "


Semua karyawan termasuk Dalia dan Faizan yang sedang beristirahat di kantin tersebut langsung berdiri di meja mereka masing-masing ketika melihat Rendra yang mulai memasuki kantin.


" Hmm... "


Pelayan kantin lalu menarik sebuah kursi untuk di gunakan Rendra duduk. Dan Rendra pun mulai duduk di kursi yang sudah di sediakan, barulah semua karyawan yang ada di tempat itu kembali duduk di tempat mereka masing-masing. Tanpa terkecuali Dalia dan Faizan.


Rio lah yang kini tampak sangat bahagia karena kini Dia sudah bisa memakan makan siangnya dengan tenang.


Alhamdulillah! Saatnya makan.


Gumam Rio dalam hati.


Rendra pun juga kembali melanjutkan makan siangnya yang sempat tertunda tadi. Namun, tetap saja hatinya masih menggerutu dan tak bisa tenang. Sesekali Ia melirik ke arah meja Dalia dan Faizan yang tampak sedang bersendu gurau sambil sesekali Dalia tertawa lepas mendengar kebanyolan Faizan.


Bisa-bisanya Dia sebahagia itu ketika tidak bersamaku!


Gerutunya dalam hati.


Hati Rendra kian memanas ketika melihat sesuatu yang begitu menyayat hatinya.


" Dalia, ada saos yang menempel di bibirmu? " Ucap Faizan kepada Dalia.


" Dimana? " Tanya Dalia dengan cepat mengambil tisyu.


" Sini, biar aku yang bersihkan! " Faizan lalu mengambil tisyu dan mengelap saos di tepi bibir Dalia.


" Sudah! " Lanjut Faiz lagi dengan tersenyum.


" Makasih, Faiz! " Dalia pun tersenyum.

__ADS_1


Rendra mengepalkan tangannya, emosinya sudah berada di ubun-ubunnya saat ini. Hingga tanpa Ia sadari sendok dan garpu sudah bengkok di tangannya sendiri karena menahan emosi.


Dalia! Mulai besok kau tidak akan makan di kantin lagi!


Geramnya dalam hati.


Suara tawa Dalia terus terdengar di telinganya, hingga pertahanan Rendra sudah tidak dapat di bendung lagi. Tanpa sadar, Rendra langsung memukul mejanya dengan kasar.


Braakk!


Semua yang ada di kantin itupun menoleh seketika itu juga, termasuk Dalia dan Faizan. Tidak ketinggalan juga Rio yang tersedak makanannya sendiri. Kali ini Rio tersedak beneran guys! Karena memang Dia sedang lahap memakan makanannya. Wkwkwkwkwk.. 😂😂😂


" Aku sudah kenyang! " Ucap Rendra dengan nafas yang memburu.


Jelas sekali kegusaran dalam dirinya saat itu, tanpa menunggu Asistennya itu selesai makan, Rendra langsung meninggalkan kantin tersebut sambil menendang apa saja yang ada di depannya saat itu.


" Tuan Rendra, tunggu! " Ucap Rio sambil mengejar Rendra dan meninggalkan makanannya yang belum habis bahkan belum sempat minum air putih.


Semua yang ada di kantin tersebut tampak terheran-heran dengan sikap Rendra, tak terkecuali Dalia dan Faizan.


" Tuan Rendra kenapa? " Tanya Dalia yang merasa bingung.


" Entahlah! " Jawab Faizan.


Apa yang sebenarnya terjadi pada tuan Rendra yah? Dia tampak sangat marah. Tapi apa yang sudah membuatnya semarah itu?


Gumam Dalia dalam hati yang tampak mencemaskan bosnya tersebut.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Aduh... tuan Rendra, kalau cinta yah bilang cinta. Kalau suka yah bilang suka. Jangan di pendam begitu, sakitkan jadinya. Kasian Rio jadi korban, wkwkwkwkwk.. 😂😂😂


Hayo, kira-kira para Readers ada gak yang suka memendam rasa? Sakit tau... 😁😁


Jangan lupa like, vote, dan komennya yah...

__ADS_1


Kiss jauh dari Author... 😘😘😘


__ADS_2