Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Cinta tak Seegois Itu


__ADS_3

Di ruangan sekretaris Direktur Utama Federick Corporation.


Dalia memegang dadanya sembari menghembuskan nafasnya hingga berkali-kali. Ia masih terlihat syok akan kejadian ketangkap basah oleh Mamanya Rendra tadi.


" Duh, gimana donk ini? Aku malu banget? Pasti Mamanya Rendra akan berfikir yang tidak-tidak tentang aku. " Ucapnya dengan wajah yang begitu cemas.


" Bodohnya aku, bisa-bisanya aku mengikuti ritme permainan Rendra tadi! Aku gak bisa terus-terusan berada di dekat Rendra, bisa-bisa kelepasan nantinya. " Ucapnya lagi sambil memegang dahinya yang tidak pusing itu.


Tok... tok.. tok..!


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari arah luar ruangannya.


" Masuk! " Titah Dalia.


Ceklek!


Pintupun terbuka dan memperlihatkan wajah kekepoan tingkat tinggi dari Rio.


" Permisi, boleh aku masuk? " Tanya Rio.


" Eh, pak Rio, silahkan masuk pak! " Ucap Dalia mempersilahkan namun dengan wajah yang tertunduk malu karena harus kepergok juga oleh Rio.


Rio kemudian mendudukkan dirinya di depan Dalia dengan menampilkan senyuman penuh arti miliknya.


" Dalia, tuan Rendra tidak melecehkanmu kan? " Tanya Rio tiba-tiba yang seketika itu juga membuat Dalia menatap kaget ke arah Rio.


" Melecehkan? Tentu saja tidak, Pak Rio! " Jawab Dalia tegas karena merasa aneh dengan pertanyaan Rio barusan.


" Oh, syukurlah karena tadi waktu tuan Rendra datang dan melihatmu, aku bisa melihat ekspresi tuan Rendra yang hendak memangsamu. "


" Ha.. ha... ha.. ha..! Memangsaku? Emangnya tuan Rendra itu hewan buas, apa? " Ucap Dalia sambil tertawa.


" Hmm... Kamu tuh belum tau seberapa buasnya tuan muda kita itu, apa lagi kalau sedang memarahkan karyawannya. "


" Ha.. ha.. ha.. ha..! Kalau urusan itu, aku setuju! Dia memang buas! "


" Apalagi kalau tuan Rendra menjadi suamimu nanti, aku rasa Dia akan lebih buas dari singa lapar. Ha.. ha.. ha.. ha..! " Kali ini giliran Rio yang tertawa.


" Anda menakutiku, pak Rio! " Wajah Dalia mendadak tegang.


" Ha.. ha.. ha.. ha..! Aku rasa semua lelaki akan menjadi buas jika harus bergulat dengan wanita di atas kasur. " Ucap Rio lagi.


" Hmm... ada benernya juga sih! " Dalia membenarkan.


" Kalau laki-laki gak buas, itu artinya Dia bukan lelaki sejati! "Lanjut Rio lagi.


" Ha.. ha...ha.. ha.. ha..! " Rio dan Dalia tertawa bersama hingga Dalia sejenak melupakan kejadian memalukan tadi.


***


" Oh iya pak Rio, apa Mamanya tuan Rendra akan marah kepadaku? " Tanya Dalia lagi ketika kembali mengingat kejadian memalukan itu.


" Hmm... aku rasa tidak! Aku rasa yang akan kena marah itu tuan Rendra. "


" Kenapa begitu? Aku kan juga salah. "


" Nyonya besar bukan type Mama-Mama di sinetron Indonesia yang hobby marahin pacar anaknya, Dalia! " Ucap Rio terkekeh.


" Tapi, aku pasti akan dinilai buruk oleh Mamanya tuan Rendra. "


" Jangan khawatir Dalia, Nyonya besar tidak segalak yang kau fikir. Wajahnya sih memang galak, tapi aslinya gak kok! "


" Benarkah itu? "


" Iya, cobalah untuk lebih dekat dengan Nyonya besar, apa salahnya kan, lagi pula kau calon menantunya, bukan? "


" Tapi, aku malu. "


" Apa yang kau malukan, Dalia! Aku rasa Nyonya besar akan menerimamu dengan baik di keluarganya, percayalah! " Ucap Rio sambil memukul pelan bahu Dalia.


" Ya sudah, aku tidak boleh lama-lama di sini, nanti bisa-bisa aku ditendang sama tuan Rendra! " Lanjut Rio lagi.


" Ha.. ha.. ha.. ha..! " Dalia tertawa mendengar hal itu.


" Aku permisi dulu, Dalia! Aku kesini cuma ingin memastikan kalau kau tidak di apa-apakan tuan Rendra. "


" Tuan Rendra tidak seburuk itu kok, yah walaupun terkadang-kadang otaknya mesum. "


" Ha.. ha.. ha.. ha..! Nanti aku bilangin ke tuan Rendra, kalau kekasihnya bilang Dia otak mesum. "

__ADS_1


" Eh, jangan pak Rio, habis aku! "


" Ha..ha.. ha.. ha..! " Suara gelak tawa Rio masih terdengar dari ruangan Dalia.


" Apa benar, Mamanya Rendra gak marah sama aku? " Ucap Dalia setelah Rio meninggalkannya sendirian lagi.


" Ah sudahlah, lebih baik sekarang aku fokus dengan pekerjaanku! "


Dalia lanjut menghadap layar komputer untuk mengerjakan berkas-berkas yang terletak di atas mejanya.


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Sementara itu di tempat lain, tampak Raymon sedang memasuki kawasan salah satu rumah sakit yang ada dibilangan Jakarta. Ia kemudian memarkirkan motornya dan mulai memasuki lorong rumah sakit tersebut.


" Permisi, bisa saya bertemu dengan dr. Kalina? " Tanya Raymon kepada salah satu petugas rumah sakit.


" Ada perlu apa pak? Anda bisa mengisi daftar pasien terlebih dahulu. "


" Tidak.. tidak, saya bukan pasiennya! Saya temannya, saya ada urusan penting dengannya. Hubungi saja Dia, dan katakan Raymon ingin bertemu dengannya! "


" Baiklah, pak! "


Petugas rumah sakit itu kemudian menghubungi Kalina dan mengatakan kalau Raymon ingin bertemu dengannya.


" Bapak boleh langsung ke ruangan dr. Kalina di lantai dua. " Ucap petugas itu kemudian.


Raymon kemudian naik ke lantai dua dan mencari-cari ruangan dr. Kalina selaku dokter spesialis kandungan yang ada di rumah sakit itu. Ketika Ia menemukannya, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Raymon langsung membuka pintu ruangan itu begitu saja.


Ceklek!


Sontak Kalina dan Evan yang kebetulan berada di ruangan itupun langsung menoleh ke arahnya.


" Raymon, silahkan duduk! " Titah Kalina.


Raymon pun langsung berjalan mendekati meja kerja Kalina dan mulai mendudukkan dirinya di sebuah kursi yang letaknya tepat di samping Evan.


" Dr. Evan Kenalkan, ini Raymon, mantan suami dari kekasih Rendra. " Kalina memperkenalkan Raymon kepada Evan dan membuat kening Evan mengkerut saat mendengar kata mantan suami.


" Evan. " Evan mulai mengulurkan tangannya terlebih dahulu kepada Raymon.


" Raymon! " Balas Raymon yang juga menyambut tangan dokter tampan itu.


" Oh iya, ada perlu apa Ray? " Tanya Kalina langsung.


" Bisa kita bicara berdua saja? " Pinta Raymon dan hal itu membuat Evan menaruh curiga pada mereka berdua.


" Ok, kalau begitu saya permisi dulu! " Ucap dr. Evan yang langsung beranjak pergi dari ruangan tersebut.


" Maaf dr. Evan! " Ucap Kalina.


" Tidak apa-apa dr. Kalina! "


Ketika Evan sudah berada di luar ruangan Kalina, Ia tidak langsung pergi dari tempat itu. Ia lebih memilih untuk tetap berdiri di depan pintu sambil menguping pembicaraan keduanya.


" Jadi, apa tujuanmu datang kemari? Apa kau sudah berhasil merebut hati Dalia kembali? " Tanya Kalina tanpa basa-basi lagi.


" Cih! Justru aku kesini ingin membatalkan rencana kita berdua! " Jawab Raymon tegas.


" Maksudmu? "


" Apa kurang jelas? Aku ingin membatalkan rencana kita! Setelah aku fikir-fikir, aku tak ingin mendekati Dalia lagi. Dalia sudah tidak mencintaiku, saat aku menatap netra hitamnya, aku sama sekali tak menemukan diriku disana, lalu bagaimana bisa aku memilikinya lagi? Bagiku dengan aku bersamanya, itu sama saja aku sudah merampas kebahagiaannya."


" Lalu, kau ingin menyerah begitu saja? Apa kau tidak memikirkan perasaan anakmu? "

__ADS_1


" Masalah Shenzi, lambat laun Dia akan mengerti dan bisa menerima kenyataan kalau Ayah dan Ibunya sudah berpisah. "


" Bagaimana kalau anakmu tidak bisa menerima hal itu. "


" Biar aku dan Dalia yang akan membuatnya mengerti dan menerima kenyataan ini! Lagi pula aku tidak akan pernah meninggalkan anakku lagi. Aku akan bicarakan masalah hak asuh anak bersama Dalia nantinya. "


" Cih! Kau membohongi perasaanmu sendiri, Ray! "


" Aku tidak perduli! Yang aku perdulikan sekarang adalah kebahagiaan Dalia! Dia pantas bahagia dengan pria yang Ia cintai. Dan Aku tak ingin merusak itu! "


" Terserah kau saja, aku akan tetap pada pendirianku! "


" Satu hal yang aku minta darimu, stop ganggu hubungan mereka lagi! Lanjutkan hidupmu dan lupakan Rendra! Biarkan mereka bahagia, Kalina. "


" Tidak semudah itu, Ray! " Ucap Kalina dengan mata yang berkaca-kaca.


" Kau pasti bisa! Buka hatimu untuk yang lain dan terima kenyataan ini walau pahit! Cinta tak seegois itu, dr. Kalina! " Raymon menegaskan kata-katanya.


" Aku permisi! " Lanjut Raymon lagi.


Raymon langsung beranjak berdiri dari tempat duduknya dan mulai melangkah pergi dari ruangan tersebut. Evan yang mendengar langkah kaki Raymon, segera bergegas mencari tempat persembunyian agar tidak di lihat oleh Raymon.


Setelah bayangan Raymon sudah tidak terlihat lagi, Evan lalu masuk ke dalam ruangan Kalina kembali.


ceklek!


" Boleh aku masuk? " Tanya Evan pada Kalina.


Kalina langsung mengusap air matanya yang sempat jatuh.


" Masuklah! " Jawabnya dengan wajah datar.


Dokter tampan itu lalu duduk kembali di kursi awal dimana Ia duduk pertama kali sebelum Raymon datang.


" Aku mendengar semuanya! " Ucapnya yang seketika itu mendapatkan tatapan tidak ramah dari Kalina.


" Sungguh tidak sopan menguping pembicaraan orang lain. " Jawab Kalina dengan raut wajah yang tidak ramah.


" Lebih tidak sopan lagi kalau mengganggu hubungan orang lain. " Sindir Evan.


" Kau tidak berhak ikut campur urusanku, dr. Evan !" Bentak Kalina.


" Tapi aku berhak menasehatimu, karena kita teman! " Evan tak kalah tegasnya.


" Kalina, bukankah kamu sendiri yang mencampakkan Rendra! Dan sekarang ketika Dia sudah menemukan penggantimu, kau malah ingin menghancurkan hubungan mereka. Terlebih wanita yang menjadi kekasihnya itu adalah sahabatmu sendiri Kalina. Sadarlah! " Lanjut Evan lagi.


" Aku sudah bilang, ini bukan urusanmu! " Kalina tetap pada pendiriannya.


" Aku hanya kasian padamu, berhentilah mengharapkan sesuatu yang bukan milikmu lagi! Buka mata dan hatimu, masih banyak pria di luar sana yang bisa mencintaimu dengan tulus. "


Kalina menatap dalam manik mata Evan, hati kecilnya membenarkan perkataan pria itu, namun egonya jauh lebih tinggi dari itu.


" Kalau sudah tidak ada keperluan lagi, sebaiknya Anda keluar dari ruangan saya, dr. Evan! " Titahnya tiba-tiba.


" Baiklah, aku tidak akan mengganggumu! Tapi pikirkan baik-baik perkataan ku tadi! "


Evan kemudian beranjak dari tempat duduknya dan mulai berjalan meninggalkan ruangan tersebut. Kalina tampak diam seribu bahasa dengan tatapan datar. Ia tampak merenungi perkataan Evan barusan.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Jangan lupa like, vote, dan komennya yah..

__ADS_1


Kiss jauh dari Author... 😘😘😘


__ADS_2