
Beberapa hari kemudian.
Hubungan Dalia dan Mamanya Rendra semakin hari semakin terlihat akrab saja. Bagi Mama Sarafina, kasta bukanlah hal yang paling utama dalam menjalin sebuah hubungan. Toh, dulunya Ia pun sama seperti Dalia yang berasal dari keluarga sederhana. Itu sebabnya Ia tidak pernah melarang anaknya untuk menjalin hubungan dengan siapapun, baik itu dari kalangan atas maupun kalangan bawah.
Hari ini merupakan hari dimana Mama Sarafina akan mengadakan arisan sosialita di rumahnya sendiri. Semua pembantu dalam rumah itu tampak sibuk mempersiapkan segalanya, tak terkecuali Molly dan Dalia. Sedangkan Rendra hanya duduk-duduk saja di teras samping rumahnya sambil memperhatikan Shenzi yang sedang bermain bersama Ipul, asisten Molly.
" Shenzi, jangan lari-lari terus donk! Tante Ipul kan jadi capek! " Teriak Ipul dengan suara yang mendayu-dayu.
" Kejar aku, tante Ipul! Ayo, kejar aku! " Shenzi terus saja berlari mengelilingi halaman rumah Rendra yang sangat luas.
" Tante? " Ucap Rendra keheranan, sebelum akhirnya Ia tertawa lepas melihat Ipul jatuh ke air mancur.
" Awh! Atit kan...! " Teriak Ipul yang sudah basah kuyup itu.
" Ha..ha.. ha.. ha..! " Rendra tertawa terpingkal-pingkal melihat kekonyolan yang ada di hadapannya saat ini.
" Shenzi! Gak boleh gitu sayang, kasian Om Ipul lari-lari ngejar Shenzi, ujung-ujungnya Om Ipul jadi jatuh gini kan? " Ucap Dalia yang datang secara tiba-tiba karena mendengar suara keributan dari arah samping.
" Kok Om Ipul sih, bu? Tante Ipul, iyakan tante Ipul? " Tanya Shenzi polos kepada Ipul yang sudah keluar dari air mancur tersebut dengan dibantu Dalia.
" Iya! Iih... nona Dalia kok lupa sih! Tante Ipul." Jawab Ipul menegaskan.
" Tante? Ha.. ha.. ha.. ha..! Tante botak, iya! Ha.. ha.. ha.. ha..! " Rendra tampak masih belum puas menertawakan Ipul.
" Huss, Rendra! " Dalia melototkan matanya ke arah Rendra dan seketika itu juga Rendra pun diam.
" Iya yah, maaf aku lupa, Pul! " Jawab Dalia lagi kepada Ipul.
" Ya udah, Ipul mau ke kamar dulu yah, mau ganti baju! Permisi tuan Rendra, permisi nona Dalia! " Ipul pun langsung pamit ke dalam rumah, ketika belum jauh berjalan, tampak Molly yang baru saja keluar dari dalam rumahnya.
" Pul, Loe kenapa basah kuyub gini? Mandi dimana Loe? " Tanya Molly dengan terkekeh.
" Itu non, tadi habis main lari-lari sama Shenzi, eh... Ipulnya malah nyemplung di pancuran! " Jelas Ipul dengan wajah sedihnya.
" Ha.. ha.. ha.. ha..! Kesian? Itu baru satu, coba Loe bayangin kalau nanti Kak Ren punya anak 3 dari Dalia, yang ada Loe bukan cuma nyemplung ke air mancur lagi, tapi malah nyemplung di got! " Bukannya menghibur, Molly malah tambah mengejeknya.
" Iih.. enon, kakak sama Adiknya sama aja! Bete' deh Ipul! " Ucap Ipul langsung mencelos masuk ke dalam rumah.
" Ha.. ha.. ha.. ha..! " Molly dan Rendra pun melanjutkan tawa riuhnya mereka melihat tingkah Ipul, sedangkan Dalia hanya bisa tersenyum melihat tingkah dua kakak beradik itu.
*****
Waktu menunjukkan pukul 13.00 wib. Terlihat sebuah mobil mewah sedang memasuki area halaman rumah kediaman keluarga Federick. Setelah mobil itu terparkir dengan sempurna, keluarlah seorang wanita paruh baya bersama seorang wanita muda yang berjalan melenggang memasuki rumah keluarga Federick.
" Assalamu'alaikum! " Sapa bu Riris.
" Wa'alaikum salam, masuk jeng Riris! " Balas Mama Fina menyambut rekan sosialitanya tersebut.
" Maaf yah jeng, kemarin gak bisa ikut ke Croatia, soalnya anak saya baru aja pulang dari London. " Ucap Bu Riris sambil cipika cipiki kepada Mama Fina.
" Gak apa-apa atuh jeng! " Jawab Mama Fina.
" Assalamu'alaikum, tante Fina! " Sapa Keryl anaknya bu Riris kemudian.
" Nak Keryl, masuk sayang! Ayo masuk, Molly pasti seneng banget kalau tau kamu udah pulang dari London. " Sambut Mama Fina karena memang sebelum Keryl kuliah di Luar Negeri, dirinya sering berkunjung bahkan menginap di rumah ini.
" Molly dimana, tan? " Tanya Keryl.
" Ada, masuk aja ke dalam, Molly nya lagi nyantai di ruang keluarga. "
" Ok, makasih tan! "
__ADS_1
Keryl langsung setengah berlari masuk ke dalam rumah yang sangat besar itu. Ia sungguh tidak sabar ingin bertemu dengan sahabat kecilnya itu, lebih tepatnya Ia sebenarnya tidak sabat ingin bertemu dengan kakak laki-laki dari sahabatnya itu, yaitu Rendra. Ketika sampai di ruang keluarga, Keryl langsung menemui Molly yang sedang duduk bercengkrama bersama Dalia, rendra, Ipul, dan juga Shenzi.
" Molly! " Teriak Keryl yang suaranya melengking hingga membuat semua menoleh ke arahnya.
" Keryl! " Balas Molly tak kalah terkejutnya.
Mereka berduapun langsung berpelukan layaknya teletubbies yang berputar-putar sambil memeluk erat satu sama lain.
Ya ampun, kenapa juga wanita centil ini ada di sini!
Gerutu Rendra dalam hatinya.
Hmm... si Kerikil udah kembali, sebel deh!
Gerutu Ipul karena memang Ipul tidak begitu menyukai sahabat majikannya itu.
" Gimana kabarmu selama di London? Apa kamu udah punya kekasih selama di sana? " Tanya Molly setelah melepas pelukannya.
" Hmm... belum! " Jawab Keryl, namun matanya sesekali melirik ke arah Rendra.
" Kenapa? Emangnya di sana gak ada cowok ganteng apa? "
" Banyak sih, tapi..... " Keryl menggantung ucapannya.
" Tapi apa? "
" Tapi, ada seseorang yang sulit aku lupakan! " Jawab Keryl sambil melirik ke arah Rendra.
" Siapa? " Kening Molly mulai mengkerut saat melihat sahabatnya itu selalu melirik ke arah kakaknya.
Keryl memilih tak menjawab pertanyaan Molly, Ia langsung berjalan menghampiri Rendra dan duduk di sampingnya yang kebetulan tempat duduk di samping Rendra itu terlihat kosong, karena Dalia sedang duduk di samping Molly di sofa lainnya.
" O.. owh..! " Molly tergamam saat menyadari kesalahannya yang lambat menyadari siapa yang dimaksud Keryl tadi.
" Baik! " Jawab Rendra datar.
" Hmm.. kak Ren kok jawabnya gitu sih? Emangnya gak kangen gitu sama Keryl yang cantik seperti Selena Gomez ini? " Ucap Keryl lagi dengan tangan yang bergelayut manja di lengan kekar Rendra.
Apa? Selena Gomez? Uweekkk!
Gumam Ipul yang ikut menguping.
Rendra berusaha menepis tangan Keryl, namun semakin ditepis tangan itu kembali bergelayut manja. Sedangkan Dalia hanya bisa diam dengan apa yang Ia lihat saat ini, namun tatapan matanya menghunus tajam ke arah Rendra, hingga membuat Rendra keringat dingin dibuatnya.
****** aku!
Gumam Rendra.
Wah! Gawat nih!
Molly juga bergumam dalam hatinya saat melihat wajah Dalia.
Tak ingin membuat calon kakak iparnya itu cemburu, dengan cepat Molly langsung menarik Keryl dan melepaskan gelayutan manjanya di lengan Rendra.
" Molly, aku tuh masih kangen sama Kak Ren! " Ucapnya cemberut.
" Sebelum kamu peluk kak Ren, sebaiknya aku mengenalkan mu lebih dulu dengan seseorang! " Ucap Molly sambil membantu Keryl berdiri.
" Siapa? " Tanya Keryl yang masih cemberut.
" Kenalkan yang duduk disana itu namanya, Dalia. Dia temanku sekaligus calon kakak iparku! " Ucap Molly lagi sambil menunjuk ke arah Dalia, dan Dalia pun melambaikan tangannya ke arah Keryl.
__ADS_1
" Hay! " Sapa Dalia sambil tersenyum.
" Apa kau bilang, Dia calon kakak iparmu? " Ulang Keryl ingin memastikan apa yang Ia dengar.
" Iya, Dia calon kakak iparku! " Tegas Molly.
" Itu artinya kak Ren akan segera menikah lagi? " Tanya Keryl lagi.
" Iya, kami akan segera menikah dalam waktu dekat ini, nanti Molly yang akan memberimu undangannya. " Jawab Rendra sembari mengajak Dalia berdiri dan merangkul pinggul calon istrinya itu di hadapan Keryl.
" Molly? " Sahut Keryl.
" Iya, Keryl. "
" Aku mau pingsan! "
" Jangan donk Keryl, maksudku jangan pingsan di sini, nanti sakit! Di sana aja, begitu pingsan kan langsung di atas sofa yang empuk. "
" Ok, baiklah! " Keryl langsung berjalan mendekat ke arah sofa dengan di papah Molly.
" Molly! " Sahutnya lagi.
" Iya Keryl, apa lagi? "
" Tadi kau bilang Dia siapa? " Ulang Keryl lagi yang masih belum mau percaya.
" Dia itu temanku! " Jawab Molly santai.
" Bukn itu, yang satunya lagi? "
" Oh... Dia itu calon kakak iparku! "
" Yah, itu Dia! Kalau begitu aku pingsan sekarang juga! " Ucap Keryl dan seketika itu juga Ia langsung pingsan di atas sofa.
" Kak Ren, gimana donk ini? Dia pingsan beneran? " Tanya Molly mulai panik.
" Uruslah, Dia kan sahabatmu dari kecil, tentu kau tau cara mengatasinya! " Jawab Rendra santai.
" Ayo Dalia, kita ke taman belakang saja! Ipul, Shenzi, ayo ikut ke taman belakang! " Lanjut Rendra lagi sambil merangkul pinggul Dalia dan membawanya pergi dari ruangan itu.
" Siap, tuan! " Jawab Ipul yang juga ikut mencelos meninggalkan Molly dan Keryl.
" Awas kalian yah! " Teriak Molly kesal.
*
*
*
*
*
*
################################
Jangan lupa like, vote, dan komennya yah Readers!!
Kiss jauh dari Author... 😘😘😘
__ADS_1