
Sore Harinya.
Setelah pertempuran sengit di siang harinya, akhirnya Rendra dan Dalia pun keluar dari kamar mereka dan mengajak Molly, Rio dan juga Shenzi untuk berenang sambil menikmati suasana pantai yang indah dan masih asri tersebut.
Dengan hanya menggunakan bikini, Dalia membawa anaknya untuk menikmati laut yang sangat indah tersebut. Ombak di sore hari itu tampak tidak begitu besar, sehingga memudahkan Dalia untuk mengajak anaknya bermain dan berenang bersama dirinya.
" Shenzi, inget pesan ibu! Jangan nakal-nakal yah kalau sama tante Molly, jangan bikin tante Molly pusing, mengerti? " Ucapnya.
" Mengerti, bu. " Jawab Shenzi tegas.
" Bagus! Anak ibu memang pinter! " Ucap Dalia sembari mengecup kedua pipi bulat anaknya itu.
Dalia masih memegang pelampung anaknya dan sesekali mengajarkan anaknya itu untuk berenang.
" Shenzi, ayo berenang sama Papa! " Tiba-tiba saja Rendra datang menghampiri ibu dan anak tersebut yang kemudian mengambil alih pelampung Shenzi dari tangan Dalia.
" Ayo, Pa! " Jawab Shenzi begitu bersemangat.
" Ayo, sayang! Kita berenang bareng! " Ajak Rendra juga pada Dalia.
" Ayo! "
Daliapun kemudian mengiyakan ajakan Rendra. Mereka bertiga lalu berenang sedikit lebih jauh dari tepian pantai agar dapat lebih leluasa menikmati laut biru yang masih indah nan asri tersebut. Tak lupa Rendra dan Dalia saling memegang Shenzi yang berada di dalam pelampungnya.
Berbeda dari mereka bertiga, Molly dan Rio malah memilih bersantai di tepi pantai sembari menikmati langit sore dengan beralaskan kursi pantai yang terbuat dari rotan yang dianyam hingga membentuk kursi yang indah dan nyaman dipakai. Tidak lupa di tangan mereka masing-masing telah tersedia segelas jus yang dingin yang siap untuk diminum.
" Lihatlah mereka, sungguh keluarga kecil yang begitu bahagia. " Celetuk Molly dengan melihat ke arah Rendra, Dalia, dan Shenzi yang sedang tertawa dari kejauhan.
" Mereka memang pasangan serasi. " Sambung Rio.
" Yah, dan aku sangat bersyukur kak Ren menikahi wanita seperti Dalia. Wanita baik hati dan mau menerima kak Ren apa adanya. "
" Selain itu, Dalia juga wanita sabar! Selama ini Dia selalu sabar menghadapi sikap tuan Rendra yang arrogan. " Sambung Rio lagi.
" Tapi, sepertinya kak Ren sekarang sudah banyak berubah? "
" Iya sih! Semenjak tuan Rendra jatuh cinta pada Dalia, Ia sudah banyak merubah sifatnya. Semoga saja mereka selalu awet hingga maut memisahkan. "
" Aamiin.. "
Hening...
Hening lagi..
" Sekarang tinggal kita saja! " Celetuk Rio kemudian.
" Maksudmu? " Tanya Molly sambil memandang sinis ke arah Rio.
" Yah, tinggal kita! Kapan kita akan seperti mereka? " Ucap Rio dengan menatap Molly sembari tersenyum penuh arti.
" Iissh! Loe itu bukan tipe gue, titik !" Sinis Molly sambil meneguk jus di tangannya.
" Emang tipe Loe seperti apa? "
" Seperti Oppa-Oppa Korea. " Jawab Molly sambil membayangkan wajah aktor-aktor Korea.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Rio lalu merapikan rambutnya dengan menggunakan tangannya.
" Hey, lihat aku! " Sahut Rio kemudian dan seketika itu juga Molly menoleh padanya.
" Loh, kenapa rambutmu? " Tanya Molly mendadak heran dengan gaya rambut Rio.
" Gimana? Udah mirip Lee Min Ho belum, akunya? " Ucap Rio sambil mengedip-ngedipkan matanya.
" Ha.. ha.. ha.. ha..! Lee Min Ho dari mananya? Yang ada malah mirip Kang cilok. Ngimpi Loe...! Ha.. ha.. ha.. ha..! " Molly tertawa lepas melihat penampilan Rio yang sangat menggelitik hatinya itu.
" Ya elah, setidaknya hargailah sedikit usaha gue yang berubah jadi Lee Min Ho.. " Rio cemberut.
" Ha.. ha.. ha.. ha..! Udah ah, males aku liatin Lee Min Ho jadi-jadian kayak Loe! Nanti yang ada mata gue bisa rusak. Mending gue berenang aja deh. " Ucap Molly sebelum meninggalkan Rio sendirian meratapi wajahnya yang berharap mirip Lee Min Ho.
" Huh, dasar! Hati-hati dengan kata-kata Loe barusan, bisa-bisa nantinya Loe malah jatuh cinta ama gue, seperti kakak Loe yang jatuh cinta pada Dalia. " Ucap Rio dengan tersenyum.
*
*
*
*
Malam harinya, mereka berlima menikmati makanan khas dari negara tersebut. Mereka melakukan wisata kuliner di kafe - kafe yang tersedia tidak jauh dari villa mereka berada. Terlihat banyak sekali turis-turis manca negara yang ikut meramaikan jajanan daerah di tempat itu.
Usai berwisata kuliner dan berbelanja pernak pernik, accessories, dan lain-lain. Mereka kemudian kembali ke villa mereka lagi. Sebelum kembali ke kamar masing-masing, terlebih dahulu mereka menikmati suasana malam sambil menatap laut dari teras villa.
" Ibu. " Sahut Shenzi yang kini sedang berada di dalam pangkuan Dalia.
" Kapan adik bayi Shenzi jadi, bu? " Tanya Shenzi kemudian hingga membuat Rio dan Molly tersedak cemilan mereka.
" ****** aku. " Bisik Rio.
" Habislah kau! " Ucap Molly pelan.
" Adik bayi? " Ulang Dalia karena merasa heran dengan pertanyaan anaknya itu sedangkan Rendra hanya dapat mengernyitkan keningnya mendengar pertanyaan anak kecil polos tersebut.
" Iya bu, adik bayi! Kapan adik bayinya Shenzi jadi, bu? " Tanya Shenzi lagi.
Netra Dalia menatap ke arah Rendra, Dia takut Rendra akan merasa tidak nyaman dengan pertanyaan itu.
" Siapa yang bilang ke Shenzi, kalau ibu bakal bikinin Shenzi adik bayi? " Rendra bertanya pada Shenzi sembari matanya mengarah ke arah Rio dan Molly yang sedang susah payah menelan cemilan mereka.
" Om Rio! Om Rio bilang, Shenzi tidurnya sama tante Molly supaya gak ganggu ibu sama Papa yang lagi bikinin adik bayi buat Shenzi. " Jawab Shenzi dengan begitu polosnya.
Dalia menelan salivanya berkali-kali mendengar pertanyaan polos anaknya itu. Iya tidak tau harus menjawab apa akan pertanyaan tersebut. Sedangkan Rendra hanya bisa memberikan tatapan membunuhnya ke arah Rio.
Mati aku. Batin Rio.
" Oh... kalau begitu Shenzi berdo'a sama Allah supaya Shenzi diberikan adik bayi nantinya. " Rendra berusaha tenang menjawab pertanyaan dari anak sambungnya itu, hingga membuat Dalia bisa bernafas lega.
" Ok! Ya Allah, Shenzi mohon kepada-Mu, berikanlah Shenzi adik bayi yang lucu-lucu. " Shenzi pun langsung menengadahkan tangannya untuk berdo'a.
" Aamiin.. !" Jawab ke empat orang dewasa itu mengaminkan.
__ADS_1
" Shenzi mau adik bayi yang banyak? " Tanya Rendra lagi hingga membuat kening Dalia mengkerut dalam.
" Mau, Pa! " Jawab Shenzi bersemangat.
" Kalau begitu, mintalah juga pada Om Rio dan tante Molly! Suruh mereka segera menikah dan memberikan Shenzi adik bayi yang banyak dan lucu-lucu. " Titah Rendra hingga membuat mata Rio dan juga Molly membulat sempurna mendengarnya.
" Siap, Pa! " Shenzi langsung turun dari pangkuan ibunya dan menghampiri mereka berdua.
" Om Rio, tante Molly! Segeralah menikah dan berikan Shenzi adik bayi yang saaaangatt banyak! Mau yah, maulah Om! Maulah Tante!" Ucap Shenzi sedikit merengek hingga membuat keduanya bingung harus menjawab apa.
" Jawab aja iya! " Celetuk Rendra
Rasakan! Makanya jangan suka ngomong aneh-aneh sama anak kecil.
Gerutu Rendra dalam hatinya.
" I.. iya.. iya Shenzi, tante akan segera menikah dan berikan Shenzi adik bayi yang lucu-lucu. " Jawab Molly terbata.
" Om Rio? " Tanya Shenzi lagi pada Rio.
" I.. iya.. Om Rio juga akan menikah dan memberikan Shenzi adik bayi yang mirip Lee Min Ho. "
" Ha.. ha.. ha.. ha..! " Dalia tertawa mendengar jawaban Rio sedangkan Molly hanya bisa memukul pelan bahu Rio karena kesalnya.
" Yeay! Shenzi bakal punya adik bayi yang sangat banyak! " Ucap Shenzi berkali-kali sambil menari-nari.
Rendra yang melihat Shenzi begitu amat bahagia membuat hatinya begitu ngilu. Bagaimana tidak, ada rasa tidak percaya diri di dalam dirinya karena takut tidak bisa memberikan Dalia anak ataupun memberikan Shenzi adik bayi seperti yang Shenzi inginkan.
Dalia yang melihat kegalauan di wajah Rendra langsung menggenggam erat tangan suaminya itu sambil memberikan kekuatan kepada lelaki yang amat Ia cintai itu.
" Kita pasti bisa mendapatkannya! " Ucap Dalia mencoba meyakinkan Rendra.
" Apa aku bisa? " Tanya Rendra ragu.
" Kita berusaha dan berdo'a bersama-sama, ok! " Dalia mempererat genggamannya.
Rendra tersenyum dan membalas genggaman istrinya itu dengan erat dan penuh cinta.
*
*
*
*
*
################################
Selama Author masih bisa nulis, Author usahain buat Up!
Makasih atas do'a kalian, semoga kesehatan Author cepet pulih dan bisa Up secara teratur lagi.
Jangan lupa like, vote, dan komennya yah..
__ADS_1
Kiss jauh dari Author... 😘😘😘