Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Anakku


__ADS_3

Birendra Federick tampak bersama seorang janda beranak satu, apakah itu kekasihnya?


Judul berita dari halaman pertama koran tersebut terpampang dengan jelas, sehingga membuat dokter cantik itu segera meraih koran tersebut dan mulai membacanya.


" Rendra? " Ucapnya.


" Dia bersama siapa? Aku seperti mengenal wanita ini? " Ucapnya lagi.


Yah, dokter cantik ini bernama Kalina. Ia adalah mantan istri Rendra. Kalina bekerja sebagai dokter spesialis kandungan disalah satu rumah sakit yang ada di Jakarta.


Setelah bercerai dari Rendra, Ia malah mengakhiri hubungannya bersama selingkuhannya dan lebih memilih menyendiri hingga saat ini. Sejujurnya, dari lubuk hati yang paling dalam, Ia masih mencintai Rendra, namun karena ke egoisan Rendra, membuat dirinya muak dan tak ingin melihat pria itu lagi.


" Kenapa pula aku harus memikirkan pria menyebalkan itu. Dia hanya mantan, tidak penting untuk difikirkan. " Ucap Kalina sambil menutup lembaran koran itu dan membuangnya di tong sampah.


" Buanglah mantan pada tempatnya! " Kalina terkekeh.


*


*


*


*


*


*


################################


Sementara itu di kediaman Dalia.


Dalia terlihat begitu panik saat mendapati tubuh anaknya mengalami panas tinggi. Ia akhirnya memutuskan untuk izin tidak bekerja pada hari ini kepada Rio, namun lupa memberitahu Rendra. Itu sebabnya saat ini Ia harus menerima deru pertanyaan dari Rendra lewat jaringan telfon.


" Dalia, kenapa kamu tidak memberitahuku? " Tanya Rendra dari balik telfon.


" Maafkan aku, aku begitu panik hingga lupa untuk memberitahumu. " Jawab Dalia.


" Kalau begitu, tunggu aku di rumahmu, aku akan segera ke sana dan membawa Shenzi ke rumah sakit. "


" Tapi, Ren..... "


" Tidak ada tapi-tapi! Aku tidak terima penolakan! " Tegas Rendra


" Baiklah! " Dalia akhirnya mengalah.


****


Sekitar 30 menit kemudian, Rendra pun tiba di rumah Dalia bersama pak Imran. Tanpa menunggu Imran membukakan pintu mobil untuknya, Rendra langsung membuka pintu mobil itu sendiri dan berjalan cepat masuk ke dalam rumah Dalia.


" Dalia, bagaimana keadaanya? " Tanya Rendra begitu cemas.


" Masih panas, Ren. " Jawab Dalia tak kalah cemasnya.


" Ya udah, kita bawa shenzi ke rumah sakit sekarang juga! "


Tanpa menunggu lama lagi, Rendra langsung menggendong tubuh kecil Shenzi dan segera membawanya masuk ke dalam mobil.


" Jalan, Imran!" Titahnya.


" Baik, tuan! "


Imran lalu menginjak pedal gas dan segera melajukan mobil Rendra menuju rumah sakit. Tidak butuh waktu lama untuk tiba di salah satu rumah sakit yang ada di Kota tersebut.


" Suster! Cepat tangani anakku! " Ucap Rendra ketika tiba di ruang UGD hingga membuat Dalia terperangah tidak percaya saat Rendra mengucapkan kata " anakku ".


Dengan sigap, para perawat di rumah sakit itu langsung melakukan tindakan kepada Shenzi. Tampak pula seorang dokter laki-laki yang sedang memeriksa keadaan Shenzi. Yah, dokter laki-laki itu adalah dr. Evan selaku dokter pribadi keluarga Federick yang juga bekerja sebagai dokter umum di rumah sakit tersebut.


" Bagaimana keadaan anak saya, dok? " Tanya Dalia sesaat setelah dr. Evan selesai melakukan pemeriksaan.


" Anak Anda mengalami gejala types, saya rasa anak Anda perlu perawatan intensif, itu sebabnya anak Anda harus dirawat inap terlebih dahulu. " Dr. Evan menjelaskan.


" Lakukan yang terbaik! Aku ingin anakku mendapatkan pengobatan terbaik di rumah sakit ini! " Ucap Rendra tegas.


" Ba.. baik, tuan Rendra! " Jawab dr. Evan terbata.


Anakku? Aku tidak salah dengarkan tadi? Rendra menyebut anak itu sebagai anaknya?


Gumam dr. Evan dalam hati sambil melirik ke arah Dalia yang memandangnya dengan wajah datar saja.


Dr. Evan langsung melakukan penanganan khusus untuk anaknya Dalia. Shenzi kemudian dibawa ke salah satu ruang rawat inap untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.


Ketika melewati ruang koridor rumah sakit, tanpa sengaja dr. Kalina baru saja keluar dari ruangannya. Sontak dr. Kalina terkejut bukan main saat melihat sosok laki-laki menyebalkan baginya baru saja lewat di depannya dengan memasang wajah yang begitu cemas. Tampak pula dr. Evan bersamanya.


" Aku tidak salah lihatkan? Itu Rendra? " Ucapnya sedikit syok.


" Tidak biasanya Dia berobat di rumah sakit langsung. " Lanjut Kalina lagi sambil mengekori mereka dari arah belakang.

__ADS_1


Ketika sampai di sebuah ruang rawat inap, Kalina tidak ikut masuk ke dalam ruangan tersebut. Ia memilih berdiri di samping ruangan sambil menunggu dr. Evan keluar dari ruangan tersebut.


Tidak berapa lama kemudian, dr. Evanpun keluar dari ruangan tersebut dan langkahnyapun langsung dihentikan Kalina.


" Dr. Evan! " Sahutnya, hingga membuat dr. Evan terkejut.


" Astaga, dr. Kalina! Kau buat aku kaget saja, untung saja jantung ini tidak loncat dari tempatnya."


" Maaf. " Kalina terkekeh.


" Ada apa? " Tanya dr. Evan.


" Itu Rendra kan? " Kalina bertanya balik.


" Iya, Dia Rendra mantan suamimu." Jawab dr. Evan santai.


" Apa yang dilakukannya di sini? " Tanya Kalina lagi karena penasaran.


" Dia membawa anaknya yang sedang sakit. "


" A... anaknya? " Kalina terheran-heran.


" Iya, tadi Dia menyebut anak kecil itu dengan sebutan anakku. "


" Tidak mungkin. " Kalina menyangkalnya.


" Iya, memang tidak mungkin karena Dia belum menikah lagi setelah bercerai darimu, jadi mana mungkin Dia bisa punya anak tanpa punya istri. " Ucap dr. Evan terkekeh.


" Makanya aku bilang itu tidak mungkin. " Kalina kembali menyangkalnya.


" Kalina... Kalina...? Kau sungguh lucu. " Ucap dr. Evan kembali terkekeh.


" Apanya yang lucu? " Kalina tampak kesal.


" Habisnya kau begitu antusias ketika melihat mantan suamimu itu. "


" Tidak, siapa juga yang antusias. " Bantah Kalina.


" Jangan bohong, Kalina. Hal itu terlihat jelas di matamu. "


" Aku hanya tidak pernah melihatnya secemas itu. "


" Yah, mungkin anak itu begitu berharga baginya. "


" Tapi, itu tidak mungkin anaknya. "


Janda beranak satu. Yah, tidak salah lagi, itu pasti wanitanya.


Gumam Kalina dalam hatinya.


" Aku sungguh penasaran! Apa lebih baik aku menemuinya saja ya? " Ucapnya.


" Tapi, bagaimana caranya? Aku tak sanggup harus bertemu dengan lelaki menyebalkan itu lagi. " Ucap Kalina lagi.


" Hey! Dr. Kalina, Kau masih berdiri di sini?" Tanya dr. Evan yang hendak kembali lagi ke ruangan Shenzi.


" Emb... aku...? " Kalina tampak kebingungan menyusun kata-kata.


" Hmm... bilang aja kamu pengen ketemu dengan mantan suamimukan? "


" Eng... enggak! Aku cuma penasaran aja! "


" Hmm... penasaran dengan kekasih baru mantan suamimu ya ?" Goda dr. Evan.


" Kekasih baru? " Tanya Kalina seperti tidak rela.


" Iya, sepertinya wanita itu kekasihnya. " Jawab dr. Evan santai.


Melihat tidak ada respon lagi dari Kalina, dr. Evan pun memutuskan untuk masuk ke ruangan Shenzi.


" Ya udah, aku masuk ke ruangan ini dulu, kau tau sendiri mantan suamimu itu seperti apa? " Lanjut dr. Evan lagi.


" Dr. Evan! Tunggu! Apa aku boleh ikut masuk ke dalam? "


Dr. Evan tersenyum menyeringai kepada Kalina.


" Apa aku bilang, kamu penasarankan? " Goda dr. Evan lagi.


" Ya udah, iya... iya... aku memang penasaran dengan kekasihnya! Puas kamu!"


" He.. he.. he..! Ya udah ayo ikut aku masuk! "


Dokter Evan lalu memegang gagap pintu dan mulai membukanya.


Ceklek!


Pintu ruangan itupun terbuka dan memperlihatkan wajah Rendra yang tidak bisa dibaca. Baru saja dr. Evan melangkahkan kakinya masuk, tiba-tiba suara Rendra mengejutkannya.

__ADS_1


" Kenapa kau lama sekali! " Decak Rendra mulai kesal pada dr. Evan.


" Maaf tuan! " Hanya itu yang bisa dikatakan dr. Evan untuk menyelamatkan dirinya.


" Rendra." Sahut Dalia lembut sambil memegang lengan Rendra untuk menenangkan pria arrogan itu.


" Kalau terjadi apa-apa kepada anakku, seragam kebangganmu ini hanya akan jadi pajangan di kamarmu saat ini juga! " Rendra mencengkram erat jaz putih dr. Evan.


" Ma.. maaf tuan Rendra! Saya akan berusaha dengan semaksimal mungkin! "


" Ren! " Lagi, Dalia menyentuh lengan Rendra untuk menenangkannya, seketika itu juga Ia melepasakan cengkramannya dari jas putih dr. Evan tersebut.


" Awas saja! " Ancam Rendra tak main-main.


Dokter Evan kembali melakukan pemeriksaan kepada Shenzi sebelum akhirnya Ia keluar dari ruangan itu. Ketika dr. Evan sedang sibuk memeriksa keadaan Shenzi, tiba-tiba suara Kalina mengalihkan mereka semua.


" Hay, Ren. " Sapa Kalina, seketika itu juga Rendra dan Dalia menoleh ke arahnya.


" Kau? " Rendra tampak terkejut dengan memasang wajah tak ramahnya.


" Kalina? " Sahut Dalia tiba-tiba yang tampak mengenali wajah Kalina dengan baik.


Kalinapun melihat ke arah suara Dalia.


" Da... Dalia? " Ucapnya tidak percaya dengan apa yang Ia lihat, ternyata wanita yang bersama Rendra itu adalah sahabat lamanya di waktu SMU dulu.


Apa! Mereka saling mengenal?


Gumam Rendra tidak menyangka.


" Kalina? Aku tidak percaya aku akan bertemu denganmu disini? " Dalia menghampiri Kalina yang tampak masih syok tersebut dan langsung memeluk tubuh tinggi Kalina.


" A.. aku juga, Dalia! " Jawab Kalina membalas pelukan itu.


" Sudah berapa tahun yah, kita tidak pernah bertemu, Dalia? " Tanya Kalina setelah mereka saling melepas pelukan masing-masing.


" Entahlah, mungkin sudah belasan tahun. "


" Ternyata sudah selama itu, tapi kau semakin cantik, Dalia. " Puji Kalina.


" Kau juga semakin cantik, Kalina. " Daliapun membalas pujian itu.


" Apa itu anakmu? " Tanya Kalina sambil berjalan mendekat ke arah Shenzi.


" Iya, ini anakku, namanya Shenzi. "


" Hay, Shenzi? " Sapa Kalina kepada Shenzi.


" Hay, tante. " Balas Shenzi membalas sapaan Kalina.


" Dokter Evan, lakukan yang terbaik untuk anak sahabatku! " Titah Kalina kepada dr. Evan.


" Siap, dr. Kalina. " Jawab dr. Evan.


" Sungguh diluar dugaan! " Bisik dokter Evan kepada Rendra yang berada di sampingnya.


" Aku keluar sebentar, kalau terjadi sesuatu, hubungi aku segera! " Rendra tampak tidak begitu senang melihat keberadaan Kalina, itu sebabnya Ia memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut.


" Baiklah, tuan! "


Ketika Rendra berada diluar ruangan, tampak Ia menggerutu sendiri akan momen yang tidak pernah Ia sangka-sangka saat ini.


" Bagaimana bisa mereka saling mengenal? " Gerutunya.


" Jangan sampai Kalina berbicara yang tidak-tidak tentangku! " Gerutu Rendra lagi.


*


*


*


*


*


*


################################


Gimana?


Ternyata mantan istri Rendra bersahabat baik dengan Dalia, apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Tetep pantengin terus yah, Rendra dan Dalia setiap senin-jum'at hanya di Noveltoon.


Jangan lupa like, vote, dan komennya yah Readers!!

__ADS_1


Kiss jauh dari Author... 😘😘😘


__ADS_2