
Malam harinya di kediaman Dalia.
Seusai menidurkan putri kecilnya, Dalia tidak langsung tidur. Ia mengambil catatan kerja yang Ia terima dari Rio tadi siang dan mulai membacanya. Ketika Ia mulai membaca, Dalia cukup terkejut dengan isi dari catatan kerja tersebut.
Selalu datang lebih awal dari tuan Rendra.
Sudah berada di ruangan tuan Rendra sebelum tuan Rendra datang.
Selalu memyambut kedatangan tuan Rendra dengan mengucapkan " Selamat pagi".
Menyediakan kopi untuk tuan Rendra di setiap pagi.
Kopi yang di sediakan tidak boleh terlalu manis.
Selalu tampil cantik di hadapan tuan Rendra, karena kalau tidak itu dapat merusak matanya.
Bertutur kata sopan
Selalu menundukkan pandangan ketika di depan tuan Rendra.
Selalu teliti terhadap makanan yang tuan Rendra makan.
Tuan Rendra tidak menyukai kebisingan.
Selalu siap dengan schedule-schedule yang di berikan oleh tuan Rendra.
Selalu tau apa yang tuan Rendra inginkan.
Selalu ada di saat tuan Rendra membutuhkan.
Dan lain-lain.
Dalia terus membaca catatan kerja itu yang terdapat 50 pasal di dalamnya, hingga membuat Dalia sedikit tidak mengerti akan pekerjaannya sebenarnya.
" Maksud dari 'selalu ada saat tuan Rendra butuhkan' itu apa? " Pikirnya.
" Apa aku di pekerjakan sebagai sekretaris plus-plus? " Ucapnya dengan fikiran negatifnya.
" Tidak... tidak... ini tidak boleh terjadi, jika memang itu tujuan dari tugasku, aku akan resign dari kantor itu!" Dalia masih terbang dengan fikiran negatifnya.
Dalia tidak habis fikir dengan 50 pasal dalam catatan kerjanya yang sedikit aneh di benaknya itu. Ia sungguh tidak bisa memahami sosok seperti apa tempat Ia bekerja saat ini. Tapi, walau bagaimanapun Ia sangat membutuhkan pekerjaan ini.
****
Sementara itu di kediaman keluarga Federick.
Rendra yang seharian lelah menghadapi rutinitas kantor, kini memilih bersantai di kamarnya sambil menikmati lantunan musik bergenre pop romantic. Sebenarnya Rendra termasuk pria melankolis, hanya saja keadaan yang merubahnya menjadi pria yang arrogan.
Di tengah rehatnya, tiba-tiba saja pintu kamarnya itu terbuka dengan kasar.
Brakk!
Rendra pun langsung terkejut mendengar suara benturan keras tersebut.
" Ooppss! Maaf...? " Ucap Molly dengan memasang wajah tak berdosanya.
" Cih! " Rendra berdecak kesal.
" Maaf kak, aku gak sengaja. Habisnya aku sangat bersemangat sih! " Ucap Molly lagi yang langsung menghampiri kakaknya itu setelah menutup rapat kembali pintu kamar kakaknya tersebut.
__ADS_1
" Bersemangat kenapa? Jatuh cinta? " Tanya Rendra dengan wajah cueknya.
Bukan aku, tapi kak Ren! Hihi.
Ucap Molly dalam hati sambil tersenyum sendiri.
" Tuh... mulai gilanya kambuh. "
" Ih...kak Ren nyebelin deh! " Molly memukul-mukul pelan bahu Rendra.
" Habisnya senyum-senyum sendiri kayak orang gila. " Ucap Rendra terkekeh.
" Terserah kak Ren deh! " Molly memasang wajah kesalnya.
" Ada apa kemari? " Tanya Rendra setelah sadar akan kedatangan adiknya itu bukan tanpa suatu tujuan.
Eh iya, aku hampir saja lupa.
Gumam Molly dalam hati.
" Gimana kabar kak Ren seharian ini? " Tanya Molly yang mulai ingat dengan tujuan utamanya datang ke kamar Rendra.
" Hah! Tumben? " Rendra merasa heran.
" Jawab donk kak Ren, sebagai seorang adik yang baik, sudah kewajibannya memberi perhatian kepada sang kakak. "
" Gak biasanya? " Rendra menautkan alisnya.
" Kak Ren? " Bujuk Molly sambil menarik-narik tangan Rendra.
" Kabar kak Ren baik. " Jawab Rendra singkat.
" Gitu doank? "
" Bukan itu maksudku! Hari ini kak Ren bertemu dengan wanita cantik gak? " Ucap Molly memasang wajah imutnya.
Wanita cantik? Kenapa aku malah membayangkan wajah wanita itu sih!
Gumam Rendra dalam hati.
" Kak Ren? "
" iya. "
" Jawab donk! "
" Emangnya kenapa kalau kak Ren bertemu dengan wanita cantik? "
" Gak kenapa-napa sih, cuma kepo aja. Emangnya kak Ren gak ada getaran-getaran cinta gitu saat melihat wanita cantik? "
Getaran cinta? Benak Rendra .
" Hey! Wanita cantik itu banyak, masa' kak Ren harus memiliki getaran cinta setiap melihat wanita cantik. Aneh-aneh aja kamu! Makanya jangan kebanyakan baca novel unfaedah begitu, jadi errorkan otakmu! " Ucap Rendra sambil mengusap wajah adiknya itu dengan telapak tangannya yang lebar.
" Aduh! Kak Ren! Setidaknya dari salah satu wanita cantik itu pasti ada yang dapat menimbulkan getaran cinta di hati kak Ren. "
Cih! Kenapa lagi-lagi wajah wanita itu melintas di pikiranku.
" Kagak ada! Gak akan ada satu wanitapun yang bisa menaklukkan hati kak Ren, karena hati ini sudah mati. "
" Kalau ada, bagaimana? " Goda Molly.
" Mungkin wanita itu sedang bermimpi bisa menaklukkan hati seorang Birendra Federick. " Ucap Rendra dengan angkuhnya.
__ADS_1
" Cih! Angkuh banget! " Decak Molly.
" Harus donk! Sebagai seorang lelaki harus memiliki harga diri dan wibawa yang tinggi. Tidak boleh lemah ketika berhadapan dengan wanita! " Ucap Rendra dengan memusungkan dadanya.
" Apalagi untuk urusan cinta! Pantang bagi seorang Birendra Federick untuk mengemis cinta pada seorang wanita. " Lanjutnya lagi.
Mau muntah. Gumam Molly.
Molly hanya terperangah mendengar perkataan kakaknya itu. Ia baru menyadari, kalau Ia memiliki seorang kakak yang angkuh dan sombong seperti itu.
Gimana mau laku, kalau sifat begini yang di bawa! Aku harus berusaha lebih keras lagi.
" Kenapa diam? Kamu terpesonakan melihat ketampanan dan kegagahan kakakmu ini? Hmm... " Ucap Rendra dengan penuh percaya diri sedangkan Molly hanya nyengir kuda melihatnya.
" Terserah kak Ren aja deh! Aku mau ke kamarku dulu! " Ucap Molly dan langsung mengambil langkah untuk beranjak pergi.
" Hey! Kenapa pergi? Bukankah kau suka mendengar cerita dari kak Ren? " Teriak Rendra yang melihat adiknya itu sudah berada di depan pintu.
" Lagi males dengerin kak Ren yang sedang menyombongkan dirinya sendiri! " Ucap Molly sambil membuka pintu kamar Rendra.
" Kau bilang apa? " Teriak Rendra sekali lagi, kali ini lebih keras.
" Ha.. ha.. ha.. ha..! Bye, kakak! " Molly pun langsung mengambil langkah seribu sebelum Rendra mengejarnya.
" Dasar adik kurang ajar! " Rungut Rendra.
" Tapi, memang benarkan kalau aku ini memang tampan? " Lanjutnya lagi sambil tersenyum.
Rendra pun kembali melanjutkan istirahatnya lagi, kali ini Ia langsung tertidur dan memimpikan seseorang yang hadir di dalam mimpinya.
" Wanita itu. " Ucapnya mengigau.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
################################
" Wanita itu " Ucapnya mengigau.
" Ternyata kamu" Lanjut Rendra lagi.
" Yah, kamu....... !"
" Kamu yang lagi baca karya Author, jangan lupa tinggalkan like, vote, dan komennya yah Readers!!
__ADS_1
Kiss jauh dari Author... 😘😘😘