
Di ruang tamu rumah keluarga Federick, tampak sekumpulan ibu-ibu sosialita yang sedang berkumpul melangsungkan acara arisan mereka.
" Jeng Fina, mana calon menantunya? Ajak ke sini donk gabung sama kita-kita. " Ucap salah satu ibu sosialita tersebut.
" Ada di dalem lagi ngumpul sama anak-anak saya. " Jawab Mama Fina.
" Calon menantu? Maksudnya Molly udah mau nikah jeng? " Tanya Bu Riris yang salah mengira.
" Bukan Molly tapi Rendra, iyakan jeng Fina? " Jawab Ibu sosialita lainnya.
" I.. iya...! Iya jeng Riris, anak saya Rendra yang akan segera menikah dalm waktu dekat ini. "
Apa? Rendra akan menikah? Dengan siapa? Bagaimana perasaan Keryl mendengar ini nanti?
Gumam bu Riris dalam hatinya.
" Calon menantu jeng Fina cantik banget loh jeng? Walaupun janda tapi masih seperti anak gadis. " Celetuk ibu sosialita itu lagi.
" Terima kasih atas pujiannya! Anak saya memang paling jago dapatkan yang cantik-cantik. " Mama Fina malu-malu.
" Kok anak jeng Fina mau sama janda? " Tanya bu Riris mulai nyinyir.
" Yah, gak apa-apalah jeng, kan Rendranya juga udah duda. " Jawab Mama Fina seadanya.
" Emangnya calon menantu jeng Fina itu dari keluarga mana kalau boleh tau? Maksud saya, orang tuanya pengusaha apa gitu? " Nyinyir bu Riris lagi.
" Hmm... Dia bukan anak pengusaha, Dia hanya anak dari keluarga sederhana, tapi itu tidak penting bagi saya, yang terpenting anak saya menyukainya dan sangat bahagia bersamanya. " Jawaban bijaksana dari Mama Fina itu juga mendapatkan pembelaan dari teman lainnya.
" Gak apa-apa kali jeng, lagi pula justru wanita sederhana gitu gak akan banyak menuntut apalagi mengeluh. Beda kalau nikah sama wanita yang katanya berkelas, tapi ujung-ujungnya gak mau diatur dan hobby menghamburkan uang. " Celetuk Ibu satunya dengan sedikit membuat bu Riris merasa tersindir.
" Iya deh! Hak jeng Fina juga sih, tapi kalau aku sih gak bakal mau! " Bu Riris tetap pada nyinyirannya.
" Ya udah, dari pada bahas anak saya, mending cicipin makanannya, nanti keburu dingin! " Mama Fina langsung mengalihkan pembicaraan karena tidak mau berlama-lama meladeni bu Riris yang akan tambah panjang lebar nantinya.
*
*
Setelah makan, ibu-ibu sosialita temannya mama Fina langsung berpamitan tanda acara sudah selesai. Mereka lalu meninggalkan ruangan itu dan mulai menaiki mobil mewah mereka masing-masing. Tinggal bu Riris yang belum pulang karena harus menunggu anaknya keluar. Ketika Keryl keluar dari ruang keluarga dan menemuinya, bu Riris tampak bingung melihat wajah anaknya yang tampak murung.
" Keryl, wajah kamu kenapa? Kok cemberut gitu? " Tanya bu Riris pada anaknya itu.
" Gak apa-apa kok Ma, ayo kita pulang sekarang! " Jawab Keryl datar.
" Ya udah, saya permisi ya jeng Fina! Terima kasih atas jamuannya. " Ucap Bu Riris sambil bercipika- cipiki ria.
" Sama-sama jeng Riris! Hati-hati di jalan. "
" Saya permisi dulu, tante! " Kali ini giliran Keryl yang berpamitan dengan menyalami tangan Mama Fina.
__ADS_1
" Eh, nak Keryl nanti main-main ke sini lagi! "
" Iya, tante. "
" Bye Molly! " Lanjut Keryl lagi melambaikan tangannya ke arah Molly.
" Bye! " Jawab Molly yang juga membalas lambaian tangan itu.
Ketika mobil milik bu Riris sudah menjauh, Mama Fina langsung menanyakan kepada Molly perihal wajah Keryl yang terlihat murung tersebut. Karena setiap Keryl datang ke rumahnya, Dia tidak pernah mendapati anak itu semurung itu.
" Molly, kenapa wajah Keryl di tekuk begitu? Kamu berantem yah? "
" Gak kok Ma! Tadi Dia habis pingsan. " Jawab Molly santai.
" Kok bisa? " Tanya Mama Fina terkejut.
" Tadi itu gara-gara Molly kenalin Dia sama Dalia, dan bilang kalau Dalia itu calon kakak ipar Molly. Eh, Dianya malah pingsan. "
" Ya ampun! Kasian, masih aja Dia menyimpan rasa kepada kakakmu, udah jelas-jelas kakakmu pernah menolaknya dulu. "
" Itulah Ma! Aku pikir setelah pulang dari London, Dia udah bisa move on, eh, nyatanya enggak! "
" Ah sudahlah, kalau bahas Dia gak ada habisnya! Mending kamu bantuin Mama dan Bi Ijah membereskan ini! "
" Iya deh, Ma! "
*
*
*
" Dalia, aku mau jujur satu hal sama kamu. " Ucap Rendra memecah keheningan di antara mereka.
" Apa itu Ren? "
" Sebenarnya pernikahanku dan Kalina kandas bukan cuma karena orang ketiga. Tidak sepenuhnya Kalina bersalah dalam hancurnya rumah tangga kami. " Rendra menghembuskan nafas berat sebelum melanjutkan bicaranya.
" Lalu? " Tanya Dalia.
" Aku dan Kalina bertemu waktu kami sama-sama kuliah di Oxford. Sepulangnya dari sana, kami kemudian menikah di Indonesia. Setelah menikah, kami sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing. Aku sibuk mengurus bisnis Papa karena Papa sedang sakit keras pada waktu itu, sedangkan Kalina sibuk dengan profesi barunya sebagai dokter spesialis kandungan. "
Rendra kembali menghembuskan nafasnya yang terasa berat. Sedangkan Dalia tampak begitu antusias mendengar cerita Rendra. Bagi Dalia, inilah momen yang Ia nanti-nanti. Sebenarnya Ia sangat penasaran akan masa lalu Rendra, apalagi Ia begitu mengenal sosok Kalina, tentu sesuatu yang aneh jika Kalina bisa sekejam itu terhadap Rendra jika tanpa alasan. Namun, rasa penasarannya itu Ia tahan, hingga nanti Rendra siap menceritakan semuanya. Dan inilah saatnya.
" Kami berdua begitu sibuk, bahkan kami jarang quality time berdua. Kalaupun di rumah, aku lebih banyak menghabiskan waktuku di ruang kerja di banding memberikannya perhatian atau sekedar memberikannya belaian. Aku memang lelaki yang egois, yang tidak pernah mau mendengar apa yang diinginkan pasaanganku. Aku selalu terkesan mengabaikannya. "
Yah, kau memang lelaki egois, Ren! Dan aku tau itu sejak pertama kali mengenalmu!
Gumam Dalia dalam hatinya.
__ADS_1
" Hingga suatu ketika, almarhum Papa menginginkan cucu dariku. Dan kamipun mulai melakukan program hamil, namun sayangnya aku harus mendapati hasil tes lab ku yang sangat tidak aku inginkan. Aku mangalami masalah kesuburan. Dan dokter memfonisku sulit mendapatkan keturunan. "
Mata Rendra mulai memanas, tanda air mata yang sudah siap untuk dikeluarkan.
" Tidak lama kemudian, Papapun menghembuskan nafas terakhirnya.Dan aku mulai frustasi saat itu! Aku menjadi gila kerja dan Aku menjadi semakin tidak perduli pada Kalina. Hingga akhirnya aku mendapat kabar kalau Kalina telah berselingkuh di belakangku! "
Setetes air mata berhasil jatuh di pelipis matanya. Dalia yang melihat itu mencoba membuat Rendra merasa tegar.
" Ren! " Dalia mengelus belakang Rendra agar bisa membantu pria itu tegar .
" Kalina meninggalkanku karena aku mandul, Dalia. Jadi, aku jujur dari sekarang sebelum terlambat, apa kau mau menerima lelaki mandul seperti aku? " Tanya Rendra sambil menatap Dalia dengan mata yang berkaca-kaca.
" Kau bukan mandul, Ren! Hanya masalah kesuburan. " Dalia mencoba membuat Rendra tidak patah semangat.
" Apa bedanya, sama saja, bukan? Aku sengaja mengatakan ini sebelum hari pernikahan kita, supaya kau tidak menyesal menikahiku. Jadi jika kau mau mundur, mundurlah dari sekarang! Tinggalkan aku jika kau mau! " Ucap Rendra yang tampak putus asa tersebut.
" Ren, aku sudah mengetahui hal ini jauh-jauh hari. Bahkan aku tau hal ini jauh sebelum kau mengungkapkan perasaanmu waktu di taman hiburan waktu itu. Buktinya sekarang kau bisa lihat sendiri, apa aku meninggalkanmu? Tidakkan? Aku masih setia bersamamu dan tidak berniat ingin meninggalkan mu sama sekali. "
" Kau tau dari siapa? "
" Molly sudah menceritakan semua tentangmu! Bahkan berkat jasa adikmu itu, kita di persatukan hingga saat ini. "
" Anak nakal itu ternyata berjasa juga! " Ucap Rendra dengan terkekeh.
" Jadi, jangan pernah berfikir aku akan meninggalkanmu! Sebentar lagi aku akan jadi milikmu, Ren! Aku mau kita memulai semuanya dari nol. Jangan berputus asa, bersama-sama kita berdo'a dan berusaha, mana tau Allah akan memberikan kita Rendra junior yang lucu. " Ucap Dalia tersenyum sambil menggenggam erat tangan Rendra.
" Rendra junior? " Ulang Rendra sambil tersenyum bahagia.
" Iya.. " Dalia mengangguk.
" Terima kasih, Dalia! Terima kasih, sayang! " Rendra langsung memeluk erat kekasihnya itu dan memberikannya ciuman bertubi-tubi di puncak kepala wanita tersebut.
" Aku mencintaimu, Ren! " Kali ini Dalia yang mengucapkan kata itu lebih dulu.
" Aku juga mencintaimu, Dalia! " Balas Rendra.
*
*
*
*
*
################################
Author juga mencintai kalian para Readersku...!!
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komen yah..
Kiss jauh dari Author... 😘😘😘