Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Nostalgia Antar Mantan


__ADS_3

Setelah pertemuan antara Rendra dan Raymon, kini hari-hari yang dilewati Dalia terasa amat berbeda. Bagaimana tidak, setiap harinya Dalia harus meladeni dua pria itu yang datang ke rumahnya silih berganti, terkadang juga mereka datang secara bersamaan.


Rendra yang begitu tak ingin kehilangan Dalia, terpaksa harus memutar otaknya agar bisa lebih banyak memiliki waktu bersama wanita tersebut. Seperti halnya memberikan tambahan tugas di catatan kerjanya, yaitu pulang dan perginya harus selalu bersama dirinya. Hal itu Ia lakukan agar Ia tidak akan melewatkan sedikitpun waktunya untuk wanita yang amat Ia cintai itu.


Seperti halnya pada weekend kali ini. Dalia, Rendra, Raymon, dan Shenzi sedang berada di sebuah taman hiburan untuk menemani Shenzi bermain. Sebenarnya Rendra tidak begitu senang akan kehadiran Raymon bersama mereka, namun Ia juga tak bisa menolak permintaan Shenzi yang juga ingin dekat bersama Ayah kandungnya.


Bahkan, momen seperti ini juga membuat Dalia merasa sangat tidak nyaman. Bagaimana tidak, semua mata tertuju padanya manakala kedua pria tersebut berjalan beriringan dengannya. Ditambah lagi Shenzi yang selalu memanggil Rendra dan Raymon dengan sebutan Papa dan Ayah.


" Jeng lihat deh yang disana! Gak ada malu-malunya Dia mamerin dua suaminya. " Ucap ibu-ibu yang mulai bergosip ria di taman hiburan tersebut.


" Ah, yang bener? Bukan suaminya kali? "


" Ya ampun, kalau dua pria itu bukan suaminya, kenapa anaknya memanggil kedua pria itu dengan sebutan Papa dan Ayah? "


" Iya, aku juga denger begitu tadi. " Celetuk ibu satunya lagi.


" Idih! Kegatelan banget sih? Cantik sih, suami-suaminya juga ganteng, tapi masak iya mau berbagi peluh, eeuuww...! "


" Iiiihh...! Itu sih emang dasar perempuannya aja yang gatel. "


" Punya kelainan kali? Alias gak puas kalau cuma satu pisang aja! "


" Ha..ha.. ha.. ha.. ha..! "


Suara tawa ibu-ibu tukang gosip itu terdengar jelas hingga ke telinga Dalia yang kebetulan berada tidak jauh dari mereka. Dalia sadar kalau ibu-ibu tukang gosip itu sedang menggosipkan dirinya. Karena merasa gerah, Dalia pun pamit ke toilet dan menitipkan Shenzi kepada Rendra dan juga Raymon.


*****


Ketika keluar dari pintu toilet dan sedang merapikan rambutnya di depan cermin, tanpa sengaja Ia bertemu dengan Kalina yang juga kebetulan sedang merapikan rambutnya di depan cermin tepat di samping dirinya berdiri.


" Kalina. " Sapa Dalia dan seketika itu juga Kalina menoleh ke arahnya.


" Eh, Dalia. " Balasnya tampak tersenyum sumringah.


" Aku tidak menyangka bakal bertemu denganmu di sini. "


" Aku juga, Dalia. "


" Oh iya, sedang apa di taman hiburan ini, Kalina? " Tanya Dalia.


" Aku sedang menemani saudaraku yang membawa anaknya jalan-jalan kemari. Kau sendiri? "


" Aku juga sedang menemani Shenzi bermain disini. "


" Bersama Rendra? " Celetuk Kalina.


" Emm... i.. iya.. " Jawab Dalia terbata saat Kalina menyebut nama Rendra.


" Kalau gitu ayo kita temui anakmu dan juga Rendra. " Ajak Kalina tiba-tiba.


" Tapi, bagaimana dengan saudaramu? " Tanya Dalia lagi.


" Ah, gampang itu! Dia masih sibuk bermain dengan anaknya. "


" Oh, ya udah, ayolah kalau gitu! "


Dalia dan Kalina pun keluar dari toilet tersebut dan langsung menyusul Rendra dan yang lainnya. Ketika tiba di tempat Shenzi bermain, Kalina tampak bingung dengan sosok pria yang satunya lagi.


" Oh iya, kenalkan ini Raymon Ayahnya Shenzi. Dan Ray ini Kalina, sahabatku yang pernah aku ceritain padamu waktu dulu." Dalia memperkenalkan mereka berdua.


" Raymon. " Raymon mengulurkan tangannya dan disambut pula oleh Kalina.


" Kalina. " Balasnya.


Disaat Kalina dan Raymon sedang berbincang-bincang, tiba-tiba saja tangan Dalia ditarik paksa oleh Rendra agar agak menjauh dari dua orang tersebut.


" Apa-apaan ini, Dalia! Kenapa kamu malah membawa Kalina bersama kita? Kau ingin melakukan nostalgia antar mantan suami istri, gitu? " Rendra mencerca Dalia dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Dalia sedikit kesal.


" Siapa juga yang mau nostalgia, kamu kali? Bilang aja kamu senengkan bertemu dengan Kalina lagi? " Balas Dalia hingga membuat Rendra juga sama kesalnya.

__ADS_1


" Yang seneng itu kamu, bukan aku! Jelas-jelas kamu slalu tersenyum kalau sedang berbicara dengan Raymon. "


" Siapa juga yang senang. Aku hanya menjaga perasaan anakku! "


" Itu alasanmu saja, Dalia! Kamu taukan kalau Raymon belum bisa move on darimu? "


" Iya aku tau! Dan aku juga tau kalau kamu tau Kalina juga belum bisa move on darimu! "


" Lalu, kita harus bertengkar untuk hal ini? " Tanya Rendra lagi.


" Kau yang mulai duluan! Kau yang mengajakku bertengkar, Rendra! " Decak Dalia sangat kesal.


" Kalau begitu maafkan aku, aku sungguh tak bermaksud seperti itu." Rendra mulai melemah dan tak ingin berdebat panjang lebar bersama Dalia, karena seberapa benarpun seorang lelaki, tetap saja salah dimata wanita. Wkwkwkwkwk... 😂😂


" Hay guys! " Sahut Kalina yang menghampiri mereka bersama Raymon.


Seketika itu juga Rendra Dan Dalia menoleh ke arah mereka.


" Emb, sepertinya keberadaan kami sangat mengganggu kalian, yah? " Tanya Kalina seolah mengerti.


" Syukurlah kalian menyadarinya. " Ucap Rendra pelan tapi masih bisa didengar oleh Kalina dan Raymon. Sungguh Rendra bukan type orang yang bisa berpura-pura.


" Ngg.. gak kok, Kalina. " Jawab Dalia pura-pura.


" Jangan bohong Dalia! Ya sudah, aku mengerti kok! Kalau begitu aku dan Ray akan jalan-jalan disekitar sini. Oh iya, jangan tunggu kami, mungkin kami akan langsung pulang nantinya, silahkan kalian nikmati hari kalian berdua, iya kan Ray? "


" Iya, Kalina benar! Silahkan nikmati waktu kalian berdua. " Sambung Raymon.


" Ok, baiklah! " Jawab Dalia.


" Kalau gitu, kami duluan yah! Bye Dalia. " Kalina melakukan cipika cipiki bersama Dalia.


" Bye! " Balas Dalia.


" Titip Shenzi. " Ucap Raymon.


" Itu pasti! "


" Maafkan aku soal yang tadi! " Ucap Rendra sambil merangkul bahu Dalia.


" Sudahlah, jangan diperpanjang! Lain kali cobalah berbicara dengan kepala dingin agar tidak terjadi perdebatan panjang. "


" Iya, maaf! Aku hanya kesal pada mereka, sudah terlalu lama aku bersabar menanti momen ini, jujur aku sangat merindukanmu, Dalia. Belakangan ini banyak sekali yang menganggu hubungan kita. Bolehkan aku memelukmu seperti ini. " Tanpa menunggu persetujuan, Rendra langsung memeluk erat tubuh Dalia.


" Apa yang kau lakukan, Ren! Malu dilihat banyak orang! " Protes Dalia sambil mencoba melepaskan diri dari rengkuhan tangan kekar Rendra.


" Aku tidak perduli. " Rendra semakin mengeratkan pelukannya.


" Ibu... Papa..! " Sahut Shenzi tiba-tiba sudah berdiri dihadapan mereka.


" Lepas, Ren! " Rendrapun melepaskan rengkuhannya pada Dalia.


" Shenzi udah selesai mainnya? " Tanya Dalia menghampiri putri kecilnya itu.


" Udah bu, mana Ayah? "


" Emm... Ayah ada urusan, jadi Shenzi ditemani sama ibu dan Papa aja yah, gak apa-apa kan sayang? " Dalia mencoba membujuk anaknya tersebut.


" Gak mau! Shenzi maunya sama Ayah! " Ucapan Shenzi sungguh menusuk hingga ke relung hati Rendra.


Sontak Dalia langsung menoleh ke arah Rendra untuk memastikan pria itu baik-baik saja.


" Shenzi sayang, Ayahnya harus pergi sebentar karena ada urusan! Lain kali Shenzi bisa bermain bersama Ayah lagi, ok. Ibu Janji! " Dalia berusaha keras membujuk anaknya itu.


" Tapi, Ayahkan udah janji sama Shenzi kalau Ayah tidak akan pernah ninggalin kita lagi, lalu kenapa Ayah tidak bisa tinggal bersama kita sih, bu? "


Deg!


Ada sesuatu yang menusuk relung hati Rendra. Perasaan itu sungguh menyakitkan. Hingga membuatnya diam seribu bahasa dengan tatapan sendunya. Dalia melihat sekilas ke arah Rendra, Ia tau Kalau Rendra sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


" Ya udah, kita cari tempat duduk dulu, ibu mau jelasin semuanya kepada Shenzi. "


" Kalau begitu, aku pergi cari minuman dulu untuk kalian, nanti aku susul. " Rendra sengaja membiarkan Ibu dan anak itu untuk memiliki banyak waktu agar Dalia bisa leluasa menjelaskan semuanya pada Shenzi.


" Ok, baiklah! " Jawab Dalia.


Belum jauh Rendra melangkah, suara Dalia menghentikan langkahnya.


" Rendra! " Sahutnya, dan seketika itu juga Rendra pun menoleh.


" Are you ok? " Lanjut Dalia lagi.


" I'm Ok! " Jawab Rendra singkat sambil memaksakan senyumnya.


Yah, ini sungguh suasana yang sulit bagi Rendra. Ia sadar betul kalau Ia tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Ayah kandung di hati Shenzi.


Walau bagaimanapun, yang namanya anak kandung tentu akan memiliki ikatan bathin yang kuat dengan Ayah kandungnya sendiri. Sama halnya seperti yang Shenzi rasakan saat ini. Ia amat merindukan Ayah biologisnya hingga kedekatan Raymon dan dirinya yang hanya dalam hitungan hari itu membuatnya tak ingin jauh dari Ayahnya walau hanya hitungan detik.


*****


" Shenzi, dengerin ibu! " Ucap Dalia ketika sudah duduk disalah satu kursi taman.


" Ibu dan Ayah sudah berpisah waktu usia Shenzi baru menginjak 2 tahun. Selama setahun setelah berpisah, Ayah masih sering mengunjungi Shenzi, tapi dua tahun belakangan ini, Ayah Shenzi tidak pernah lagi menemui Shenzi dikarenakan Ayah harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dibalik jeruji besi. Ibu terpaksa berbohong kepada Shenzi dengan mengatakan Ayah masih kerja diluar kota dan belum juga kembali. Ibu lakukan itu, karena ibu tak ingin melihat Shenzi merasa sedih. Maafkan ibu selama ini yah, Shenzi. "


Dalia menjelaskan panjang lebar akan semua yang Ia tutupi dari anaknya itu.


" Apa ibu dan Ayah tidak bisa bersama-sama lagi? " Tanya Shenzi penuh harap dan Dalia tampak syok dengan permintaan anaknya itu.


" I.. itu... itu tidak mudah sayang. "


Karena ibu sudah mencintai pria lain.


Lanjut Dalia yang hanya berucap dalam hatinya saja.


" Kenapa bu? Padahal Shenzi pengen banget Ayah tinggal bersama kita. Shenzi ingin lihat ibu bersama Ayah lagi. " Ucap Shenzi dengan mata yang berkaca-kaca.


Deg!


Dunia Rendra seakan ingin runtuh saat mendengar permintaan Shenzi yang begitu menyesakkan dadanya. Ia baru saja kembali dari membeli air minum, namun Ia kembali memilih pergi dari tempat itu karena memang saat ini dirinya tidak baik-baik saja.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Hay Readers!!


Jangan dilema yah, cukup Dalia saja!!


wkwkwkwkwk... 😂😂


Jangan lupa like, vote, dan komennya yah..

__ADS_1


Kiss jauh dari Author... 😘😘😘


__ADS_2