
Pada esok harinya.
Dalia kembali berenang di kolam renang bersama dengan Lily. Mereka berdua sengaja berenang lebih awal untuk menghindari tiga orang lelaki jomblo yang juga rencananya akan berenang di kolam renang itu juga pada pagi ini.
" Nona Dalia, aku ke kamar mandi sebentar yah, nanti aku ke sini lagi. " Ucap Lily yang merasa perutnya sedang mengalami masalah.
" Baiklah, tapi jangan lama-lama yah, aku males kalau harus bertemu dengan tiga lelaki itu. "
" Ok! Sebentar aja kok! "
Dalia menatap punggung Lily yang mulai berjalan menjauhinya. Setelah Lily hilang dari pandangannya, Dalia kemudian kembali berenang mengitari luas kolam renang tersebut.
Di saat yang bersamaan, tampak pula Rendra, Rio, dan Faizan yang baru saja datang ke area kolam renang tersebut. Benar saja, mata ketiga lelaki jomblo itu di buat tak berkedip saat melihat tubuh mulus Dalia yang timbul tenggelam mengitari kolam renang tanpa menyadari kehadiran mereka.
" Alhamdulillah! Rejeki di pagi hari, pak Rio. " Ucap Faizan.
" Dasar! " Rio memukul pelan wajah Faizan.
" Yuuhuu..! " Teriak Faizan ketika Dalia berenang seperti mermaid.
Rendra tampak tak memperdulikan apa yang Rio dan Faizan bicarakan. Ia terus berjalan santai hingga menyandarkan tubuhnya di sebuah kursi santai di tepian kolam renang. Yah, walaupun tak di pungkiri matanya sesekali melirik ke arah Dalia yang sedang asyik berenang tersebut.
Beberapa saat kemudian, terlihat Dalia seperti kehilangan keseimbangannya di dalam air.
" To... blurbb..! " Teriakannya terputus.
" To.. tolong..! " Teriak Dalia lagi yang kemudian baru disadari oleh ketiga lelaki itu kalau Dalia akan tenggelam.
Sontak, Rendra, Rio, dan Faizan pun panik dan membuang handuk mereka masing-masing. Namun, Rendralah yang lebih dulu terjun ke dalam kolam renang tersebut. Hingga membuat Rio dan Faizan mengurungkan niatnya untuk menyelamatkan Dalia.
" Dalia! " Teriak Rendra di dalam air saat melihat Dalia sudah tenggelam ke permukaan kolam dan tidak sadarkan diri.
Rendra lalu menyelam lebih dalam untuk dapat meraih tubuh Dalia. Ketika berhasil meraih tubuh Dalia, Ia pun kemudian memeluknya erat dan membawanya naik ke atas permukaan air. Tampak pula Rio dan Faizan yang sudah menunggu mereka di tepi kolam renang. Oleh Rendra, Dalia di bawa ke tepian kolam yang kemudian di bantu oleh Rio dan Faizan untuk mengangkat tubuh Dalia dari dalam air.
" Dalia, bernafaslah! " Ucap Rendra panik.
" Dalia, ku mohon sadarlah! " Rendra menekan perut Dalia berkali-kali berharap Dalia dapat menumpahkan air yang masuk ke dalam tenggorokannya.
" Sepertinya Dalia butuh nafas buatan, tuan! " Ucap Faizan memberi solusi.
" Nafas buatan? " Ulang Rendra.
" Iya tuan, biasanya seseorang yang sedang hilang kesadaran butuh di beri nafas buatan untuk membantunya bernafas. "
" Tapi, siapa yang akan memberikan nafas buatan untuk Dalia? " Pertanyaan Rendra seketika membuat mata mereka bertiga menatap bibir sexy milik Dalia sambil menelan saliva masing-masing.
" Biar saya saja, tuan! " Faizan menawarkan diri.
" Dasar! " Rio mendorong tubuh Faizan pelan.
" Kalau bukan salah satu di antara kita, lalu siapa? " Tanya Faizan pada Rio.
" Saya saja, tuan! " Kali ini giliran Rio yang menawarkan diri.
" Dasar! Ternyata pak Rio juga mau.... ! " Ejek Faizan.
" Iya donk, emangnya Lu doank yang mau, gue juga mau kalee!! "
" Kalau begitu, kita gantian aja, gimana? " Ucap Faizan gak ada ahlak.
Telinga Rendra memanas mendengar kebanyolan yang terdengar tidak lucu di telinganya itu.
" Bodoh! Dalia dalam keadaan sekarat begini, kalian malah memikirkan pikiran kotor kalian itu. " Decak Rendra kesal.
" Ma.. maaf tuan! " Jawab Rio dan Faizan secara bersamaan.
" Ah sudahlah, biar aku saja yang beri nafas buatan untuk Dalia. " Ucap Rendra tanpa ragu.
Hmm... bilang aja pengen, tuan Rendra.
Gumam Faizan dalam hati.
__ADS_1
Ketika Rendra mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Dalia, tiba-tiba saja dari dalam villa terdengar suara cempreng Lily.
" Stooopppp!! " Teriaknya, sontak Rendra langsung terkejut dan tidak jadi memberi nafas buatan untuk Dalia.
" Huft! Apa yang tuan Rendra lakukan pada nona Dalia? " Tanya Lily yang baru saja tiba.
" Aku cuma ingin memberikan nafas buatan untuk Dalia. " Jawab Rendra polos.
" Nafas buatan? Emangnya apa yang terjadi pada nona Dalia? " Tanya Lily lagi yang mulai panik.
" Dia tadi tenggelam dan hilang kesadaran, itu sebabnya aku harus segera memberikannya nafas buatan. "
" Kalau begitu, biar saya saja yang beri nafas buatan pada Dalia, tuan! Saya kan perempuan. "
" Baiklah! " Rendra pun mengalah.
Yah, gagal deh nyium bibir sexy.
Gumam Rio sambil mengulum senyumnya.
Lily langsung memberi nafas buatan untuk Dalia sambil sesekali menekan perut Dalia berkali-kali. Tidak butuh waktu lama, Dalia pun sadar dan langsung menumpahkan seluruh air yang sempat tertelan saat Ia tenggelam.
" Uhuk.. uhuk.. uhuk..! " Dalia terbatuk-batuk.
" Nona Dalia, apa yang terjadi? Kenapa nona bisa tenggelam? " Tanya Lily sembari tangannya mengusap-usap punggung Dalia.
" Uhuk.. uhuk! Kakiku mendadak keram! " Jawab Dalia sambil terbatuk.
" Syukurlah kau tidak kenapa-napa, nona Dalia. "
" Iya, terima kasih Lily! "
" Bukan denganku saja. "
" Lalu? "
" Kepada tuan Rendra juga, karena tuan Rendra yang terjun menyelamatkanmu dari dalam air. "
" Terima kasih, tuan Rendra! "
" Sama-sama Dalia! Siniin kakimu yang keram. " Ucap Rendra tanpa permisi langsung memijit-mijit kaki Dalia tanpa persetujuan terlebih dahulu dari si empunya kaki.
" Awh! " Rintih Dalia.
Dengan telaten, tangan Rendra memijit kaki Dalia yang keram tersebut. Dalia menatap Rendra dengan penuh keheranan. Ada sesuatu yang Ia tidak mengerti akan sosok yang ada di hadapannya saat ini.
Tuan Rendra, kenapa terkadang anda bersikap baik, tapi terkadang pula anda bersikap baik kepadaku? Gumam Dalia.
" Gimana, coba gerakkan? "
Dalia kemudian mengerak-gerakkan kakinya.
" Lumayan, makasih banyak tuan! "
" Kalau begitu, sini aku bantu berdiri! " Ucap Rendra sambil memapah tubuh Dalia untuk membantunya berdiri.
" Awh! " Rintih Dalia.
" Lily, tolong ambilkan handuk Dalia! Balutkan tubuhnya! " Titah Rendra kepada Lily, karena menyadari Dalia hanya memakai pakaian renang saja.
" Siap, tuan! " Lily langsung mengambil piyama handuk milik Dalia dan langsung membalutkannya di tubuh Dalia.
" Sudah! Ayo aku antar kamu ke kamarmu! "
Dalia menatap Rendra diam dan tak melangkahkan kakinya saat mendengar perkataan Rendra barusan.
" Huft! Kalau kau tidak percaya padaku, aku akan suruh Lily untuk ikut kita ke kamarmu! " Rendra menangkap pikiran Dalia yang tidak mempercayainya.
" Lily, ikut saya dan Dalia! " Lanjut Rendra lagi.
" Baik, tuan! "
__ADS_1
" Sudah kan! Kalau gitu ayo, Dalia! "
" Tunggu bentar, tuan! Awh! " Dalia masih belum bisa berjalan.
" Ya udah, aku gendong saja kalau begitu! " Ucap Rendra yang langsung menggendong tubuh Dalia tanpa menunggu persetuannya.
" Tuan Rendra! " Ucap Dalia terkejut.
Rendra tak menghiraukan teriakan Dalia, Ia tetap menggendong tubuh Dalia hingga ke kamarnya. Setelah sampai di kamar Dalia, Rendra langsung menjatuhkan tubuh Dalia secara perlahan di atas tempat tidurnya. Perhatian kecil itu sungguh sungguh membuat hati Dalia mencair. Ia bungkam dan tak dapat berkata-kata apa lagi.
" Hari ini, kamu istirahat saja! Kamu gak perlu ikut peninjauan proyek 2." Ucap Rendra
" Tapi, tuan! "
" Tidak ada tapi-tapian! Kesehatanmu lebih penting! "
" Tapi, saya........ " Belum sempat Dalia melanjutkan perkataannya, mulutnya sudah lebih dulu ditutup oleh Rendra dengan menggunak jari telunjuknya.
" Sssttt..! Tidak ada penolakan! Ini perintah! " Tegas Rendra.
" Mengerti !" Lanjut Rendra lagi.
" Mengerti, tuan! " Dalia mengalah.
" Bagus! Lily, tolong jaga Dalia! " Titah Rendra kepada Lily.
" Siap, tuan! "
" Saya permisi dulu! "
Ketika Rendra baru sampai di muka pintu, suara Dalia menghentikan langkahnya.
" Tuan Rendra! " Sahut Dalia dan seketika itu juga Rendra menoleh ke arahnya.
" Terima kasih! " Ucap Dalia tersenyum dan langsung di balas senyuman indah dari Rendra.
" Beristirahatlah! " Ucap Rendra.
Senyum Dalia belum juga surut hingga Lily tampak mengulum senyumnya.
" Owh.. so sweet! " Goda Lily dengan gaya manjanya.
" Iih.. apaan sih, kamu! " Pipi Dalia mendadak merah merona.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
################################
Sampai ketemu senin yah Readers!!
jgn lupa like, vote, dan komennya yah..
Kiss jauh dari Author... 😘😘😘
__ADS_1