Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Honeymoon ( Maldives )


__ADS_3

MOHON BIJAK DALAM MEMBACA..


MASIH ADA SEDIKIT 21+NYA..


TAPI GAK BANYAK KOK, DAN GAK GAMBLANG JUGA..


HEHE...😂😂😂


Hari yang dinanti pun akhirnya tiba. Molly dan Rio tampak sudah bersiap-siap dengan segala perlengkapan mereka. Rencananya, mereka akan ikut serta dalam perjalanan honeymoon kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara tersebut.


" Lama sekali sih mereka! Jangan-jangan mereka pakai acara mantap-mantapan dulu segala! " Gerutu Molly yang sudah lelah menunggu di dalam mobil yang di sopiri pak Imran.


" Sabar, namanya juga pengantin baru! Nanti kalau nona menikahpun bakal seperti mereka juga. " Sahut Rio yang juga sudah berada di dalam mobil dan duduk di samping pak Imran.


" Ish... enak aja! Yah gak lah, bisa-bisa cepet encok lama-lama aku kalau digempur terus. " Celetuk Molly hingga membuat Rio tertawa lepas mendengarnya.


" Ha.. ha.. ha.. ha..! Digempur, emangnya perang? Ha.. ha.. ha.. ha..! " Rio kembali tertawa.


" Ish...! Yah, peranglah namanya, kamar mereka udah seperti zona perang kalau menurutku! " Ucap Molly terkekeh.


" Kasian Dalia yang gak bersenjata..! " Celetuk Rio lagi.


" Ha.. ha.. ha.. ha..! " Akhirnya Molly pun ikut tertawa mendengar perkataan Rio sedangkan pak Imran hanya dapat mengulum senyum karena menahan tawanya akibat banyolan mereka berdua.


Tidak berapa lama kemudian, muncullah orang yang ditunggu-tunggu kehadirannya yang kini sedang berjalan menghampiri mobil mereka. Dalia tampak menggunakan balutan mini dress berwarna kuning dengan belahan dada yang terbuka ditambah dengan balutan bletzer berwarna cream serta highheells menambah kesan perubahan kelas yang Ia tampilkan ketika Ia sudah menjadi istri dari seorang pengusaha kaya.


Senada dengan Dalia, Shenzi juga mengenakan setelan yang sama hingga ibu dan anak itu terlihat sangat kompak.


" Shenzi, sini duduk sama tante! " Titah Molly ketika ponakannya itu sudah berada di samping mobil.


" Siap tante! " Jawab Shenzi yang kemudian dibantu Dalia untuk masuk ke dalam mobil dan duduk disamping Molly.


" Titip Shenzi ya Molly. " Ucap Dalia tersenyum.


" Iya, Dalia. " Molly pun membalas senyum itu.


Setelah Shenzi sudah masuk ke dalam mobil, kini giliran Rendra dan Dalia pula yang kemudian masuk dan duduk di barisan kedua di depan Molly dan Shenzi.


" Jalan Imran! " Titah Rendra kemudian.


" Siap Tuan! "


Mobil pun kemudian melaju meninggalkan kediaman keluarga Federick. Namun, sebelumnya mereka sudah berpamitan terlebih dahulu kepada Mama Fina.


Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota hingga tiba di bandara. Mereka berlima kemudian turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam bandara. Rendra sudah menyiapkan pesawat pribadi untuk rencana honeymoon mereka. Itu sebabnya mereka tidak perlu repot-repot untuk memesan ticket atau paket wisata. Karena semua sudah diatur Rendra jauh-jauh hari dengan sangat rapi dan sempurna.


Tampak pilot dan co-pilot sudah siap untuk menerbangkan pesawat pribadi tersebut. Ketika semuanya sudah siap dengan sabuk pengaman mereka masing-masing. Pesawat pun mulai diterbangkan dan meninggalkan landasan. Tujuan pertama mereka adalah Maldives.


*


*


*


*


Tidak berapa lama kemudian, pesawat yang mereka tumpangipun tiba di bandara Maldives. Rona bahagia terpancar dari wajah mereka berlima. Sungguh momen yang sangat indah bagi Dalia dan Shenzi, karena ini kali pertama mereka menginjakkan kakinya di luar negeri.


Setibanya mereka di bandara, mereka kemudian menggunakan mobil wisata yang sudah disiapkan untuk menuju tempat wisata yang menjadi tujuan utama mereka.

__ADS_1


Mobil kemudian melaju meninggalkan kawasan bandara. Tidak butuh waktu lama mobil merekapun akhirnya tiba di tempat wisata yang sudah menjadi tujuan utama mereka.


Tampak sebuah villa yang besar dan megah yang terdiri atas tiga kamar tidur, dimana letak kamar utama berada di depan langsung menghadap ke laut, sedangkan dua kamar lainnya menghadap ke samping. Di depan villa tersebut, terdapat pula kolam renang yang berbatasan langsung dengan laut biru nan indah. Siapa yang tak kenal Maldives, memiliki tempat wisata yang sangat menakjubkan hingga menjadi surga bagi para pelancong.


" Tante, tempat ini sangat indah. " Celetuk Shenzi pada Molly.


" Shenzi suka tempat ini? " Tanya Molly antusias, karena baginya ini bukan pertama kali baginya menginjakkan kakinya di tanah Maldives.


" Iya tante, Shenzi sangat suka! " Jawab Shenzi dengan begitu bersemangat.


" Shenzi, kamu mau tidur sama ibu apa sama tante Molly? " Tanya Dalia tiba-tiba menghampiri.


" Sama aku aja, Dalia! Kalian lanjutkan saja pertempuran kalian berdua! " Celetuk Molly terkekeh hingga membuat wajah Dalia memerah karena malu.


" Apa gak ngerepotin kamu nantinya? " Tanya Dalia tak enak hati.


" Gak kok! Shenzi anaknya anteng! Sudah, pergi sana, tuh kak Ren dari tadi nungguin kamu tuh! Udah gak sabar kayaknya Dia tuh ngajak kamu tempur! " Jawab Molly sambil cekikikan.


" Molly, kamu ih...! " Decak Dalia senyum malu-malu.


" Udah, pergi sana! Jangan membuat kakakku menunggu! "


" Iya iya, aku ke sana sekarang! Titip Shenzi yah! "


" Siap, kakak Ipar. "


Dalia pun melenggang meninggalkan Shenzi dan Molly. Ia berjalan menuju kamar utama yang letaknya paling depan, dimana sudah ada Rendra yang sudah menunggunya di depan pintu kamar mereka.


" Ibu gak sekamar sama kita? " Tanya Shenzi polos.


" Gak sayang! Kan sekarang sudah ada Papa Rendra yang temenin ibu kamu bobo nanti malam. " Jawab Molly.


" Emh.. jelas donk hanya Papa Rendra! Kamu untuk sementara waktu sekamar sama Tante yah, jangan ganggu ibu sama Papa dulu. "


" Loh, kenapa emangnya tante? " Lagi-lagi Shenzi bertanya dengan wajah polosnya.


" Emh... itu...emb.. karena..! " Molly tampak bingung harus menjawab apa.


Rio yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya dapat menahan senyumnya karena melihat Molly yang tak bisa menjawab pertanyaan anak kecil.


" Itu karena ibu dan papa lagi bikinin Shenzi adik bayi. " Celetuk Rio menghampiri mereka hingga membuat mata Molly membulat sempurna mendengarnya.


" Adik bayi? " Sahut Shenzi begitu bersemangat.


" Iya sayang, adik bayi untuk Shenzi! Shenzi mau punya adik bayi gak? " Tanya Rio lagi.


" Mau...! "


" Kalau gitu, Shenzi bobonya di temani tante Molly dulu, biarkan ibu bobonya ditemani Papa. "


" Okey deh! "


" Hiss! Kamu itu gimana sih? Nanti kalau Dia nanya adik bayi sama Dalia atau kak Ren gimna coba? " Bisik Molly di telinga Rio karena merasa perkataan Rio terlalu berlebihan.


" Dia kan anak kecil, palingan nanti juga lupa. "


" Hiss! Kalau sampai Dia nanya adik bayi, kamu tanggung jawab. " Ucap Molly sebelum malangkah masuk ke kamarnya bersama Shenzi.


" Molly... Hey! " Teriak Rio.

__ADS_1


Prakk!


Pintupun langsung tertutup rapat hingga membuat kening Rio membentur keras di muka pintu.


" Awh! Hidungku.. " Rintihnya.


*


*


*


Sementara itu di kamar utama yang berukuran paling besar di tempati oleh sang pengantin baru yang masih dimabuk asmara. Setelah merapikan pakaian-pakaian mereka, keduanya langsung mengistirahatkan diri diatas kasur yang empuk dan bertabur kelopak-kelopak bunga mawar yang indah karena memang mereka perginya sudah masuk tengah hari.


" Sayang, aku gak enak sama Molly, kasian Dia kalau kita titipkan Shenzi bersamanya. " Ucap Dalia sambil memainkan kancing baju Rendra.


" Gak apa-apa sayang! Lagian Molly nya gak keberatan, dan itung-itung Dia bisa belajar jadi ibu. "


" Tapi.... " Tiba-tiba jari tangan Rendra sudah di bibir Dalia.


" Ssttt...! Jangan difikirkan, kita lanjutkan saja pertempuran kita tadi pagi yang gak sempat selesai karena Shenzi sudah terbangun. "


" Maaf yah, gara-gara Shenzi belum terbiasa tidur sendirian, terpaksa harus tidur bersama kita tadi malam. "


" Gak apa-apa! Yang penting, kamu harus membayarnya siang ini! "


Tangan Rendra sudah bergerilya masuk ke dalam mini dress yang Dalia kenakan. Ia menyentuh apa saja yang bisa Ia jangkau, hingga membuat Dalia tak kuasa menahan de**hannya.


" Ah.. Ren! "


Akhirnya siang yang cerah itu pun berlangsung sangat panas akibat pertempuran pengantin baru tersebut yang berlangsung cukup lama.


*


*


*


*


*


################################


Hay Readers!


Maaf yah, Author lama baru Up..


Soalnya kemaren Author drop lagi..


Dan sekarang pun masih belum sembuh total.


Tapi, insya Allah, Author usahain minggu ini Up terus deh sebisa Author..


Makasih bagi yang masih setia menunggu cerita Rendra dan Dalia..


Jangan lupa like, vote, dan komennya yah..


Kiss jauh dari Author... 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2