
Malampun tiba, setelah acara akad nikah di pagi harinya, tanpa ingin menunda dan menghabiskan banyak waktu, malam harinya resepsi pernikahan pun di langsungkan. Banyak tamu undangan dari para kolega-kolega Rendra yang juga ikut hadir di acara tersebut.
Dengan mengundang musisi kawakan tanah air, suasana pesta menjadi semakin meriah dan semakin romantis lewat tembang-tembang lagu romantis yang mereka nyanyikan.
***What would I do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out
Got my head spinning, no kidding,
I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me,
But I'll be alright...
My head ' under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out my mind
Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your adges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
Cause I give you all, all of me...
And you give me all, all of you***...
Terdengar penggalan lirik lagu All of me milik Jhon Legend yang melantun indah menemani para tamu undangan menikmati makanannya.
" Dalia, aku ingin menyanyikan sebuah lagu untukmu! " Ucap Rendra yang kala itu sedang duduk di pelaminan bak raja dan ratu semalam bersama sang istri, Dalia.
" Emanganya kamu pandai nyanyi? " Tanya Dalia tidak percaya.
" Kalau pandai sih gak, tapi cuma bisa doank! "
" Cobalah nyanyikan untukku sebuah lagu, aku ingin mendengarnya. "
" Kalau begitu ikut denganku! "
Rendra lalu menggandeng tangan istrinya dan membawanya berjalan menuju pentas dan mulai mengambil alih mikrofon setelah penyanyi tersebut selesai menyanyikan tembang lagu milik Jhon Legend tersebut.
" Ladies and gentlemen! Mohon perhatiannya sebentar! " Ucap Rendra dan seketika itu juga semua tamu undangan memandang ke arahnya.
" Emb.. aku akan menyanyikan sebuah lagu untuk wanita yang berada di sampingku ini!" Rendra tersenyum ke arah Dalia dan Daliapun membalas senyuman itu.
" Wanita yang sudah menjadi istri sah ku, dan akan menjadi pemilik hati ini sepenuhnya. " Lanjutnya lagi.
" Sayangku, Dalia! Aku ingin malam ini menjadi malam yang akan kamu kenang seumur hidupmu, dan lagu ini akan menjadi bukti betapa aku sangat mencintaimu! " Rendra lalu meraih tangan Dalia dan mencium punggung tangan istrinya tersebut.
Tepuk tangan gemuruh dan sorak sorai yang terdengar dari para tamu undangan membuat suasana semakin indah, seakan dunia hanya milik mereka berdua saat ini.
Lantunan musik pun di mulai, dan Rendrapun mulai bernyanyi tanpa melepas genggaman tangannya dari tangan Dalia.
Memenangkan hatiku bukanlah..
Satu hal yang mudah...
Kau berhasil membuat..
Ku tak bisa hidup tanpamu...
***Menjaga cinta itu bukanlah..
Satu hal yang mudah...
Namun sedetikpun tak pernah kau...
Berpaling dariku...
Beruntungnya aku...
Dimiliki kamu...
Kamu adalah bukti...
Dari cantiknya paras dan hati...
__ADS_1
Kau jadi harmoni saat ku bernyanyi...
Tentang terang dan gelapnya hidup ini...
Kaulah bentuk terindah...
Dari baiknya Tuhan padaku...
Waktu tak mengusaikan cantikmu...
Kau wanita terhebat bagiku...
Tolong kamu camkan itu...
Tolong kamu camkan itu***...
Lagupun selesai dinyanyikan hingga lirik terakhir. Tepuk tangan gemuruh dan suara sorak sorai dari para tamu undangan ikut mengiringi berkahirnya lagu yang dinyanyikan oleh Rendra untuk Dalia.
" Aku sangat mencintaimu, Dalia! " Ucap Rendra sambil menyentuh dagu runcing milik istrinya itu.
" Aku juga sangat mencintaimu, Ren! " Balas Dalia dengan tersenyum bahagia.
Tanpa berfikir lagi, mereka kemudian melanjutkannya dengan ciuman mesra keduanya yang kali ini mereka lakukan tanpa ragu di depan para tamu undangan dan semua orang yang ada di tempat itu.
" Wow! Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kedua mempelai pastinya! " Ucap pembawa acara yang kemudian di sambut dengan tepuk tangan gemuruh dan suara sorak sorai yang saling bersahutan dari para tamu undangan yang menyaksikan adegan mesra dari Rendra dan Dalia.
" Owh! Aku benci melihat ini! " Ucap Molly hingga menjatuhkan kue yang hendak masuk ke dalam mulutnya.
" Ini bukan yang pertama buatku! " Sahut Rio tiba-tiba.
" Maksudmu, kau pernah melihat mereka berciuman sebelumnya? " Tanya Molly kemudian.
" Yah, begitulah! "
" Wah! Loe ngintipin mereka yah? "
" Enak aja! Gue gak sengaja kaliee liat mereka ciuman di kantor. "
" Wah! Gak nyangka aku kak Ren bisa senekat itu melakukannya di kantor.. "
" Namanya juga laki-laki, mana bisa tahan liat bibir sexy. "
" Termasuk Loe, iya kan? Pasti saat liat mereka ciuman Loe juga kepengen? "
" Hmm... gimana yah, habisnya gak ada yang mau gue cium sih waktu itu! Tapi, kalau saat ini kayaknya ada deh! " Ucap Rio sambil tersenyum penuh arti ke arah Molly.
" Siapa? Gue? "
Rio mengedip-ngedipkan matanya.
" Dasar buaya! Gue bilangin kak Ren baru tau rasa Loe! "
" Jangan donk! Nanti bisa-bisa gue di pecat lagi gara-gara mau cium adiknya! "
" Biarin! weekkk! " Ucap Molly sambil menjulurkan lidah dan langsung mencelos pergi.
Lagi-lagi Ia meninggalkan Rio sendirian di tengah-tengah antara para tamu undangan yang sedang menggandeng pasangan mereka masing-masing.
" Molly! Tunggu! Hobby benar sih ninggalin gue! " Teriaknya kemudian sambil berlari mengejar Molly.
*
*
*
Waktu menunjukkan pukul 21.00 wib, menandakan acara resepsi pernikahan Rendra dan Dalia telah selesai. Semua tamu undangan juga sudah meninggalkan pesta. Hanya tersisa rombongan pengantin saja yang sedang bersiap-siap meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah kediaman keluarga Federick.
Rona bahagia terpancar dari mereka, tak terkecuali Mama Fina yang ikut merasakan kebahagiaan anaknya itu. Baginya, kali ini Ia tidak perlu lagi mencemaskan putranya karena sudah ada Dalia yang akan mengurus putra kesayangannya itu. Sekarang hanya tinggal Molly saja yang masih Ia pikirkan masa depannya.
" Molly! " Sahut Mama Fina.
" Iya, Ma! " Jawab Molly.
" Kakakmu sudah menikah untuk kedua kalinya, sekarang giliranmu! Mama ingin melihatmu bersanding dengan seorang pria yang kamu cintai, kapan kau akan membawakan Mama menantu laki-laki di rumah kita? "
" Tuh kan, mulai deh! Dulu kak Ren, sekarang giliranku pula yang diteror dengan kata menantu! " Jawab Molly cemberut.
" Loh! Emangnya kamu gak mau carikan Mama menantu lagi, umur kamu makin lama makin nambah! Nanti makin susah nyari laki-laki yang mau sama kamu! "
" Mama nyebelin deh! Dalia aja walau udah kepala tiga masih terlihat cantik kok! Malah masih jadi rebutan laki-laki, walau pada akhirnya kak Ren lah yang mendapatkannya. "
" Itu karena wajah Dalia memang cantik dan gak makan tua! "
" Berarti Mama ngejek Molly nih? Emang Molly kurang cantik apa? " Molly semakin cemberut.
" Gak kok! Anak Mama memang cantik, walau masih cantik Dalia sih. " Ucap Mama Fina santai.
" Tuh kah, tetep aja nyebelin! "
" Kalau kamu gak mau nyari jodoh buat kamu, biar Mama yang carikan! Nak Rio ada, Dia masih jomblo juga, iyakan Nak Rio? " Tanya Mama Fina kepada Rio yang kebetulan sedang menyetir mobil ibu dan anak tersebut. Sedangkan Rendra dan Dalia berada di dalam mobil lainnya.
" Eh, iya Nyonya! " Jawab Rio sambil tersenyum penuh kemenangan.
" Sama Dia! Iih... gak! Pokoknya gak! " Protes Molly.
__ADS_1
" Ya udah deh! Terserah kamu! Yang penting Mama mau menantu lagi dari kamu! "
Dasar Mama tukang paksa!
Gerutu Molly dalam hatinya.
*
*
*
Tidak lama kemudian, mobil merekapun tiba di kediaman Federick. Semuanya langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah tak terkecuali sang pengantin baru. Ketika sampai di depan tangga, tanpa basa-basi lagi, Rendra langsung menggendong Dalia dan membawanya menaiki anak tangga untuk menuju kamar mereka.
" Awh! Apa yang kamu lakukan, Ren! " Teriak Dalia karena terkejut.
" Cie.. cie...! Yuuhuu! " Sahut Molly yang juga di iringi oleh sahutan Mama Fina dan Rio.
" Diamlah, kalau tak ingin kita berdua terjatuh! " Titah Rendra dan seketika itu juga Dalia diam.
" Aku malu, Ren! " Ucap Dalia sesaat melirik ke arah orang-orang yang sedang tersenyum ke arahnya.
" Apa yang harus kau malukan! Sekarang kau sudah jadi istriku, itu artinya sepenuhnya milikku! " Tegas Rendra.
" Apa yang ingin kau lakukan setelah ini? " Tanya Dalia malu-malu.
" Aku akan menunjukkan betapa perkasanya diriku! " Jawab Rendra dengan penuh percaya diri.
" Kau menakutiku, Ren! "
" Jangan takut, aku tidak akan bermain kasar! "
Ketika sampai di depan kamarnya, Rendra lalu memerintahkan Dalia untuk membuka gagang pintu kamarnya karena Ia tak bisa memegang gagang pintu di saat sedang menggendong tubuh Dalia.
Ceklek!
Pintupun terbuka, Rendra lalu menjatuhkan Dalia di atas kasurnya yang empuk itu dengan pelan dan hati-hati. Manik mata mereka bertemu, deru nafas mereka saling beradu, keduanya menatap penuh damba, seakan sudah tidak sabar ingin melepas hasrat keduanya yang telah lema mereka tahan.
Ketika Rendra mulai mendaratkan bibirnya ke bibir wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu, tiba-tiba jari Dalia menghentikannya.
" Kenapa? " Tanya Rendra heran.
" Kau belum menutup pintunya! "
" Ahh! Dasar pintu, mengganggu saja! " Rungut Rendra sambil bergerak menutup pintu kamarnya lalu menguncinya.
Cium** yang tadi sempat tertunda kini kembali mereka lanjutkan dengan sedikit lebih panas dari biasanya.
" Ren? " Sahut Dalia menghentikan ciu*** panas mereka.
" Kenapa lagi? "
" Aku mau mandi dulu biar segar gak enakkan kalau kita memulainya dalan keadaan berkeringat begini? " Pinta Dalia.
" Huft! Ok, baiklah! Kita mandi berdua! " Ucap Rendra mulai menggoda.
" Gak mau! Aku gak mau memulainya pertama kali di kamar mandi! " Tolak Dalia.
" Ok, baiklah! Kalau gitu mandilah duluan, habis itu aku! "
" Kalau begitu tolong bukakan kancing bajuku, baju ini membuatkau susah bernafas! "
Rendra lalu membuka restleting baju pengantin milik Dalia dengan perlahan. Aroma tubuh Dalia pun keluar semerbak hingga ke indra penciuman Rendra dan semakin membuat Rendra tidak mampu menahan gejolaknya. Ketika Ia ingin mendekatkan hidungnya ke punggung istrinya itu, Dalia sudah lebih dulu mencelos pergi ke kamar ganti dan membuka pakaian itu lalu menggantinya dengan piyama.
" Terima kasih! " Ucap Dalia sebelum mencelos pergi meninggalkan Rendra yang sedang tergugu.
Dalia kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lama kemudian Dalia pun selesai dengan ritual mandinya dan Rendra pun langsung masuk menggantikannya di kamar mandi.
Jam dinding berdetak lebih cepat, ketika Rendra keluar dari kamar mandi, Ia langsung mendatangi Dalia yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya dengan hanya mengenakan lingerie berwarna merah maroon pemberian Rendra.
" Kau sengaja menggodaku dengan lingerie itu yah, Dalia? " Ucapnya dengan tersenyum nakal.
Sesaat setelah membaringkan tubuhnya di samping Dalia yang sedang memunggunginya. Tangan Rendra pun mulai bergerilya masuk ke dalam lengerie istrinya. Tangannya menyentuh apa saja yang bisa Ia jangkau, namun ketika Ia mulai ingin mengecup bibir istrinya tersebut, dirinya dibuat kaget sekaligus kecewa, lantaran Ia melihat Dalia sedang tertidur pulas.
" Astaga! Berarti dari tadi aku belai Dia gak sadar! Pantes Dia diam saja! Huft, gagal tempur deh malam ini! " Ucapnya frustasi karena harus menahan hasratnya lagi.
" Hari ini kau ku maafkan, tapi besok tiada maaf bagimu, Dalia! Kau harus membayar malam ini, dengan dua ronde, eh tidak, tiga ronde deh! Eh, jagan deh! Hmm... gimana kalau 5 ronde? Kau harus mau, aku tidak mau tau! " Ucap Rendra sebelum akhirnya Ia pun ikut tertidur dengan memeluk tubuh istrinya itu karena sama lelahnya.
*
*
*
*
*
################################
Cie.... yang udah nungguin malam pertama mereka?
Maaf yah, Author gantung... 😂😂😂
Jangan lupa like, vote, dan komen di setiap episodenya agar Author semangat nulis yang baper-bapernya..
__ADS_1
Kiss jauh dari Author... 😘😘😘