Rendra Dan Dalia

Rendra Dan Dalia
Anak Manis


__ADS_3

Siang harinya, Dalia membawa Shenzi jalan-jalan ke salah satu mall terbesar yang ada di Jakarta. Sudah lama sekali Dalia tidak pernah membawa anaknya itu untuk jalan-jalan ke pusat perbelanjaan terbesar di kotanya tersebut.


Selain untuk menghibur hati sang anak, Dalia juga berencana berbelanja pakaian dan perlengkapan lainnya untuk Ia pakai saat bekerja nanti. Ia sangat bersyukur, hasil penjualan cake yang di hargai sangat mahal oleh Molly dapat mencukupi semua yang Ia butuhkan.


Dalia kemudian membawa Shenzi untuk bermain di wahana bermain yang tersedia di dalam mall tersebut. Wajah Shenzi tampak sangat bahagia, namun ada sesuatu yang sedikit mengusik hati kecil Shenzi.


" Ibu, kapan ayah pulang dan bermain bersama kita lagi, seperti mereka? " Ucap Shenzi sambil menunjuk ke arah salah satu keluarga yang juga sedang bermain dalam wahana tersebut sambil tertawa bahagia.


Hati Dalia terenyuh saat itu juga, ada sesuatu yang mampu membuat rongga di dalam di dadanya. Ia tau betul, anaknya sangat merindukan sosok sang ayah. Namun, Ia juga tidak tau harus berbuat apa.


Flashback On


Sewaktu usia Shenzi baru berusia 2 tahun, Dalia dan Raymon memutuskan untuk berpisah. KDRT yang sering Ia alami membuat dirinya tidak mampu lagi untuk mempertahankan biduk rumah tangganya.


Sebenarnya Raymon dan Dalia saling mencintai satu sama lain. Mereka berpacaran di bangku kuliah, hingga memutuskan menikah dan memiliki anak yang di beri nama Shenzi.


Pada suatu ketika, hubungan keduanya merenggang saat Dalia bekerja di perusahaan Adiyaksa Group. Karir Dalia yang cemerlang menimbulkan kecemburuan tersendiri bagi Raymon yang hanya kerja serabutan walau sama-sama menyelesaikan kuliahnya.


Seiring berjalannya waktu, Raymon mengendus kabar burung yang belum tentu kebenarannya yang mengatakan bahwa istrinya, Dalia telah berselingkuh dengan anak pemilik Adiyaksa Group, Abigail.


Semenjak saat itu, Raymon berubah menjadi pria yang posesif dan kasar. Ia sering kali bertengkar dengan Dalia, hingga berujung melakukan KDRT terhadap istrinya itu. Dalia yang masih mencintai suaminya itu akhirnya memutuskan untuk resign dari Adiyaksa Group saat Shenzi baru berusia 6 bulan.


Walaupun begitu, karir yang Dalia korbankan tidak cukup untuk memperbaiki rumah tangganya. Setiap pertengkaran terjadi, Raymon selalu saja menuduh Dalia telah di tiduri laki-laki lain, hingga lagi-lagi berujung pada KDRT. Laki-laki yang di maksud Raymon adalah Abigail. Orang ketiga yang menjadi penghancur rumah tangga mereka.


Hingga pada akhirnya, pertahanan Dalia pun roboh. Ia memutuskan untuk mengakhiri biduk rumah tangganya saat usia Shenzi baru berusia 2 tahun.


Setelah berpisah darinya, Raymon menghilang begitu saja. Dia tidak pernah memberi nafkah untuk anaknya, Shenzi. Hingga suatu ketika, Dalia mendapat kabar bahwa mantan suaminya itu sudah mendekam di penjara karena kasus kekerasan terhadap orang lain. Kini 2 tahun sudah Raymon berada di balik jeruji besi.


Selama itu pula, setiap Shenzi bertanya tentang ayahnya, Dalia selalu mengatakan kalau ayahnya Shenzi sedang bekerja di luar kota dan belum juga kembali.


Flashback Off.


" Ibu... kok malah bengong? " Sahut Shenzi sambil menarik-narik tangan Dalia.


" Eh... maaf sayang, ibu lagi pusing sedikit. " Ucap Dalia mencoba menghindari pertanyaan anaknya tersebut.


" Hmm... ya udah, ibu duduk di sana aja sambil nunggu Shenzi selesai bermain. " Shenzi menunjuk ke arah salah satu kursi tunggu yang ada di dalam wahana tersebut.


" Baiklah sayang, ibu lihat Shenzi dari sana yah? " Ucap Dalia sambil mencium pipi bulat anaknya.


" Ok, ibuku tersayang... "


Dalia pun kemudian duduk di kursi tunggu tersebut sambil memperhatikan anaknya bermain. Ia pun mengelus dadanya yang masih menyisakan sedikit rasa sakit di dalamnya.


Maafkan ibu sayang, Ibu belum bisa mengatakan yang sebenarnya kepadamu, nak. Ucap Dalia dalam hati.


Setelah cukup lama berada di dalam wahana bermain, Dalia dan Shenzi kemudian menuju ke toko pakaian. Ia membelikan gaun indah untuk anaknya itu, begitu pula dengannya juga membeli pakaian sejenis kemeja serta rok berwarna hitam panjang selutut untuk Ia pakai bekerja nanti.


Setelah Ia rasa sudah cukup, Dalia langsung menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Tidak lupa Shenzi selalu Ia bawa untuk selalu berada di sampingnya.


Karena masih mengantri, mata Shenzi tertuju pada sebuah toko boneka yang bersebelahan dengan toko pakaian tempat Ia berdiri saat ini. Shenzi pun langsung berjalan ke arah toko boneka tersebut dan lupa izin pada ibunya.


Shenzi menatap lekat boneka besar yang ada di toko itu dari balik dinding yang terbuat dari kaca. Ketika Ia ingin berbalik badan untuk menemui ibunya, Shenzi malah menabrak tubuh seorang pria yang berpakaian rapi layaknya seorang bos besar.


" Ooppss! Maaf Om. " Ucap Shenzi.


Pria itu kemudian berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Shenzi.


" Hai, anak manis, siapa namamu? " Tanya Rendra pada Shenzi.


" Namaku Shenzi, Om. "


" Shenzi, nama yang sangat indah. Dengan siapa di sini? "


" Dengan ibuku, Om. "


" Dengan ibumu, hmm.... Om tidak melihat ada seorang pun di sini, dimana ibumu? " Rendra melirik ke kanan dan ke kiri.


" Di sana, sedang mengantri di kasir. " Ucap Shenzi sambil menunjuk ke arah antrian manusia, namun tak bisa memperlihatkan dengan jelas wajah Dalia di kerumunan manusia seramai itu.


" Lalu, kenapa Shenzi berdiri disini? "


" Hmm... Shenzi ingin membeli boneka itu, makanya Shenzi tadi mau berlari menemui ibu, malah nabrak Om. " Ucap Shenzi sambil tersenyum malu-malu.


" Boneka yang mana? Sini tunjukin Om! " Rendra berdiri lalu menggenggam tangan Shenzi, membawanya masuk ke dalam toko boneka tersebut. Begitu juga dengan Rio yang mengekor di belakangnya.


" Yang ini, Om. " Tunjuk Shenzi pada sebuah boneka beruang besar berwarna pink.

__ADS_1


" Oh.. yang ini! " Rendra lalu mengambil boneka itu lalu memberikan pada asistennnya.


" Urus ini. " Ucapnya.


" Baik, Tuan. " Jawab Rio.


Rio pun kemudian melakukan transaksi pembayaran di kasir. Dalam benaknya, sebuah pujian untuk pertama kalinya lolos dari fikirannya.


Untuk pertama kalinya aku melihat jiwa seorang ayah dalam diri tuan Rendra.


Ucap Rio dalam hati sambil tersenyum.


Setelah pembayaran selesai, Rio kemudian memberikan boneka itu kepada Rendra. Oleh Rendra boneka itu kemudian di berikan kepada Shenzi yang tampak tersenyum bahagia.


" Ini boneka untukmu, anak manis. " Ucap Rendra sembari menyerahkan boneka beruang yang sedikit lebih kecil dari tubuh Shenzi.


" Terima kasih banyak, Om. "


" Sama-sama anak manis, kalau gitu cepat temui ibumu, jangan buat ibumu cemas mencarimu. "


" Baiklah Om, sekali lagi terima kasih! " Ucap Shenzi setelah keluar dari toko boneka itu.


" Anak perempuan yang manis. " Ucap Rendra setelah melihat kepergian Shenzi dari hadapannya.


" Pasti ibunya cantik. " Sahut Rio dan kata-kata itu cukup membuat Rendra menoleh padanya.


" Maksudmu? Kenapa kau malah membayangkan ibunya? " Ketus Rendra.


" Eh.. maaf tuan, maafkan pikiran saya tuan. "


" Besok-besok cuci otakmu biar bersih dan tidak selalu berfikiran kotor. "


" Baik Tuan, saya akan mencuci otak saya. "


" Bodoh! Ah sudahlah, ayo kita pergi dari sini. "


" Baik, tuan! "


Rendra dan Rio pun berjalan menjauh meninggalkan toko itu. Sementara itu di tempat lain, Dalia tampak kebingungan mencari keberadaan anaknya.


" Shenzi!! " Teriaknya lagi, namun suara kebisingan musik membuat suaranya kalah.


Dari kejauhan tampak Molly beserta asistennya sedang memilih-milih pakaian. Asistennya Molly yang bernama Ipul tersebut melihat kebingungan Dalia dari jauh.


" Non, itu ada nona Dalia di sana. Sepertinya Dia tampak kebingungan gitu. " Ucap Ipul sambil memukul pelan bahu majikannya.


" Dimana? " Sahut Molly sambil melihat-lihat di keramaian orang.


" Itu, di sana! " Tunjuk Ipul dengan jarinya, hingga tampaklah Dalia dengan wajah cemasnya.


" Oh iya, ayo kita samperin Dia! " Ucap Molly sambil berjalan menghampiri Dalia.


" Dalia!! " Sahut Molly dan Dalia pun langsung menoleh ke arahnya.


" Molly. " Ucapnya.


" Kamu kenapa seperti orang bingung gitu? "


" Anakku Molly, anakku hilang. "


" Hilang??? " Ucap Molly dan Ipul secara bersamaan.


" Iya, tadi aku sedang mengantri di kasir dan Shenzi masih berada di sampingku. Tapi, setelah aku selesai transaksi dan ku lihat ke bawah, Shenzi sudah tidak ada di sampingku, Molly. " Ucap Dalia menjelaskan dengan suara yang mulai parau karena ingin menangis.


" Astaga!! "


" Bantu aku Molly, bantu aku mencari anakku!! " Ucap Dalia yang kali ini setetes air mata berhasil lolos jatuh ke pipinya.


" Ya udah, ayo kita ke security. "


Belum sempat mereka berjalan menjauh dari tempat itu, tiba-tiba terdengar suara anak kecil.


" Ibu...! "


Mendengar kata " Ibu " Dalia pun seketika menoleh, begitu juga dengan Molly dan Ipul.


" Shenzi!! " Teriak Dalia yang langsung menghampiri anaknya dan langsung memeluk anaknya itu.

__ADS_1


" Shenzi sayang, kamu dari mana aja? "


" Shenzi dari toko boneka. " Ucapnya santai sambil menunjukkan boneka beruang yang Ia bawa.


" Kamu dapat boneka ini dari mana, sayang? " Tanya Dalia saat menyadari ada boneka besar yang di bawa anaknya.


" Dari Om-Om ganteng yang memakai jaz warba biru, tadi. "


" Om-om ganteng? " Tanya Molly.


" Iya tante, ada Om-Om ganteng yang beliin Shenzi boneka, tadi. "


" Ah enon, kalau denger yang ganteng aja, mukanya langsung cerah begitu. " Sahut Ipul.


" Biarin, itu karena gue normal gak kayak elu. "


" Ya udah, kalau gitu tunjukin ibu mana orangnya, ibu mau ngucapin terima kasih. "


" Ayo bu, ikut Shenzi !"


Dalia, Molly, dan Ipul pun mengikuti langkah kaki kecil Shenzi. Mereka berhenti tepat di depan toko boneka tempat Shenzi pertama kali bertemu dengan Rendra.


" Mana Om nya? " Tanya Dalia.


" Tadi sih di sini, bu! Tapi, sekarang sudah gak ada! "


" Mungkin Om ganteng itu sudah pergi. " Ucap Molly.


" Ehmm... " Ipul menyahut tanda membenarkan perkataan Molly.


" Tadi, Shenzi bilang terima kasih gak, sama Omnya? "


" Bilang kok, bu. "


" Bagus! Tapi, lain kali jangan begini lagi yah! Kalau Shenzi mau pergi, bilang ibu, jangan pergi sendirian. Ok! "


" Ok! Maafkan Shenzi bu, lain kali Shenzi gak akan begini lagi. "


" Ya udah peluk ibu dulu! " Dalia pun merentangkan tangannya dan langsung di sambut pelukan hangat dari anaknya itu.


" Owh... aku jadi pengen punya anak, Pul! "


Ucap Molly terharu melihat kedekatan ibu dan anak yang ada di depannya.


" Aku juga, non! "


" Huuhh!! " Seru Molly pada Ipul.


Setelah melewati drama yang panjang, Dalia dan Shenzi pun pamit pulang terlebih dahulu. Namun, sebelumnya mereka sudah di traktir makan oleh Molly. Dalia sangat bersyukur di berikan teman sebaik Molly, begitu pula Molly yang menaruh sedikit harapan terhadap sahabat barunya tersebut.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*


################################


Jangan lupa like, vote, dan komennya yah Readers...


Kiss jauh dari Author.. 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2