Rumah PelangiT Cinta

Rumah PelangiT Cinta
Happy Anniversary


__ADS_3

Semenjak kejadian di tepi lapangan sepak bola tadi dengan Awan, Cinta tidak bisa melupakan hal tersebut dan bayangan itu terus muncul di dalam benaknya. Namun, ia harus tetap fokus untuk melakukan kegiatannya sekarang.


Besok adalah hari pernikahan orang tuanya yang ke-25. Karena besok adalah hari minggu, Cinta dan saudara-saudaranya akan membuat surprise party untuk ke dua orang tuanya.


“Gimana, udah jadi lagunya?” tanya Langit yang langsung masuk begitu saja ke dalam kamar Cinta.


“Udah, gimana persiapan buat besok? Udah siap semua, kan?”


“Udah, gue sama pak Erwin udah atur semuanya,” jawab Pelangi yang baru saja datang.


“Bagus kalau gitu. Eh, kita latihan dulu, kalian mesti hafal sama lagu yang baru saja gue buat.”


Langit dan Pelangi mengangguk pelan. Cinta pun langsung mengambil gitarnya dan memberi arahan kepada saudara-saudaranya. Setelah melakukan tes vokal, ke tiga saudara kembar itu pun langsung menyanyikan lagu ciptaan Cinta dengan menggunakan alat musik mereka.


Cinta dan Langit yang menggunakan gitar, sedangkan Pelangi menggunakan keyboardnya. Setelah berhasil menyanyikan lagu ciptaannya, tampaknya Pelangi dan Langit sangat puas dengan hasil jerih payah kakaknya itu.


“Bagus banget lagunya, Ta!” puji Pelangi tampak riang.


“Benarkah? Syukur deh kalau kalian pada suka sama lagu buatan gue.”


“Udah lama juga kita nggak latihan. Gimana kalau kita ke ruang musik? Kita nyanyi lagi!” saran Langit yang diberi anggukan Cinta.


Cinta dan Pelangi mengangguk pelan. Mereka bertiga langsung menuju ruang musik yang sengaja disediakan oleh ke dua orang tua mereka di lantai 3. Karena Cinta posisi sebagai vokalis utama dan gitaris, Langit sebagai drummer dan Pelangi sebagai keyboardist, mereka langsung mengambil alat musik sesuai dengan keahlian mereka.


Ke tiga saudara kembar itu pun langsung menyanyikan lagu ciptaan mereka bertiga dan menyanyikan lagu favorit mereka Ed Sheeran - Happier.


Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Pagi-pagi sekali Cinta dan ke dua saudara kembarnya tampak sedang bersiap-siap untuk memberikan kejutan kepada ke dua orang tuanya.


Ke dua orang tuanya yang masih tertidur dengan pulas pun, tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh ke tiga anaknya tersebut. Karena jam sudah menunjukan pukul 6 pagi, sang istri yang baru saja terbangun melihat suaminya yang di sampingnya itu sedang menatapnya dengan lembut dan penuh cinta.


“Good morning, Sayang,” sapa sang suami sambil mencium lembut kening istrinya.


“Morning to, Sayang.”

__ADS_1


Saat mereka berdua terbangun dari tidur mereka yang lelap, mereka begitu terkejut karena kamar mereka sudah dipenuhi dengan mawar putih yang terhampar dengan begitu indah. Bahkan, di atap-atap langit kamar mereka pun sudah ada balon-balon yang menghiasi.


“Pih, ini ada apa? Kenapa kamar kita dipenuhi dengan bunga mawar putih dan balon-balon?”


“Ini hari pernikahan kita yang ke 25, ini pasti kejutan dari anak-anak.”


“Good morning Mrs. Nindi and Mr. Faris,” sapa Pelangi yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar ke dua orang tuanya dengan pakaian berwarna putih yang di depannya sudah terdapat sebuah gambar wajah ibu dan ayahnya dalam bentuk karikatur, sedangkan gambar belakang baju tersebut terdapat tulisan happy anniversary 25.


“Papih sama mamih sekarang mandi aja dulu, nanti langsung pakai pakaian yang sudah kami siapkan, yah?” katanya riang kemudian pergi.


Sambil tersenyum kecil, Nindi dan Faris langsung masuk ke dalam kamar mandi yang kebetulan berada di dalam kamarnya. Setelah selesai mandi, mereka berdua langsung memakai pakaian yang sudah dipersiapkan oleh ke tiga anaknya.


Pakaiannya itu pakaian yang sama dipakai oleh Pelangi tadi. Sambil tertawa lebar, mereka berdua terpaksa harus memakainya agar tidak mengecewakan anak-anaknya. Saat keluar dari kamar, Faris dan Nindi sudah dikejutkan kembali dengan hamparan bunga mawar yang menghiasi seluruh rumahnya.


Dua pembantu rumah tangga, satu pekerja kebun, satu satpam dan dua supir pribadi Nindi dan Faris pun memakai pakaian yang sama seperti yang digunakan oleh Nindi dan juga Faris. Mereka juga datang berbondong-bondong sambil memberikan setangkai bunga mawar putih kepada Nindi dan juga Faris untuk mengucapkan selamat.


Tidak hanya itu, sarapan hari ini pun begitu special karena menu hari ini adalah makanan favorit Nindi dan juga Faris.


“Ke mana anak-anak? Mereka tidak sarapan bersama?” tanya Faris.


Tanpa dihadiri oleh ke tiga anaknya, Faris dan Nindi menikmati sarapan pagi mereka dengan riang. Setelah selesai sarapan, Nindi dan Faris diminta untuk menonton sebuah film. Ketika mereka menonton film tersebut, Faris dan Nindi begitu terkejut karena film itu berisi tentang foto-foto Faris dan Nindi dari masa-masa mereka pacaran hingga pernikahan.


Di film tersebut juga ada sebuah video saat Nindi dan Faris menikah dan ada saat mereka berbulan madu. Ada pula video saat ulang tahun Pelangi, Cinta dan Langit yang ke 5. Faris juga Nindi sangat tersentuh dan begitu terharu dengan film dokumenter buatan anak-anaknya itu.


Film tersebut banyak sekali memuat foto dan video kebersamaan Faris juga Nindi beserta ke tiga anaknya.


Hingga di menit-menit terakhir, ada sebuah video persembahan dari ke tiga anaknya untuk ke dua orang tuanya itu .


“Hallo mamih Nindi dan papih Faris, Happy anniversary yang ke- 25 yah mamih papihku sayang. Semoga, di pernikahan kalian yang ke-25 ini, kalian semakin romantis, semakin rukun, saling menyayangi satu sama lain dan tentu selalu mencintai ke tiga anak kalian ini. Selalu menjadi orang tua yang kompak dan selalu menjadi kesayangan kami bertiga . . . .”


“Kami bertiga berharap, kalian selamanya selalu bersama sampai maut memisahkan kalian berdua. Kami selalu ingat kata-kata kalian, kalau cinta sejati itu adalah cinta ke dua orang tua untuk anaknya. Dan, kami juga berharap cinta sejati itu adalah cinta mamih untuk papih dan begitu pun sebaliknya . . . . ”


“Father and mother are the gratest of our parents had. Always give our sincere love and affection it will be a provision for the three of us. Forever . . . forever will always love you. Saranghae umma, appa muachh.”

__ADS_1


Nindi dan Faris meneteskan air matanya. Mereka begitu terharu dan sangat bahagia sekali. Mereka begitu bangga karena memiliki ke tiga anak yang sangat manis dan begitu menyayangi mereka.


Setelah menyaksikan film dokumenter tersebut, Nindi dan Faris diajak ke halaman belakang rumah mereka. Di sana, sudah ada Pelangi, Cinta dan Langit yang sudah siap untuk menyanyikan sebuah lagu untuk ke dua orang tuanya.


“Ini adalah sebuah lagu dari kami bertiga untuk mamih dan papih. Ini merupakan ciptaan dari Cinta untuk kalian berdua. Judulnya adalah My Parents. Semoga kalian suka.”


Cinta, Pelangi dan Langit langsung menyanyikan lagu tersebut. Nindi dan Faris terlihat sangat menyukai sekali lagu yang di bawakan oleh ketiga anaknya itu.


Setelah menyanyikan lagu tersebut, Cinta dan kedua saudaranya langsung menyanyikan lagu ABBA – DANCING QUEEN yang merupakan lagu favorit kedua orang tuanya.


Sambil menyanyikan lagu tersebut, Pelangi meminta ke dua orang tuanya untuk maju dan bernyanyi bersama mereka. Lagu ini menjadi lagu kebangsaan untuk ke dua orang tuanya, karena itu Pelangi memutuskan untuk mengajak Nindi dan Faris bernyanyi bersama-sama.


“Sayang, makasih banyak untuk hari ini, ya? Kami berdua sangat terharu sekali,” ucap Nindi sambil memeluk Pelangi dengan begitu erat.


“Sama-sama. Oh iya, ini ada hadiah terakhir dari kami untuk mamih dan juga papih. Sebentar, yah?”


Pelangi melepaskan pelukan Nindi dan memberikan sebuah lukisan kepada kedua orang tuanya. Lukisan itu menggambarkan gambar wajah kedua orang tuanya dengan ketiga anaknya. Belum lagi, Pelangi memberikan sebuah bingkai foto dengan sebuah lukisan yang menceritakan pertemuan pertama ke dua orang tua mereka, kemudian pacaran, menikah, mempunyai anak dan menjadi nenek kakek dengan ditemani cucu-cucu mereka yang lucu.


“Uwaaa, sayang ini bagus sekali!” seru Nindi dan Faris bersamaan.


“Kalian suka?” tanya Pelangi tak sabaran.


“Suka sekali. Baiklah, karena kalian sudah berbaik hati memberikan kami hadiah, nanti malam papih mau ajak kalian semua dinner bersama di luar. Bagaimana?”


“Benarkah, Pih?” tanya sang istri riang.


Faris menganggukkan kepala sambil merangkul istrinya dengan mesra. Pelangi dan ke dua saudaranya terlihat sangat gembira sekali karena akhirnya mereka bisa dinner bersama lagi di luar, setelah sekian lama mereka semua sibuk dengan aktivitas masing-masing.


“Ta, kuenya lo ambil sekarang,” bisik Langit.


“Emangnya kuenya belum di ambil?” tanya Cinta setengah berbisik.


“Belum, kuenya kan jadinya sekarang. Mumpung mamih sama papih lagi sama Pelangi, elo ambil kuenya pake mobil. Ini kunci mobilnya,” tutur Langit pelan sambil memberikan kunci mobilnya kepada kakaknya.

__ADS_1


“Oke, gue ambil kuenya dulu.”


__ADS_2