
Setelah menghabiskan seharian penuh berlibur bersama dengan keluarganya, begitu sampai rumah Langit terlihat baru saja selesai teleponan dengan sang kekasih di balkon rumahnya. Begitu hendak masuk ke kamarnya, Langit begitu terkejut karena sudah ada sosok Pelangi berdiri di belakangnya.
"Astaga, elo ngagetin gue aja, deh. Elo ngapain sih di situ, Pe?"
"El, jawab jujur pertanyaan gue. Elo lebih sayang sama Kejora atau Sasha?" tanya Pelangi terlihat serius dengan menodong sebuah pertanyaan yang membuat Langit terkejut mendengarnya.
"Kenapa elo tiba-tiba nanya seperti itu?" tanya Langit gugup.
"El, elo tahu nggak alasan kenapa Sasha jauhin lo?"
Langit memalingkan wajahnya dan menatap ke atas langit dengan mata sendunya.
"Gue tahu, Pe. Regan udah kasih tahu gue kemarin soal Sasha. Regan sendiri yang bilang sama gue kalau dia nggak sengaja mendengar percakapan Guntur dengan Sasha di kantin."
"Jadi, elo udah tahu? Gila gak sih Guntur, psikopat banget itu cowo. Padahal, mereka kan udah putus, tapi kenapa itu cowo larang-larang Sasha buat deketin lo? Pake ngancem bakalan nyakitin lo sama Kejora lagi. Gila banget!" seru Pelangi terlihat kesal sekali.
"Itu pasti salah gue juga, Pe. Gue pernah mengancam Guntur juga untuk tidak mendekati Sasha lagi. Sebelum gue jadian sama Kejora juga, gue pernah berkelahi dengannya."
"Serius lo? Ko, bisa?" tanya Pelangi tidak percaya.
"Cinta tahu itu, ko."
"Heh, brengsek!!" teriak Langit yang langsung berlari ke arah Guntur saat ia sedang berada di parkiran kemudian menghajar pipi kanan Guntur dengan begitu keras hingga ia tersungkur.
"Apa-apaan lo?" teriak Guntur emosi sambil memegangi pipinya.
"Jangan pernah lo dekati Sasha lagi!!"
"Apa maksud lo? Nggak usah ikut campur urusan gue dengan Sasha. Elo nggak ada hak?"
"Nggak ada hak lo bilang? Gue punya hak!"
__ADS_1
"Cckck, punya hak? Heh, asal lo tahu dari awal gue memang tidak menyukai lo! Tidak ada di dunia ini yang namanya persahabatan antara cewe dengan cowo. Dari awal gue tahu lo juga punya niat busuk kan, elo mau ngerebut Sasha dari gue, kan? Emang Sashanya aja yang kegatelan, genit sama lo. Pantas saja bokapnya selingkuh!!"
Bugghhh .. Langit kembali menghajar Guntur. Kali ini, pertengkaran Guntur dengan Langit tak bisa dihindari lagi. Semua orang mulai menatap ke arah mereka berdua dan mengerubuni mereka berdua yang tengah berkelahi.
Langit terus menerus menghajar wajah dan perut Guntur beberapa kali. Sementara Guntur berusaha untuk menepis dan membalas pukulan Langit yang terlihat sangat anarkis. Beberapa orang juga berusaha memisahkan mereka tapi usaha mereka selalu gagal.
"Langit!!" teriak Cinta begitu melihat adiknya itu sedang berkelahi. "Langit stop!! Langit!!"
Cinta berusaha memisahkan perkelahian adiknya dengan mantan kekasih sahabatnya itu. Tapi, usahanya sia-sia saja karena Cinta malah jadi tersungkur saat berusaha untuk memisahkan keduanya.
"Cinta!! Elo nggak apa-apa?" tanya Bumi yang langsung menghampiri Cinta begitu ia terjatuh dan membantunya untuk berdiri.
"Gue nggak apa-apa, Bom. Tolong bantuin gue untuk memisahkan mereka!"
Bumi mengangguk dan berusaha untuk memisahkan Langit dengan Guntur.
"Kak Guntur, berhenti!" teriak Cinta yang berusaha memisahkan.
"Sasha pantas mendapatkan pria yang lebih baik dari pada lo. Sementara lo, elo sama sekali tidak pantas bersama dengan Sasha. Cowo macam lo hanya bermuka dua!" teriak Langit penuh emosi.
"Asal lo tahu. Gue memang sudah tidak ada hasrat dengan Sasha," ujar Guntur sambil menghapus darah segar yang berada di dekat mulutnya.
"Apa lo bilang? Hasrat? Jadi, elo pacaran sama Sasha hanya karena hasrat? Bukan karena cinta?" teriak Cinta penuh emosi.
"Elo fikir gue selingkuh karena apa? Elo sebagai sahabatnya tidak tahu gossip yang beredar tentangnya? Keluarganya hancur berantakan, ayahnya selingkuh dan sering minum-minum bahkan sering kali memukuli ibunya. Belum lagi, Sasha terkenal sebagai gadis simpanan om-om! Gue pernah memergokinya beberapa kali kencan dengan om-om! Itu apa namanya? *******!!"
Bugghh, kali ini Bumi menghajar wajah Guntur begitu keras.
"Jangan pernah sekali pun lo menghina sahabat gue. Elo tahu apa tentangnya? Kalau lo tidak tahu apa-apa tentang Sasha, elo tidak pantas mengomentari pribadi seseorang dengan mulut kotor lo!" teriak Bumi.
"Tidak tahu apa-apa? Heh, gue dengan Sasha sudah menjalin hubungan lebih dari 2 tahun. Elo bilang gue tidak tahu apa-apa?"
__ADS_1
"Kak Guntur, dengarkan gue baik-baik. Apa yang menjadi kekurangan mantan lo, elo tidak berhak mengumbar-umbarnya. Apa yang lo dapatkan dengan mengumbar masalah pribadi mantan lo setelah kalian putus? Rasa iba? Ckck, fikiran lo sangat sempit. Sudah sepantasnya kalian putus, karena elo memang tidak pantas menjadi kekasih Sasha. Bom, Lang, ayo pergi!"
Cinta langsung menarik tangan Langit dan Bumi untuk segera bergegas pergi seraya memandangi wajah Guntur dengan sinis.
"Udah enakan?" tanya Cinta yang baru saja mengobati luka memar adiknya.
"Udah. Ta, elo sebenarnya tahu gak sih hubungan Sasha sama Guntur itu kaya gimana selama mereka pacaran? Sejujurnya, gue sering kali melihat Guntur jalan dengan perempuan lain selama mereka pacaran."
Bumi dan Cinta saling beradu pandang. Pandangan mata keduanya begitu mencurigakan hingga membuat Langit mendesak Cinta dengan Bumi untuk menjelaskan semuanya kepadanya.
"Kita tahu, Lang. Semuanya," tutur Bumi membuka suara.
"Lantas? Kalian kenapa hanya diam saja?"
"Itu keputusan Sasha. Kita sangat menghormati keputusannya. Dan, maaffkan gue, Lang. Gue nggak mau menceritakan masalah detail hubungan Sasha dengan Guntur. Karena itu privasinya Sasha. Gue gak ada hak," ujar Bumi yang diberi anggukan Cinta.
Setelah menceritakan apa yang terjadi beberapa bulan yang lalu, Pelangi sama sekali tidak menyangka kejadiannya akan seperti itu.
"Astaga, itu sih parah banget. Ternyata, di balik wajah Guntur yang tampan dia hanyalah pria psiko."
"Gue nggak tahu kejadiannya akan melebar seperti ini. Kalau gue tidak tahu alasan Sasha menjauhi gue dari Regan karena itu, gue tidak akan merasa bersalah seperti ini. Hati gue tidak tenang."
"Semalam gue tidak sengaja bertemu dengan Sasha di depan rumah, El. Dia juga bilang sama gue alasan kenapa dia menjauhi lo iya karena Guntur."
"Bukan karena Guntur, Pe," tutur Cinta yang tiba-tiba muncul dan menghampiri kedua saudaranya.
"Apa maksud perkataan lo, Ta?" tanya Pelangi tak mengerti.
"Ada hal lain, Pe. Alasan itu hanya gue dan Bumi yang tahu," tegas Cinta sambil menatap wajah adiknya.
"Alasan lain? apa itu?"
__ADS_1
Cinta menatap Langit dengan mata sendunya. Mereka berdua saling beradu pandang hingga membuat Pelangi begitu penasaran. Ada apa kejadian apa sebenarnya yang terjadi?