Rumah PelangiT Cinta

Rumah PelangiT Cinta
Terungkapnya Sebuah Rahasia


__ADS_3

Dengan meninggalnya Nindi dan juga Faris, Langit dan Pelangi berencana untuk menguburkan mereka secara berdampingan. Dalam jarak 3 hari, Langit dan Pelangi harus kehilangan kedua orang tuanya. Di acara pemakaman, semua orang datang untuk berziarah. Mulai dari teman-teman kampusnya, sekolahnya, bahkan beberapa dari rekan kerja kedua orang tua mereka pun datang silih berganti.


Setelah mendoakan kedua orang tua mereka, Pelangi dan Langit berhenti menangis karena mereka tidak ingin membuat kedua orang tuanya merasa khawatir. Kini, satu-satunya harapan mereka hanya tinggal Cinta. Dan, mereka berusaha sekuat tenaga mereka untuk menyembuhkan Cinta karena mereka tidak ingin kehilangan orang yang dicintai lagi.


Setelah acara pemakaman selesai, Pelangi dan Langit pulang ke rumah untuk beristirahat. Begitu melihat kamar kedua orang tuanya, Pelangi memutuskan untuk masuk ke dalam kamar penuh kenangan tersebut.


“Kamar ini wangi aroma tubuh papih dan mamih,” ucapnya pelan.


Saat melihat-lihat di sekitar meja kerja ayahnya, Pelangi tidak sengaja melihat 3 buah tiket pesawat ke New York dan satu buah kunci mobil. Dan, di samping 3 buah tiket itu ada sebuah surat yang langsung Pelangi buka begitu saja karena begitu penasaran.


Ini ada hadiah untuk kalian bertiga. Kami tahu kalian pasti ingin ikut pergi berlibur bersama kami ke New York. Maka dari itu, jika kalian menemukan tiga tiket ini, segeralah menyusul kami dan kita berlibur di sana bersama-sama. Dan, untuk Langit, papih dulu pernah janji akan membelikan kamu mobil, kan? Ini ada kunci mobil Fortuner untukmu, Nak. Semoga kamu suka yah mobil pemberian dari papih. Dan, ingat, jangan dipakai untuk balapan mobil liar lagi. Deal? I love you honey, kami tunggu kalian di New York. Waiting for you, son . . . .


Peluk cium dari mamih dan papih


Setelah membaca isi surat tersebut, tak terasa air mata Pelangi mulai menetes kembali. Ia kembali menangis dan menjerit histeris sembari memeluk surat tersebut. Mendengar adiknya menangis, Langit langsung menghampiri adiknya dan melihat keadaannya.


Begitu melihat isi surat tersebut, Langit pun ikut menangis. Mereka tidak menyangka sama sekali, jika kedua orang tuanya sudah mempersiapkan ini semua untuk mereka. Dan sekarang, tiket itu hanya akan menjadi luka bagi mereka. Begitupun hadiah terakhir dari Faris untuk Langit, hanya akan menjadi hadiah yang penuh luka untuknya.


“Apa yang harus kita lakukan sekarang, Lang? Gue sudah tidak sanggup untuk menangis lagi.”

__ADS_1


“Satu-satunya harapan kita hanya tinggal Cinta. Gue nggak tahu apa jadinya jika Cinta pergi menyusul papih dan mamih. Gue nggak bisa hidup tanpanya.”


“Rasanya gue ingin sekali menghilang dari dunia ini. Rasanya gue ingin kembali ke masa kecil kita. Tidak ada kecelakaan itu dan tidak ada pertengkaran gue dengan Cinta. Kalau gue tahu semua ini akan terjadi, gue nggak akan merebut Bumi atau pun Awan darinya. Gue menyesal, gue kangen Cinta, Lang!” tangisnya yang membuat Langit memeluknya dengan erat.


“Gue juga kangen Cinta, gue ingin kita kembali ke masa-masa kita saat masih kecil dulu. Rasanya sangat bahagia sekali. Tapi tunggu, sebelum papih dan mamih meninggal, sebenarnya ada yang gue curigai dari mereka.”


“Curigai?”


“Akhir-akhir ini gue sering banget melihat papih juga Cinta berdiskusi malam-malam. Gue sebenarnya ingin menanyakan hal itu dari dulu, cuma gue nggak berani.”


“Berdiskusi soal apa?”


Sementara Langit mencari sesuatu di kamar Cinta, Pelangi tidak sengaja menemukan sebuah album lama di bawah laci meja kerja ayahnya. Begitu membuka album tersebut, ia begitu terkejut ketika menemukan foto Rasya saat masih bayi yang merupakan kakak laki-lakinya yang selama ini tidak ia ketahui.


“Siapa laki-laki ini?” gumam Pelangi bingung sambil memandangi sebuah foto Nindi dan Faris yang sedang menggendong seorang bayi laki-laki.


“Dia kak Rasya, Pe!” seru Langit tiba-tiba yang membuat Pelangi langsung menatap wajah Langit dengan bingung. “Dia Rasya, kakak laki-laki kita yang hampir 18 tahun terakhir ini hilang.”


“Maksudnya?”

__ADS_1


“Selama ini gue baru sadar kalau papih, mamih dan Cinta menyembunyikan rahasia soal kak Rasya dari kita berdua. Gue juga sangat terkejut, Pe. Coba lo lihat ini, gue temukan ini di kamar Cinta.”


Langit memberikan beberapa lembar dokumen dan foto yang ia temukan di kamar Cinta kepada Pelangi. Begitu melihat berkas-berkas tersebut, Pelangi begitu terkejut karena ia mendapati sebuah akta kelahiran kakaknya dan beberapa dokumen penting tentang pencarian Rasya.


Bahkan, ada beberapa lembar surat yang di tulis tangan oleh Nindi tentang Rasya. Begitu membaca semua dokumen itu, Pelangi sangat terkejut dan tidak percaya dengan kebenaran yang baru saja ia dapati.


“Jadi, sebenarnya kita itu mempunyai kakak laki-laki yang hanya terpaut 2 taun dari kita?” tanya Pelangi.


Langit mengangguk pelan, “Sepertinya Cinta juga baru menyadari hal itu beberapa bulan yang lalu. Maka dari itu, dia sering banget pulang larut malam dan sering berdiskusi malam dengan papih dan juga mamih soal Rasya. Ternyata, selama ini mereka mencari Rasya yang hilang 18 tahun yang lalu.”


“Kenapa mamih dan papih terutama Cinta menyembunyikan kebenaran ini dari kita berdua?”


“Gue gak tahu, Pe. Gue juga masih tidak tahu jelas kenapa Rasya bisa hilang. Maka dari itu, kita harus membuat Cinta cepat sadar dan terbangun dari komanya, agar kita bisa tahu semua kebenarannya.”


“Apa Cinta bisa cepat sadar dari komanya? Lo denger kan dokter bilang apa? Cinta mempunyai kelainan dengan ginjalnya, bahkan Cinta mengalami luka parah di kepalanya. Gue takut kita akan kehilangan Cinta!”


“Jangan patah semangat, gue yakin Cinta bisa bangun dari komanya. Percayalah!”


Semenjak mengetahui rahasia yang disembunyikan kedua orang tuanya, Pelangi dan Langit masih terus mencoba untuk mencari tahu rahasia apa lagi yang belum mereka ketahui selama ini. Terus berjuang untuk membuat kakaknya terbangun dari komanya, Langit dan Pelangi silih berganti untuk menjaga Cinta di rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2