
Setelah mendengar semua perasaan Cinta terhadap Awan, Pelangi memandangi fotonya bersama dengan Bumi. Apa sudah saatnya Pelangi membuka hatinya kembali untuk Bumi? Apa mungkin Pelangi mengambil langkah seperti yang dilakukan kakaknya?
“Tunggu sebentar lagi, Bumi. Saat semua orang-orang yang gue sayangi mendapatkan kebahagiaannya, gue akan mengejar kebahagiaan gue dan gue tidak akan melepaskan tangan lo lagi,” tutur Pelangi pelan sambil memandangi fotonya bersama Bumi saat awal masuk perkuliahan di mana itu adalah masa-masa ospek.
Esok harinya, Cinta, Pelangi dan Langit pergi bersama menuju kampus. Suasana kampus mulai terasa berbeda, Cinta menatap ke arah atap gedung kampus. Kenangan saat Awan mengutarakan perasaannya tempo lalu pun masih teringat jelas untuknya.
Tunggu gue di sana, Awan. Setelah menemukan keberadaan kak Rasya, gue akan menyusul lo ke Jerman. Batinnya seraya menatap ke atas gedung.
“Hay guys!” seru Bumi tiba-tiba hingga membuat Pelangi, Cinta dan juga Langit membalikkan badan mereka dan menatap ke arahnya. “Apa kita masih bisa berteman seperti dulu? Gue rasanya sangat tidak menyukai suasana kaku seperti ini!”
“Tentu, sampai kapan pun elo akan selalu menjadi sahabat terbaik gue!” seru Cinta sambil merangkul Bumi dan mencoba untuk mencairkan suasana.
“Syukurlah hubungan kalian sudah mulai membaik, rasanya otak gue mau meledak ketika melihat kalian perang dingin beberapa hari yang lalu!” seru Langit hingga membuat semuanya tertawa.
Cinta tersenyum kecil dan melangkahkan kakinya untuk menghampiri Bumi yang tengah memandangi Pelangi.
“Sekarang kalian tidak harus lagi menjaga perasaan gue, karena gue tahu kalian berdua itu sudah saling menyukai satu sama lain sejak Sma. Iya, kan?” tutur Cinta pelan seraya mempersatukan tangan Pelangi dan juga Bumi.
Sepertinya Pelangi dan Bumi tampak terkejut mendengar pernyataan Cinta barusan. Cinta hanya bisa tersenyum kecil dan mengingat kembali pembicaraannya semalam dengan Langit.
“Apa ini?” tanya Cinta bingung saat Langit memberikan sebuah diary kepadanya ketika Cinta tengah mengejarkan tugas kampus di dalam kamarnya.
“Bacalah, setelah membaca diary ini mungkin elo bisa mengerti. Hanya ini yang bisa gue lakukan untuk kalian. Semoga ini bisa membantu,” ucapnya pelan kemudian pergi.
__ADS_1
Sepeninggalnya Langit, Cinta awalnya ragu untuk membaca diary tersebut. Namun, akhirnya ia memberanikan dirinya untuk membaca isi diarynya. Dan, begitu terkejutnya dirinya ketika ia membaca isi diary tersebut, ia mengetahui isi hati Pelangi yang sebenarnya tentang perasaanya yang selama ini ia sembunyikan.
“Ya Tuhan, jadi, selama ini gue menghalangi perasaan mereka berdua? Ternyata, selama ini mereka saling menyukai satu sama lain tanpa gue ketahui sebelumnya.”
Setelah membaca isi diary tersebut, Cinta menghampiri Langit yang tengah mencetak beberapa foto di ruangannya. Melihat kedatangan Cinta, Langit mengambil beberapa foto yang ia simpan selama ini kemudian ia berikan foto tersebut kepada kakaknya.
“Awalnya gue ragu soal perasaan mereka, tapi semenjak gue membaca diary itu gue yakin dengan pemikiran gue selama ini,” katanya sembari memberikan beberapa lembar foto.
Saat mendapati beberapa lembar foto dari Langit, Cinta sudah menebak kalau diantara Pelangi dan Bumi memang tumbuh benih-benih cinta. Dari foto-foto itu saja, Cinta sudah bisa menebak kedekatan mereka.
Cara mereka bertatapan bahkan bahasa tubuh mereka sendiri menandakan kalau mereka saling jatuh cinta satu sama lainnya. Foto di mana Pelangi yang diam-diam melirik ke arah Bumi dan begitu pun sebaliknya membuat Cinta tersadar kalau selama ini dirinya lah yang berada diantara cinta mereka berdua.
“Sekarang lo tahu kan apa yang harus lo lakukan? Karena gue percaya, lo orang yang bijak dan penuh tanggung jawab. Elo pasti bisa melakukan hal yang elo anggap benar. Gue percaya sama lo, Ta. Gue percaya karena lo kakak yang hebat,” ucapnya sambil tersenyum hingga membuat Cinta menatap wajah adik laki-lakinya itu.
“Sorry, kalau selama ini gue jadi belenggu diantara hubungan kalian. Sorry, kalau selama ini gue nggak pernah sadar ada rasa cinta tumbuh di hati kalian masing-masing. Gue tidak ingin jadi parasit untuk hubungan kalian lagi, tapi gue ingin jadi kupu-kupu yang membawa keindahan untuk hubungan kalian.
“Sekarang, apa pun yang kalian lakukan untuk masa depan, gue akan selalu mendukungnya. Karena gue sayang kalian berdua dan tidak ingin kehilangan kalian lagi,” katanya pelan seraya mempersatukan tangan Pelangi dan juga Bumi sambil tersenyum kecil kemudian pergi.
Yang gue lakukan sudah benar, semoga kalian bisa hidup bahagia. Dan, biarkan gue yang menanggung beban atas apa yang terjadi akhir-akhir ini. Ucapnya dalam hati.
Pelangi dan Bumi menatap kepergian Cinta dengan mata berkaca-kaca. Sementara Langit sendiri hanya bisa tersenyum tipis dan bernafas lega melihat keadaan sudah mulai membaik.
“Gue bangga memiliki kakak sepertinya, Cinta adalah kakak yang hebat. Semoga kalian bisa memaafkan kesalahan Cinta dan buatlah Cinta bangga dengan hubungan kalian,” tutur Langit kemudian pergi.
__ADS_1
“Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Bumi membuka suara.
“Gue memang mencintai lo sejak Sma, Bumi. Gue fikir, selama ini cinta gue bertepuk sebelah tangan, tapi ternyata elo juga mencintai gue. Setelah apa yang terjadi akhir-akhir ini, gue tidak ingin dianggap egois dan seperti anak kecil lagi.”
“Jadi? Apa yang akan elo lakukan selanjutnya?”
“Gue akan selalu mencintai lo, Bumi. Tapi, untuk saat ini gue belum bisa menjalin hubungan lebih dengan lo. Tunggu waktu yang tepat, tunggu semua kembali normal dan tunggu Cinta mendapatkan kebahagiaannya. Tanpa ragu, dengan hati yang menuntun gue kepada lo, gue pasti meraih tangan lo kembali dan tak akan gue lepaskan lagi,” katanya pelan seraya menatap wajah Bumi dengan mata berkaca-kaca. “Elo akan menunggu gue, kan?”
“Gue pasti akan menunggu lo. Walau harus 10 tahun menunggu lamanya, gue pasti akan menunggu lo. Karena gue yakin, elo ada dalam planning masa depan gue.”
Pelangi tersenyum lebar. Sama-sama saling melempar senyum, Pelangi dan Bumi pun saling menatap satu sama lainnya dengan penuh kasih sayang.
Hari keberangkatan Awan ke Jerman sudah di depan mata. Jam sudah menunjukan pukul 1 siang dan pesawat ke berangkatannya menuju Jerman akan segera lepas landas.
Sambil memandangi fotonya bersama dengan Cinta, Awan kembali tersenyum dan mengenang kembali kenangannya bersama dengan gadis yang ia cintai.
“Semoga lo bahagia, Ta. Gue tidak akan pernah melupakan lo, karena selamanya elo akan selalu ada di hati gue. Tunggu gue, gue pasti akan datang dengan kebanggan yang gue miliki. I love you, Cinta,” katanya pelan kemudian pergi seraya melangkahkan kakinya dengan bangga.
Pesawat menuju Jerman akhirnya berangkat juga. Sambil menengok ke arah belakang, Awan kembali tersenyum kemudian pergi.
Singkat cerita, 3 bulan berlalu begitu cepatnya. Selama kepergian Awan, hubungan Cinta dengan Bumi dan juga Pelangi sudah mulai membaik. Walau Pelangi dan Bumi masih belum bisa menjalin hubungan lebih lanjut, tetapi mereka tetap dekat dan saling bergantung satu sama lainnya.
Sementara itu, Langit dan Kejora sudah meresmikan hubungan mereka dan kini mereka sudah resmi berpacaran. Dengan berpacarannya Langit dan Kejora, Cinta dan juga Pelangi selaku saudara kembarnya ikut berbahagia dan mendukung penuh hubungan mereka.
__ADS_1
"Gue bahagia melihat kalian bersama," tutur Sasha pelan dari kejauhan saat melihat Kejora dengan Langit tengah makan siang bersama di kantin.