Rumah PelangiT Cinta

Rumah PelangiT Cinta
Diary Pelangi


__ADS_3

Langit terlihat sedang mencari sesuatu di dalam kamarnya. Karena sudah tidak ada jadwal kuliah lagi, ia memutuskan untuk pulang dengan cepat dan mencetak beberapa foto di ruangannya.


"Kamera gue mana, yah? Oh iya, minggu kemarin kan, Pelangi pernah pinjem kamera gue. Pasti ada di kamarnya!”


Langit langsung bergegas menuju kamar Pelangi dan segera mencari kamera miliknya. Setelah menemukan kameranya berada di dalam laci, Langit langsung mengambilnya. Namun, baru saja ia melihat ada hal yang aneh di dalam laci tersebut. Ia seperti melihat selembar surat dan sebuah foto di dalam laci itu.


Karena penasaran, ia kembali membuka lacinya dan mengambil foto tersebut. Saat ia melihat foto tersebut, Langit begitu terkejut karena ternyata foto itu adalah foto Bumi. Masih dalam keadaan syock dan penasaran, ia langsung membuka surat yang tampak lusuh itu. Setelah membaca isi suratnya, Langit tampak begitu tidak percaya dengan apa yang baru saja ia baca.


“Ternyata, selama ini Pelangi juga suka sama Bumi. Ya Tuhan, apa yang mesti gue lakukan sekarang?"


Diary, aku bertemu dengan pria itu.Ternyata pria itu teman satu kelasnya Cinta. Wah, dia tampan juga, yah? Andai saja aku bisa satu kelas dengannya. Cinta sangat beruntung!


Diary, ternyata pria itu bernama Bumi. Entah kenapa, sejak pertama kali bertemu dengannya aku merasakan getaran yang berbeda. Apakah aku menyukainya? Apa aku benar-benar menyukai pria itu?


Diary, Bumi sangat dekat sekali dengan Cinta. Dia juga sering berkunjung ke rumah kami. Diam-diam aku sering melihatnya dari kejauhan, bahkan aku sering membawakan bekal makanan untuknya. Apa Bumi sadar selama ini aku meliriknya?


Diary, aku cemburu melihat kedekatannya dengan Cinta. Tapi, aku harus bagaimana? Cinta adalah kakakku, aku mana mungkin merebut Bumi dari Cinta. Dan, sepertinya Bumi juga menyukai Cinta. Apa yang harus aku lakukan?

__ADS_1


Diary, aku memutuskan untuk mengutarakan perasaanku padanya. Aku akan memberikan surat cintaku untuknya karena aku tidak sanggup untuk bertemu langsung dengannya. Apakah Bumi akan menerima cintaku? Apakah Bumi bisa menjadi milikku? Apa aku tidak egois?


Diary, aku sedih sekali, aku tidak jadi memberikan surat cinta ini untuknya. Aku melihat Bumi berpelukan dengan Cinta begitu mesranya. Rasanya hatiku hancur lebur saat ini. Aku sangat cemburu! Aku benci melihat mereka bersama, tapi aku tidak bisa membenci kakakku sendiri. Ottoke?


Diary, kertasku hilang. Bagaimana ini? Aku menuliskan kalimat penting di sana, tapi kertasnya hilang. Bagaimana ini? Semoga tidak ada seorang pun yang menemukan kertas itu. Help me, God !


Diary, teryata yang menemukan kertas itu adalah Bumi. Dan, sekarang kertas itu malah ada di tangan Cinta. Pasti Cinta akan menyadari kalau kertas itu dari Bumi untuknya. Aku harus bagaimana? Harus sampai kapan aku mengalami hal pedih ini, Tuhan?


Diary, ini tahun kedua kami di Sma. Aku sudah bertekad untuk melupakan Bumi dan mengikhlaskannya untuk Cinta. Walau hati ini masih tidak rela, tapi aku memutuskan untuk merelakannya. Semoga Bumi bahagia bisa bersama dengan Cinta. Aku akan mendukung hubungan kalian karena aku sayang kalian berdua.


Diary, aku sudah mempunyai pacar, tapi kenapa hati ini masih belum bisa melupakannya? Bahkan, tadi saja Bumi sempat menolongku dan membawaku ke rumah sakit karena aku tak sengaja memakan seafood. Aku tersentuh karena sikapnya. Bagaimana ini? Kenapa benih-benih ini muncul kembali?


Diary, kami sudah masuk kuliah. Aku bertemu dengan pria tampan. Namanya Awan, apakah aku jatuh cinta padanya? Apakah aku bisa melupakan Bumi? Awan sangat tampan, dia juga sangat pintar. Entah kenapa, saat melihat Awan aku seperti melihat sosok Bumi di dalam dirinya. Apa Bumi mempunyai saudara kembar?


Diary, aku sangat senang karena ada Awan yang menghiasi hidupku selama ini. Sedikit demi sedikit aku bisa melupakan Bumi. Semakin hari, aku semakin yakin kalau perasaanku terhadap Awan hampir melebihi perasaanku terhadap Bumi. Tapi, entah kenapa sulit sekali membuat Awan untuk menyukaiku dan memandangku. Semua pria di kampus menyukaiku. Aku cantik, aku pintar, banyak sekali yang ingin menjadikanku kekasihnya. Tapi, kenapa Awan sama sekali tidak melirikku?


Diary, akhirnya perasaanku terhadap Bumi sedikit demi sedikit berkurang. Walau perasaan itu masih tetap ada, tapi hatiku sepenuhnya diisi oleh Awan. Aku harus menjadikan Awan kekasihku, karena aku yakin aku bisa memilikinya. Karena Awan tadi sempat melirikku. Arhhh, prince lee min ho gue . . . .

__ADS_1


Diary, aku terkejut sekali karena Bumi mengajakku jalan bersama. Aku bahagia, tapi apakah perasaan itu akan tumbuh kembali? Aku tidak berselingkuh dari Awan, kan? Aku tidak menghianatinya, kan? Tidak. . . . aku dilema . . . Awan? Bumi? Cinta pertamaku atau cinta sejatiku?


Diary, Bumi mengatakan kalau dia menyukaiku, bagaimana ini? Kalau aku terima bagaimana nasib cintaku dengan Awan? Aku juga menyukainya. Aku dilema! Awan bagaimana? Andweee, aku tidak ingin melepaskan Awan, tapi ini kesempatanku setelah bertahun-tahun lamanya.


Diary, ternyata Bumi selama ini menyukaiku dan bukanlah Cinta, bagaimana ini? Kenapa kenyataan ini harus muncul sekarang? Aku harus pilih siapa?


Diary, aku rasanya ingin sekali membenci cinta. Tapi, aku tidak bisa karena aku menyayanginya, dia separuh nyawaku, setengah hidupku. Kenapa semua pria yang aku sukai malah mendekati Cinta dan menyukainya dari pada aku? Aku iri dengan kelebihan yang dimiliki Cinta, tapi aku juga lebih hebat darinya. Kenapa Awan malah lebih memilih bersama dengan Cinta dari pada aku? Kenapa? Tapi, aku juga sedih karena ini pertengkaran terbesar yang aku alami selama ini bersama Cinta. Walau Cinta menamparku, tapi setelah aku fikirkan kembali aku di sini juga salah. Bagaimana ini? Apa aku harus merelakan Awan ketika Bumi mulai mencintaiku?


Tidakk, Bumi merebut ciuman pertamaku. Aku tidak tahu harus bagaimana? Apa aku harus bahagia atau sedih, diary? Di sisi lain aku bahagia, impianku untuk berciuman dengan pria yang aku cinta terwujud. Tapi, di sisi lain aku menghianati Awan. Awan?ckck, dia sama sekali tidak melirikku. Aku benar-benar gila karena pria-pria ini! Arghhhhhhh.!!


Diary, aku baru sadar kalau Cinta menyukai Bumi sejak awal mereka bertemu. Bagaimana ini, aku dan Cinta ternyata menyukai pria yang sama sejak dulu. Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengalah kembali? Apa aku harus rela melepaskan Bumi dan Awan untuk kebahagiaan kami bersama?


Demi kebahagiaan Cinta, seperti apa yang dikatakan Awan saat itu. Aku dan Awan harus rela berkorban demi kebahagiaan orang yang kita cintai. Demi kebahagiaan Cinta kakak yang paling aku sayangi di dunia ini dan demi cinta pertamaku, Bumi. Aku akan merelakan mereka berdua untuk bersama. Awan sudah banyak mengajarkan banyak hal untukku. Aku baru sadar, kalau Awan sangat mencintai Cinta. Dan, untuk pertama kalinya aku bisa sedekat ini dengan Awan dan tahu tentang isi hatinya. Kenapa semua ini harus terjadi kepada kami Tuhan? Beri aku petunjuk!


Diary, aku dan Awan sama-sama patah hati sekarang. Ternyata, rasa sukaku terhadap Awan tidak bisa membuatku melupakan Bumi. Ottoke? Mianhe Bumi, aku mencintaimu di waktu yang salah. Tapi, terimakasih untuk Awan, berkatnya aku pernah melupakan Bumi untuk beberapa saat.


Setelah membaca isi diary milik adiknya, Langit tidak menyangka sama kali kalau selama ini Cinta dan Pelangi menyukai lelaki yang sama bahkan sejak mereka masih Sma. Perasaan Pelangi sungguh besar sekali untuk Bumi dan sekarang Langit tidak tahu harus bagaimana dan berbuat apa?

__ADS_1


“Bagaimana ini? Gue harus membantu yang mana?”


__ADS_2