Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan

Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan
Diary Jelita.


__ADS_3

Suara langkah kaki Jelita mulai terdengar di telinga laki-laki tampan yang kini duduk di kursi meja makan bundar mewah yang di penuhi lauk pauk dengan berbagai jenis menu.


Jelita memang sedang dalam masa perawatan pasca operasi maka dirinya harus memakan makanan yang berzat besi tinggi.


Dylan menoleh dan senyum manis mengembang seketika itu juga "So beautiful, ..." Sanjung nya saat matanya menangkap sosok wanita yang di balut dengan gaun cantik tak berlengan, dia memang sengaja menyediakan gaun-gaun seksi saja.


Dylan berdiri kemudian menarik kursi di sebelah kiri nya "Duduk di sini Baby." Ucapnya menyambut.


Jelita mencebik "Apaan sih, Baby!" Lalu wanita itu duduk di tempat yang Dylan sodorkan dengan bibir sedikit manyun.


Dylan menjentikkan jari memanggil salah satu pelayannya lalu kemudian wanita itu mendekat dan meletakkan cermin bulat berukuran sedang di atas meja makan menghadap Jelita.


Mendapati itu Jelita berkerut kening lalu mendongak menatap Dylan yang kini asyik dengan kotak persegi berwarna biru yang juga di sodorkan sang pelayan.


"Kamu ngapain kasih aku cermin Dyl?" Tanyanya heran.


"Aku mau kamu lihat sendiri, gimana penampilan mu setelah memakai kalung berlian dari ku." Dylan melingkarkan sejuntai perhiasan mahal pada leher wanitanya penuh kelembutan.


"Hah?" Jelita terperangah.


Di rabanya perhiasan yang kini tersemat indah pada lehernya sambil menatap bayangan wajah cantiknya di cermin bulat itu "Dylan, ini berlebihan, ini, terlalu cantik untuk ku, ini, ..."


Cup!


Lagi-lagi tanpa seizin si pemilik Dylan mendaratkan kecupan singkat di pipi kanan wanita itu.


"Dylan!"


Laki-laki itu hanya tersenyum seraya duduk tak perduli dengan tatapan kesal yang masih tertuju padanya "Ok, sekarang kita makan!" Ajak nya setelah itu.


"Kamu ini, ..." Jelita mendengus protes, kenapa sepertinya Dylan semakin berani menunjukkan perasaannya tanpa memikirkan status mereka.


Mengusung semburat berang Jelita paling kan wajahnya ke arah lain.


"Mau aku suapi hmm?" Dylan meraih tangan mulus Jelita lalu kemudian wanita mungil itu menoleh menatapnya tajam.


"Apa kamu menganggap ku tawanan mu Dylan?" Tanyanya memojokkan.


Dylan terkekeh "Apa pun itu, terserah bagaimana kamu memandang nya Jelita, kalo kau menganggap nya begitu, anggap saja begitu!" Ucapnya tak menampik lalu Jelita memalingkan wajahnya kembali ke arah lain.


"Kamu cantik, memakai pakaian apa pun." Ungkap Dylan. Selama ini laki-laki itu hanya bisa berfantasi dengan wajah cantik Jelita, tak menyangka beberapa hari ini dia di berikan kesempatan untuk selalu bersama "Aku mencintaimu Jelita."

__ADS_1


Jelita menoleh kesal padanya "Dylan, stop mengutarakan kata itu, aku risih!" Pekiknya protes.


"Kamu tidak perlu menjawab nya, cukup dengar saja isi hati ku." Sela Dylan "Apa kau tahu Baby, sudah sangat lama aku menyimpan rasa ini sendiri. Sekarang biarkan aku terus mengungkapkan perasaan tulus ku padamu."


Jelita berhasil di buat penasaran oleh ucapan laki-laki itu "Sejak kapan? Sejak kapan kamu menyukai ku?" Tanyanya penasaran.


"Lima tahun yang lalu, saat kau masih memakai seragam putih abu-abu." Jawab lugas Dylan dengan tatapan damba nya.


"Kamu serius Dylan?"


Dylan mengangguk "Yah, di sanggar seni daerah pusat. Kamu mungkin tidak ingat. Kita pernah bertemu di sana, itu pertama kalinya aku melihat mu dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Kamu sangat manis dan cantik saat itu." Ujarnya.


"Aku yakin kita berjodoh, buktinya setelah sekian lama aku hanya menatap mu dalam lukisan, kita bertemu lagi bahkan bisa sedekat ini."


"Lukisan?"


"Yah, aku menyimpan wajah cantik mu dalam memori ku lalu menuangkan nya di beberapa lembar kanvas ku. Aku sudah mengagumi mu dari mulai saat itu."


Jelita tersentuh mendengar setiap pengakuan Dylan, dirinya benar-benar terbawa arus cinta laki-laki itu "Tuhan, apa aku mulai menyukainya? Kenapa aku senang sekali mendengar semua pujian dan kata cinta darinya?" Batinnya.


"Sudah dulu penasaran nya. Sekarang kamu makan, ini bagus untuk mu. Aku suapi, boleh kan hum?" Tanya Dylan dan entah dari mana datangnya pemikiran itu, Jelita tiba-tiba saja mengangguk setuju "Em em."


...🖋️................🖋️...


Jakarta,


Masih di hari dan waktu yang sama, Brandon tampak sedang mengobrak abrik lemari pakaian isterinya.


Lemari yang selama dua setengah tahun lebih lamanya tak pernah sedikitpun ia tilik.


Dia membuka seluruh barang berharga bahkan rahasia milik isterinya, dan di salah satu kotak brangkas terdapat tumpukan buku diary milik Jelita.


Brandon pun menyidak semua buku-buku kecil tersebut, di semua buku itu tertulis dari tahun ke tahun Jelita menceritakan hariannya.


Pada akhirnya Brandon memboyong semua buku-buku harian Jelita yang lalu ia baca satu persatu sembari duduk bersandar di kepala ranjang. Tawa tangis Brandon ekspresi kan saat membaca cerita-cerita Jelita.


Sampai pada saatnya dia mengambil buku harian yang ke lima belas. Lalu membuka satu helai lembaran baru pada buku berwarna merah muda itu.


Brandon kelu membaca untaian kata cinta Jelita. Di mana tanggal nya tertulis tepat di saat hari pertunangannya bersama Jelita.


Dear diary, hari ini aku sangat bahagia, karena hari ini E'den sudah resmi menyematkan cincin pertunangan di jari manis ku.

__ADS_1


Semoga hubungan kami akan terus berlanjut sampai ke jenjang yang lebih serius, dia cinta pertama, pacar pertama, dan aku harap akan ada ciuman pertama di malam pertama pernikahan kami.


Oh diary, aku benar-benar mencintainya, sangat menyayangi nya, aku bahagia mendapatkan laki-laki tampan yang sangat baik Sepertinya.


Brandon terenyuh "Kamu bahagia Jeje, tapi aku menghancurkan kebahagiaan mu!" Batinnya, bibirnya sudah tak bisa bergerak bahkan untuk sekedar bergumam saja dirinya tak mampu.


Diary, malam ini malam pertama ku menjadi istri E'den, tapi, di malam ini pula, aku mengetahui suamiku sudah memiliki kekasih, T_T .


Perih, pedih, sesak rasanya,


Apa kau tahu diary, saat ini aku menulis kisah tangis ku tepat di sebelah suamiku yang sudah terlelap tidur setelah dia menelepon kekasihnya beberapa jam yang lalu


Toxic nya lagi. Dia juga memperkenalkan ku dengan kekasihnya, bahkan menyuruh ku menerimanya sebagai sahabatnya juga.


Shasha, yah Shasha namanya, Shasha gadis yang E'den bilang cinta pertamanya.


Tak bisa ku tuliskan rasaku saat ini padamu diary, dentuman ini terus menghangatkan hatiku yang perlahan semakin memanas di dalam sana.


Berderai air mata aku menumpahkan tinta merah ini padamu, diary.


Tapi biarlah tetap ku simpan rasa cinta tulus yang selama ini ku pendam sendiri, asal bisa tetap hidup bersamanya aku rela berbagi.


Bam!


Brandon menitihkan air mata bersamaan dengan tertutup nya buku diary itu.


"Ternyata sudah terlalu banyak luka yang ku gores kan padamu Jeje! Dari awal sampai saat ini, hanya luka yang kau tuai dari ku." Rintih nya penuh sesal.


Dreeetttt dreeetttt


Getar dari gawai persegi miliknya meminta pengindahan lalu dengan cepat Brandon menyambar benda itu. Sebab kabar dari seseorang sudah sangat lama ia tunggu.


"Halo! Ada perkembangan apa?" Kata nya setelah menerima panggilan.


"Sepertinya kita mulai punya titik temu Tuan muda, Nyonya muda sudah beberapa kali kami temukan di CCTV kota lain."


Sontak senyum bahagia tersungging di bibir sensual laki-laki yang di panggil Tuan ini "Apa, dimana? Di mana istri ku sekarang?!" Tanyanya menggebu.


...🖋️..... Bersambung.....🖋️...


...Agak gantung karena aku nyicil nulisnya, up lagi sore ini, minta Like nya dulu yah KK, jangan lupa komentarnya sembarangan juga boleh, kritik saran aku tunggu....

__ADS_1


__ADS_2