Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan

Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan
Kembali


__ADS_3

Matanya membesar saat melihat sosok tampan yang sudah susah payah dia lupakan "E'den!"


Setelah beberapa saat hening, Brandon melangkah mendekat lalu memeluk wanita itu secara impulsif.


Debar jantung keduanya saling bersahutan, entahlah apa yang Jelita rasakan sekarang.


Melupakan Brandon sangat sulit Jelita lakukan, hingga tanpa sadar dirinya tak menolak rengkuhan rindu laki-laki itu.


"Aku merindukan mu Jeje! Tolong kembalikan Jeje ku yang dulu, tolong jangan seperti ini, aku merindukan nya! Kembali lah sayang!" Satu butir air tergelincir dari sudut netra Brandon lalu berlabuh pada kening Jelita.


"Lepas E'den!" Nada Jelita sangat lirih lalu laki-laki itu menurutinya.


Terlepas sudah tautan tubuh mereka hingga kini keduanya saling berkonfrontasi dengan tatapan mata yang sama-sama berkaca-kaca.


Jelita terenyuh melihat kondisi suaminya sudah sedikit acak acakan bahkan pipinya kurusan, dia tahu beberapa Minggu ini Brandon pasti tak sempat merawat diri karena mencarinya kemana-mana.


"Aku masih Jeje yang dulu E'den, hanya saja, sekarang aku sudah menemukan arah tujuan untuk kakiku melangkah." Ujar wanita itu.


"Selama ini aku terus terjebak dalam cinta segitiga yang menyakitkan, mungkin karena aku belum memiliki penerang jalan ku." Imbuhnya dan Brandon masih hanya setia menatapnya nanar.


"Kali ini, aku sudah mantap, untuk pergi dari hidup mu E'den. Cerai kan aku, biarkan aku melalui hidup tanpa mu." Timpalnya.


Brandon mengerutkan keningnya kuat-kuat mendengar penuturan rekognisi isterinya "No, kamu milikku Je, aku sangat menyayangi mu, sangat mencintai mu, kamu belahan jiwa ku, lalu bagaimana aku bisa hidup tanpa mu hm? Membayangkan nya saja tak mampu, bisa gila aku tanpa mu Jeje." Ujarnya.


"Please E'den, lepaskan aku!" Jelita menghiba untuk mendapat belas kasih laki-laki itu. Sangat menyakitkan jika terus menerus di gencat dalam hubungan cinta toxic nya.


"Lalu, setelah itu, apa kau mau menikahi Dylan hah?" Sela Brandon sedikit menaikan nada bicaranya, karena cemburu yang tiba-tiba merayap.


"Itu sudah bukan urusan mu E'den!"


Brandon tersenyum sinis "Kamu juga selingkuh, lalu apa bedanya sekarang hah? Kamu sudah membalasnya, sekarang aku sudah merasakan sakit yang kamu rasakan selama ini, aku sakit melihat mu semakin cantik di dekatnya!" Berang nya melotot, ujuk-ujuk air mata mengalir tanpa mampu ia kompromi.


"Sekarang ku mohon kembali lah Jeje, kita mulai dari nol lagi, aku kamu, ..."


"Dan Shasha?" Sela Jelita kemudian Brandon terdiam mematung menatap isterinya nanar.

__ADS_1


"Aku mau pulang lagi padamu, asal kamu lepaskan Shasha selamanya." Susul Jelita.


Brandon dengan cepat mengangguk "Ok, aku, ..."


"Jangan semudah itu kamu bilang Ok, E'den!" Sambar Jelita berteriak.


"Aku tahu, selamanya kamu takkan pernah bisa meninggalkan dia, sudah terlalu banyak yang kalian lalui selama ini, kalian bahkan sudah sering melakukan kegiatan intim, selama lebih dari dua tahun lamanya E'den." Bulir bulir juga terjatuh dari sudut netra Jelita, sesak kembali menyeruak kala mengingat perselingkuhan suaminya bersama wanita lain.


"Apa kau tega membuang Shasha setelah itu? Setelah kamu acak-acak kehormatannya E'den?" Tambah Jelita dengan nada setinggi mungkin.


Dia mengangguk "Lebih baik aku saja yang mengalah!" Timpalnya.


"Je, ..." Lirih Brandon "Bisa tidak maafkan aku sekali ini saja, please!" Bujuknya menghiba.


"Aku mau perceraian kita segera kamu urus! Itu yang bisa membuat ku memaafkan semua kesalahan mu selama ini, hanya itu saja, perceraian yang aku mau darimu E'den!" Tegas Jelita.


"Je, ..." Brandon meraih pergelangan tangan isterinya.


"Lepas E'den, ceraikan aku!" Tepis Jelita.


"Kasih aku kesempatan sekali lagi saja, kamu tahu, aku tidak akan mungkin meninggalkan Shasha, betapa bejatnya aku kalo sampai itu terjadi, tapi, aku berjanji, akan adil pada kalian, selama ini aku tak adil karena aku tidak pernah tahu tentang perasaan cinta mu Je, kasih aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan kita."


Jelita melangkah pergi namun belum sempat menjauh Brandon sudah lebih dulu menyudutkan dirinya ke dinding.


Brugh!


"Ah!" Jelita berkeluh meringis mendapati tekanan pada bagian perutnya.


Pukulan kecil pun beruntun mengenai dada bidang suaminya "Lepas E'den! Kamu sudah tidak berhak menyentuh ku!" Berang nya.


"Lalu siapa yang berhak hah? Apa Dylan? Apa pria lain yang berhak? Sampai kapan pun kamu tetap milikku Jeje!" Sahut Brandon penuh dominasi.


Jelita terhimpit bahkan luka jahitannya semakin terasa berdenyut "Lepas!"


Cup!

__ADS_1


Bibir Brandon sudah mendarat sempurna pada setangkup bibir lembut isterinya, memaksa, terus tanpa ampun, dia bahkan membuka paksa gaun isterinya yang memang sudah terbuka.


"Jangan kurang ajar kamu E'den!"


Jelita terus menggeleng, sungguh tak ingin dirinya di sentuh laki-laki itu, setelah selama beberapa hari ini Dylan menaungi bibir itu, alangkah rendah nya jika harus di cecap kembali oleh laki-laki selain Dylan.


"Bangsat!"


Jelita masih memejamkan matanya kuat-kuat karena ketakutan, saat ia buka matanya rupanya Galang sudah berdiri tegak dengan mata yang melotot pada adik iparnya.


Brandon terhuyung setelah menerima tendangan bebas dari kakak iparnya hingga kini dirinya terduduk di sofa ruang pas itu "Bang Galang!" Kejutnya.


"Apa kamu mau memperkosa istri mu sendiri E'den!" Sentak Galang dengan nada lengar.


Galang beralih pada Jelita "Kita pulang!" Laki-laki itu menarik tangan adik bungsunya posesif sedang Jelita membetulkan gaunnya kembali.


"Urusan rumah tangga kalian bisa di bicarakan nanti saja!" Galang menatap tajam kearah Brandon yang masih terduduk di posisinya.


Brandon kemudian beranjak dari duduknya mengejar Galang yang membawa isterinya "Bang, biarkan aku yang membawa Jeje! Dia masih istri ku!" Ujarnya memelas.


"Istri?" Galang menghentikan langkahnya menatap nyalang pria itu sementara Jelita masih bersembunyi di balik tubuh tinggi kakak keduanya "Masih berani kamu menganggap Jeje istri? Setelah kamu tuduh dia berselingkuh!" Bentak nya.


Sejatinya, Galang belum mengetahui berita perselingkuhan Brandon, yang dia tahu hanyalah alasan mengapa Jelita kabur setelah putranya meninggal dunia.


"Tanpa kami ketahui kalian melakukan tes DNA, sekarang apa, akibatnya ponakan ku yang meninggal dunia, istri mana yang tidak tekanan batin E'den? Di tuduh juga sangat sakit! Puas kah sekarang hah? Ternyata hasilnya cocok! Yakisikli Ogul Anak mu!"


"Hiks!" Jelita kembali menitihkan air mata ketika mendengar nama putranya di sebut.


"E'den tahu E'den salah, tapi, E'den, ..."


"Kita pulang!" Galang tak mengindahkan ucapan adik iparnya dia justru beralih pada Jelita "Masa depan mu masih panjang, hidup bersama laki-laki yang tidak bisa percaya pada mu hanya akan menambah tekanan batin saja!" Galang merutuki adiknya dengan masih menyandang rahang yang tegas.


"Je!" Antek-antek Galang sudah menghalangi jalan Brandon hingga kini Jelita sudah aman di tangan kakak keduanya.


Di sudut tempat itu Dylan tersenyum menatap berlalunya sang kekasih yang sudah kembali bersama keluarganya, hadirnya Galang di tempat itu pun tak luput dari campur tangan Dylan Jackson.

__ADS_1


Geregetan, saat Jelita berhadapan dengan Brandon, akan tetapi dirinya tahan semampu mungkin untuk tidak emosi, sebab Dylan sengaja membiarkan Galang yang membawa kekasihnya.


...🖋️..... Bersambung.....🖋️...


__ADS_2