Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan

Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan
BC bagian dua


__ADS_3

Gerald Van Houten, nama yang Garry pilih untuk putra perdana nya. Acara demi acara mereka gelar untuk mengumumkan betapa bahagianya Garry dan Ranti setelah datangnya sang pewaris.


Hari ini hari Minggu tapi Garry berpamitan lembur, terlalu banyak pasien yang ia tunda penanganan nya kendati acara pribadi yang memadati.


Sekarang giliran Garry bertugas kembali sebagai seorang penyelamat perempuan di era globalisasi.


Kebanyakan pasien Garry adalah wanita, yah, wanita yang ingin memiliki bentuk tubuh ideal, implant atas bawah, depan belakang, Garry handal.


Menyulap hidung mini menjadi max, sudah sering kali ia lakukan. Membuat jidat lohan dan lain sebagainya, itu lah pekerjaan Garry.


Baby Gerald sudah dua bulan bulan.


Tentunya Ranti sudah kembali beraktivitas seperti biasanya, meskipun ginjal donor nya sering menyakiti, bekas jahitan di perut juga acap kali berdenyut, pada intinya Ranti baik-baik saja di usianya yang sudah tidak muda.


Garry tau sekali bagaimana cara dia merawat isterinya. Jangan di tanya jika urusan wajah, Garry semakin tertarik dengan bentuk indah alami milik isterinya.


Ranti mendorong kereta bayi, memasuki sebuah ruangan milik suaminya. Jika Garry lembur berarti Ranti dan Gerald lah yang harus datang ke rumah sakit demi mendapatkan sedikit waktu bersama keluarga.


Dahulu saat bersama Edbert, Ranti tak memiliki usaha untuk mendekati suaminya sebab Edbert sendiri yang menjauh setelah Dylan kecil hadir.


Akan tetapi, kali ini Garry sendiri yang terus merengek meminta di jenguk anak istrinya jika lelaki itu sedang dalam mode sibuk.


"Keluar!"


Ranti memberhentikan langkah saat tak sengaja mendengar suara bentakan nyaring suaminya dari balik dinding penyekat ruangan.


"Daddy." Ranti meraih Gerald kecil saat bayi tampan itu menggeliat kaget mendengar teriakkan ayahnya.


"Ssuutt, sayang." Ranti menepuk pelan pantat mungil Gerald agar bayi itu tenang kembali "Daddy mu mungkin lagi banyak pekerjaan sayang, makanya dia marah-marah." Bisiknya pada Gerald. Beruntung, Gerald termasuk bayi yang penurut dan tidak rewel.


Ranti mendengar suara langkah dari sepatu heels yang berangsur-angsur mendekat, Ranti menyembunyikan tubuhnya di balik ornamen penyekat ruangan.


Di lihatnya seorang wanita berpakaian seksi keluar dari ruang kerja suaminya "Awas saja kamu Dok, kamu pasti menyesal sudah berani menolak ku! Punya istri nenek-nenek saja songong!" Gerutu wanita itu berdecak kesal.


BRAK! Bahkan pintu masuk utama ruangan tersebut di banting oleh perempuan itu.


Ranti menggeleng menatap pintu "Astaga, wanita jaman sekarang, terang-terangan sekali menggoda suami orang!" Ujarnya pelan.


Ranti tak kaget mendapati suaminya di rayu wanita lain, bertahun-tahun lamanya dirinya tinggal bersama dengan para wanita perebut suami orang.


Dewasa ini memang tidak tabu bagi para wanita merayu suami orang lain. Dunia sudah berbeda. Semakin hari hidup semakin kejam.


Ranti kembali melanjutkan langkah memasuki ruangan pribadi suaminya, dan Garry bergegas menoleh padanya "Neng, dari kapan kamu datang?" Tanyanya.


Jika tidak lama, itu berarti Ranti mendengar semua percakapan Garry bersama dengan wanita yang barusan dia bentak.


Ranti tersenyum kecil sembari terus melangkah mendekati kursi putar suaminya, menggendong bayi mungil nan tampan itu "Lumayan lama." Jawabnya.


Garry berdiri kemudian membiarkan isterinya duduk di kursi kerjanya, dia cium bibir isterinya kemudian beralih menghirup aroma candu dari punggung empuk putranya.

__ADS_1


"Kenapa tidak menelepon? Daddy bisa jemput kalian di parkiran kan?" Tanya Garry.


Ranti menggeleng "Tidak perlu, kita malah seneng bikin kejutan begini, Neng jadi tahu kan, kalo barusan ada perayu suamiku." Katanya menyindir.


Untuk sesekali Garry mendaratkan ciuman pada kepala mungil putranya, dia duduk di sisi meja, wajahnya terus menunduk dengan tangan yang mengepung anak isteri nya.


"Neng kok biasa saja?" Garry mencebik kan bibirnya seakan protes.


"Memangnya harus bagaimana?" Tanya balik Ranti.


"Setidaknya cemburu, marah-marah, pukul suamimu, ngambek, atau apalah, jangan diem seperti ini, aku curiga Neng sudah tidak takut kehilangan ku." Ucap Garry protes.


Ranti tersenyum tipis "Cemburu sudah pasti, tapi Neng tahu, Abang setia, Abang hanya mencintai Neng Ranti saja." Katanya.


"Godaan suami berwajah tampan itu berat, tapi Neng yakin, Abang bisa terus menjaga kesetiaan. Abang boleh menikah lagi, tapi setelah Neng pergi." Tambah Ranti.


"Jangan mulai." Garry bosan mendengar ucapan yang sama dari bibir isterinya "Neng akan hidup lebih lama dariku, menyaksikan Baby Gerald menikah. Jangan terus mengatakan pergi, pergi dan pergi, aku bisa merawat mu juga Baby kita." Ujarnya.


Ranti tersenyum kecil "Tidak ada yang bisa mangkir dari kematian suamiku, jika suatu saat nanti memang harus terjadi, ingat pesan ku, carilah istri lagi, istri yang bisa menyayangi putraku juga." Sambung Ranti.


Kecupan lembut Garry labuh kan pada kening wanita itu, terasa damai dan candu bagi Ranti, Garry tak mau menimpali ucapan isterinya lagi, Garry jera jika membahas hal seperti ini.


Apakah mungkin Garry mencintai wanita lain selain isterinya? Jika mampu, mungkin sudah sedari dulu dia lakukan, bukan tidak mau hanya tidak bisa.


Hatinya sudah stuck pada satu wanita saja, berapapun perempuan seksi yang menggodanya selalu saja Garry tepis.


"Abang marah?" Tanya Ranti.


Dalam dekapan hangat Ranti, Baby Gerald kelojotan, sepertinya bayi mungil itu mencari makanan ekslusif nya, bibirnya terus memagut kecil seperti ikan dehidrasi "Hmm, Baby mau mimi?" Tanya Garry mengelus lembut pipi gembul putranya.


Ranti memposisikan wajah Gerald menghadap ke arah dadanya, Ranti sengaja memakai dress berkerah ibu menyusui.


Bulatan kecil merah muda itu telah masuk ke dalam bibir mungil yang memagut nya lembut, Ranti tersenyum memandangi wajah Gerald khususnya pada bagian hidung bangir.


Tak di pungkiri, Gerald memang terlahir sangat tampan "Dia mirip dengan mu!" Kata Ranti menoleh kearah suaminya.


"Lalu kapan giliran ku?" Garry mencebik kan bibirnya memandang lawa dada isterinya yang semakin membesar "Dia si kecil yang mirip dengan ku ini, merebut mu dari ku!" Protesnya.


"Paling tidak setahun setengah lah Baby Gerald ASI." Sambung Ranti.


Garry mendengus "Lama Neng!" Cebik nya.


"Daddy kiss boleh kan?"


Ranti mengangguk dan menyatu lah bibir keduanya bahkan acap kali terdengar suara desah kecil dari Ranti.


Baby Gerald sengaja merem mungkin bayi mungil itu tak mau melihat adegan panas ayah dan ibunya.


Baru saja Garry menurunkan wajah menuju gundukan padat nan besar isterinya, derap suara dari langkah kaki besar terdengar mendekat.

__ADS_1


"Jangan iri Daddy, biar Baby Gerald yang memilikinya sekarang!" Celetuk seseorang.


Ranti menoleh dan wajah tampan putra sulungnya tampak berseri-seri menggendong Baby Nathan.


Di sisi Dylan ada Jelita yang tersenyum manis.


Garry terkesiap mendengarnya "Dylan!" Dia menoleh secara langsung. Di lihatnya putra tirinya meletakkan Baby Nathan pada permukaan sofa ruang tersebut. Sepertinya Baby tampan itu sudah cukup lama tertidur.


Garry menaikan ujung bibirnya "Ganggu ajah kamu! Ngapain di sini hah?" Protesnya. Wajahnya mendadak kecut merasa terganggu.


Ranti dan Jelita hanya tersenyum menyaksikan Dylan dan ayah sambungnya saling melemparkan senyuman cibir.


"Jangan bilang kalian ke sini karena ada salah satu yang sakit?" Celetuk Ranti khawatir.


Dylan beralih pada ibunya "Pagi tadi, mantu Mammi mual muntah. Makanya Dylan ajak Jeje ke sini, ternyata benar, Jeje hamil lagi." Laki-laki bule itu tersenyum sumringah saat memberikan informasi tersebut.


Ranti dan Garry saling menatap sebelum kemudian menoleh ke arah Dylan kembali "Serius kamu Dylan?" Tanya mereka bersamaan, rupanya secepat itu mereka memutuskan untuk memiliki baby kembali.


Jelita mengangguk "Serius Mammi, Daddy, Jeje positif." Ujarnya bahagia. Wajah cantiknya berbinar- binar menantikan kehadiran sang buah hati ke dua nya bersama dengan Dylan.


"Terimakasih Tuhan! Semoga semua anak cucuku selalu dalam lindungan mu." Ucap Ranti.


Garry berjalan memutari mejanya kemudian merentangkan tangan pada Jelita "Selamat Jeje!" Ucapnya.


Berkerut kening Dylan menghadang jalan ayah tirinya "Eit, dia istri ku!" Katanya ketus.


Garry tergelak "Aku bercanda Dylan! Sebenarnya aku mau memeluk mu, putraku!" Dokter bedah plastik itu memeluk dan menepuk punggung putra tirinya.


"Awas saja macam-macam, aku pecat jadi bapak tiri kau!" Ancam Dylan posesif.


Garry terkikik geli "Coba saja kalo bisa, sayangnya sekarang Neng Ranti sudah ketagihan belaian ku." Ledeknya berbisik.


"Ayah tiri sialan!" Umpat Dylan. Usia mereka tak jauh berbeda maka sudah pasti kata umpatan nya pun terlontar seperti seorang teman.


"Eh. Tapi aku senang, akhirnya, aku punya kesempatan berbulan madu bertiga saja!" Bisik Gerald kembali.


"Hah? Bulan madu?" Dylan melerai pelukannya, menatap heran ayah tirinya "Siapa yang mau bulan madu?" Tanyanya berkerut kening.


Ranti tersenyum "Mammi, Daddy, Baby Gerald mau ke Belanda lagi, kita mau nostalgia ke sana." Sahutnya.


Jelita mencebik kan bibirnya "Kalian curang, kenapa berbulan madu setelah Jeje hamil? Gak asyik! Kalian pasti mau nonton bioskop itu kan?" Protesnya.


Garry tergelak "Sekarang ada Baby Gerald, gak mungkin bisa begitu, lagian Neng Ranti sudah handal, ngapain nonton begituan!" Sanggah nya.


"Hastaga, mantan bujang akut ini, tidak tahu malu sekali bicara begitu padaku!" Keluh Dylan.


...🖋️................🖋️...


...Terimakasih sudah membaca part tambahan ini, .... Scroll ke bawah di bab selanjutnya, kalo mau liat cerita anak nya dokter Garry dan neng Ranti dewasa.... Judulnya DENDAM SI CANTIK "Kembalinya Istri Buruk Rupa"...

__ADS_1



__ADS_2