Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan

Saat Istri Terabaikan Berpindah Haluan
Komitmen


__ADS_3

Setelah menanggalkan jas juga melonggarkan dasi. Dylan duduk bersandar merentangkan sebelah tangannya pada sofa dengan kaki yang bergerak-gerak naik turun di atas lututnya seperti sedang menahan sesuatu, gelisah.


Tatapannya terus mengarah ke pada Jelita yang sedang di lucuti gaunnya oleh beberapa pelayan. Sangat lama menurut Dylan hingga tanpa sadar ia menepuk-nepuk bantal pembatas secara cepat dengan sesekali mengusap bibirnya.


Tak mungkin merokok dulu sambil menunggu sebab bibir itu yang akan ia jadikan senjata malam ini, lagi pun Jelita sudah sering protes ketika mengendus aroma asap dari tubuh Dylan, alhasil lelaki itu rela berhenti demi sang istri, ada sesuatu yang lain yang bisa dia hisap selain rokok sekarang.


"Oh ya ampun kenapa perasaan ku tidak enak?" Jelita membantin saat melihat raut menyeramkan suaminya sambil menutup bagian tubuh yang sudah terlukis tanda kepemilikan di area dadanya.


"Sudah, terimakasih, kalian boleh pergi!" Jelita mengusir para pelayan lalu segera wanita-wanita itu keluar dari kamar.


Jelita menutup pintu sekalian menguncinya "Sayang." Dari belakang Dylan sudah berbisik mesra di telinganya.


Jelita mempertahankan kemben yang masih setia menjadi pelindung satu-satunya di area atas sedang bawahnya masih ada celana pendek berbahan tipis berenda yang senada dengan warna kembennya.


"I love you." Dylan menghimpit tubuh Jelita ke permukaan pintu serapat mungkin, dera napas yang bergemuruh mulai terdengar kembali di telinga Jelita sekarang.


"Hubby, aku belum bersih-bersih!"


"Kamu sudah wangi sayang, nanti setelah ini baru kamu, aku bebaskan." Setelah memiringkan rambut Jelita ke bahu sebelah kanan Dylan mendaratkan kecupan lembut di area tengkuk kebawah lalu kebawah terus hingga ke bagian pinggang.


Sudah terlalu lama Dylan menahan gejolak cintanya, selama ini lelaki itu hanya berfantasi dengan gambar, foto, video Jelita saja.


Lalu sekarang Dylan sudah bisa memiliki Jelita secara utuh. Bahagianya pria itu tiada tara bandingannya.


"Emmh, ..." Jelita semakin tersudut hingga kini dadanya menyatu dengan permukaan pintu "Dy_lan!" Rintih nya sambil meremas handle pintu berusaha mengurangi geliat yang tak mampu ia kendalikan "Aahh!" Entahlah Jelita seperti sengaja membuat desah_desah pengundang birahi suaminya.


Geliat tubuhnya sudah semakin meliuk hingga menyembulkan gundukan padat di bagian belakang miliknya semakin menyatu dengan sang junior yang masih bersembunyi di balik celana bahan.


"Aku mencintaimu Baby!" Dylan kembali membisikkan kata-kata tepat di telinga Jelita sembari menghujani kecupan-kecupan lembut di area sana.


"Ooghh Hubby!"


Dylan semakin bersemangat ketika desah merdu isterinya terus keluar sebegitu menggelitik sanubarinya.


Ia membuka kancing bajunya lalu melepas sembarangan hingga tak menyisakan satu helai benang pun di bagian tubuh atasnya.


Dylan tarik tubuh mungil itu menyatu dengan tubuhnya lalu berjalan mundur menuju ranjang.


Ia lantas duduk memangku isterinya masih dengan mengendus aroma damai dari tengkuk wanita itu.

__ADS_1


Tangannya kemudian merambat ke gundukan padat nan besar yang lalu ia remas secara perlahan sementara bibirnya masih setia bermain di area tengkuk saja. Dylan memang ada kecenderungan untuk bagian tersebut.


"Jangan begini, pliss! Kamu tega Dylan hmm? Aku takut menginginkan nya!" Protes Jelita lirih. Gairah nya mulai terpancing, bagaimana ini? Dia sendiri sedang halangan.


"Lalu, aku harus apa? Berhenti saja? Membiarkan gairah istri ku tak tertangani begitu?" Ujar Dylan.


Kenyataannya mantan janda itu sudah mengayunkan pantatnya hingga berfluktuasi di atas ketegangan sang junior.


Brugh!


Dylan menjatuhkan punggung isterinya ke atas ranjang berukuran super king bertabur kelopak bunga mawar merah. Sejenak tatapan mata keduanya saling bertemu penuh damba satu sama lain.


Jelita lah yang lebih dulu menarik tengkuk Dylan kali ini lalu menyatukan bibir mereka kembali, indahnya setelah syah. Bisa melakukan apa pun tanpa takut apa-apa.


Tangan Dylan tak mau diam ia terus berkelana ke mana-mana hingga berujung ke bagian dada lagi pada akhirnya. Di remas nya pelan-pelan masih sambil menghujani pagutan demi pagutan pada bibir merona isterinya.


Keduanya saling membelit begitu impresif.


"Emmphh!"


Dylan melepas pagutan nya lalu kemudian menatap wajah isterinya, ada gurat sesal di mata hijaunya setelah melihat hasrat membara Jelita "Maaf kan aku." Ucapnya lirih.


"Kenapa?"


Gegas Jelita meraih pundak suaminya sebelum pergi lalu menatapnya seakan protes "Mau apa di kamar mandi?" Curiganya.


Dylan terkikik "Buang bibit pewaris!" Katanya seraya tergelak.


Jelita cemberut tapi Dylan tak mengindahkan wanita itu, toh dia harus bermain solo karir juga pada akhirnya.


Dylan beranjak dari posisinya berjalan perlahan memasuki kamar mandi kemudian menanggalkan sisa kain yang menutupi bagian bawah tubuhnya hingga tak bersisa.


Pria gagah itu memasuki bilik transparan dimana dia akan membuang sesuatu di iringi tetesan air shower yang mengguyur tubuhnya.


Namum, tak terdengar suara langkah kakinya tangan lembut melingkar pada dada bidang pria itu "Ada aku, kenapa harus sendiri? Aku bisa membantu mu dengan cara lain!" Rintih Jelita.


Bibir Dylan tersenyum manis "Aku lupa, aku menikahi wanita berpengalaman." Ungkapnya.


PLAK!

__ADS_1


Jelita memukul punggung suaminya yang sudah sedikit basah karena air dari atas sudah mengalir sedikit demi sedikit.


Dylan membalikkan tubuhnya hingga kini keduanya saling menatap di bawah tetesan air shower.


Hening........


Karena hanya ada detak jantung yang begitu cepat mengiringi gairah keduanya.


"Kamu yakin bibir mungil ini muat?" Dylan tersenyum sedikit miring seakan menyombong kan karunia yang Tuhan berikan padanya.


"Maksudnya?" Jelita mengerling polos ke bawah dan sontak matanya membulat sambil menelan saliva saking gugupnya.


"K-kamu pikir aku m-mau apa memangnya?" Jelita terbata. Sepertinya Dylan benar ukuran roket miliknya tidak biasa. Harusnya Jelita sudah memikirkan siapa dan dari mana asal keturunan suaminya.


"Pergilah! Aku tidak akan tega melakukannya!" Dylan mengusir halus dengan membalikkan tubuh isterinya lalu mendorong keluar dari bilik transparan itu.


Biarlah malam ini ia lakoni sendiri tanpa bantuan sang istri. Dylan belum cukup tega membiarkan istrinya mengunyah permen loli yang besarnya tak sebanding dengan lubang mulut isterinya.


...🖋️................🖋️...


Sepasang suami istri yang baru resmi ini bergantian memakai kamar mandi untuk membersihkan diri, kemudian setelah lengkap dengan pakaian tidur masing-masing keduanya memasuki selimut tebal berwarna putih yang sama.


Mereka sengaja tak membuang kelopak bunga mawar merah yang bertaburan di atas selimut, Jelita sangat suka dengan aroma asrinya.


Tak ada yang mereka lakukan malam ini selain mengobrol saja sembari menabur pelukan hangat satu sama lain, tapi entah kenapa, bagi Jelita lain rasanya dengan malam pertama yang ia lalui bersama Brandon.


Dulu Brandon menyakiti Jelita, sekarang Dylan membuatnya bahagia, karena mereka memang sudah saling mencintai sebelum pernikahan.


Dylan juga berusaha tak menutupi apa pun dari isterinya, rahasia hidup yang Dylan tutupi selama ini sudah Jelita kupas tuntas di malam pertamanya.


Mereka berkomitmen untuk saling percaya, apa pun yang terjadi kedepannya, menjalani hubungan yang saling terbuka, tiada yang boleh di pendam seperti saat Jelita menjadi istri Brandon Dwi Pangga.


Lebih baik marah sekalian, berang, luapkan, jika perlu pukul aku kata Dylan agar dia bisa tahu di mana letak salahnya lalu mencari solusi pada setiap permasalahan.


Pelajaran hidup yang bisa Jelita ambil untuk memulai kehidupan barunya bersama Dylan berharap bisa menjadikannya langgeng setia sampai ajal memisahkan.


"Kamu yakin Baby? Sudah siap hidup bersama ku di dalam rumah penuh penghianat itu?" Dylan memastikan.


"Tentu saja, dulu aku penakut karena aku hidup seorang diri meskipun bersuami, sekarang ada kamu juga ada Mami bersama ku, aku yakin aku mampu Hubby." Jelita tersenyum penuh kemantapan.

__ADS_1


...🖋️..... Bersambung.....🖋️...


...Terimakasih, like komen Vote dan hadiah nya😘😍 Satu dukungan sangat berarti bagi semangat ku💪...


__ADS_2