
BRAK!
Edbert memukulkan kepalan tangan pada bagian atap mobil mewah miliknya, hal itu lumayan membuat orang yang berlalu lalang menatap bingung ke arahnya.
"Tuan kenapa?" Satu pria di sebelahnya bertanya.
"Cari tahu semua tentang Nyonya besar mu, ikuti dia kemana pun dia pergi! Jangan sampai kamu melewati satu informasi pun darinya!" Titah Edbert dengan usungan rahang yang tegas.
"Baik Tuan!"
Edbert memasuki mobil kemudian kembali ke kantor pusat Jack group, tadinya ia ingin bolos untuk merawat isterinya, tapi justru ingin marah setelah mengetahui kebenaran yang ada.
Rupanya bukan hanya dirinya yang mengakui kecantikan Ranti, sial nya lagi kenapa baru sekarang Ranti merawat diri seperti itu? Apa karena dekat dengan laki-laki lain? Dalam pandangan kosong pikiran Edbert terus bergulat sendiri.
...🖋️........Malam harinya........🖋️...
"Taraaaaaa!!"
"Astaga, Garry!!" Ranti mengelus dada sambil memejamkan mata, setelah di kejutkan pria tampan yang kini tersenyum manis padanya sambil menyodorkan boneka beruang merah muda.
"Maaf kan aku Neng Ranti. Sudah mengejutkan mu, terapi surprise seperti ini bisa membuat mu lebih awet muda lagi. Makin cantik makin seksi, makin bohay. Hehe " Pria itu memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Ranti memutar bola mata malas "Bisa minggir tidak kamu!" Titahnya ketus.
Garry menggeleng "Ga bisa! Aku sengaja ke sini mau mengajak mu makan malam bersama, yuk!" Ajak nya.
__ADS_1
"Kamu ini dokter apa anak TK sih huh?" Berang Ranti berkerut kening "Kenapa sikap mu tidak mencerminkan sebagai seorang dokter?" Cela nya.
"Tentu saja dokter, aku dokter bedah di jam kerja, merangkap sebagai dokter cinta saat aku berada di dekat mu!" Goda Garry dan senyum manis tak pernah tertinggal, selalu saja tersungging di bibirnya.
"Sinting!" Ranti melengos pergi tak mau lagi meladeni berondong tampan ini "Bisa-bisanya Mario punya anak gila begini!" Batinnya.
"Neng, Manda, Ayang, mau kemana hmm? Kan Babang belum selesai ngomong." Garry mengikuti langkah wanita itu.
"Tuhan, berikan jodoh untuk berondong ini, supaya tidak lagi mengganggu ku!" Ranti hanya bisa membatin sementara raut wajahnya acuh.
"Neng, Abang antar pulang deh kalo ga mau makan bareng, lumayan Abang masih ada waktu buat bolak-balik sebelum jadwal operasi berikutnya." Garry tak pernah mau mendengar penolakan Ranti, selama tiga tahun perjaka tampan ini mengejar cinta teman ayah dan ibunya.
Bukan tidak tahu kalau Ranti memiliki suami, tapi selama ini Ranti tak pernah terlihat bersama Edbert, yang Garry lihat justru Edbert sering membawa wanita lain ke pusat perbelanjaan.
Garry sudah sangat lama mengagumi sosok cantik Ranti dari masih usia dua puluh tahun, saat tak sengaja bertemu di salah satu acara perhelatan besar.
Garry memang mempunyai kecenderungan pada wanita yang lebih dewasa darinya tapi meskipun demikian Garry tak pernah memanggil Ranti dengan sebutan Tante atau Ibu. Jika tidak dengan namanya, ya sebutan sayang, seperti Neng, Ayang, Cinta, Honey bahkan Baby.
Ranti risih dengan tingkah laku keras kepala Garry. Sering pula di tampar tapi bukanya kapok justru semakin gencar. OMG, menyebalkan!! Umpat Ranti.
"Neng, jangan cepet-cepet jalannya, kamu baru sembuh, nanti jatuh loh, mending kalo jatuh langsung ke pelukan Abang mah ga papa, Abang seneng!" Sambil menyengir bahu dokter itu terangkat. Geli sendiri dengan rayuan gombal yang ia lontarkan.
Langkah Ranti sudah memasuki koridor, masih dengan raut wajah dingin.
"Neng! Sayang!"
__ADS_1
"Oh My God!" Ranti yang geram gegas membalikkan badannya menghadap ke arah pemuda itu "Bisa tidak sih kamu jangan ganggu aku? Satu lagi panggil aku Tante! Aku ini sepantaran dengan ibu mu! Paham! Sopan dikit kenapa sih?" Rutuk nya ketus.
Garry menggeleng "Wajah kamu masih imut Neng, gimana bisa aku panggil kamu Tante, ga pantes!" Tolaknya.
"Aku tampar lagi mau hah?" Ranti mengangkat tangannya ke udara.
Senang hati Garry memasang pipi tepat di depan wajah Ranti "Di sini!" Dia tunjuk pipi miliknya dengan jari telunjuk "Hari ini tamparan siapa tahu besok ciuman." Katanya menyengir.
Ranti mendengus "Kamu tahu kan aku punya suami, Garry?" Ketusnya.
"Ga tahu, aku tahu nya Eneng cewek jomblo, buktinya kemana-mana selalu sendiri, ke rumah sakit, berobat, shoping, ke salon, ..." Belum selesai nyerocos Ranti sudah melengos pergi melanjutkan langkahnya.
"Neng! Kok di tinggal sih!" Garry mengikuti langkah kaki wanita cantik itu kembali "Tunggu, Abang antar!"
...🖋️..... Bersambung.....🖋️...
...Visual Ranti, Mami Dylan baru menginjak ke 47 tahun....
...Daddy Edbert Jackson 50 tahun....
__ADS_1
...Visual Garry Van Houten, sang dokter Bucin, 33 tahun....
...NB : Maaf part ini gak sengaja aku Up.. Belum selesai nulisnya padahal..😭 Jadi besok sambungannya....